The first 200 lines.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Ayah!
Ayah!
- Ayah! - Hentikan, Nak.
Lepaskan aku! Ayah!
Jangan takut, Nak. Tak apa, Ayah akan kembali.
Masuk.
Ayah!
Sayangnya, 300 hingga 400 pembunuhan terjadi tiap tahun
di metropolis kita tercinta, Istanbul.
Artinya satu orang tewas tiap hari.
Di jalanan ini, satu warga sipil menjadi korban
dan satu warga sipil lain menjadi pembunuh tiap hari.
Dan beberapa orang mengejar pembunuh itu, siang dan malam.
Dan salah satu dari mereka akan dianugerahi Polisi Terbaik Tahun Ini.
Tim terhormat kita telah menyelesaikan tugas yang menantang dalam waktu singkat.
Penghargaan Polisi Terbaik Tahun Ini jatuh kepada
Harun Çeliktan!
Semoga dia dan timnya terus sukses ke depannya.
Terima kasih.
Terima kasih, Pak.
Hebat.
Kurasa Kepolisian tak punya orang lain untuk diberi penghargaan.
Jika Harun polisi terbaik tahun ini, matilah kami.
- Aku bangga kepadamu. - Terima kasih, Kawan.
Namun, tak heran jika orang yang aku latih dapat penghargaan ini.
Tentu.
Namun anehnya, anak didikku yang lain tak mendapat penghargaan itu.
Aku mengajarkan hal sama.
Kau sadar aku dapat penghargaan itu, tapi kau yang dipuji?
- Selamat, Anak Pemberani. - Terima kasih.
Artinya kau akan segera menjadi kepala. Jangan pura-pura tak tahu.
Itukah yang kulakukan?
Dan itu obat perut, bukan permen.
- Kau mendengarkan? - Ya.
Itu demi kebaikanmu.
Aku juga…
Jangan terlalu menonjol.
Jangan menarik perhatian. Tenang. Pelan-pelan.
Kau mengerti?
Ya, Kawan. Jangan khawatir.
Harun.
Baik, aku mengerti.
KEPOLISIAN ISTANBUL
- Bagus! - Bagus!
Kapten, bagus! Selamat.
- Mari rayakan momen membanggakan ini. - Selamat, Kapten!
- Selamat, Kapten. - Tunggu. Ceritakan pendapatmu, Kapten.
- Apa maksudmu? - Diam.
Foto kami, Hayri. Ambil foto bagus dengan penghargaannya.
- Bersiaplah. - Kami bangga kepadamu, Kapten.
- Ayo bergabung, cepat. - Senyum, semuanya! Senyum.
Masuk.
Aku tahu kita tak seharusnya kerja hari ini, tapi apa boleh buat.
Ya, Kapten?
- Suruh Tuncay masuk. - Baik, Pak.
Kau memanggilku, Kapten?
Tuncay, kau menerima pernyataan tersangka?
Ya, Inspektur Yadigar mengizinkanku karena itu kasus sederhana.
Dia memberiku kesempatan.
Dan kau sia-siakan kesempatan itu.
- Apa maksudmu? - Kau tak menanyainya, kau mengobrol.
Tersangka percaya kau, kau percaya dia.
Kau mengobrol akrab dengannya.
Itu tak boleh.
Dengar, semua orang tak bersalah sampai terbukti bersalah.
Itu prinsip hukum.
Prinsip kita adalah semua orang bersalah sampai pertanyaan kita terjawab. Paham?
Paham, Kapten.
Lebih buruk lagi, kau melanggar aturan emas selama interogasi.
- Yang mana? - Kau langsung memberinya teh.
Tunggu dahulu. Dia meminta teh dan rokok saat akan mengaku.
- Kau benar. - Lihat ucapannya.
Dia hanya ingin merampok pria itu dan tak sengaja membunuhnya.
Dia masuk dengan pisau di tangannya.
Setelah itu, tak ada yang disengaja.
Kau mengerti?
Kau anak yang baik, jangan berubah.
Namun, jangan tunjukkan kepada semua orang bahwa kau baik hati.
Jangan lupa, bersikap baik itu mudah.
Bersikap adil itu sulit.
Kau boleh pergi.
Seharusnya kuajari Aslan naik sepeda kemarin, tapi aku tak bisa pergi.
Kurasa dia marah kepadaku sekarang?
Ya, ada sepeda di kardusnya di ruang tamu
dan Aslan pikir kau pengkhianat.
Gawat!
- Datanglah di akhir pekan. - Baik, Kapten.
Dia punya kantong beludru
Kau bisa dengar dia di kedai kopi
Dia duduk dan berjudi
Oh, dia kekasihku
- Kapten, aku dan teman-temanku tahu… - Sebenarnya, itu ide Melda.
- Apa? - Tak apa, bukan masalah.
Kami pikir kau akan lebih sering memakai dasi.
Kami memberimu ini.
- Apa ini? Apa… - Biar kupakaikan.
