The first 200 lines.
Simpanse kerdil menghuni hutan Kongo.
Mereka sering menghabiskan waktu di sekitar tepi sungai
berbagi makanan, merawat dan bermain dengan anaknya.
Mereka hidup dalam harmoni.
Tapi dibaliknya ada satu rahasia kotor.
Mereka primata paling kecanduan seks di planet Bumi.
Sudah saatnya wanita sadar memancing itu sakral bagi pria.
Bukan cuma miras, memanggang, alam...
Itu punya makna yang jauh lebih dalam.
Jangan memancing di pegunungan atau di tempat lain di luar kota.
Berbahaya.
Layla, Aziza dan Aku. Ini nama-nama wanita yang hilang seminggu yang lalu.
Tiga sekawan berkemah di alam dan tidak kembali.
Bukan cuma ini kasus orang hilang selama setahun terakhir.
Ini berita untuk anda saat ini. Hati-hati dan sampai jumpa.
Jantan, betina, anak, melakukan hubungan seks bebas tiap hari.
Dastan?
Dastan?
Dastan? / Ya.
Kau ambil semua? / Ya, tunggu sebentar.
Bagaimana Zhilkaidar? / Serius?
Kenapa? Itu nama pamanku.
Kau tidak bisa memilih nama untuk anakmu.
Tidak sulit untuk memilih nama.
Kenapa cuma nama lelaki? Bagaimana dengan Aisulu?
Lanjut.
Mungkin Sarah? / Astaga...
Kau ini bodoh? Jika aku melahirkan perempuan?
Mau menamainya Arsen?
Aku berpikir. Kenapa kau tidak memikirkan nama?
Sudah.
Anel, mungkin?
ANEL
Nama itu aneh. / Kau yang aneh!
Tunggu, ada telepon. / Apa? Tunggu! Tidak...
Halo? Namaku Madina.
Madina nama yang jelek
Maaf. / Aku tidak sedang bicara kepadamu, maaf.
Aku dari bank Center Credit. Kau terlambat empat hari.
Ya. / Pinjaman harus dilunasi hari ini.
Kau sudah kena penalti. Kau tahu itu?
Ya. Baik.
Lunasi atau bank akan mengambil tindakan hukum.
Riwayat kreditmu buruk. / Ya, baik, aku mengerti.
Kau mau ini? Kau cari masalah, ya?
Kau mengambil uang, 'kan? Kenapa tidak dikembalikan?
Kau laki-laki atau bukan? / Baik!
Lunasi di bank. Sampai jumpa.
Jalang!
Jalang!
Jalang!
Jalang!
Apa katamu?
Itu bukan untukmu. / Dengan siapa kau bicara?
Bukan kau juga.
47.800.
Tunai atau kartu kredit?
Pakai ginjalku boleh?
Mau kukembalikan dengan liverku?
Mungkin Leyla. / Kau memikirkan mantanmu?
Kapan kau menemuinya?
Ini terlintas di pikiranku. / Pikiranmu tak beres.
Aku melakukan semuanya sendiri.
Namai saja dia Saule. / Tidak, terlalu kuno.
Kau tak suka ibuku?
Kami sering memanggilnya bibi Sveta.
Kau bodoh? / Aku bingung.
Aku suka Saul. Namai saja dia Saule.
Katamu nama ibuku kuno.
Kenapa aku mengatakan itu? / Karena kau membencinya.
Aku tidak membencinya. / Kau membencinya!
Aku tidak membencinya! / Kau membencinya!
Aku suka dia! / Tidak!
Aku sangat suka! / Tidak!
Aku mencintainya! / Tidak!
Aku mencintai ibumu!
Apa?
Kenapa kau berteriak?
Ayo. Teriaki istrimu yang sedang hamil.
Apa aku berteriak?
Kau baru saja teriak. / Tidak.
Kau masuk dan berteriak. / Aku bertanya baik-baik.
Kau tidak tenang. Kau lebih tahu caramu melakukannya.
Aku bertanya, "apa?"
Seperti, "apa kabar?" / Tidak seperti itu.
Aku tenang. / Tidak.
Aku sangat tenang.
Kalian semua sama. Selalu rahasiakan sesuatu.
Tidak. / Kalian semua sama!
Aku tidak seperti mereka. / Sama!
Tidak. / Ya!
Apa?!
Dastan, kenapa lama sekali? Cepat!
