The first 200 lines.
Rolet paku?
Jujur sayang, itu bagian kesukaanku dari bukumu.
Misalnya, paku di sembunyikan dalam gelas kertas kemudian di acak...
lalu dipertaruhkan bergilir hingga seorang mengenainya?
Betapa gilanya kalian?
Itu ketika kami masih muda dan ngawur, sudah lama sekali.
Kita tak ingin bicarakannya lagi
beritahuku triknya, gimana mengetahui gelas yang ada pakunya?
Aku ingin tau semuanya, pakunya, roletnya...ayolah sayang.
Aku tahu kau tak akan terluka...
jika kau lakukan untukku...aku akan lakukan apa saja untukmu.
Sayang, kau telah memberiku apa yang kuinginkan selama 5 tahun.
Ya dan kau tau kawanku Salina?
Ya, aku tau.
Ia belum...dan aku janji, jika kau tunjukkan padaku,
kami berdua tersedia untukmu.
Bisakah kau percepat permainannya?
OK
Pejamkan matamu!
OK.
Sudah siap?
Ya.
Oh tuhan! Gimana kau bisa tau?
Aku tidak tau.
Triknya adalah... Jangan di hiraukan.
Putriku ingin menikah dengan Stephan Abramov?
Ia menggunakan gudang kami.
Ia tak seperti ayahnya, kau akan lihat nanti.
Aku mengerti, tapi mengapa aku selalu yang terakhir mengetahuinya?
Lanie tak berani menghubungimu.
Ia tau kau akan kesal, tapi, Ruslan ia ingin kau disini.
Aku kira dia membutuhkanmu.
Besok siang, bisakah kau datang?
Pasti, aku akan kesana!
Bagus sekali...putrimu akan senang mendengarnya, Ruslan.
Ada pena?
Aku tau rumahmu, Katja.
Kami sudah pindah.
Apa yang terjadi?
Ceritanya panjang dan tak menyenangkan
Kita bicarakan disini nanti.
Baik, aku akan ambil pena.
Dari California?
Apa kelihatan jelas?
Disana matahari bersinar, tak banyak bangunan kumuh dan penduduk,
yang berjejalan. Anda tak akan mengenal orang disana.
Ruslan...
Perasaanku mengatakan kau akan kembali.
Tak ada kawan, yang ada semua musuh.
Kita telah kehilangan segalanya.
Kesetiaan diantara kau dan aku...
telah mengorbankan kebebasan kita selama lima tahun.
lima tahun yang sulit di Gulag.
Banyak diantara kita yang sudah mati untuk mengingat masa itu.
Tolong beritahu semua yang ada...
aku datang karena urusan pribadi.
Tentu akan kukatakan demikian, tapi apakah mereka percaya?
Aku tak peduli, ini urusan pribadi, urusan keluarga.
Benar, benar.
Aku akan beritahu Mikhail bahwa
orang yang di California menulis buku tentang kehidupanmu,
aku telah membacanya, aku kira musuh musuhmu membacanya juga.
Karena itu ambillah ini.
Waspadalah, Ruslan.
Selamat datang kembali!
Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Kau mencari masalah?
Dia bertanya padamu?
Tidak, aku hanya ingin keluar.
Sudah terlambat.
Kau sudah bersalah dan harus di hukum.
Baiklah, aku ingin keluar.
Tidak bisa.
Sekarang hanya kau dan aku.
Sial, maaf, aku tak sekuatmu, aku hanya berpura-pura.
Seperti katamu, jika seorang buat kesalahan, ia harus di hukum.
Bukan, aku hanya bergurau.
Bergurau? Berlututlah!
Ini pertama kalinya kau akan di hukum,
karena dagelanmu yang tak lucu.
Dua keledai roboh.
Aku akan ambil sapu.
Selamat tinggal.
Ruslan.
Kau lupa siapa yang bayar semua ini.
Seharusnya aku yang tentukan siapa saja yang diundang.
Lanie ingin ayahnya diundang.
Kau ingin ia diundang?
Tinggalkan aku sendiri, Terry.
Aku bertanya padamu.
Apa pertanyaannya?
Apakah aku ingin laki-laki sejati melepas putriku di pernikahannya?
Rumah impian! Anda bilang isteri anda tinggal disini?
Mantan isteriku.
Sepertinya ia sedang mendirikan pesta besar.
Ada yang menikah?
Putriku.
Ayo masuk, kau pasti Ruslan... si penulis buku itu?
Ya.
Aku Terry Goldstein... suami Catharine,
juga seorang pengacara, jadi pembela orang sepertimu.
Maksudku orang yang ada dalam buku bukumu.
