The first 200 lines.
PENERJEMAH Cereal-Killer
Satu, dua, tiga, empat.
Aku nyatakan perang jempol.
Lima, enam, tujuh, delapan.
Cobalah goyangkan ibu jari.
Abi!
Tolong!
Abi, jangan tinggalkan aku!
Abi!
Salah satu pembunuh berantai paling buruk di abad ke-21,
atau yang lebih dikenal sebagai Sang Mekanik,
akan menebus kejahatannya.
Negara menetapkan untuk memberi hukuman pukul 20:30 waktu lokal.
Setelah menjalani 20 tahun hukuman mati,
Randall Jackson akan dieksekusi malam ini,
memberi penutupan akhir untuk salah satu momen
paling tragis bangsa kita.
Kebrutalan kejahatannya takkan pernah terlupakan.
Berjumlah 26 korban.
Korban yang berhasil selamat dari pembunuhan mematikannya
adalah Abigail dan Madeleine Monroe,
yang kehilangan orang tua mereka pada malam pembunuhan Cedar Creek.
Baik Abigail atau pun Madeleine tidak bersedia memberikan pernyataan.
Satu-satunya permintaan dari Randall Jackson
adalah dihukum mati dengan sengatan listrik.
Ketika sipir penjara memeriksa selnya pagi ini,
mereka menemukan tangan dan jari Pak Jackson
tergores sampai ke tulang.
Di dinding penjara dia mengukir simbol okultisme
yang telah menjadi ciri khasnya dari TKP 20 tahun yang lalu.
Randall Jackson tak pernah menyangkal pembunuhan itu.
Pengacara yang ditunjuk untuk terdakwa
menerima beberapa penundaan eksekusi selama bertahun-tahun
atas dasar kegilaan.
Pembelaan yang ditolak mentah-mentah oleh Pak Jackson.
Peninggalan Sang Mekanik akan tercatat dalam sejarah
sebagai salah satu pembunuh paling kejam di abad ke-21.
Hai, ini Abi.
Jangan tinggalkan pesan setelah nada.
Ya Tuhan, Abi.
Di mana kau?!
Dan kita takkan pernah melupakan kebrutalan
yang dilakukan Sang Mekanik.
Hei, ini Ethan.
Jangan tinggalkan pesan setelah nada.
Kau mendengarnya.
Hei, Ethan dan Abi, tolong hubungi aku kembali.
Tolong berhenti menghindariku.
Abi, kita akan ke Cedar Creek hari ini.
Aku masih ingin terhubung.
Tolong jangan abaikan aku.
Dan mengakhiri warisan...
Hubungi aku kembali, ya? Ini mendesak.
Pak Jackson menolak makan terakhirnya
dan menolak kehadiran pendeta atau penasihat spiritual
pada saat hari eksekusinya.
Tapi dia memberi kata-kata terakhirnya pagi ini
dan aku mengutipnya, "Aku akan menemuimu di mimpimu."
Sekali lagi Randall Jackson, Sang Mekanik,
akan dieksekusi malam ini.
Pikiran dan doa untuk keluarga korban dan teruntuk Monroe bersaudara.
Harap tetap berhati-hati di luar.
Kami berterima kasih telah mendengarkan berita pagi.
Sampai jumpa di lain waktu.
Hei!
Halo!
Hei, aku...
Aku di sini.
Halo.
Hei.
Hei.
Hei. Bisa bantu aku?
Ayo.
Hei.
Hei.
Aku terjebak.
Aku tak bisa keluar.
Tolong hentikan mobil.
Ya.
Begitu.
Begitu.
Begitu.
Beberapa pembunuh terburuk yang melukai masa lalu kita.
Kenapa lama sekali/
Hei. Terima kasih banyak.
Kalian penyelamat...
Sial!
Dan aku mengutip:
"Aku akan menemuimu di mimpimu."
Itu mimpi yang berulang.
Sudah kali ketiga atau keempat berturut-turut mimpi itu terjadi.
Dia akhirnya dieksekusi.
Bakal menimbulkan banyak emosi,
stres, dan kenangan untuk kalian berdua.
Bagaimana sikap Abi tentang eksekusinya?
Maddie, aku tidak bisa bicarakan pasienku yang lain.
Ayolah, dia kembaranku.
Dia dingin.
- Dia tak ingin tidur. - Ya.
Kini aku tahu bagaimana rasanya.
Maddie, kalian telah menemuiku soal trauma ini bertahun-tahun.
- Ini bukan hal yang baru. - Tidak, ini hal baru.
