The first 184 lines.
Kenapa aku jadi idol?
Namanya adalah Zombie Land Saga Project!
Keliling kota sebagai idol daerah?
– Nama baru kita setelah bangkit dari kubur! – Gawat! Gawat! Gawat! Gawat!
Jangan cemas, aku akan menutupi kesalahanmu.
Ikuti saja aku!
Meski harus mengalami kegagalan di atas panggung bersamamu...
Aku ingin melanjutkan Franchouchou...
Dari awal juga sudah gegabah.
Tugasku ini ada batas waktunya!
Tidak salah lagi. Mereka semua sudah mati.
Kalau tidak, berarti mereka zombi yang bangkit dari kubur.
Apa pun yang terjadi, selalu ada esok yang hakiki.
Terpuruk dan diinjak, itulah cerita Saga kami.
Akan kami tuntaskan meski dalam kobaran!
Sekarang saatnya pembalasan!
(Bagaimana Para Zombi Membalaskan Dendam SAGA)
SAGA! SAGA! SAGA! SAGA! SAGA! SAGA!
Liputannya positif banget!
Jika bertujuh, barulah kita jadi Franchouchou.
Album pertama kita diluncurkan tepat setelah pentas.
Kita disebut jadi gebrakan tak terduga di industri idol Saga.
Padahal pengin kita disebut gebrakan ajaib saja.
Peliputnya sama seperti dengan yang biasa.
Dia dipercaya karena liputannya sering tajam.
Harus kita hargai.
Ya.
Berikutnya kita bisa pentas di hadapan 1000 penonton.
Jangan bicara ngawur begitu, nanti kena batunya.
Jangan lengah, sebaiknya ambil langkah aman.
Sip, kalau begitu dengan tidak sompral, kita targetkan pentas di hadapan 1000 penonton!
Ya!
Sampai kapan kalian mau mabuk kepuasan pentas Alpino? Dasar zombi badut!
Zombi itu tidak punya waktu senggang atau otak, tahu!
Makanya, dhuar!
Manfaatkan momentum ini dengan menyelenggarakan pentas di Gelanggang Lahan Yasan Ekimae!
Gelanggang Lahan Yasan Ekimae?
Ai?
Lily belum pernah dengar nama stadion ini.
Biar namanya mewah begitu,
kita sudah bertekad pentas di hadapan 1000 penonton.
Aku dengar nama stadionnya baru akan diresmikan Februari mendatang.
Kamu sudah mencari tahu, ya.
Namanya baru akan diresmikan?
Sekarang namanya apa?
Gelanggang Best Amenity.
Gelanggang Tosu.
Ah.
Ai...
Tidak apa, jangan cemas.
Daripada itu, ada masalah di ukurannya.
Kalau tidak salah, kapasitasnya adalah...
Kurang lebih 25.000 penonton.
25.000 penonton?
Lima puluh kali lipat dari Alpino.
Jika lapangannya penuh, kurang lebih segitu.
Enggak kebayang.
Aku bisa menang lawan sebanyak itu, ya?
Apa tidak kebanyakan—
Sudah jelas mustahil!
Jadwal pentasnya adalah 8 Maret.
Jangan memaksa!
Kita ada di Saga, bukan Fukuoka!
Gelanggang di Saga bisa penuh berkat reputasi Iron Frill—
Bukankah sekarang derajat kalian lebih tinggi dari mereka?
Atau mungkin kamu
mau bilang kalau Franchouchou saat ini masih di bawah Iron Frill 10 tahun lalu?
Masing-masing dari kalian adalah legenda.
adalah legenda, kecuali satu.
Pasti baru sadar ada aku.
Tidak ada kata mustahil bagi kalian yang kubangkitkan dari kubur!
Gelanggang Ekimae akan dipenuhi oleh penggemar Franchouchou!
Saat encore dalam keadaan memanas, kalian bawakan lagu terbaru dengan dhuar!
Kumandangkan hikayat Franchoucou dengan gelegar nan dahsyat!
Aku paham karena sudah biasa mendengar si Kacamata bicara asal jeplak.
Tapi ini mustahil, 'kan?
Biasanya kita akan setuju.
Mau dipikir bagaimanapun, ini di luar nalar.
Tapi, ya...
Tahu, sudah telat bilang ini masuk nalar atau tidak.
Iya, 'kan?
Kalau Pak Kotaro serius,
mungkin dia punya penilaiannya tersendiri?
Maksudnya, Tatsumi punya rencana?
Bagaimana kalau kita coba?
