The first 200 lines.
Yumi, Tenanglah.
Kalau kau panik, Itu akan membuatmu kehabisan napas.
Kau lebih baik dari yang diharapkan.
Kumohon.
Aku mulai muak dengan semua ini.
Kumohon.
Bantu aku--
Kumohon.
Tak pernah mencoba melakukan ini sebelumnya.
Yah, Semua kamera sedang merekamnya sekarang.
Luar biasa.
Setelah semua yang dilewati, Kau masih saja melawan.
Kau mau kesempatan kedua?
Tapi setelah dipertimbangkan, Kita selesaikan saja semua.
Cut.
Robert!
Oke, Maafkan saya. Maafkan saya.
Coba jangan terlalu kuat memegangnya.
Baiklah, Sekarang ayunkan.
Ayunkan dengan keras ke bawah.
Maafkan aku.
Tetaplah di sana.
Mengapa?
Aku minta maaf.
Kau bodoh!
Maafkan aku.
Soichi, Maafkan aku.
Bayu?
Bayu?
Oh, Maaf. Selama datang!
Aku mencari mawar putih.
Maaf, Tuan. Itu sedang kosong.
Begitu.
Mungkin anda tertarik dengan bunga lain?
Ya, Tentu.
Apa ini untuk seseorang spesial?
Ini untuk saya sendiri. Untuk menghidupkan suasana kamarku.
Oh, Saya paham.
Bagaimana dengan ini?
Bunga Bakum Paskah.
Memberikan ketenangan. Ini mungkin cocok bagi anda.
Awas, Bocah nakal! Perlihatkan tangan kalian!
Buka tangan kalian!
Perbuatan siapa ini?
Kalian bocah nakal!
Aku bertanya, Perbuatan siapa ini?
Maafkan saya, Tuan.
Kau bocah nakal!
Jangan pikir kau bisa minta maaf begitu saja.
Di mana tempat tinggalmu?
Kau pasti pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya!
Sialan. / Ada apa?
Bapak tua itu marah-marah pada kami!
Kau bocah--
Siapa kau ini?
Yeah, Terima kasih!
Kalau begitu aku akan beli satu ikat bunga ini.
Tentu.
Ini toko yang bagus.
Tak terlalu.
Cukup sulit berbisnis.
Anda pelanggan pertama hari ini.
Kalau begitu, Aku beli 2 ikat.
Seolah-olah berarti kau dapat dua pelanggan.
Terima kasih.
Saya Hisae Kawahara.
Saya Nomura.
Tn. Nomura.
Apa yang anda katakan pada pria tua itu?
Kubilang, Aku menghafal plat mobilnya...
...dan aku akan menemukannya, memotong-motong tubuhnya...
...dan menaruhnya di bagasi mobilnya.
Itu saja.
Tn. Nomura...
...apa anda dengar?
Yeah, Tentu.
Kau berhenti, 'kan?
Yeah, Aku berpikir mau menjalankan bisnis katering di kampus.
Ibu dan ayahmu setuju dengan itu?
Aku belum bilang apa-apa pada mereka.
Tinggal di Tokyo saja sudah sulit.
Aku akan baik-baik saja. Kulakukan sebaikku.
Kalau begitu, Semoga berhasil.
Tn. Nomura...
...aku biasanya tak langsung pergi dengan seseorang yang tak kukenal.
Sama denganku.
Pembohong!
Kumohon, Mengapa kau melakukan ini?
Mengapa...
- Unggah Videomu --
- Mengunggah --
- Unggahan Selesai --
- User_1: Siapa kau? --
- K: Sedang Mengetik... --
- K: Kau terlalu mudah ditemukan dan dilacak --
- K: Lain kali, Gunakan Alamat IP yang berbeda --
- Mengapa kau memberitahukan ini semua? --
- K: Aku sama sepertimu! --
- User_1: Apa? --
- K: Kau tahu --
- Bagaimana kau bisa tahu? --
- K: Karya pertama selalu tak berjudul --
- K: Karena itu datang tanpa perencanaan --
- Apa itu? --
- K: Pembunuhan pertama, Kau menyukainya --
- K: Kau akan menyukainya --
- Aku tak mengerti apa yang kau katakan --
- Pembohong! Pembohong! --
Bayu! Bayu!
