The first 200 lines.
Kita tak di New York lagi, ya, Biscuit?
Pagi.
Apa kabar, Sayang? Kau sehat?
Di mana dia sekarang?
Dia sedang memarahi Tino
soal pembakaran terkendali di pagar pembatas.
Mereka kesal. Beberapa bulan ini berat.
Aku tahu. Jangan khawatir. Kita akan segera menyingkirkannya.
Kalau tak bisa?
Kalian harus akhiri penderitaanku seperti anjing tua di kandang.
Ceritakan, Semuanya. Apa yang lucu?
Mulai dari mana, ya? Ternyata Ayah kalah telak di pemilu terakhir,
atau ternyata Ayah payah soal mengurus peternakan?
- Hati-hati, Nak. - Atau apa?
Mau mengambil alih peternakan ini? Tunggu, sudah Ayah lakukan.
Memang sudah.
Tapi semua orang di sini harus mengingat hal ini.
Ada Kirkland lain yang memimpin sekarang.
Jika kalian tidak suka,
jangan sampai terhantam pintu kandang saat keluar.
Termasuk kau.
Sudah selesai jadi sok jagonya, atau bisakah kami kembali bekerja?
Hei!
Jangan memprovokasiku.
- Pindahkan kawanan ke rumput kedelapan. - Baik.
Sterlin, pastikan mengisi ulang alfalfa.
Kerja bagus.
Kau memikirkan apa?
Aku melihat hal aneh pagi ini. Audi perak kecil parkir dekat kolam.
Ada wanita sedang menelepon, tak tahu jalan keluar dari peternakan.
Aku harus buru-buru pergi dari sana.
Yancy butuh bantuan soal anak sapi.
- Kau tunjukkan jalan keluarnya? - Ya.
Terima kasih.
- Apa? - Aku tak mengkritik
seringnya kau berganti teman mesra.
Tunggu. Rasanya kau memang sedang mengkritik, Jake.
Kau perlu sedikit menahan diri.
Kenapa aku harus begitu?
Karena… dia sudah kembali.
Selamat datang, Dik!
Kemarilah.
- Enam bulan. - Ya.
Aku merindukanmu.
Aku juga.
Begini, dengarkan dulu.
Kau harus berjanji tidak akan marah, oke?
Dia bersikeras meski sudah dilarang.
Apa kabar, Putriku?
Hai, Bu.
Kami mengobrol dan kakakmu bahas soal pesta penyambutanmu yang meriah.
"Kejutan", Bu.
Pesta kejutan.
Ibu.
Gagal, deh.
- Ibu harus hadir untukmu. - Kapan terakhir Ibu ke sini?
Sudah lama. Justru karena itu.
- Ada alasan lain, 'kan? - Pastinya.
- Kok sinis begitu? - Karena kami kenal Ibu.
Tahu Ibu seharusnya berbuat apa di sini?
Membujukmu kembali ke New York.
Ibu serius.
Saat Ibu mengunjungimu di sana,
melihat kehidupan yang kau jalani, yang seharusnya…
Dengar, Ibu takkan memberi nasihat soal hubungan.
Terima kasih. Kuhargai itu.
Omong-omong, apa kabar Roger?
- William. - William.
Nomor lima.
William sehat. Semuanya baik.
Duh, kalian ini.
Tak bolehkah Ibu bercengkerama bersama kedua putri cantik Ibu ini?
Ya, boleh, Bu.
Bagus. Tolong buatkan kopi.
Ibu akan masuk Texas Rangers.
Ibu masih jago.
Akan kubuatkan kopinya.
Ibu masih jago.
Ya, Ibu masih jago.
UJIAN SAT
SELAMAT! UJIAN ANDA SELESAI
Aku akan kembali.
Hei. Bagaimana ujiannya?
- Hai. Bagus. Ya. - Ya?
- Bagus. - Ya? Baguslah.
Aku tahu les malam kita takkan sia-sia.
- Ya. - Persetan soal pemandu sorak, ya?
Jika nilai SAT-mu bagus, UT mungkin akan beri beasiswa lagi.
Ya. Ya, siapa tahu?
Optimis saja.
Oke.
Asalkan les malam kita bisa dikembalikan ke tujuan awal.
Begitu, ya?
Coba tunjukkan.
Oke.
Ya. Ya?
- Hei, Quinn, selamat datang kembali. - Hei.
MAEVE'S CAFE RUANG RESTORAN DISEWAKAN
TUTUP
Kau kembali.
Aku kembali.
Lihat dirimu. Lihat tempat ini.
Ya, 'kan?
Jadi, selama ini kau bilang sibuk, kau cuma merendah, ya?
