The first 122 lines.
Terima kasih untuk hari ini.
Aku tak berbuat apa-apa.
Tidak begitu.
Kawan.
Besok kau harus tersenyum.
Aku pamit masuk.
Hei, Cha Heon.
Aku suka Shin Sol-i.
Lantas?
Jangan sakiti Sol-i.
Cha Heon.
Taruh saja jika tak ingin beli.
Akan kubeli.
Kau bertengkar dengan Sol-i, ya?
- Tidak. - Lantas dia kenapa?
Hari ini dia murung sekali.
Jujurlah kepadaku.
Kau juga suka Sol-i, tapi berpura-pura tidak, 'kan?
Ya, 'kan?
Benar. Aku yakin kau hanya menarik-ulur!
- Bukan begitu. - Tidak apanya? Jelas dari wajahmu!
- Jangan asal bicara. - Baiklah.
Kalau begitu…
Traktir aku ini, maka akan kubantu kalian berdamai.
Tidak perlu.
Bagaimana caranya?
Kawan, ini punyamu?
Bukan.
Begitu, ya?
Kawan, apa rencanamu besok?
Entah. Ada apa?
Pelatih mengizinkanku libur sehari,
mari main bersama!
Baiklah.
Bu.
Halo, Hui-ji.
- Bahan PR ada di sana. - Baik.
Astaga, terima kasih banyak.
Terima kasih.
- Semangat! - Semangat!
- Hebat, 'kan? - Ya, aku senang sekali!
Kang Ha-young, Shin Sol-i!
Kemarilah segera!
- Kemari! - Ha-young, Sol-i!
- Kalian mau diramal zodiak? - Ramal zodiak?
Ya, cukup sebutkan zodiakmu dan orang yang disukai.
Aku sudah mencoba meramalkan
semua pacarku dari Januari sampai Desember,
dan hasilnya tepat sekali! Dia sangat hebat.
Ha-young, apa zodiakmu?
Aku Skorpio.
Skorpio?
Aku lupa! Lalu…
Kanser.
Baiklah.
Saat kalian lahir, planet Venus ada di Akuarius.
Maka, ketertarikan kalian amat kuat
bagaikan kutub magnet Utara dan Selatan.
Kalian sangat cocok!
- Sungguh? - Ya.
Kang Ha-young, aku benar, 'kan?
Ramalannya sangat hebat, 'kan?
Kenapa diam?
Lihat roti itu? Belilah!
Shin Sol-i, kau juga mau, 'kan? Lekas beli roti!
Aku tak perlu.
Aku Kanser, sedangkan orang yang kusukai…
- Skorpio. - Apa?
Jangan keras-keras!
Itu sama persis seperti Ha-young.
Ada apa di antara mereka?
Jadi, kebalikannya pun tetap sama?
Tentu saja.
Madam Na.
Makanlah ini. Jangan sampai tersedak.
Aku mohon pamit.
Apa kau percaya ini semua punya kita?
Terima kasih.
Sol-i, kau benar tak mau? Tak ada orang yang kau suka?
Ya, tidak ada.
Pak, minta obat sakit kepala. Kepalaku sakit sekali.
Bukankah kemarin kau sudah minta?
Sudah habis. Lekas berikan obatnya.
Hui-ji, tidak baik minum obat terus.
Tidurmu cukup?
Kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala.
Hentikan. Berikan obatnya saja!
- Selamat siang, Pak. - Siang.
Heon.
- Kau sekelas dengan Hui-ji, 'kan? - Ya.
Kau tahu dia kenapa belakangan ini?
Itu…
Tidak.
Kulihat belakangan Hui-ji tampak stres.
Tolong bantu dia.
Baik.
Kawan, besok kita melakukan apa, ya?
Apa? Ya.
Apa yang sedang kau pikirkan?
Bukan apa-apa.
Ini.
Minum dan bersemangatlah!
Terima kasih.
Shin Sol-i, lihat-lihat saat berjalan!
Maaf. Kalian tak apa-apa?
Buka matamu lebar-lebar.
- Aku sungguh minta maaf. - Apa meminta maaf saja cukup?
Kenapa kau selalu merugikan orang lain?
Oh Hui-ji, bicaramu keterlaluan.
Hentikan.
Kau masuk saja.
Ayo!
Cha Heon.
Apa-apaan kau?
Cha Heon.
Kau benar-benar berengsek!
SMA YUIL UTS, KALKULUS 1
Siapa kau?
Sedang apa kau di sana?
Siapa kau?
Hei, Oh Hui-ji.
Sedang apa kau di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.