The first 200 lines.
Patung wajahnya berkurang!
Bukan hanya ayah, wajah Paman Kakashi dan Nenek Tsunade juga tak ada!
Selain itu...
Kota barunya tak ada dan sekeliling desa juga terlihat berbeda.
Sebelum kita masuki dimensi aneh itu, dia bilang...
Aku akan ambil chakra si rubah itu.
berdiri di masa depan yang kaugambar
kimi ga egaita mirai ni tatsu
kuyakin ini bisa jadi kenyataan
boku dake ga kanaerareru
impian yang takkan pernah memudar ialah
itsu made mo iroaseru koto no nai yume
Impian Pemuda
Teenage Dream
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
yang buatmu takut hari ini ialah tanda kau serius menjalaninya
kowaku naru no ha kimi no hibi ga honki no shouko da ne
jangan bertingkah bodoh dan berburuk sangka
baka ni shinai sa kakko warukute
tak ada yang aneh
nani ga warui no
kuingin impian ini jadi kenyataan
yume ha sugu ni kanaetai shi
ku tak punya waktu 'tuk hilang arah
mayotteru jikan ha nai shi
ku jadi tak sabar
asennakute ii to ka
'tuk menunggunya segera
zettai ni iwanai yo
bila ditekan takkan pernah merasa
osaetemo osaekirenai
perasaan yang ingin kuungkapkan
todoketai omoi ga atta
semua senyuman teman
nakamatachi no egao ga atta
kan menyinari itu semua
zenbu kagayaiteita
berdiri di masa depan yang kaugambar
kimi ga egaita mirai ni tatsu
kuyakin ini bisa jadi kenyataan
boku dake ga kanaerareru
impian yang takkan pernah memudar ialah
itsu made mo iroaseru koto no nai yume
Impian Pemuda
Teenage Dream
Desa Konoha
Desa Konoha
Desa Konoha
Sudah kuduga.
Peringatan, peringatan.
Kita terlempar jauh dari target pelompatan waktu.
Dia bicara!
Kita tak tiba di koordinat waktu dari pelompatan waktu yang ditentukan oleh Tn. Urashiki Otsutsuki.
Jadi, kau bilang pelompatan waktu, ya?
Tempat ini adalah Konoha di masa lalu, 'kan?
Masa lalu?
Benar.
Lebih tepatnya di masa saat Hokage Kelima Tsunade baru diangkat.
Hokage Kelima?
Apa itu benar?
Itu benar.
Di mana Urashiki?
Kau bilang, kita terlempar jauh dari koordinatnya
tapi apa masanya juga berbeda?
Target koordinat yang ditentukan oleh Tn. Urashiki adalah di masa
Naruto Uzumaki masih kecil.
Tapi karena terjadi kesalahan pada pelompatan waktunya
kita pun tiba di masa yang lebih dekat dari yang direncanakan.
Dan juga, Tn. Urashiki Otsutsuki yang terpisah dengan kita
harusnya akan tiba di sini beberapa hari lagi.
Beberapa hari lagi dari sekarang...
Ternyata Urashiki memang mengincar Naruto, ya.
"Mengambil chakra si rubah."
Dengan kata lain
dia ingin kembali ke masa lalu untuk ambil chakra dari Naruto yang masih lemah.
Untungnya, kita sampai lebih dulu di masa ini.
Tak kusangka dia justru incar ayah yang masih kecil.
Yang jelas, kita harus temukan ayah sebelum Urashiki dan melindunginya, 'kan?
Benar.
Kalau begitu
Untuk kalian manusia dari masa depan
biar kuberi tahu apa-apa saja aturan yang harus kalian ikuti selama berada di masa lalu.
Sebenarnya kau ini siapa, sih?
Bukankah kau ini komplotannya si Urashiki?
Aku alat untuk pelompatan waktu, Karasuki.
Aku tak mengenal konsep komplotan atau teman.
Jadi, aku tak punya hubungan timbal balik dengan Urashiki.
Tugasku hanyalah lakukan pelompatan waktu
dan sampaikan aturan-aturan setelah melompati waktu.
Kau ini kura-kura yang kaku dan formal, ya.
