The first 200 lines.
Halo. Tolong tanda pengenalnya.
Maju.
Selamat Datang Di Kolombia.
Hal Baik Tidak Bertahan Lama.
Aku sampai dua menit lagi.
Di mana uangnya?
Kau sudah dibayar lunas.
Kesepakatannya berubah.
Aku mau semuanya.
Berikan uangmu padanya.
Aku rasa tidak.
Terima kasih.
Biar aku yang buka.
Hei, ayah tidak terlihat?
- Halo, cintaku. - Halo, Ayah.
Ayah sangat merindukanmu hari ini.
Bagaimana harimu?
- Seperti biasa. - Seperti biasa?
Hei, sayang.
Oke.
Ayah ada pesta di sini minggu depan...
...untuk beberapa kemungkinan rekanan bisnis,
Dan ayah mau kau datang.
- Apa aku harus? - Ya.
- Tidak, tidak! Bukan siapa-siapa. - Kau bicara dengan siapa?
- Tidak! Ayah. - Biar ayah lihat!
- Felipe. - Tidak, tidak.
Felipe? Aku ayahnya Elisa.
- Jangan dengarkan dia. - Dengarkan aku.
Apapun yang kau lakukan padanya, aku akan lakukan kepadamu.
Sapai jumpa.
Ayah.
Ibumu sangat pandai untuk urusan ini.
Ayah tidak. Kau tahu itu.
Hei, sayang, tunggu.
Ya, aku bisa jika ayah seperti orang gua.
Itu benar. Yang terburuk.
Dan itu selalu membantu memiliki keindahan sepertimu.
Jadi aku tak perlu hadir di pesta karena otakku?
Ya.
- Atau kecermatanku yang tajam? - Kau bisa membawa itu.
Tapi mungkin jangan terlalu digunakan, oke?
Apa itu artinya iya?
Tentu.
Tapi ayah berutang padaku.
Ayah berutang padamu seumur hidupku.
Sampai jumpa, Carlos.
Oke, pak. Ini waktunya tutup.
Kau sudah coba kue ini?
Aku sangat suka itu.
Aku selalu membawanya pulang saat ada sisa.
Kau sudah coba kue ini?
Belum.
Belum untuk hari ini, pak. Belum untuk yang ini.
Kau sudah memberi dirimu hadiah minggu ini,
Alex?
Maaf, pak, tapi kau harus menutup toko.
Duduk.
Dengarkan aku.
Kau harus belajar berikan dirimu sendiri hadiah seminggu sekali.
Hidup lebih singkat dari yang kau kira.
Hal-hal kecil adalah hal yang terpenting.
Tolong jangan lukai aku.
Buka.
Enak?
Terima kasih, Alex.
Angkat tangan! Polisi!
Apa yang terjadi?
Dia masukkan pisau ke dalam mulutku.
Oke, tapi apa dia melukaimu?
Apa itu tidak cukup?
- Keluar. - Tidak.
Sekarang!
Kenapa kau biarkan dia pergi?
Aku bisa menangkap dia karena apa?
Terima kasih sudah datang. Aku tak tahu harus SMS siapa lagi.
Tak apa.
Aku sudah bilang kau tak boleh bekerja sendirian di lingkungan ini.
Aku bisa antar kau pulang, Alex.
Tidak. Berengsek.
Tidak.
Tidak, tidak, tidak, tidak...
Tidak, tidak, tidak. Pergilah.
Sial!
Tidak! Apa-apaan?!
Tolong aku!
Kau.
Kau adalah kesalahan.
Celah di baju zirah.
Kau membuka pintu dan dia diculik.
Siapa dia?
Aku tidak tahu. Dia hanya gelandangan.
Seperti apa orangnya?
Aku tak bisa melihat wajahnya.
Kau mau aku percaya jika seorang gelandangan,
Yang wajahnya tak bisa kau lihat,
Berjalan melintasi jalan,
Dari bank makanan lokal,
Lalu putuskan menyingkirkan dua pengawal bersenjataku sendirian?!
Lalu menculik putriku tanpa alasan, dasar keparat?!
Aku mau semua gangster,
Penipu, pelacur, preman,
Dan siapapun yang berada di jalanan,
Untuk menjadi mata dan telingaku.
Bayarannya?
Berjumlah besar.
Aku mau dia kembali sekarang! Sekarang juga!
