The first 183 lines.
Handler One pada Undertaker.
Regu penyergap musuh bersiaga di titik 302.
Dan masih banyak lagi di titik 504.
Satu batalion tank berbaris dengan gerombolan tentara.
Unit udara, segera maju ke depan.
Hadeh, dengan kekuatan tempur segini, paling kalian cuma bakal binasa.
Cepat maju, sana!
Maju kalian, para babi!
Bertarunglah kalian sampai mampus, gerombolan Eighty-Six sok gaya!
Apa-apaan ini?
Hentikan!
Oi, hentikan!
Jangan mendekat!
Diam, kalian!
Bacot!
Seperti yang terlihat, cuaca cerah hari ini membentang dari Distrik 1 hingga 85.
Cocok untuk menikmati hari libur nasional ini.
Kesempatan yang sempurna untuk berlibur bersama keluarga dan sejawat, bukan?
Besok akan terjadi pergantian cuaca,
tapi pemirsa tak perlu membawa payung.
Baiklah, pemirsa, semoga akhir pekan kalian menyenangkan.
Melapor dari markas militer Republik San Magnolia, berikut laporan pertempuran hari ini.
Pesawat nirawak milik Kekaisaran Giad yang menyerbu Distrik 17,
yaitu Pasukan Bersenjata Legion, telah dipukul mundur oleh
pesawat nirawak kebanggaan kita, yaitu Juggernaut. Musuh mengalami kekalahan telak.
Pihak kita menerima dampak minimal dan tak ada korban jiwa.
Berkat pencapaian manusia dan kecanggihan pesawat tempur nirawak,
hari ini pun tak ada korban jiwa di negara kita.
Hari di mana keadilan Republik menyadarkan negara-negara yang tersesat akan segera tiba.
Hidup Republik San Magnolia!
Jaya selalu, bendera lima warna!
[Markas Besar Kemiliteran Republik San Magnolia]
Selamat pagi, Mayor!
E-Eh!
Jeritan para babi kemarin itu layak disebut mahakarya, ya.
Perangnya lumayan jor-joran, lo. Lebih dari lima puluh pesawat mati.
Tapi kan, pesawatnya tak dikendarai manusia.
Oi, kalian semua!
Putri Pecinta Boneka memelototi kita, tuh!
Mayor Milizé, kenapa wajahmu murung begitu?
Yang hancur kan cuma pesawat nirawak.
Kalian ini—
Pagi.
Pagi, Annette.
Kamu datang cepat juga, ya.
Padahal biasanya kesiangan terus.
Aku kerja lembur, tahu. Jangan samakan aku dengan gerombolan tolol itu.
Biarkan saja!
Kita tidak sedang di medan tempur.
Dalam dua tahun lagi, takkan ada lagi musuh di Gran Mule.
Kamu terlalu serius ingin mewujudkan keadaan tersebut demi negara ini.
Aku sekadar peduli pada negara ini.
Aku paham, kok, Tuan Putri.
Kepalaku lagi enggak nyambung mendengar pidatomu.
Sumpah, apa-apaan itu?!
Padahal para Prosesor itu cuma alat!
Betul banget!
Kenapa orang Distrik 1 seperti kita harus berurusan dengan para babi Distrik 86 itu?!
Kenapa kamu sebegitu pedulinya dengan pesawat nirawak, Lena?
Karena nyatanya mereka bukan "nirawak."
Aku ralat pertanyaannya.
Kenapa kamu sebegitu pedulinya pada Eighty-Six?
Itu panggilan tempur, lo.
Tuan Putri.
Autentikasi. Atas nama Mayor Vladilena Milizé.
Komandan Front Timur Distrik 9, Eskadron Pertahanan Ketiga.
Aktifkan Para-RAID.
Target resonansi, Prosesor Pleiades.
Resonansi selesai.
Handler One pada Pleiades.
Mohon kerja samanya hari ini, ya.
Pleiades pada Handler One. Resonansi sempurna.
Berhati-hatilah.
Sebentar lagi pasukan musuh akan berada dalam jangkauan.
Bersiaplah—
Nada jawaban Anda pada manusia Eighty-Six seperti kami selalu sopan.
Anda memang pekerja keras, ya, manusia yang terhormat.
Anda melakukan pergantian komandan pasukan, Brigjen Karlsthal?
Benar.
Sebenarnya, ada seorang Handler di suatu pasukan yang akan bebas tugas.
Jadi, Handler dari pasukan lain langsung diambil sebagai penggantinya.
Jika penggantinya tak bisa ditunggu dulu,
berarti itu pasukan pertahanan yang penting, 'kan?
Benar.
Eskadron Pertahanan Satu, pertahanan lapis pertama di Front Timur.
Juga dikenal sebagai Eskadron Spearhead.
Pasukannya terdiri dari veteran Front Timur. Yah, bisa dibilang mereka pasukan elite.
Tidak mungkin ....
Saya kira ini bukan tugas yang cocok untuk mayor baru seperti saya.
Pantaskah mayor termuda dan bertalenta berkata begitu?
Kalau terlalu merendah begitu, kamu hanya akan dibenci, lo, Lena.
Maafkan saya, Pamanda Jérôme.
Vaclav pasti akan merasa bangga.