Kau menggendongku? Aku membuatmu lelah?
Aku menyusahkanmu?
Aku bicara pada dinding?
Setidaknya pikirkan masa depan bayimu.
Berapa kali kuminta kau memberitahu tetangga...
...berhenti merokok di tangga?
Punya nyali atau tidak?
Penagihmu terus meneleponku. Aku muak dengan mereka.
Selesaikan masalahmu!
Masukkan ke toples
lalu kita keluarkan satu per satu.
Lebih mudah untuk memilih dari dua, 'kan?
Das, Bagaimana?
Das?
Da? / Aku mau pergi memancing besok.
Selamat malam.
Apa?!
Kau meninggalkanku di saat terpenting dalam hidupku?
Bajingan!
Jangan khawatir! Aku akan pulang tepat waktu!
Kau kalah!
Hei, Zhanna! / Dasar!
Bagaimana kau tenang jika suamimu penipu?
Jangan melahirkan hari ini dan semua akan baik saja.
Ini tidak baik-baik saja!
Kenapa kau begitu gaduh? Aitugan bangun!
Aku cinta kau. Daah.
Kuberitahu anak kita kau meninggalkan kami!
Tidak perlu.
Ayo.
Aku kehilangan seribu dolar.
Kupikir kau akan beralasan seperti biasa:
"Aku tidak bisa pergi, bajuku basah",
"Aku sudah keramas, sudah terlambat",
"Zhanna mengurungku".
Kapan itu pernah terjadi? / Mau kutunjukkan SMS-nya?
Siapa yang mengumpulkan kalian?
Lupakan masa lalu. Lanjut ke petualangan!
Kita mau memancing?
Ya.
Kupikir itu cuma alasan palsu untuk Zhanna.
Apa? / Kita tidak pernah memancing sebelumnya.
Kau akan belajar. Semuanya kubawa.
Lihat di belakang.
Astaga, Arman!
Tidak bisakah kau membersihkan semua?
Itu barang rusak. Sayang jika dibuang.
Aku tidak bisa kirim ke desa orang tuaku.
Mereka tidak akan mengerti hadiah ini.
Mari dengar musik.
Kupikir dia tidak pernah menemukan kudamu.
Tidak. Dia di sini.
Aku bisa mencium baunya.
Dia bersembunyi di sini.
Hei, Peetok.
Ada apa dengan semua ini?
Kau tidak bisa menembak. / Aku tidak bisa menembak?
Aku bisa! / Kau tidak bisa!
Aku bisa menembak! / Tidak bisa!
Aku bisa! / Kau tidak bernyali, kau tidak akan menembak.
Aku mau! / Berengsek! Tidak!
Aku akan menembak!
Yang bekerja dan tidak malas tetap makan. Ingat pepatah ini?
Tidak.
Ada satu lagi.
Pedagang yang tidak ada... / Menggaruk testisnya.
Cari dia. Sekarang.
Baiklah, kami cari. Ayo pergi, Peetok.
Lepaskan aku!
Ke mana kau menyeretku?
Pegang dia!
Astaga, dia ada di sini selama ini!
Kami menangkapmu!
Koko, mari ke sungai.
Aku akan bicara dengan Sabit.
Aku akan kembalikan kudamu dan uangmu.
Tidak jauh. Ayo kesana.
Ayo!
Aku sungguh-sungguh. Namai saja dia Arman.
Aku akan memberinya bisnisku saat dia dewasa.
Sialan kau.
Aku ingin anakku bermain mainan biasa.
Bayangkan, kau kembali ke rumah dan dia menggigit boneka seks itu.
Aku ingin memilih nama yang tepat.
Murat nama yang indah.
Lantas?
Kau ingin anak itu menjadi polisi komunitas sepertimu?
Tolong jangan menggoresnya, Arman.
Maaf.
Beli bir dingin.
Pom bensin ini menakutkan...
Arman, kau mulai lagi?
Aku punya kemampuan. Aku bisa merasakan ketidakberesan.
Aku merasa kita tidak boleh masuk ke sana.
Jangan pergi.
Hati-hati. Aku sudah memperingatkanmu.
Bensin 92. Nomor 3.
Nomor mana saja.
Assalamu'alaikum!
Halo?
KASIR TUNAI
Assalamu'alaikum!
Bensin 92 dan ada bir?
Bir?
Biar kucari.
Hebat.
Ini untukku.
No comments yet. Be the first to leave one.