Berhenti!
Berhenti!
Hentikan mobilnya!
Hei! Hei!
- Hei, jangan lari! - Tidak!
- Tolong! - Aku hanya mau bicara, oke?!
Hei!
Jangan lari!
Hei!
- Hei, berhenti lari... - Tidak! Jangan mendekat!
Mundur!
Baiklah, tenang. Berhenti lari, oke?
Kau bisa Bahasa Inggris?
- Kau bisa Bahasa Inggris? - Bisa!
Kau haus?
Aku takkan meminum itu. Kau mungkin mencoba membiusku.
Aku tidak mencoba membiusmu. Minumlah jika kau mau.
Dan jangan lari lagi, oke?
Aku hanya...
Aku mau kau melihat sesuatu.
Kau lihat itu?
Lihatlah. Oke?
Lihat itu.
Aku teman ibumu. Itu sebelum kau lahir.
Selamat.
Tapi sekarang, kau seorang penculik psikotik.
Kau mengurungku di bagasi mobil! Kau bajingan gila!
Tenang. Tenang. Aku tak di sini untuk melukaimu.
Aku tidak memercayaimu.
Kau bisa percaya aku. Lihat aku.
Ibumu kirim aku ke sini untuk menjemputmu.
Omong kosong.
Ibuku meninggal lima tahun yang lalu!
Aku tahu.
Ibumu membuatku berjanji,
Jika terjadi sesuatu kepadanya, aku akan mencarimu,
Lalu aku akan membawamu menjauh dari Vicente.
- Apa yang menahanmu? - Ceritanya panjang.
Dengar, maaf aku menguncimu di bagasi mobil, oke?
Aku tak punya pilihan.
Aku harus membawa kita pergi sejauh mungkin dari kota.
Aku minta maaf soal itu,
- Tapi aku berkata jujur. - Buktikan!
Akan aku buktikan nanti.
Tapi sekarang kita haus kembali ke dalam mobil.
Aku takkan pergi ke mana-mana bersamamu.
Aku mohon.
Tidak.
Sialan!
Oke.
Kau mungkin sebaiknya tembak aku, karena aku takkan kembali ke mobil!
Kau ambil senjata itu.
Lihat. Aku menaruh senjatanya.
Oke? Senjata itu milikmu.
Kau bisa ambil itu.
Kau bisa duduk di kursi belakang jika mau,
Dan terus arahkan senjata itu padaku setiap waktu.
Aku bahkan takkan melihatmu jika kau tidak mau.
Tapi kita harus kembali ke mobil sekarang juga!
Kau mau berada di sini semalaman?!
Ayo, ambil senjatanya!
Kau mau aku percaya jika ini ada pelurunya? Enyahlah!
Tarik pelatuknya.
Demi Tuhan!
Oke, kau percaya aku sekarang?
Sekarang kembali ke mobil.
Antar aku pulang.
Itu takkan terjadi.
Itu akan terjadi. Putar arah, atau aku akan menembakmu.
Kita sama-sama tahu kau takkan menembak siapapun.
Sekarang duduk yang manis dan tenanglah.
Perjalanannya masih jauh.
Kau bilang ibuku memintamu membawaku pergi dari Vicente, ayahku.
Jadi itu artinya kau tahu dia siapa, bukan?
Ya, aku sangat tahu...
- ...siapa bajingan itu... - Ya, orang yang kaya dan berkuasa.
Dan saat kau kaya dan berkuasa,
Kau melindungi apa yang menjadi milikmu,
Yang artinya pelajaran senjata api bagi semua orang,
- Khususnya anaknya sendiri. - Oke.
Sekarang putar arah atau aku akan menembakmu!
Kau akan menembakku dengan darah dingin? Serius?
- Ya. - Aku rasa tidak.
Jangan mengujiku. Aku akan melakukannya.
- Kau akan melakukannya? Ya? - Ya.
- Ya. Aku tak takut denganmu. - Sungguh? Silakan.
Lakukanlah.
Apa-apaan?! Kau gila?
Demi Tuhan! Apa yang kau lakukan?
Aku paham! Kau masukkan peluru hampa ke magasin, berengsek!
- Kau benar-benar akan membunuhku? - Bung, kau menculikku!
Kau mungkin akan perkosa dan membunuhku!
Tentu saja aku mencoba membunuhmu!
No comments yet. Be the first to leave one.