The first 76 lines.
Episode 176 Tanah Kematian
Adik
Tidakkah menurutmu...
sudah saatnya membayar bunga kepadaku?
Kakak
Apa yang ingin Kakak lakukan?
Adik
Apa kamu masih belum mengerti perasaanku?
Sejak kamu masuk ke gunung ini,
aku menyayangi dan melindungimu.
Aku juga berjanji akan membalaskan dendammu.
Kita saling mencintai, bukan?
Untuk apa menunggu sampai dendammu terbalaskan?
Kakak
Jaga sikapmu.
Adik begitu menolakku...
Mungkinkah rumor itu benar?
Alasanmu membalas dendam pada Sekte Dao,
adalah demi orang itu...
Wu Chen yang mati di Wilayah Zhongtian?
Maafkan aku, Kakak.
Di hatiku hanya ada dia.
Tidak apa-apa.
Bahkan jika hatimu terisi oleh orang mati itu,
bahkan jika kamu dan Wu Chen sudah pernah tidur bersama,
aku tidak akan keberatan.
Aku akan menunggu.
Menunggu sampai kamu melupakannya sepenuhnya,
dan menunggu sampai kamu menerimaku.
Maaf, Kakak.
Dia sudah mati,
dan hatiku pun ikut mati.
Aku hanya merasa berterima kasih padamu,
tapi tidak ada perasaan cinta.
Bagus sekali, "tidak ada perasaan cinta"!
Aku, Yuwen Xiu, adalah Putra Suci yang terhormat.
Memiliki garis keturunan Naga Sejati,
dan penampilan yang luar biasa.
Wanita yang menyukaiku tak terhitung jumlahnya.
Hanya seorang wanita rendahan sepertimu,
beraninya kau memanfaatkan aku, jalang!
Apa yang ingin kau lakukan?
Andai aku tahu akan jadi seperti ini,
seharusnya aku memaksamu tunduk saat di Puncak Salju dulu.
Tapi sekarang pun belum terlambat.
Jangan!
Siapa itu?
Luar biasa sekali Yuwen Xiu yang "berpenampilan luar biasa" ini.
Siapa yang sangka...
bahwa di balik layar kau adalah bajingan yang lebih rendah dari binatang!
Putra Suci!
Kau berhasil menembus segel yang kupasang,
mengapa aku tidak menyadarinya?
Kau terlalu sibuk memaksa Adikmu,
tentu saja kau tidak sempat mempedulikan hal lain.
Istana ini tidak hanya punya banyak harta,
tapi juga ada pertunjukan menarik.
Benar-benar perjalanan yang tidak sia-sia.
Kau berambisi memperebutkan posisi Putra Suci Kolam Langit.
Sejak awal aku memang tidak berniat membiarkanmu hidup.
Hari ini kau malah mengantarkan nyawa sendiri.
Sepertinya kau memang harus mati.
Trik murahan.
(tapi dia bisa menghadapinya dengan sangat mudah.)
Sepertinya...
alasan kau bisa menjadi murid Pedang Suci Raja Iblis,
bukanlah sebuah kebetulan.
Daripada menguntungkan orang lain,
lebih baik kita gencat senjata dulu.
Bagi rata harta di istana ini.
Jika kau mau,
wanita ini juga kuberikan padamu.
Bagaimana?
Bagi rata?
Jika aku membunuhmu sekarang,
si cantik dan harta karun ini...
No comments yet. Be the first to leave one.