The first 200 lines.
-- Diterjemahkan oleh Sheilla M -- Resync/Edited ==> (Coffee_Prison)
Pemindahan!
Kau Vronski?
Itu nama aslimu atau kau curi dari Tolstoy?
Kau membaca Tolstoy?
Aku benci saat dia lompat ke bawah kereta.
Anna Karenina.
Aku tak suka dia bunuh diri demi petugas bajingan itu.
Dia tak bunuh diri demi bajingan,
tetapi karena dia menelantarkan putra dan suaminya.
Itu tidak sama.
Tentu, itu pendapatmu.
Bagiku, petugasnya bajingan.
Jadi, namamu nama seorang bajingan.
Kau bisa melakukan satu hal untukku.
Istriku sekarat di RS karena kanker metastasis.
Aku membuat 2 permintaan kunjungan, tapi hakim menolaknya.
Wanita ini segalanya bagiku.
Kau bisa membawaku ke penjara untuk mati,
mengingat sisa masa tahananku,
atau kita ke RS agar aku bisa berpamitan.
Terserah padamu.
Di RS mana?
Aku tak minta borgolku dilepas.
5 menit dan aku ikut.
Angelina.
Ini aku.
Paul.
Waktuku tak banyak.
Polisi menungguku di luar. Aku akan dipindahkan.
Aku ingin berpamitan.
Bantu aku mati, Paul.
Lakukanlah.
Kumohon padamu.
Aku kesakitan.
Aku ingin melihat wajahmu di akhir hayatku.
Tak akan kuizinkan, Paul.
Tunggu aku di lorong.
Kumohon.
Aku mencintaimu.
Kau pelita hatiku.
Terima kasih.
Aku lapar. Mau piza di Dédé?
Aku tak bisa. Ada anakku.
- Big Max? Ada rencana? - Meniduri istrimu.
Kau tahu dia suka apa?
Sial, deodoranku! Kembalikan!
Ini.
Pantas bau ketiakmu mirip zakarnya.
Apa katamu?
Kalian brengsek!
Jangan lupa besok pesta untuk kepala baru.
Kita tak disukai, jangan seperti gembel.
Seperti apa dia?
Tipe yang tak suka kita.
Satu lagi yang akan mengesalkan.
Kau tahu namanya?
Leonetti.
Ange Leonetti, bos regu kriminal lamaku.
Dia yang menjadikanmu kaku?
Setidaknya kau tidak akan mengacau
seperti hari ini,
dengan mengubah rute.
Maranzano tiba tepat waktu di penjara yang dituju.
Tidak ada insiden.
Tak usah gelisah.
Kau tahu istrinya meninggal di ranjangnya?
Dia meninggal setelah kau pergi.
Apa maksudmu?
Bukan apa-apa.
Jika kau bilang kau bersama mereka
dan dia mati karena alasan alami, akan kulupakan.
Ada di laporanku, Costa.
Jika ada permintaan, minta pada temanmu, Leonetti.
Pergi ke ruang ganti yang benar.
Ini khusus untuk pria.
Sok berani, tapi bodoh.
Aku memang di ruang ganti pria.
Yang asli.
- Hei, Eugène! - Hei, Nak!
Jika kelak hal buruk menimpaku…
Jika aku terbaring lumpuh di ranjang…
dan aku memintamu membunuhku, bagaimana?
Kenapa kau bertanya?
Katakan. Apa tindakanmu?
Entahlah.
Saat ini,
aku punya rencana lain untukmu.
Saya juga ingin berterima kasih kepada Wali Kota Marseille
dan Prefek
karena bergabung bersama kami untuk merayakan acara penting,
menyambut kedatangan kepala polisi baru di kota kita.
Kota yang kita cintai,
tapi seperti yang kita ketahui, berbahaya.
Saya juga berterima kasih pada anggota Regu Antigeng
dan Antiperampokan.
Saya bangga sebagai kepala
dan bangga dengan kinerja mereka melawan perdagangan narkoba
dan kejahatan terorganisasi.
