The first 200 lines.
Baiklah, semuanya. Tenanglah. Diam!
Aku ingin bersulang.
Untuk tiga cincin pernikahan.
Ada cincin tunangan.
Ada cincin kawin.
Lalu ada penderitaan !
Untuk Paul!
Terima kasih.
Minum!
Ayolah. Santailah sedikit.
Akulah pengacara yang kaku. Semuanya mengetahui itu. Tapi kau...
Kau selalu menjadi yang gila di dalam keluarga.
- Aku tahu. - Tenanglah dan bersenang-senanglah.
Pesta bujanganku adalah masa menyenangkan terakhir...
...dalam pernikahanku.
Mungkin pernikahanmu tak berhasil...
...karena kau terlalu bersenang-senang saat pesta bujangan.
Pernikahanku tak berhasil...
...karena Deena mustahil untuk disenangkan.
Pernikahanmu akan baik-baik saja. Kau memiliki Karen.
Dia...
...cantik, pandai, lucu. Dia...
...baik kepada binatang. Dia seksi. Amat seksi. Dia memiliki...
...selera fashion yang bagus.
- Pete. - Ya?
Aku amat menyukainya.
Sulit dipercaya adikku akan menikah.
- Aku harus pergi. Aku menyayangimu. - Baiklah.
Kau adalah pria yang beruntung.
Paul, tos!
Ya! Semoga beruntung di dalam. Selamat.
Terima kasih.
Dengar, Jim, tentang gadis-gadis itu,...
...aku tak yakin.
Aku amat memahaminya, kawan.
- Sungguh? - Tentu saja.
Aku ingin kau tahu sesuatu.
Aku tak peduli.
Kalau begitu, kau saja yang menjadi mempelai pria.
- Tidak, bukan begitu caranya. - Tunggu sebentar.
Aku memberimu peluang menjadi mempelai pria...
...dalam sebuah pesta bujangan,...
...dan kau tak perlu menikah hari Sabtu depan.
Pikirkanlah.
Dengarkan, semuanya.
Mulai saat ini, akulah mempelai prianya.
Ada gadis-gadis tiki!
Jadi, di mana mempelai prianya?
Maaf.
- Kau benar-benar payah dalam hal ini. - Ya. lni hari pertamaku.
- Kau mau mentraktirku bir? - Ya.
Jimmy.
- Halo? - Hai, Paul.
Hai, Ny. Cooper.
Paul, aku akan menjadi ibu mertuamu.
Kau bisa memanggilku Sandra.
- Hai, Sandra. - Jadi, bagaimana pesta bujangannya?
Begitulah, konyol.
Benar-benar sebuah ritual yang sudah ketinggalan zaman.
Paul, kau adalah impian setiap ibu mertua.
Dengar, tolong sambungkan dengan Karen.
Ya, tentu saja. Tunggu sebentar.
- Astaga. - Paul, ada apa?
Apa ada masalah?
- Kurasa Karen belum datang. - Apa maksudmu?
Dia sedang menuju ke sana. Seharusnya dia sudah sampai.
Tidak, belum sampai.
Sandra, aku harus pergi.
- Baiklah, tapi bisa tolong... - Ya.
Astaga.
Nona?
Bu?
- Hei. - Hei, dengar.
- Kau harus pergi sekarang. - Baiklah, selamat pagi juga.
Dengar, aku bukan pria yang kasar,...
...tapi kau benar-benar harus pergi, sekarang juga.
Baiklah, aku akan pergi.
Tunanganku sedang menuju kemari.
- Kau akan menikah? - Ya.
Hanya jika kau pergi dengan segera.
Kau bukan pria yang memakai topi "mempelai pria."
Dengar, aku ingin menjelaskannya, tapi kau harus pergi sekarang.
- Aku akan dihajar. - Itu amat jelas.
Apa yang terjadi?
Baiklah, ayo.
Kabar buruk. Aku tak bisa menemukan celana dalamku.
Boleh kukirim lewat pos saja?
Ya, tolong kirim lewat pos. Itu satu-satunya celana dalamku.
Kalau begitu, berikan alamatmu.
Baiklah, tunggu, aku punya lebih dari satu celana dalam.
Baiklah, aku akan mencarinya sebelum dia sampai kemari.
- Baiklah. - Tenanglah. Kau sedang panik,...
...dan jika kau panik saat tunanganmu sampai,...
...kau akan membuatnya panik.
Aku tahu karena kau membuatku panik dan aku bahkan tak mengenalmu.
Tenanglah.
Hei, aku tenang! Aku adalah pria yang amat tenang.
Lebih tenang daripada kebanyakan pria yang mungkin kau temui...
...saat melakukan pekerjaanmu. Jangan tersinggung. Dengar,...
...ini hanyalah sebuah situasi yang benar-benar buruk bagiku.