Pada pencapaian putri kandungnya.
Bagaimana kabar Margareta?
Ibu masih sama seperti biasanya. Beliau ingin saya segera menikah.
Sudah aku duga.
Sebenarnya, kami tak punya kandidat lain untuk dijadikan Handler.
Mereka pasukan elite, 'kan?
Bukankah menangani mereka justru sebuah kehormatan bagi tentara Republik?
Kalau dilihat sebagai pasukan, mereka memang elite.
Kapten Eskadron Spearhead. Nama sandinya Undertaker.
Ada sedikit cerita mengenai dirinya.
Apa itu?
Dia ditakuti sebagai dewa kematian.
Terlebih, ada cerita bahwa dia kerap membuat Handler-nya menjadi gila.
Eh?
Prosesor berbuat begitu pada Handler? Bukan sebaliknya?
Benar.
Apa Anda yakin ini bukan semacam takhayul?
Waktuku tak cukup senggang untuk mendengar cerita takhayul dari bawahanku.
Banyaknya Handler yang mundur tugas dari Eskadron Undertaker sangatlah tidak wajar.
Bahkan ada yang tiba-tiba bunuh diri.
Cerita ini memang sulit dipercaya, tapi ...
... kabarnya mereka digentayangi dan mendengar jeritan hantu.
Hantu?
Kalau keberatan, kamu boleh menolaknya, kok, Lena.
Lagi pula, kamu orangnya terlalu serius.
Tugas Handler memonitor pasukan seminimal mungkin dan menyerahkan situasi medan pada—
Saya bersedia!
Saya akan mengerahkan segalanya sebagai Komandan Eskadron Spearhead.
Kamu tak perlu bekerja lebih dari yang diperlukan.
Dan juga, hindari berinteraksi dengan para Prosesor.
Mengenal bawahannya lebih dekat adalah tugas seorang komandan.
Ampun, dah.
Oh ya, ada satu hal lagi.
Berhentilah mencantumkan jumlah korban dalam laporanmu.
Secara resmi, tak ada manusia di medan tempur.
Jadi, korban jiwa itu tidaklah ada.
Tapi, bukan berarti kita harus memalingkan mata!
Hal seperti ini tak seharusnya bisa dimaafkan—
Lena.
Kamu benar-benar mirip Vaclav, ya.
Kalau begitu,
Mayor Vladilena Milizé.
Aku menugaskanmu sebagai komandan dan Handler Eskadron
Pertahanan Lapis Pertama Distrik 1 di Front Timur.
Segera urus pengambilalihan tugas sebelum tiba di sana.
Bertugaslah dengan baik.
Hingga misiku berakhir, aku akan mengerahkan segala kemampuanku.
Jadi, kamu menerimanya, ya?
Iya.
[Gedung Riset Militer Republik San Magnolia]
Ampun, dah.
Kamu ini memang beda dari yang lain, deh, Lena.
Diberi kepercayaan atas pasukan elite itu suatu kehormatan. Imbalannya sesuai.
Selain itu, membuat Handler menjadi gila, katanya? Palingan itu cuma takhayul, deh.
Paling itu cuma alasan orang yang enggak niat bekerja.
Tapi, kabar bunuh diri itu fakta.
Handler Eskadron Spearhead tiba-tiba bertingkah aneh.
Lalu, dia menembak kepalanya sendiri dengan senapan sebar.
Oke, pemeriksaan selesai.
Kali ini pun semua masih normal.
Terima kasih sudah menunggu.
Tapi, kenapa mereka bunuh diri?
Kami juga diminta menyelidikinya, sih.
Mereka menduga adanya malfungsi pada Para-RAID.
Bebas tugas mungkin bisa dimaklumi,
tapi kalau bunuh diri, masyarakat pasti akan gempar, 'kan?
Bagaimana hasilnya?
Entahlah.
Kok entah?!
Handler-nya mati di tempat, tahu. Tidak ada cara menyelidikinya.
Kok Kepala Divisi Riset enggak niat begitu?
Aku sudah berusaha semampuku, tahu.
Pokoknya, tidak ada kerusakan pada perangkat RAID-nya.
Urusanku habis di sana.
Kubilang pada mereka, kalau memang penasaran banget, cukup bawa si Undertaker itu kemari.
Tapi, orang-orang transportasi itu bilang,
"Penerbangan kami tidak menyediakan kursi untuk babi."
Berarti, testimoni dari Undertaker pun ....
Aku cuma terima laporan.
Lalu, mereka meminta pendapatku.
Katanya, saat diberi tahu kalau Handler-nya mati, Undertaker cuma bilang, "Oh, begitu".
Yah, namanya juga Eighty-Six.
Sebenarnya, tidak mustahil kalau Para-RAID penyebabnya.
Soalnya, sebagian otakmu berbagi sensasi dengan orang lain.
Dan juga, pada dasarnya, resonansi tidak berbahaya, sih.
Tapi kalau sampai beresonansi penglihatan, otak bisa terbakar.
Kalau terlalu lama, bisa-bisa dirimu takkan sadar lagi.
Itulah risiko memakai Para-RAID.
Padahal ayahmu pemimpin riset ini.
Semua teori dasarnya digagas oleh peneliti lain,
No comments yet. Be the first to leave one.