Tepuk tangan yang meriah!
Dan sekarang, berikan sambutan yang hangat
untuk pria yang ingin kita temui malam ini,
polisi yang luar biasa, dengan integritas tak tertandingi.
Direktur kepolisian kehakiman antardaerah baru kita,
Bapak Ange Leonetti.
Terima kasih.
- Cukup. - Jangan ganggu aku.
- Berhenti. - Pergi!
- Keparat. - Saya tak mengaku sebagai polisi baik,
dan tak kenal satu pun.
Saya hanya kenal pria pemberani,
cukup terampil,
cukup perseptif,
yang memiliki satu tujuan.
Hanya satu,
kepentingan publik,
dan yang bekerja
sambil menghormati apa yang saya sebut aturan tiga K.
Kerendahhatian.
Kehormatan.
Kejujuran.
Lihat mereka.
Lihat orang-orang Arab itu.
Para jahanam itu.
Saat si bedebah tiba, kita serang.
- Jika tidak? - Pasti datang.
Antar Sacha pulang, urus dia.
Kapan malam terakhir kalian?
Untuk apa? Itu rutinitasnya.
Dasar alkoholik!
Siapa wanita cantik itu? Lihat?
Putriku.
Lulusan terbaik di kelasnya,
program perwira, dan…
Dia akan mulai di Regu Antiperampokan besok pagi.
Dia akan menjadi rekan kalian.
Terkait dirimu,
dengarkan nasihat komandanmu
dan urus istrimu
agar situasi seperti ini tak terulang lagi.
"Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan,
tetapi siapa mengindahkan teguran
ia dihormati."
Itu dari Alkitab.
Kitab Amsal.
Kesombongan adalah kelemahan pemimpin. Kita semua senasib.
Saat bos menyapa dengan kutipan Alkitab dan kode etik, aku tak yakin kita cocok.
Dah. Jam berapa besok?
Pengarahan di luar jam 07.30.
- Leonetti meninjau pasukan. - jam 07.00?
Kenapa bukan jam 05.00?
Apa bajingan itu tak tidur?
Dia tak tidur, merokok, atau minum.
Bajingan itu tepat waktu.
Ayo!
- Apa kabar? - Jangan lupa utangmu padaku!
Minggir!
Minggir!
Polisi di mana-mana!
Kita harus pergi! Lupakan, sialan!
- Di mana Sergio? - Dia tertembak.
9 tewas, 4 terluka, 2 kritis.
Larbi dan Farid Benzaoui ada di antara korban.
Bisa kau bayangkan.
Ada saksi?
Tak ada yang bicara.
Kenapa dia di sini?
- Siapa dia? - Serge Rizzo.
Dari klan Bastiani.
Dia bilang dia ada di bar saat kejadian itu.
Kau mengenalnya?
Ya.
Sedang apa kau di bar Arab?
Bukan tongkronganmu biasanya.
Aku berkencan.
- Dengan siapa? - Seorang wanita.
- Namanya? - Apa urusanmu?
Kita punya 48 jam untuk membicarakannya.
Cukup sehatkah dia untuk ditanyai?
Kenapa bicara dengannya?
Ini tugas Regu Antiperampokan.
Aku akan menanyainya.
Kau hanya diizinkan menguping.
Jangan khawatir.
Akan kuhubungi jika ada musuh khayalan.
Pergilah.
Badut.
Aku tak peduli.
- Keluarkan aku dalam 2 jam. - Atau?
Atau kau akan diperkosa di penjara Baumettes.
Aku bersantai di bar
dan ditembak. Tulislah di laporan bodohmu.
Bagaimana dengan saksinya? Bagaimana dengan mereka, Bodoh?
Saksi mata apa?
Tak ada. Mereka lari dengan panik!
Tahukah kau pepatah,
"Sia-sia saja berdebat
dengan orang bebal?"
Tugasku bukan mengatasi masalahmu.
Patuhi perintahku.
No comments yet. Be the first to leave one.