Village of the Dead

Village of the Dead (Dusun Mayit)

Download Indonesian Subtitle

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐——๐—จ๐—ฆ๐—จ๐—ก ๐— ๐—”๐—ฌ๐—œ๐—ง (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ‘๐Ÿ’:๐Ÿ’๐Ÿ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
official_release
netflix_synced
Published on: 2026-05-14
Downloads: 320
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Waktunya habis.

Ujian Akhir Semester selesai.

Hei!

- Kena. Ampun tidak? - Ka!

Kena.

Aduh, anjing!

Aku digigit.

- Masa bodoh. - Kampret.

Bagaimana tadi? Bisa mengerjakan semua?

Bisalah, gampang.

Terus, kita jadi naik gunung?

Jadi lah, masa tidak jadi?

Penasaran banget aku sama Welirang.

Lagian aku juga malas main ke Jakarta.

Ayahmu itu kangen sama kau.

Ya, bukan berarti ayahmu menikah lagi, lalu meninggalkanmu.

Tidak.

Aku merasa

terlalu cepat saja.

Rasanya belum selesai buat aku.

Ibu baru tidak ada,

sudah nikah lagi.

Ya, tapi kau masih punya orang tua.

Masih punya keluarga.

Aku?

Aku tidak punya siapa-siapa.

Kau juga masih punya keluarga.

Masih ada aku.

Kalau aku kau anggap keluarga,

berarti cewekku juga kau anggap keluarga?

Perasaanku tidak enak.

Ada apa lagi ini?

Ikut aja dulu, sini.

Ikut aku dulu, sini.

Kau yakin, Nit?

Ini Welirang. Medannya berat.

Ya, aku yakin, Yo.

Tapi kau belum pernah naik gunung, Nita.

Ini menurutku, ya.

Liburan kali ini mendingan kau pakai untuk kau kursus bahasa Jawa.

Kau sudah lama di Malang, tapi tidak bisa bahasa Jawa. Ya, 'kan?

Mendingan kau pakai buat itu.

Ya ampun, tidak asyik banget liburanku.

Aku masih bisa kok.

Sayang, bantu aku bicara sama Aryo.

Yo, kita bisa lewat jalur yang lebih gampang.

Mereka juga santai.

Lalu, kau dan aku tukang naik gunung.

Aman lah.

Terus aku di sana melakukan apa?

Menemani kalian?

Sudah, kau tenang saja.

Aku dan Raka tak akan membiarkanmu jadi nyamuk.

Aku mau ajak Yuni kok.

Yuni?

Yuni.

- Hai, Yun! - Hei, Nita. Raka.

Aryo.

Hai.

Yun, aku, Raka, sama Aryo jadi naik gunung.

Kau jadi ikut, 'kan?

Jadi.

Terima kasih sudah mau mengajakku.

Aku sungguh tidak apa-apa kalau aku ikut, Yo?

Boleh.

Tapi kau sudah pernah naik gunung?

Belum, tapi mau coba.

- Kayaknya seru. - Ya, pasti bakal seru banget.

Ya jelas seru lah, sekarang ada Yuni.

Kita bersiap yuk.

- Oke. - Ayo.

- Siap-siap. - Yuk.

- Ya. - Yuk.

Ya, nanti detailnya Raka yang tahu.

Santai saja kali.

Alurnya, jadi, kita akan naik Jeep dulu dari kota sampai ke titik registrasiโ€ฆ

Oke.

Terima kasih, Pak! Yuk.

- Permisi, Pak. - Ya?

Isi yang lengkap.

Nama, KTP, dan nomor darurat yang bisa dihubungi.

Pas naik, Mbak dan Mas jangan buru-buru.

Kebanyakan orang hilang ataupun jatuh karena buru-buru ingin cepat sampai.

Dengarkan itu.

Dan satu hal yang penting,

jangan keluar dari jalur pendakian.

Jangan sombong.

Hormati penunggu gunung.

Penunggu gunung?