Kamu paham apa risikonya, 'kan?
Aku tidak tahu hasilnya akan bagaimana.
Tapi selama ada tempat kita menari bersama, aku ingin menerima tantangannya.
Aku ingin lebih banyak berdiri bersama kalian di panggung.
Mantap.
Meski banyak masalah di Alpino, tapi kita mampu menanganinya.
Kalau diingat, kita memang selalu nekat.
Toh kita ini zombi.
Tidak ada gunanya ketakutan.
Mendengar kalian begini,
aku jadi tidak merasa tidak berdaya.
Kalian terlalu positif.
Kalau memang mau, kita harus menampilkan yang lebih baik dari Alpino.
Kalau setengah-setengah, sudah pasti kita akan gagal.
Ai, latihannya jangan tanggung-tanggung.
Tentu saja.
Kita akan gembleng habis kelemahan kita.
Ya!
Terutama Sakura.
Eh, jangan galak-galak, ya.
Kenapa malah manja?
Sepertinya masih ada yang mengganjal, ya?
Jelas saja.
Soalnya aku mati di tempat itu.
Jangan cemas, kamu tidak akan mati dua kali.
Saki yang sudah melompat ke jurang dua kali mana paham.
Waktu di taman, kamu pernah bilang, 'kan?
Meski sudah jadi zombi,
aku ingin berdiri di panggung itu lagi.
Ayo kita buktikan.
Kalau ada apa-apa, aku yang hajar.
Posisiku ketua tim dansa tapi jiwaku tetap ketua geng motor!
Bukan ketua tapi pemimpin.
Serem, woi!
Habisnya kalian menghilang, makanya aku cari.
Ah, bukan obrolan penting, kok.
Jangan cemas.
Aku akan mendukung kalian.
Maaf kalau aku sudah menguping.
Mantap, kalau begitu ayo rapat untuk menyatukan hati!
Kita bukan geng motor, hei!
Asyik, asyik asyik, sik~
Asyik, asyik, aduhai~
Eh, salah.
Sudah jelas mustahil!
Asyik, asyik, aduhai—
Bukan kayak 'gitu
Luas banget.
Permisi.
Aku sampai takut bertanya.
Tapi sudah berapa banyak tiket yang terjual?
Tidak ada pemesanan tiket.
Hah?!
Apa maksudnya?
Tiket dijual pada hari acara saja.
Apa-apaan, sih?
Pentas ini harus mengumandangkan nama Franchouchou ke seluruh dunia.
Maka dari itu, kalian harus mencatatkan legenda.
Cara biasa tidak akan cukup.
Ingatlah segala perjuangan kalian sejauh ini.
Percayalah pada Franchouchou!
Dan juga percayalah padaku!
Jumlah penonton tidak lebih besar dari kotak penalti.
Apa kabar? Terima kasih sudah datang hari ini...
Kami Franchouchou...
Mana encore-nya?
Pasti sakit rasanya.
Rasanya seperti neraka.
Daku puyang!
Weh, ada Franxiexie cuy...
– Kami cemas soalnya Pak Kotaro tidak pulang. – Iye, iye. Iye...
Pak Kotaro ude nyampe rumah, neh...
Dia mabuk-mabukan sampai pagi.
Woiyadonk...!
Soalnya sekarang kita punya utang 50 juta yen!
Keren, kan? Utangnya 50 juta yen, loh.
Utang?
Eh, 50 juta yen?
Serius?
Mungkin.
Eh?!
Melihat ekspektasi dan hasil pentas kemarin, hasil ini sudah bisa diduga.
Kenapa kalian pada pasang muka serius begitu?
Franchouchou sudah tamat! Saga juga sudah tamat!
Semuanya tamat! Tamat!
Si Kacamata cuma mabuk-mabukan dua minggu ini.
Persediaan makanan kita hanya cukup untuk 7 hari lagi.
Zombi seperti kita tidak perlu makan.
Mungkin sekarang Pak Kotaro sedang memikirkan rencana berikutnya.
– Habisnya selama ini— – Mana mungkin dia bisa berpikir!
Masalahnya semakin pelik!
Jangan lampiaskan pada Sakura!
Yang kesal bukan cuma kamu.
Lalu kita harus bagaimana?
Ayolah, jangan bertengkar.
Di saat begini kita harus bekerja sama mencari jalan keluar.
Meski kerja sama,
kita tidak bisa berdandan atau belanja ke luar.
Sementara kita diam begini, utang 20 juta yen akan terus naik.
No comments yet. Be the first to leave one.