Release info

일당백집사ㆍMayIHelpYouㆍE10ㆍMBCㆍAMZN=>WEBDL(PrimeVideoRetail)
A Commentary by LenteraMalam
AMZN / Prime Video Retail

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-12-01
Downloads: 51
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau pulang terlambat.

Jangan pergi.

Aku menyukaimu.

PANGGILAN KELUAR TAE-HEE

Tae-hee.

Aku menyukaimu.

Karena aku takut menekanmu,

aku terus menyembunyikan perasaanku

tapi kini rasanya terlalu berat.

Aku selalu memikirkanmu.

Aku sendiri tak tahu kenapa aku begini,

tapi hanya melihat mobil itu di jalan,

jantungku akan berdebar kencang.

Dan memasuki jalan ini,

aku akan berpikir, "Apa lampunya menyala?"

"Apa aku akan bertemu dengannya hari ini?"

Lalu di hari-hari aku bertemu denganmu,

jantungku akan berdebar

dan aku menyukainya.

Jadi, aku mohon.

Jangan temui dia.

aku sungguh

sangat menyukaimu, Tae-hee.

Aku tidak.

Aku tak pernah merasa seperti itu tentang dirimu.

Ini membuatku tak nyaman. Tolong jangan lakukan lagi, Dong-joo.

Sungguh?

Apa kau sungguh

merasa seperti itu?

EPS 10 AKU BISA MELIHAT KEBOHONGANMU

PROPERTI KOMERSIAL DISEWAKAN

Bagaimana?

Tampaknya cukup layak untuk sebuah klinik.

Cukup layak untuk membagikan produk diet dan melakukan beberapa prosedur kosmetik.

Ini untukmu.

Chung-ha ada di tempatku sekarang.

Tolong bawa dia kembali.

Dia tak mau menurutimu, bagaimana dia mau menurutiku?

Aku mohon.

- Aku datang untuk mengatakan ini. - Tae-hee.

Aku membesarkan Chung-ha layaknya bangsawan.

Dia tumbuh mendapatkan semua yang keinginannya.

Dia

tak bisa melepaskan apa pun, kecuali dia yang melakukannya. Tak akan.

Benar. Melihatnya seperti ini, aku sadar dia persis seperti diriku.

Namun, dia tidak menyadarinya.

Dia muak dan lelah dengan ibunya sendiri.

Bukan karena aku sangat menyukaimu hingga paham kesedihanmu,

dan menawarkan klinik ini tanpa mengetahui situasi menyedihkanmu saat ini.

Hubungan kami telah usai.

Aku juga tak berniat menjadi dokter lagi.

Aku tak akan datang jika tahu tentang ini.

Dan seperti yang Ibu katakan, aku…

Aku akan jalani hidup menyedihkanku sesuai perintah, tanpa berpikir atau emosi.

Jadi, tolong jangan pernah menghubungiku untuk hal seperti ini lagi.

Dasar bedebah! Apa kematian adikmu

kesalahan Chung-ha putriku?

Kau mendapat kekasih baru, 'kan? Itu sebabnya sikapmu konyol.

Ya.

Aku menyukai gadis lain.

Jadi, aku sangat menghargai jika kau bawa pulang Chung-ha.

Dasar bajingan!

IBU

Ibu bertemu Kim Tae-hee, dasar gadis bodoh.

- Kenapa Ibu menemui Tae-hee? - Dia bilang…

dia tak menginginkan wajah sedihmu.

Dia menyuruh Ibu membawamu pulang.

Gadis bodoh, sadarlah! Apa bagusnya dia?

Apa yang Ibu katakan kepadanya?

Dia bahkan menolak sebuah klinik.

Dia bilang hubungannya denganmu sudah berakhir.

- Dia tak bisa dibujuk. - Ibu menawarinya sebuah klinik?

- Ibu sudah gila? - Hei.

Apa kau hanya mau mengerti kata-kata yang ingin kau mengerti?

Dia sudah tak menginginkanmu!

Dia bilang menyukai gadis lain.

Berhenti berbohong.

- Tae-hee tak punya wanita lain. - Baiklah.

Kalau kau tidak percaya Ibu, tanyakan saja sendiri kepadanya, ya?

Astaga. Apa kau tak punya harga diri?

Lihatlah betapa bodohnya dirimu!

Kau

kendalikan dirimu dan pulang ke rumah.

Apa yang kurang hingga…

-…bergantung pada pria yang melupakanmu? - Hentikan! Apa Ibu ingin melihatku mati?

Apa semua hanya berakhir jika aku mati?

Mengajak kami minum soju? Merayakan apa?

- Terjadi sesuatu? - Tak ada apa-apa.

Aku hanya ingin minum soju hari ini.

Kau juga?

- Aku juga. - Ada apa denganmu?