Aku senang sekali kau datang.
Aku juga demikian.
Kau tampak baik baik saja
Kau juga demikian.
Aku ingin ke ranjang bersamamu sekarang.
Aku juga ingin.
Sudah kenalan dengan Terry?
Ya, kami baru saja bicara... tentang buku-buku tulisanku.
Kelihatannya dia salah satu penggemarku.
Seharusnya, demikian.
Dan kau...
telah memelihara putriku dengan baik.
Aku lupa terakhir kali aku bersamanya.
Ketika ia di wisuda? Bukan, ketika ia masih kuliah hukum.
Ia penuntut umum sekarang di kantor kejaksaan.
Dimana dia?
Ada di atas.
Mobil yang akan mengantar kita ke gereja, tiba tiga jam lagi.
Bujuk dia agar memakai kerudung atau ia akan terlihat seperti peragawati.
Akan ku-usahakan.
OK
Hei!
Ayah!
Aku rindu pada ayah.
Aku rindu padamu juga.
Jadi, ibu bilang apa pada ayah?
Katanya kamu semakin cantik saja, dan itu aku tahu...
Dan...ia memintaku agar tak terlambat ke pernikahanmu.
Apa lagi yang di katakannya?
Ada pembicaraan dengannya di telepon.
Ya, suaminya agak sinting.
Ayah sudah bertemu dengannya.
Aku ingin ayah kenalan dengan pacarku.
Ruslan, akhirnya kita bertemu.
Namaku Stephan Obarn.
Senang bertemu denganmu.
Kamu tau...
Aku ingin bicara sedikit dengannya, sebentar saja.
Aku ingin ayah lakukankan itu, karena penting bagiku.
Mobil penganten dan gereja bisa menunggu.
Tak lama, hanya beberapa menit saja.
Ingat cerita yang di kirim ayahmu ketika kamu masih kecil?
Ya, naga dan gadis buta?
Gadis itu mengira naga adalah angsa, naga tak ingin gadis itu berpikir lain.
Cerita sedih.
Jangan salahkan ayahmu tentang itu.
Stephan adalah kehidupanku sekarang.
Kau ingin persetujuan ayahmu untuk terus berperasaan seperti itu?
Aku belajar sejak lama sekali...
Ayahmu ingin kita memiliki apa yang ia tak dapat memberinya.
Aku senang ia datang hari ini.
Apakah kamu seorang gengster? Atau ingin menjadi seperti mereka, hah?
Seorang gengster?
Aku kira pembicaraan kita sudah salah dari awalnya.
Ayahku seorang gengster dan ia ingin aku mengikuti...
jejaknya.
Ya, aku tau.
Lalu...kamu bertemu Lanie.
Dan Lanie berharap banyak padaku.
Aku ingin tanya...apa kamu kira
ayahmu menyalahkanku atau putriku karena mengalihkan jalanmu?
Ayahku berpegang pada tradisi Rusia lama...
Harapannya aku kembali padanya dan mungkin menjadi orang sepertimu.
Kamu tak kenal siapa aku.
Dan mereka yang kerja bersamaku...
tak ada yang hidup untuk menceritakannya.
Kalau begitu, tak usah kita bicarakan.
Sebaiknya begitu.
Setuju?
Setuju!
Setelah mereka jalan, kita masuk.
Hei, Lanie, aku tak ingin mengganggumu.
Aku tau...kamu sudah memiliki cincin.
Ini...milik ibuku.
Ia bawa dari Petersburg, ia sangat cantik.
Persis sepertimu.
Aku ingin sekali...kamu memilikinya.
Lanie, Terry ingin ke gereja sekarang, sekalian antar Ruslan ke hotel.
Cincin siapa itu?
Terima kasih ayah, cantik sekali.
Aku tau betapa berharganya bagimu, akan ku-pakai dan ku-hargai.
Aku taruh disini dahulu untuk nanti...
di pernikahan.
Aku akan ganti pakaian di hotel lalu kita bertemu di gereja.
Biar Terry mengantar ayah.
Aku bisa naik taxi.
Ayah...tolong...demi aku...
Ayah harus usaha terbiasa dengan mereka.
OK.
Dan, Ayah...
Jangan menilai Stephan terlalu cepat dan terlalu buruk.
Jika kamu bahagia, akupun bahagia. Teruskan saja.
Ini bunga yang terakhir, dimana saya harus menaruhnya, pak Goldstein?
Mana aku tau? Tanyakan pada isteriku.
Tidak! Tidak! Tidak!
Halo?
Ya, Goldstein...
No comments yet. Be the first to leave one.