- User_1: Apa kau ada di sana? --
- K: Penggemar nomor 1-ku! --
- K: Bagaimana kabarmu? --
- Siapa kau sebenarnya? --
- K mengirimkan permintaan Bicara lewat kamera --
- Terima, Ya atau Tidak --
Janganlah malu.
Apa benar kau itu--
Akhirnya, Kita bisa bicara.
Mengapa kau melakukan ini? / Mengapa?
Karena kita bisa.
Di saat mereka bilang tidak, Kita bilang ya.
Kita yang berkuasa.
Jadi katakan padaku...
Siapa selanjutnya?
Malam.
Kuharap kau menyukai ini.
Terima kasih!
Jangan todongkan pistolmu padaku, Oke?
Ini luar biasa.
Maaf, Saya tak seharusnya.
Gameboy...
...Yoyo sudah cukup bagi adikku.
Aku tak seharusnya terlalu memanjakannya.
Tapi terima kasih atas kebaikan anda.
Tak apa.
Soichi punya semacam autisme.
Dia bergantung padaku.
Ayah kami mengirimkan uang setiap bulan.
Walaupun kurang...
Kami saling memiliki satu sama lain.
Bagaimana denganmu?
Apa?
Ceritakan tentangmu.
Sulit untuk menggambarkan diriku.
Kenapa bisa?
Saudariku.
Aku sangat menyayanginya.
Dia mengalami kecelakaan saat aku masih di bangku SMP.
Lalu, Orang tuaku meninggal dalam kebakaran.
Kututupi biaya kuliahku dengan asuransi jiwa dari mereka.
Setelah lulus, Aku bekerja di Amerika...
...setelah bangkrutnya Lehman bersaudara, dan aku kembali ke sini.
Lihatlah aku, berbicara tak jelas.
Nomura...
...semuanya akan baik-baik saja.
Semuanya akan baik-baik saja.
Rasa kesepian...
...meninggalkan luka yang dalam.
Pernahkah kau bayangkan lebih mudah untuk mati saja?
Apa maksudmu?
Soal saudaramu, Soichi.
Kematian mungkin jalan mudah baginya, 'kan?
Permisi.
Hisae!
Nomura, Tolong pergi sekarang!
Bagaimana aku tahu?
Berikan uangnya cepat!
Baiklah!
Begitu saja?
Pergilah, Ahmad! Jangan ganggu aku!
Apa yang kau lakukan?
Itu baru yang kusuka
Wow!
Keren!
Aku milikmu sepenuhnya.
Siapa namamu.
Panggil aku Midori.
Midori, Mengapa kita tak ke tempatku saja?
Kedengarannya bagus.
Kau ingin bercinta denganku?
Bagaimana kalau kubilang tidak?
Apa yang ingin kau lakukan?
Pertama, Aku akan membuatmu pendarahan.
Seberat itu?
Ini akan menjadi malam penting. Aku akan membagimu menjadi dua.
Aku tak bisa menunggu.
Bersiaplah.
Kau bisa melakukan apapun sesukamu.
Kakak?
Apa yang kau baru saja perbuat?
Maafkan aku.
Kau bodoh!
Kau hampir membunuhku! Uang tak ada gunanya kalau aku mati!
Sialan, Berdarah.
Kau akan berbuat apa sekarang?
Kita di tengah jalan.
Sebaiknya kau membawaku kembali.
Tunggu.
Kubilang kembali sekarang. / Oke, Oke.
Dharma.
No comments yet. Be the first to leave one.