Apa saja aturannya?
Pertama, tak boleh ada yang tahu bahwa kalian berasal dari masa depan.
Terutama orang yang punya hubungan dekat dengan kalian.
Kalau sampai identitas kami ketahuan dan mulai bertindak, apa yang akan terjadi?
Kemungkinan itu akan memberi dampak besar pada masa depan.
Skenario terburuknya, tindakan di masa lalu kalian ini bisa ubah masa depan.
Jadi, kalian harus berpikir sebelum bertindak.
Ingatlah baik-baik
bahwa seseorang atau sesuatu yang ada di masa depan bisa menghilang
karena perbuatan kalian.
Kalau hanya begitu, gampang saja.
Aku mulai bersemangat!
Soalnya, ini Desa Konoha sebelum aku lahir, lo!
Aku sama sekali tak mengerti selera berpakaianmu, Paman Sasuke.
Terima saja.
Kau masih belum terlahir di dunia ini
jadi, bisa gawat kalau ada yang lihat ikat kepalamu.
Ya, aku mengerti, kok.
Di mana Karasuki?
Karena chakra-nya tak cukup, dia kembali ke dalam cangkangnya.
Sekarang dia ada di dalam tas kecilku.
Begitu, ya.
Hebat!
Aku sama sekali tak mengenali desa ini!
Eh, bagaimana kalau kita makan Hamburger Petir di zaman ini?
Kau pikir saat ini sudah ada?
Eh, belum ada?
Ramen Ichiraku
Ternyata dulu Ichiraku hanya kedai sekecil ini, ya!
Wah!
Sulit dipercaya!
Jangan terlalu berisik, Boruto.
Ya, soalnya banyak hal yang baru kutahu.
Kesampingkan soal itu.
Ayo kita segera cari Naruto.
Kita di sini untuk lindungi Naruto dari Urashiki.
Kira-kira, ayah ada di mana, ya?
Apa Paman Sasuke tahu?
Dulu, mencarinya itu antara di rumahnya atau Ichiraku tadi.
Eh, jangan-jangan itu...
Itu Sakura, ini gawat.
Permisi, boleh tanya sesuatu?
Kau itu mau apa?
Mau apa?
Bukankah Bibi Sakura harusnya tahu di mana ayah?
Bukankah Karasuki sudah peringatkan kita untuk tak gegabah?
Ya, tapi...
Barusan kalian memanggilku?
Ya, begini...
Bukan apa-apa!
Kami yang salah lihat.
Ada terlalu banyak orang yang kita kenal di desa ini.
Mulai sekarang, berpikirlah sebelum bertindak.
Tapi Paman Sasuke
kalau kita harus lindungi ayah saat masih kecil dari Urashiki
berarti mau tak mau kita pasti menemuinya, 'kan?
Memang merepotkan, tapi setelah temukan Naruto
kita harus sembunyi-sembunyi dan awasi dia dari jauh.
Padahal dapat kesempatan pergi ke Konoha di masa lalu
kita malah harus sembunyi terus?
Karena ada kemungkinan kita bisa mengubah masa depan
kita harus bertindak hati-hati.
Membosankan.
Aduh!
Dasar.
Kalau jalan lihat-lihat, tahu!
Apa kau bilang?
Harusnya aku yang bilang begitu, tahu!
Jangan malah melamun di jalanan begitu!
Gawat.
Apaan sih, dasar!
Eh?
Ayah?
Siapa yang kau panggil "Ayah"?
Gawat!
Naruto!
Jangan pedulikan itu, kita sedang dikejar, nih!
Bukankah dia itu...
Dia mendiang gurunya ayah yang ada di foto!
Oh, ya!
Tapi ini semua terjadi karena ulahmu sendiri, Petapa Genit!
Ada yang mengejarmu?
Ya!
Kalau begitu, serahkan pada kami.
Kau yakin?
Eh?
Kami serahkan pada kalian!
Takkan kubiarkan, dasar tukang intip!
Eh?
Intip?
Si bodoh itu...
Eh, tunggu sebentar!
Ini hanya salah paham.
No comments yet. Be the first to leave one.