I Confess

I Confess

Download Indonesian Subtitle

Release info

I Confess 1953 720p BluRay X264-AMIABLE
A Commentary by Chyrus

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2019-01-27
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Siapa di sana?

Keller.

Kenapa kau kemari malam ini?

Aku... aku ingin berdoa.

Ada masalah?

Aku...

Bisa aku membantumu dalam suatu hal?

- Bisa aku membantu? - Tak ada yang bisa membantuku.

Aku telah menyalahgunakan kebaikanmu.

Bagaimana bisa?

Kau telah memberi istriku dan aku rumah, pekerjaan, juga persahabatan.

Aku merasa kau akan izinkanku jadi temanmu.

Sungguh baik sekali buat pengungsi, orang Jerman, orang tanpa rumah.

Kau akan membenciku sekarang.

Aku tidak membenci siapa-siapa, Keller.

Kau akan, setelah apa yang sudah kau perbuat padaku.

Kau mempercayaiku.

Kau tahu istriku dan aku bukan pelayan biasa.

Adalah kau yang mencarikanku pekerjaan yang baik buat kami,

bekerja di sini di rumah kediaman pastor.

Itu adalah istriku, bekerja begitu keras...

Itu membuatku sedih.

Ada masalah apa?

Aku harus mengaku padamu.

Aku harus beritahu seseorang.

Aku ingin menyampaikan sebuah pengakuan.

Aku harus mengaku pada Tuhan Maha Besar, dan kepadamu, Bapa, kalau aku telah berdosa.

Kapan pengakuan terakhirmu?

Aku tak bisa mengingat.

Bisa kau mengingat kurang lebihnya?

Aku telah membunuh Mr. Villette.

Teruskan.

Villette, pengacara.

Aku pergi ke rumahnya tadi malam.

Aku ke sana untuk mencuri uangnya.

Aku mengenakan jubah pastor untuk menghindari perhatian.

Dia mengagetkanku.

Dia hendak menghubungi kepolisian.

Dia hendak menghubungi kepolisian dan aku berniat mencegahnya.

Aku tidak bermaksud membunuhnya.

Alma, aku bukan pembunuh.

Itu ketidaksengajaan.

Itu karena uangnya.

Apa aku tega melihatmu bekerja begitu keras?

Aku terjaga malam demi malam dan aku berpikir, "Yang kita butuhkan itu $2,000."

Alma, dengan $2,000, kita bisa memulai sebuah kehidupan baru.

Villette itu kaya.

Tapi sekarang aku tak bisa memilikinya.

Itu yang Bapa Logan bilang padaku. Aku harus mengembalikannya.

Aku sudah janji padanya.

Ini berat sekali, Alma.

Ini sungguh berbahaya.

Mereka bakal menangkap kita.

Mereka bakal menggantung kita.

Aku tak bisa.

Aku tak bisa.

Bapa Logan akan pergi ke mereka. Dia akan bilang ke mereka.

Dia akan bilang ke mereka?

Dia tak bisa bilang ke mereka apa yang sudah dia dengar di tempat pengakuan.

Polisi bakalan datang.

Untuk apa, Alma?

Untuk apa mereka harus datang kemari?

Mereka tak tahu sama sekali.

Aku tidak beritahu mereka sama sekali,

bukan?

Alma, tak ada yang tahu.

Bapa Logan.

Dia tak bisa bilang ke mereka apa yang sudah dia dengar di tempat pengakuan dosa.

Tak bisa kau mengerti itu?

Otto.

Ada apa, Alma?

Kau mau ke kepolisian?

Hari ini hari apa, Alma?

Bukankah ini hari aku pergi ke taman Mr. Villette?

Tapi dia sudah meninggal.

Aku selalu bekerja di taman Mr. Villette setiap hari Rabu.

Hari ini hari Rabu, Alma.

- Selamat pagi, Bapa Logan. - Selamat pagi, Bapa.

Katakan padaku, ini membuatmu dan Keller butuh waktu lebih lama

untuk menyelesaikan mengecat ruangan ini?

Aku tak tahu.

Aku cuman tanya karena baunya buat orang tak enak badan, sungguh.

Kau tahu, aku baca sebuah iklan tentang cat

dan, tentu saja, orang tak seharusnya menilai dengan sedikit sekali bukti, tapi aku...

Kau duluan, Bapa.

Orang merasa sulit mempercayai ada cat tanpa bau.

Kau tahu suatu cat yang tidak berbau, Bapa Michael?

Apa aku tahu...

Tidak, aku tidak tahu.

Jangan memikirkannya. Itu tidak penting.

Betapa beruntungnya kita mendapati Keller bersama kita.

Orang yang pandai dalam segala hal.

Sebelum dia datang enam bulan lalu, tidakkah kau ingat

betapa semua saluran airnya tidak berfungsi dan jendela-jendelanya tak bisa dibuka?

Orang bisa belajar banyak hal darinya.

Bapa Benoit dengan sepedanya tepat waktu buat sarapan.

Selamat pagi, Bapa Millars. Selamat pagi, Bapa Michael.

- Selamat pagi. - Pagi.

Serius, haruskah kau taruh sepedamu di koridor, Bapa Benoit?

Itu tidak selalu jatuh, dan aku sepertinya tak tahu tempat yang lain.

Beruntung dia tak bawa kuda.

Bapa, bisa kau berikan padaku menteganya?

Mrs. Keller, bisa kau minta suamimu untuk mengecek ban depanku?

Kempes. Bisakah kau?

Suamiku?

Tapi ini hari Rabu.