- Lumayan, 'kan? - Ya.
Dan… kita sudah mulai meraup keuntungan.
Tapi usaha lain di sekitar sini tidak seberuntung itu.
- Ya, kudengar Miss Ollie's tutup. - Ya.
Maeve's juga.
Ternyata situasinya lebih parah daripada yang kau bilang.
Ya, begitu jalur pipa terpasang, AWP langsung menghentikan kerja sama.
Semua uang itu habis. Setengah lusin peternakan gulung tikar.
Banyak juga yang jual aset dan ambil keuntungan.
Davis?
Davis.
Apa menurutmu rujuknya dia bersama Paulo Jo akan berhasil?
Karena kini Reid bekerja di A&M,
Davis memutuskan mengambil uangnya dan pergi ke Austin.
- Payah sekali aku memilih pasangan. - Oke, cukup soal Davis.
Bagaimana NYC?
Terus terang saja…
tampil di hadapan semua penonton itu, sangat memuaskan hati.
Namun, ini juga.
Aku siap untuk pulang.
Apa?
- Kau mau bertanya? - Tanya apa?
- Soal si anu. - Soal Staten?
- Ya. - Tidak.
Dia sering mampir ke sini.
Menanyakanmu.
Ya, memang dia sempat punya petualangan asmara,
tapi itu…
Petualangan asmara? Begitukah istilahnya?
Oke, jujur, kau juga begitu.
Ya, memang. Banyak yang bisa terjadi dalam enam bulan.
Kau benar.
Omong-omong, bagaimana kabar terbaru dan terseru soal Yancy Gray
dan kisah istrinya yang sudah lama hilang itu?
Sidney?
Di mana…
Astaga.
- Bisa pakai bajumu? - Kau sudah pernah lihat.
Di mana bir dan barbeku punyaku? Itu makan siangku.
- Aku ingin suamiku sehat. - Jangan panggil aku begitu.
Kau memang suamiku, Sayang.
Omong-omong soal sepatu…
Ini akan cocok sekali dengan gaun motif ceriku itu.
Pernah kupakai saat kita menipu kontraktor pemarah di Dallas itu.
Ayolah. Apa maksudnya ini? Aku…
Aku sudah sabar dan berbaik hati.
Aku tidur di kamar tamu enam bulan ini.
Kau selalu boleh tidur di ranjangku.
Kau bilang butuh bantuan, tempat sembunyi karena misimu gagal,
dan kuberikan itu.
Kau pun berjanji akan menceraikanku jika kulakukan itu.
- Kita sudah sepakat. - Oke, baiklah.
Aku akan pergi jika itu maumu.
Oke.
Dan… terima kasih.
Aku serius. Aku hanya…
Kurasa kita berpisah itu pilihan yang terbaik.
Agar kau bisa kembali bersama mantanmu?
Aku berhak tahu kebenarannya, bukan?
Tidak. Itu sudah berakhir.
Sudah berakhir begitu kau tiba di kota ini.
Waktunya pas banget. Makasih.
- Bukan aku yang membohonginya. - Aku tak berbohong.
Pernikahan kita itu bagian dari penipuan, yang kukira sudah dibatalkan.
Aku perlu tahu jika kau…
- Sudah kubilang aku akan pergi. - Lakukanlah.
Kumohon.
Staten?
Hai.
Hei!
Senang melihatmu.
Ya, kelihatan dari secepat itu kau mengacir.
Oh, ya, aku lupa harus… Ada urusan yang harus kulakukan… Ya.
Aku turut prihatin soal Double K.
Ayahmu menggugatmu sebagai wali amanat.
Tidak, aku… Kau sungguh terkejut?
Belum berakhir sampai benar-benar tuntas, 'kan?
Benar.
- Senang melihatmu. - Kau sudah bilang.
Aku merasa kita perlu mengobrol.
- Benarkah? - Ya.
Aku tak ingat ponselku berdering enam bulan ini.
Kukira kau sudah melupakanku.
Malah kabarnya benar.
Apa sebutannya, ya?
Sepeda terbaru Ransom. Semua orang bisa menaikinya.
- Lucu. - Bukan kritikan. Kau pria dewasa.
Ponselku bisa berdering juga, bukan?
Benar. Ya.
Aku tak ingat kau meneleponku.
Ya. Tapi hanya satu orang yang pergi malam itu.
Aku harus apa? Telepon? Kirim pesan?
Kirim bunga? Terbang ke New York, memohon kau kembali?
Tidak.
Tidak, itu tak perlu. Aku sudah melupakannya.
Benarkah?
No comments yet. Be the first to leave one.