- Ada apa dengan kalian hari ini? - Ketua Tim Seo…

…hanya membaca pesanku

dan tak menjawab teleponku.

Itu sebabnya aku bilang kepadamu jangan terlalu merayunya.

Apa kau tak punya harga diri?

Baek Dong-joo! Apa dia sama sekali tak membicarakanku?

- Untuk apa? - Aku frustrasi sekali.

Apa aku terlalu agresif dan menekannya?

Ya. Kau pergi terlalu agresif.

Aku ingat suatu kali, saat aku pulang menangis setelah diputuskan,

nenekku mengatakan ini kepadaku.

Nenek bilang apa?

Seseorang yang kusukai

juga akan menyukaiku

adalah keajaiban.

Itu sebenarnya jarang terjadi.

Nenek benar.

Jadi, kau harus sadar sekarang.

Aku tidak.

Ini membuatku tak nyaman. Tolong jangan lakukan lagi, Dong-joo.

Aku menyukaimu.

Apa kau sungguh

merasa seperti itu?

Bajingan.

Apa…

Dong…

Dong-joo, apa…

Apa yang terjadi?

Ada apa… Ya. Silakan lewat.

Ada cerita di balik ini.

Dong-joo.

Astaga…

Ada masalah apa?

Dong-joo.

Dong-joo, hati-hati melangkah.

Astaga, kenapa kau sempoyongan seperti itu? Kau membuatku takut.

Kendalikan dirimu.

Kita hampir sampai di rumah… Awas.

Astaga. Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Apa yang membuatmu minum sebanyak itu?

Apa ada seseorang merundungmu?

Katakan saja, Seo Hae-an akan bertindak.

Hati-hati. Lihat ke depan.

Belok kiri di sini. Belok kiri.

Hei, Nak.

Tidurmu nyenyak?

Kau sedang apa?

Oh, aku baru saja mau keluar.

Kenapa kau terdengar lelah sekali?

Kau makan dengan baik? Kau sehat?

Tentu saja aku makan dengan baik.

Ayah, aku harus pergi sekarang. Nanti aku telepon lagi.

Baiklah. Hati-hati di luar sana.

Baiklah.

JALAN BONGSU

Pergi bekerja sekarang?

Ya.

Semoga…

Semoga kau tak merasa canggung denganku karena kemarin.

Dan aku minta maaf.

Menolak seseorang juga sulit.

- Hai, Dong-joo! - Halo.

- Berangkat kerja? - Ya.

- Kalau begitu aku berangkat sekarang. - Tunggu, ambil mobilnya.

Hei, beri dia tumpangan saat kau menuju tugas ibu hijau.

Oh, tak perlu, tak apa-apa.

- Apa? Kenapa? - Semoga harimu menyenangkan.

Tunggu, menumpanglah sampai…

Kenapa dia?

Hei.

Kenapa canggung sekali di antara kalian? Terjadi sesuatu?

Tidak.

Apa ini?

Apa? Obat pengar?

- Kau mabuk semalam? - Bukan begitu.

Omong-omong, ada apa dengan Chung-ha? Barang-barangnya hilang.

Dia pergi.

Baiklah. Paman mengerti.

Tentang pekerjaanmu hari ini.

Haruskah Paman saja yang pergi?

Kenapa Paman ingin melakukannya?

Sebenarnya, Paman… Paman merasa gelisah.

Aku baik-baik saja.

Lebih baik bekerja.

Terlalu sibuk untuk berpikir, dan waktu juga lebih cepat berlalu.

Kau bilang, terlalu sibuk untuk berpikir. Kau harus selalu berpikir.

Kau berpikir tentang tidak berpikir.

Apa yang tak mau kau pikirkan?

Dong-joo?

Kau bisa memilikinya. Semuanya saja! Kenapa tidak?

Apa maksud Paman?

Beraninya kau mencoba berbohong. Kau lupa Paman pertapa Jalan Nokdu?

Sikapmu tidak cocok sebagai orang kedua di Sewa Murah Untuk Pekerjaan.

Paman turunkan jabatanmu jadi Butler Kim, ya?

- Aku berangkat kerja. - Hei, pemiliknya sedang bicara…

Hei. Dia bahkan tidak menjawab. Hei!

Baik, pergilah. Bekerjalah sampai mati!

Di mana birnya?

Sepertinya kau sudah cukup minum.

Sepertinya… soju?

Jadi…

Hal duniawi apa yang mengganggumu saat ini, Saudariku?

- Aku diputuskan. - Diputuskan?

Oleh Saudara Tae-hee?

Apa yang… Sungguh?

Oh, Tuhan… Maafkan aku.

- Silakan lanjutkan, Saudariku. - Kupikir…

…aku akan tetap tenang meski dia tidak menerima pernyataan cintaku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left