Maksudnya bagaimana?

Percaya tidak percaya.

Lakukan saja.

Tetap sopan.

Gunung juga bukan tempat sembarangan.

Ada yang menunggu.

Yang tidak kasat mata?

Respek saja.

Jangan meremehkan alam.

- Sayang. - Ya?

Baru begitu saja, kok sudah ngos-ngosan?

Aku saja belum lelah.

Kau meledek?

Lihat, aku bisa lebih cepat darimu.

Nita.

Hei.

Jangan terlalu cepat, Nit!

Yun.

Apa ibumu tahu kau di sini?

Tidak.

Kenapa memangnya?

Yah, aku mau tanya saja.

Hubunganmu sehari-hari memang bagaimana sama ibumu?

Tumben tanya kayak begitu.

Tidak apa-apa. Aku hanya ingin tahu lebih dalam tentangmu.

Tahu lebih dalam?

Memangnya kenapa kalau sudah tahu lebih dalam?

Memangnya kau mau?

Menurutmu?

Menurutku jangan, ya.

'Kan aku sudah bilang.

Ibuku itu aneh.

Ibuku paranormal.

Dan itu turun ke aku.

Kau masih mau sama aku?

Berarti kau bisa lihat?

Tidak, tidak mau.

Mau kau bisa lihat atau tidak,

aku tidak peduli.

Yang penting aku bisa melihatmu.

Ayo, masa kalah sama aku?

Nit.

Nita.

Naik gunung tidak boleh cepat-cepat.

Supaya kerja paru-paru dan jantung kita efektif.

Tidak terbebani.

Menurutku ya,

naik gunung itu kayak

kita dapat kesempatan buat belajar introspeksi diri.

Karena kita fokus sama perjalanannya.

Pengalamannya.

Kita jadi belajar buat mengenal diri sendiri.

Ya.

Aku merasa belajar sesuatu tentang diriku sendiri.

Apaan?

Kalau ternyata aku lebih jago naik gunung daripada anak gunung.

Hati-hati, Nit.

Ini apa?

Yah, malah ditendang. Jangan sembarangan, Nit.

Hampir setiap gunung pasti ada.

Buat yang punya tempat.

Kayak penghormatan begitu.

Supaya pendaki tidak ada yang diganggu.

Dari tadi. Sudahlah, yang kayak begitu tidak ada.

Adanya di cerita saja.

Yang datang lupa jalan pulang.

Kenapa?

Barusan kau dengar tidak?

Dengar apa?

Kayak ada yang bicara bahasa Jawa.

Tidak ada.

Yun? Kau barusan bicara?

- Yo? - Apa?

Tidak.

Apa-apaan?

Sudah. Yuk, lanjut.

Yuk.

Curang.

- Aku duluan pokoknya. - Nit!

Ayo.

Nit, tunggu.

Jangan meninggalkan yang lain.

Ayo, cepat.

Nit, tunggu sebentar, ya.

Yun, aman?

Hei.

Jalannya bukan ke kiri, ya?

Lo, Nita salah jalan.

Nita!

- Nit? - Nita!

Nit?

Nita!

Nita, kau salah ambil jalan tadi.

Aku panggil dari tadi.

Pokoknya aku tidak mau lihat kau berpencar dari rombongan lagi.

Sayang, ada apa denganmu?

Aku tidak salah jalan. Coba kau lihat sendiri.

Ini bagus banget pemandangannya.

Yahโ€ฆ

Nit.

Nit, sudahlah. Nanti kau kenapa-kenapa.

Yun, sudahlah, kau tenang saja. Aku baik-baik saja kok.

Kok kalian malah bengong? Ayo, sini!

- Nita! - Nita!

Nita!

- Nita! - Nita!

- Nita. - Nita!

- Jangan begitu, Yo! - Aryo!

- Nita, tahan. - Nita.

- Tolong. - Tahan di sana, ya.

Kami akan menolongmu.

Village of the Dead subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Village of the Dead

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left