Dia tak ada di sini.

Terima kasih, tidak.

Tiap hari Rabu dia pergi ke taman Mr. Villette.

Kalau begitu bisa kau bilangkan padanya waktu dia kembali?

Ya, Bapa, aku akan bilang padanya waktu dia kembali.

Tenang, tenang, Bapa Benoit, kau harusnya belajar cara menambal ban.

Orang harus bisa merawat barang miliknya.

Orang punya wajah, orang itu akan mencukur rambutnya.

- Orang punya... - Permisi.

Selamat pagi, Bapa. Tuan Villette telah dibunuh.

Selamat pagi.

- Selamat pagi, Bapa. - Selamat pagi.

- Aku ada janji bertemu di sini. - Janji bertemu?

Dengan Villette? Dia sudah meninggal.

Ya, aku tahu. Adakah yang bisa aku bantu?

Barangkali Mr. Larrue ingin bertemu denganmu. Masuk, Bapa.

Mr. Larrue, pak. Bapa bilang dia ada janji bertemu dengan Villette.

Aku temui kau sebentar lagi.

Halo, Bapa.

- Aku yakin kita pernah berjumpa sebelumnya, kan? - Ya, aku dari St. Marie.

- Ya. Dan bagaimana kabar Bapa Millars? - Bapa Millars baik.

Bagus. Kau ada janji bertemu dengan Villette?

- Ya. - Ada hal penting?

- Tidak. - Kau, tentunya, sudah dengar apa yang terjadi.

Bapa, Keller bekerja di rumah kediaman pastor, bukan?

Ya. Dia dan istrinya bekerja di sana.

Orang malang itu ketakutan sekarang, Bapa.

Maafkan aku, tapi aku lupa namamu.

- Logan. - Oh, ya. Bapa Logan.

Kau tak keberatan bila kami menghubungimu nanti, barangkali besok?

Mungkin kami ingin tahu soal apa janji bertemumu dengan Villette, eh?

- Sampai jumpa. - Murphy, panggil Keller.

Dia orang yang menemukan jasadnya.

- Mr. Larrue. - Ya.

Tak ada sidik jari.

Baiklah.

Ini ada di mejanya. Kuncinya ada di sakunya.

$500. Ini tidak seperti perampokan, pak.

Mereka biasanya mengambil banyak.

Kau bekerja di rumah kediaman pastor di St. Marie's, eh?

- Ya. - Bagus.

Sekarang, bagaimana caramu menemukan jasadnya?

Tiap hari Rabu, aku bekerja di taman Mr. Villette.

Pagi ini, aku datang seperti biasanya pukul 8:30.

Aku masuk ke dalam...

- Kau punya kuncinya? - Tidak. Pintunya terbuka.

- Itu membuatku takut. - Pintunya terbuka?

- Kenapa itu harus membuatmu takut? - Pintunya selalu dikunci.

Aku ke dalam, lalu di sinilah dia.

Aku bisa lihat dia sudah meninggal.

Aku ingin kabur.

Kabur?

Begitulah, orang tanpa negara, sendirian, menjumpai sebuah pembunuhan.

Aku memikirkan tentang polisi. Aku selalu takut dengan polisi.

Itulah ketakutan orang Jerman, ketakutan ini.

Tak ada yang harus ditakutkan.

Keluarlah sebentar.

Ya. Terima kasih, pak.

- Villette dibunuh. - Dia tewas? Aku tak bisa percayainya.

Kita terbebas.

- Selamat pagi, nyonya. - Selamat pagi.

Selamat pagi, Sersan. Suamiku ada di ruang majelis?

Ya, nyonya. Mr. Grandfort lagi bicara sekarang.

Perdebatan yang amat sengit.

Aku yakin itu pernyataan yang meremehkan.

Anggota yang terhormat telah menggunakan semua perkataan klise yang umum,

kecuali mungkin, "Jaga anjing kalian, jaga kebersihan kota kalian."

Kesetaraan gaji buat guru sekolah wanita

akan mendatangkan bencana terhadap seluruh perekonomian kita.

Kecuali perekonomian guru sekolah wanita.

Mr. Pembicara!

Pembahasan sekarang ini, saudara-saudara,

aku skors sidangnya sampai sore ini pukul 3:00.

Ruth, sayangku, sungguh kejutan yang menyenangkan.

- Pierre, ajak aku makan siang. - Tentu saja.

Kau merasa baikkan, berarti? Pagi tadi, kau sepertinya agak murung.

- Benarkah? - Ya, dan bukan hanya pagi tadi.

- Aku tidak terlihat murung sekarang, kan? - Tidak.

Bannya tidak kempes pada akhirnya.

Tentu saja, kau dan Keller tahu apa yang kalian lakukan.

Secara pribadi, aku lebih suka putih seperti biasanya.

- Memang itu warnanya, Bapa. - Benarkah?

Setidaknya warna itu yang seharusnya.

- Mr. Keller, selamat pagi. - Selamat pagi, Bapa.

Kau kembali lebih awal, bukan? Taman Mr. Villette tumbuh dengan subur?

- Mr. Villette meninggal, Bapa. - Meninggal?

Dia dibunuh, Bapa.

Apa? Kau dengar itu, Bapa Logan? Sungguh menakutkan.

Aku yang temukan jasadnya.

Aku sudah hubungi polisi.

Kemudian mereka datang dan mengajukan padaku banyak pertanyaan.

Banyak orang di luar rumah.

Lalu inspektur bilang padaku aku boleh pergi.

Sungguh kejadian yang mengerikan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left