Ini berbeda.
Mimpi itu terasa lebih nyata.
Lebih terasa.
Rasanya seolah aku diseret untuk tidur
dan tak peduli terus mencoba, aku tak bisa tetap terjaga.
Itu juga bukan mimpi sadar.
Aku tak bisa menguasainya.
Aku hanya tahanan di labirin ini.
Sejak tanggal eksekusi ditetapkan...
Aku merasa mimpi-mimpi ini menuntunku kepada sesuatu.
Aku tak tahu apa itu.
Aku bisa resepkan obat.
- Untuk terjaga? - Untuk tidur.
Tidak. Kau sudah gila?
Maaf?
Gagasan untuk jatuh. Tidur itu menakutkan.
Bagaimana dengan mimpi Abi?
Dia menyebutkan halaman derek?
- Kalian tidak saling bicara? - Tidak.
Tapi, Tom...
Dalam mimpi, aku jadi dia.
Aku Abi.
Dalam mimpiku, rambutnya, pakaiannya yang jelek
dan mobilnya yang buruk itu.
Mungkinkah itu rasa bersalah?
Karena dia mencengkeramnya dan bukannya dirimu.
Tidak, kurasa tidak.
Anehnya, ketika dia menghilang aku jadi dia dalam mimpiku.
Bagaimana...
Bagaimana kalau dia benar?
Kalau itu lebih dari sekadar mimpi?
Bagaimana mungkin?
- Saudariku berpikir... - Maddie...
Kalau dia masih mengejar kita.
- Jangan mulai. - Ya, jangan mulai.
Aku terkejut mendengarnya darimu.
Aku juga. Percayalah.
Aku tak begitu yakin dia salah.
Bagaimana caranya mengejarmu?
Kau tahu yang dia lakukan. Ilmu sihirnya.
Merapalkan mantra?
- Apa gunanya mantra itu? - Mana kutahu, Tom!
Kami seharusnya ke Cedar Creek
untuk berdamai.
Menikmati momen, terhubung kembali.
Tapi aku tak bisa menghubunginya.
- Kau bicara dengannya? - Tidak sejak sesi terakhir.
Abi tidak akan mengabaikanku. Ini berbeda.
Ponselnya tak aktif. Dan Ethan juga tidak menjawab.
Ya, tentu. Aku akan hubungi dia.
Terima kasih.
Hai, ini Abi.
Jangan tinggalkan pesan setelah nada.
Hei Abi, ini Tom dan Maddie. Aku cuma mau memeriksamu.
Tolong hubungi satu dari kami. Baik? Terima kasih.
Sampai jumpa.
Waktuku habis.
Maddie, aku sedang tak punya pasien lain.
Tak perlu buru-buru untukmu pergi.
Jika dengar kabar darinya, kabari aku.
- Kurasa aku mengecewakannya. - Maddie. Tinggallah.
Mari bicara.
Aku tak bisa bicara lagi, Dok.
Aku merasa seperti berputar-putar.
Maddie, kembalilah ke kantor. Kau tampak tidak baik.
Aku tak suka kau pergi seperti ini.
Tidak, aku baik-baik saja.
Aku mau ke Cedar Creek. Mungkin dia sudah di sana.
Aku baik-baik saja.
Baiklah.
Saudarimu menelepon lagi.
Abaikan saja.
Sampai kapan kau abaikan dia?
Sampai dia percaya padaku.
Apa yang sebenarnya mau kau cari di sini?
Di sinilah semua bermula.
Di sana, ada sesuatu di sini.
Pasti ada sesuatu di sini.
- Ya, Sang Mekanik pasti... - Nathan!
Maaf, Dia Yang Tak Boleh Disebutkan.
Itu tidak lucu.
Aku tahu, sayang.
Tapi dia sudah dipenjara 20 tahun.
Dan polisi sudah menggeledah tempat ini.
Memangnya apa yang tak merek temukan?
Mereka tak mencarinya betul-betul. Tak anggap serius supranatural itu.
Tak seorang pun.
Pasti ada sesuatu di sini yang akan membantu hentikan...
Mimpimu?
Ya, mimpiku.
Itu cuma mimpi. Dia ada di penjara.
Dia akan dieksekusi.
Dia tak bisa menyakitimu. Mustahil, secara fisik.
- Kau aman. - Tidak! Aku tidak aman!
Aku tidak aman sejak lama.
Kau terdengar seperti Maddie dan Tom.
- Ayolah. - Dan semua orang.
Itu tidak adil.
No comments yet. Be the first to leave one.