The first 200 lines.
Kau tahu, kita mungkin harus tidur..
..di kamar kosong saudariku.
Mungkin jangan genggam tanganku di sekitar dia.
Semuanya akan baik-baik saja, bukan?
Hei, um, kau katakan padanya aku akan datang?
Sebenarnya aku belum sempat berbicara dengan mereka.
Hentikan ini.
Apakah kau serius?
Hanya coba buat kesan yang bagus. Mereka sangat protektif.
Oh. Oh baiklah.
Oh, begitu... Aku paham permainan yang kita mainkan.
Sungguh, aku berpikir.. "Tinggalkan saja aku disini".
Seperti aku akan tinggal di subway selamanya.
- Ya Tuhan. - Mereka akan menyukaimu.
Oh, ya. Kuharap begitu. Ya. Ya.
Silahkan keluar dengan tertib.
Semua layanan di stasiun ini dihentikan sementara.
- Bukankah itu aneh? - Ini keadaan darurat.
Entahlah.. Keretanya sering tidak berfungsi.
Minimal kita tidak terjebak di terowongan.
Semua layanan di stasiun ini dihentikan sementara.
Tidakkah ini terlihat nyata?
Kau tiba-tiba terjebak di bawah sana begitu saja?
Ya, ada saat ketika listriknya padam,
..dan aku harus menggunakan telponku sebagai senter.
- Benarkah itu? - Mm-hmm.
Hal itu... kau baru saja menggambarkan mimpi terburuk.
..yang pernah kualami..
Membayangkan terjebak disana membuatku gelisah..
Kenapa kau bertingkah seperti bayi?
Aku bukan bayi. Kau yang bayi. Wajahmu seperti bayi.
Tapi bukankah itu hal normal bagi manusia,
..untuk tidak ingin terjebak di bawah tanah, begitu kan..
Kenapa kau bilang aku aneh? Katakan padaku.
Karena kau tidak terlalu jantan.
Bukankah seharusnya kau semacam, kau tahu, protektif dan tangguh?
Oh. Oke, Baiklah.
Aku seharusnya melindungimu.
Tentu, jika aku dapat, seperti, semacam insentif.
- Seperti apa? - Um, aku tidak bisa memikirkan...
Ya, itu terasa lebih baik.
- Mm-hmm. - aku..memang.
Jantan, Macho, seperti itulah.
Diamlah.
Oke, ini sedikit aneh.
Tidak ada orang di sini, ya?
Ke mana semua orang pergi?
Entahlah.
Mereka harusnya ada di depan kita, bukan?
Ini mungkin hanya latihan.
- Setelah dirimu. - Terima kasih.
Ya.
Whoa. Whoa. Whoa. Apa-apaan?
Astaga!
- Sial. - Kita harus...
- Tidak tidak Tidak. Jangan - Apa? Kita biarkan saja dia?
Baiklah.
- Um, ayo - Mari kita...
Tidak tidak Tidak. Ayo pergi saja. Kita harus keluar dari sini.
Baiklah. Apa...
Dimana para polisinya?
Dimana semua orang?
Mari naik ke jalanan.
Whoa. Whoa. Whoa. Whoa.
Mundur. Mundur.
- Ini tidak normal. - Apa yang terjadi?
Pasti ada sesuatu yang salah terjadi disini.
Sial.
Peringatan darurat
Aku-aku tidak tahu. Aku belum pernah melihat yang seperti ini.
Ini adalah zona tempur aktif.
Pasukan pembunuh akan dikerahkan untuk melawan...
Baiklah.
Tidak, tidak tidak. Kemana kau pergi?
Kau tinggal disini, lebih aman. Aku hanya akan memeriksanya.
Sayang, aku akan segera kembali, oke?
- Jangan. Tidak! - Berhenti.
Jose?
Jose?
Ya Tuhan! Ya Tuhan!
Ya Tuhan!
Peringatan darurat
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
Astaga. Astaga.
Baik. Um, aku... Aku akan pergi mencari bantuan.
Aku akan pergi mendapatkan bantuan.
Ya Tuhan. Aku akan pergi mencari bantuan ke rumah sakit.
Tolong! Siapapun, kumohon tolong aku!
Siapapun tolong aku!
Berlindung!
Pacarku! Dia...
Mereka berkeliaran!
Apa yang...
Hei!
Berhenti!
