Release info

the scent of green papaya 1993 720p bluray x264-hd4u
A Commentary by buster
resync sub Sugijo untuk rilis 720p.bluray.x264-hd4u.

Tags

BluRay
x264
720p
720
HD
Published on: 2015-08-03
Downloads: 68
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 167 lines.

Siapa itu?

Ini Mui.

Ah, Mui...

Akan kubukakan pintunya.

Kau boleh masuk.

Ikuti aku.

BAU PEPAYA HIJAU

Itu tadi si Mu kecili, gadis pelayan baru kita.

Kasihan, dia berjalan sehari penuh menuju ke sini.

Jika To masih hidup, mereka akan berusia sama.

Jangan bicarakan itu...

Mungkin dia lebih baik berada dimana dia sekarang.

Sudah hampir jam malam dan Trung belum kembali.

Ibu akan berangkat tidur.

Aku akan kesana dan membantunya.

Ah, Trung...

Kamu belum tidur, ayah?

Tidurlah kembali. Nyonya menyuruh begitu.

Aku akan membangunkanmu untuk menyalakan api.

Ingat... Untuk hidangan ini, minyak harus panas.

Goreng sayuran.

Membakarnya untuk menambah rasa.

Jangan terlalu banyak atau semuanya jadi lembek.

Kemudian kau sisihkan.

Lakukan hal yang sama dengan daging.

Masukan itu ke dalam air.

Lemak membuat mengilap sayuran yang direbus. Ini terlihat lebih bagus.

Walau terlihat bagus atau tidak, kita tetap memakannya.

Tapi buat Tuan berbeda.

Jika makanan sudah matang...

Lalu bagi ke dalam 2 piring.

Jangan lupa untuk menyimpan sedikit buat kita.

Itu, nenek telah selesai berdoa.

Taruh sayuran dalam air.

Ibunya siapa dia?

Tuan Besar. Cuci tanganmu.

Dia kehilangan suaminya setelah Tuan Kecil lahir.

Sekarang, dia habiskan seluruh waktunya untuk berdoa.

Cepat, taruh nasi dalam mangkuk besar.

Semua siap?

Ya, sudah siap.

Mui, ambil nampan nenek.

Tidak usah, aku yang akan mebawakannya.

Bawa satu ini kalau begitu.

Ayah, aku makan di luar dengan Khuyen.

Saat tidur siang seperti biasa.

Kami akan kembali untuk minum teh.

Dan aku, boleh ikut?

Tidak, kau masih terlalu kecil.

Mui, sana ambilkan sup lagi.

Nyonya ingin kamu menemaninya makan.

Aku juga ikut ke sana!

Lewat tangga itui.

Habiskan. Kau bisa terlambat.

Tidak ada pelajaran, Nek. Ini liburan musim panas.

Ah ya, itu benar...

Kita berangkat, Bu.

Khuyen dan aku akan kembali untuk minum teh.

Baiklah, aku akan membeli kue.

Selamat tinggal, Nyonya.

Selamat tinggal.

Mui, kau boleh makan sekarang.

Lam, habiskan, sayang.

Selamat makan, Bu.

Ini mangkukmu. Makan.

Tidak ada sup yang tersisa. Payah.

Ke atas ke bawah, kita bagikan semua dan tak sedikit pun tersisa.

Setelah itu, cuci piring.

Siapa pria yang bersama Tn. Trung itu?

Itu Tn. Khuyen, Teman Tn. Trung. Makanlah.

Tin!

Terima kasih. Selamat tinggal.

Selamat tinggal.

Mui, cuci tanganmu dan belilah 10 kue.

Dalam 3 bulan, kamu pulang menjenguk ibumu.

Terima kasih, Nyonya.

Mui, cepatlah. Sudah waktunya menyalakan api.

Gadis kecil ...

Siapa namamu?

Namaku Mui.

Begitu ya... kau Mui...

Nama saya Thuan.