Percayalah. Aku bukan pria seperti ini.
Silakan.
Jika kau melihat celana dalam yang tergeletak di suatu tempat,...
...temui pria ini.
Bisa tolong jangan mengatakan itu?
Bisa tolong gunakan tangga belakang?
Jika saja aku memiliki harga diri yang masih tersisa?
Pasti itu berjalan amat lancar dengan para wanita.
Dengar, tak ada para wanita.
- Paham? - Baiklah.
Sebenarnya...
- Terima kasih, Ny. Jackson. - Aloha.
Perencana pernikahan.
Kami sedang berpikir untuk menggunakan tema luau.
Itulah yang sedang terjadi. Selamat siang.
Sial!
Tak ada di sini.
Astaga!
Sial.
- Paul, bisa tolong buka rantainya? - Tunggu sebentar!
Paul! Ada apa?
Tolong buka rantainya. Aku sedang berdiri di luar pintumu.
Paul, kau baik-baik saja?
- Karen, sayang, ini sebuah kejutan! - Kenapa kau memasang rantainya, Paul?
Kita harus selalu berhati-hati.
Jadi, bagaimana pesta bujangannya? Sedikit pengar?
Sama sekali tidak.
Paul, aku tahu apa yang terjadi pada hal semacam ini...
...dan kau tak seharusnya merasa bersalah,...
...dan kau tak perlu mengatakan apa pun.
Kecuali jika ada sesuatu yang ingin kau katakan.
Tunggu, jangan pergi!
- Akan kujelaskan! - Diam!
- Tak terjadi apa pun! - Diam!
Mungkin aku minum satu gelas...
...atau dua.
Ya, pasti kau tak minum lebih dari dua gelas.
Baiklah.
Aku sudah menyiapkan semua pakaianmu untuk beberapa pesta minggu ini.
- Ini... - Itu sweater yang bagus.
- Serta kau suka? - Serta aku suka!
Menurutku, ini sempurna untuk makan malam gladi resik.
- Sempurna. Ya! - Sudah kuduga kau akan menyukainya.
Bagaimana perkembangan kuartet geseknya?
Aku sedang mengusahakannya.
Paul, itu adalah satu-satunya hal...
...yang kuminta agar kau lakukan untuk pesta pernikahan ini.
Ya. Aku... Itu, pada dasarnya, hampir...
...selesai...
...diusahakan.
- Bagaimana pesta lajangmu? - Astaga, amat menyenangkan.
Kami pergi ke Giggles,...
...duduk di depan, lalu kami menjegal para komedian,...
...dan Jody menjadi amat mabuk!
Halo? Bumi kepada Paul.
Aku sedang bicara, dasar penggila pesta.
Bagaimana jika kau menciumku untuk pengar itu?
Baiklah.
Apa yang kau...
Apa yang kau... Baiklah.
Baiklah, ada banyak hal yang harus kulakukan.
Bibi Buyutku, Budge, akan datang besok.
Ibuku benar-benar panik.
Ibumu menelepon...
- ...pagi ini. - Sungguh?
Dia memberitahumu bahwa aku akan datang?
Lalu kenapa kau amat terkejut saat melihatku?
Aku mungkin sedikit lebih pengar daripada yang kuduga.
Kau memang aneh.
Astaga, ada banyak hal yang harus kulakukan.
Astaga.
Apa yang terjadi semalam? Ke mana kau?
Maaf, aku tertahan.
Jika kau mengerti,...
...seks.
- Apa? - Gadis tiki itu,...
...Tonya.
Aku terus mencoba mematikan pesonaku,...
...tapi kurasa aku tak bisa menemukan tombolnya.
Jim, kau tak mendengarkanku. Aku bangun pagi ini...
...dengan seorang wanita asing di tempat tidurku.
Bagaimana ini bisa terjadi? Apa aku semabuk itu?
Itu luar biasa! Apa yang kau keluhkan?
- Apa? - Sepatumu bagus.
Karen membelikannya untukku.
Dia ingin aku memakainya agar sedikit melar.
- Sepatu itu spesial. - Geser.
- Kurasa aku harus memberi tahu Karen. - Paul, dengarkan aku.
Jangan, dalam situasi apa pun, memberi tahu Karen.
Yang terjadi kepadamu semalam adalah alamiah.
Kita adalah pria. Pemburu.
ltu sudah terukir dalam kode DNA kita.
Kau harus menerimanya, kawan, dan melupakannya.
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan.
Hai, Jim. lni Tonya yang semalam.
Aku akan ada di sekitar situ nanti...
...dan mungkin aku bisa mampir ke tempatmu.
- Jadi, telepon aku. - Sial.
Gadis malang itu telah terpikat dengan "pesona Jim."
- Semua ini adalah kesalahanmu. - Mungkin.
No comments yet. Be the first to leave one.