Itu dia.
- Bagus, 'kan? - Cocok untukmu.
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
- Semoga kau suka memakainya. - Terima kasih.
Penghargaan itu bukan untukku.
Itu untuk kalian, tim ini.
Kita semua saling menyelamatkan, bukan?
Kita terus menyelamatkan pria ini.
Aku sudah menyelamatkan kalian berkali-kali.
Namun, aku tak nyaman dengan perayaan.
Entahlah, mungkin begitulah generasiku.
Entah kenapa, perayaan membuat kami malu.
Terutama upacara resmi itu.
Namun, berada di sini bersama kalian menyenangkan. Jadi, aku bahagia.
Baiklah. Selamat untuk tim terbaik tahun ini.
- Terima kasih. - Terima kasih, Kapten.
Terima kasih.
- Baiklah. - Semoga kau terus sukses.
- Semoga kita sukses bersama. - Terima kasih.
- Kau tak akan memeluk kami? - Kemari, Berandal.
- Bagaimana dengan berandal lain? - Kemari, Semua.
Baiklah. Pulanglah, jangan ke tempat lain. Mengerti?
Akan kujaga mereka, Kapten.
- Aslan. - Ayah.
- Nak, kau sedang apa? - Aku sedang duduk saja.
- Kau belum tidur? - Ayah dapat penghargaan, kutunggu Ayah.
Ya, ayahmu dapat penghargaan.
Ayah akan pulang?
- Tidak, Ayah akan terlambat. Tidurlah. - Pulanglah!
Mereka menghormati Ayah. Ayah harus mengunjungi satu tempat lagi.
Tidurlah. Ayah akan memelukmu saat kau tidur. Ya?
Dia seharusnya tidur sejam lalu, Kapten.
Kau melaporkan putraku ke polisi?
Dia tak mau tidur, Sayang. Kami menunggumu.
Kalian tidurlah. Jangan menungguku, Sayang.
Selamat, Sayang. Aku mencintaimu.
Aku juga, Sayang. Aku juga mencintaimu.
Di mana kita?
Kurasa kita salah jalan.
Pak, kita salah jalan. Ini…
Kau tak bisa dengar?
Pak?
Menepi. Aku polisi.
Kau terlalu banyak bicara. Diam!
Kubilang menepi!
Jangan sentuh!
Jangan bergerak!
- Apa maumu, Nak? - Diam!
Jika kau ingin tahu, biar kuberi tahu alasanmu akan mati, Kapten Harun.
- Apa maksudmu? - Diam!
Kau akan tahu.
Kau akan tahu
Kau akan membayar perbuatanmu, Pak Harun. Kau akan mati malam ini!
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
KEPALA CEVAT
- Halo? - Harun.
Kau kenal Pak Arif dari Kementerian?
Ya.
Aku membicarakanmu dengannya hari ini.
Mereka serius mempertimbangkanmu. Kau akan segera dapat kabar baik.
Apa kau tak senang?
Tentu saja aku senang, Kawan.
Tunggu saja. Kau akan dapat kenaikan pangkat.
Baik, Kawan. Aku mengerti.
Sampai jumpa besok. Selamat malam.
Sampai jumpa.
Awas tanganmu melepuh. Hati-hati.
Jangan makan semua hanya dengan cokelat.
Halo? Yadigar, Sayang, apa kabar?
Ya, dia masih tidur.
Ibu, ambilkan susu.
Sepertinya kalian bersenang-senang semalam.
Aku akan membangunkannya.
- Aku akan membangunkan ayahku! - Berhenti, Aslan! Jangan lari! Aslan!
Selamat pagi, Ayah.
- Selamat pagi, Aslan-ku. - Harun, Sayang.
Yadigar menelepon.
Ayo pergi. Kau belum selesai menyarap.
Ya?
Mundur, biarkan kami bekerja!
Apa ada informasi? Tolong katakan apa yang terjadi!
- Selamat pagi, Pak. - Selamat pagi.
Ada maniak baru.
Bisa beri kami pernyataan?
- Kenapa lehermu? - Apa?
Leherku tergores saat bercukur.
Baik, mari kita lihat.
Ada apa?
Tak ada apa-apa.
Yadigar. Periksa semuanya dengan teliti. Periksa tiap detailnya.
Baik. Bawa dia pergi.
Tuncay!
- Kemarilah. - Baik.
- Ada petunjuk? - Tidak, Inspektur.
Periksa bagasinya.
- Ahmet! - Ya, Pak?
- Lihatlah ini. - Ya, Pak.
- Baik. - Emir, Tarık!
Tarık, ambil kamera. Aku ingin kau memotret tiap detailnya.
Pemirsa, seluruh negeri membicarakan korban pria
yang digantung di derek di Acıbadem.
Polisi sedang melakukan penyelidikan menyeluruh yang akan…
Seorang pria melakukan pembunuhan.
No comments yet. Be the first to leave one.