Sudah waktunya untuk sembahyang.

Apakah nenek baik-baik saja?

Ya, dia sehat.

Itu sangat bagus!

Sangat bagus!

Terima kasih, Mui kecil. Selamat tinggal...

Selamat tinggal, Tn Thuan.

Ke mana anda akan pergi?

Mencari udara segar.

Ya, hawa sepanas ini, sulit untuk tidur.

Hati-hati jam malam.

Betapa gerah...

Ya Tuhan, gerahnya...

Tidak usah...

Kau bisa melanjutkan semuanya esok.

Kau sudah cukup kerja keras hari ini.

Istirahatlah.

Di mana orang tuamu?

Apakah kau punya kakak atau adik?

Ayahku meninggal tiga tahun yang lalu.

Ibu dan kakakku masih di desa.

Apakah kau akan segera menjenguk mereka?

Nyonya mengatakan dalam tiga bulan, Aku boleh bertemu ibuku lagi.

Baguslah. Nyonya orangnya baik hati.

Sebelumnya, siapa yang tidur di ranjang ini?

Seorang pelayan seperti kamu dan aku.

Dia pulang untuk menikah.

Apakah foto di atas altar itu suami Nenek?

Ya.

Ketika ia meninggal, ia masih muda.

Siapa foto gadis kecil itu?

Itu cerita yang menyedihkan.

Dia adalah putri Tuan Besar.

Namanya To.

Dia meninggal tujuh tahun yang lalu.

Jika dia masih hidup, Kau akan berusia sama.

Kenapa dia meninggal?

Karena penyakit.

Tapi Tuan Besar pikir itu salahnya.

Mengapa?

Tujuh tahun yang lalu,

Tuan Besar meninggalkan rumah dengan seluruh uang milik keluarga.

Itu adalah ketiga kalinya beliau lakukan.

Sebelum semuanya ludes, beliau kembali.

Tapi saat itu, beliau pergi lebih lama dari biasanya.

Tapi lain waktu, ketika beliau kembali,

Nyonya tidak mengatakan apa-apa?

Tidak ada. Tak satu kata pun.

Beliau senang. Beliau menangis karena gembira.

Lalu bagaimana dengan To?

Jam malam...

Ini, sedikit udara segar. Tuan Besar seharusnya sudah kembali sekarang.

Tiga minggu setelah beliau pergi,

To jatuh sakit.

Dan sehari sebelum beliau kembali, Tuan Kecil meninggal.

Beliau punya pikiran dia meninggal

untuk menebus dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Itulah kenapa ia tak pernah meninggalkan rumah lagi.

Baiklah, ayo kita tidur...

Besok, kita harus bangun pagi.

Ibu...

Ibu...

Ibu...

Bangun. Sudah waktunya.

Kamu beruntung.

Seusiamu, kau masih punya mimpi-mimpi indah.

Apa yang kau impikan?

Aku tidak tahu...

Ya Tuhan... Aku ingin bermimpi.

Tapi bertahun-tahun aku tidak pernah bermimpi. Ayo kita mencuci.

Suatua pagi,

Aku bangun dengan bayangan seorang wanita tua dalam pikiranku.

Mungkin itu karena aku bermimpi di malam harinya.

Tapi aku tidak tahu apakah wanita tua itu adalah ibuku

atau itu adalah aku sendiri.

Ya Tuhan, siapa yang ada di dapur sepagi ini?

Nyonya, anda sudah bangun?

Ada beras tersisa?

Hanya cukup untuk 4 atau 5 hari.

Ini untuk belanja ke pasar.

Pastikan ada cukup untuk makanan selama beberapa hari kedepan.

Lihat anting-anting ini?

Tuan Besar telah pergi dengan membawa semua uang lagi. Ya Tuhan!

Ayo kita gosok gigi,

cuci wajah, basuh tangan dan kaki.

More Indonesian subtitles for The Scent of Green Papaya

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left