Aah.
Memangnya siapa kau?
Jangan melawan!
Ow! Aku tidak bisa bernapas.
Ow! Hey itu sakit.
Ayo pergi, cepat, cepat!
Sial.
Baiklah.
- Bung, Persetan dengan ini. - Oke. Oke.
- Hei! - Siapa itu?
Orang itu pergi ke sana.
- Kau tak apa? - Ya.
Terus jalan. Lanjutkan.
Terus jalan. Aku di belakangmu.
Kemana perginya dia?
Tidak ada.
Di sini juga kosong.
Oh, ho, ho. Lihat ini. Bagaimana menurutmu?
Kau pikir seseorang tinggal di tempat sampah sialan ini?
Aku berharap tidak.
Baiklah. Yap, ambil semua yang kau bisa.
Yo, disini berbau busuk.
Benda rongsokan semua.
Baiklah. Baiklah.
- Kau siap? - Ya.
Satu, dua, tiga.
Oh, hey! Whoa! Whoa! Hey!
Sial! Sialan bro! Dia menyemprotku, bro!
Oh ya. Dan disini dia ternyata. Berdiri..
- Habisi dia! - Berdiri.
Uh, eh, eh, eh, eh, eh. Jatuhkan itu.
Jatuhkan.
Angkat tanganmu.. Tangan di kepala..
Terima kasih.
Rasanya perih sekali, bung.
Lihat itu. Hanya itu yang kau punya?
Barang murahan ini?
Kemari, berikan aku tasmu sekarang!
Si dungu ini ingin berulah, Bung.
Hei. Hei. Kau tidak punya apa-apa, bukan?
Naiklah ke tempat tidur.
- Tidak. - T...
Oh. Tidak?
Tidak?
Pelacur ini punya sesuatu untuk dikatakan, huh?
Hei, kau pikir kau lebih baik dari kami?
- Hah? - Tidak, bukan begitu.
Bushwick adalah lingkungan kami.
Kapan kulit putih sepertimu akan paham itu?
Aku dari sini, dan Aku cuma ingin pulang..
- Oh, kau berasal dari sini? Oh. - Lihat itu.
- Oh, dia menangis. - Dia berasal dari sini.
Kau berasal dari sini, yang benar saja.
Aku akan memberimu alasan untuk menangis.
Bagaimana dengan itu?
Ya. Satu alasan mutlak.
Sial.
Mari kita lihat apa yang kau punya di dalam situ.
Terlihat bagus.
- Oh! - Oh! Apa-apaan?
Menurutmu siapa diri...
Oh! Aah!
Ya Tuhan!
Oh! Kau pelacur sialan.
Kau baik-baik saja?
Apakah mereka mati?
Apa yang kau lakukan di rumahku?
Aku... maafkan aku.
Kau tidak bisa masuk ke rumah seseorang seperti ini.
Mereka mengikutiku ke sini.
Kau harus pergi.
- Mereka tadinya akan menyerangku. - Kau harus pergi dari sini.
Kau tahu apa yang sedang terjadi?
Ada, banyak tentara di luar sana..
..mereka membunuh semua orang.
Aku tadinya berada di kereta L L, dan ada seorang pria...
Mengapa kau ada disini?
- Apa? - Mengapa kau ada di Bushwick?
Aku-aku tinggal di sini.
Dan aku hanya... Aku hanya mencoba untuk...
Aku hanya... Aku baru pulang dari sekolah,
..dan sedang mencoba ke rumah nenekku,
..dan dia tinggal beberapa blok dari sini.
Dan aku...
Sial. Seharusnya aku meneleponnya saat aku pulang dari...
Telpon selular mengalami kelebihan muatan atau diblokir.
Aku tidak mendapatkan sinyal.
Kau tidak akan bisa mendapatkannya.
Dia mungkin sedang panik,
..karena seharusnya aku ada di sana sekarang.
Ya, Tuhan.
Ya, Tuhan.
Hei. Hei.
Bisa kuberitahu siapa namamu?
Siapa namamu?
Hei.
Lucy.
Lucy.
Hei, bantu aku..
Jangan menyentuhku.
Ini. Minumlah.
Mereka mengumumkan darurat militer, dan radio ku mati.
Tidak hanya di sini, di mana-mana...
Boston, Chicago, D.C., Manhattan.
No comments yet. Be the first to leave one.