The first 200 lines.
Penerjemah : Baskara
Menu berikutnya untuk pesta Cockney milikku...
...yang tak lekang oleh waktu, hidangan Jellied Eels, gaya Shay.
Belut sungai Trent.
Direndam dalam Aspic Delima dengan lapisan air asin tiram.
Direndam dalam Aspic Delima dengan lapisan air asin tiram.
Cerdas.
Siapa? Aku?
Iya, Skoose. Kau.
Renungan untukku betapa tiada batasan talentamu.
Nonton apa? Gay Marshall?
Shay Marshall, ya.
Ini dia.
Cepat, tanpa rasa sakit, ia bahkan tak-- Wah!
Cepat, tanpa rasa sakit, ia bahkan tak-- Wah!
Jancok licin. Diam di situ.
Jancok licin. Diam di situ.
Dia pun mati.
Aku pernah nonton acara ini kapan hari.
Dia membuat sosis yang bisa bicara. Titit.
Titit? Serius? Wah, deskripsi yang bagus.
Kalau menjadi brengsek berarti menjadi koki paling sukses di Inggris dan generasinya...
Aku juga mau jadi brengsek.
Kau membuatku lebih mudah untuk menyingkirkanmu.
Pesanan, Chef.
Terima kasih, Kiki.
Satu daging sapi medium, dua daging sapi muda, satu daging domba.
Siap, Chef.
Jadi Bib, kau punya tujuh daging sapi...
...lima daging domba, dan empat daging sapi muda, ya?
Iya, Chef.
Sebenarnya, aku sedang memikirkan menu baru.
Kalau kita mau dapat bintang pertama Michelin Star...
...kita harus melakukan sesuatu yang berbeda.
- Oh, iya. - Ya.
Tau lah, harus benar-benar dikejar.
Menjauh dari semua daging sapi dan domba.
Sebetulnya aku punya ide hidangan Spiny Crab dan Fennel Salad,
...dengan samphire dan Caper Fritters.
Salad Spiny Crab?
Ide bagus.
Kita bisa campur dengan saus bintang laut.
Ya.
Dan untuk hidangan pencuci mulutnya, kue tar putri duyung.
Iya, atau bagaimana kalau kue pai yang isinya ikan!
Paikan!
Oke, makasih semuanya, candaan yang lucu.
Maaf karena sudah berusaha menyarankan sesuatu untuk hal yang baik.
Pelayan.
Ayolah, Bib, memang ada apa?
Tak apa, aku hanya--
Habis nonton Shay Marshall, Chef.
Oh, begitu.
Dia baru saja dapat bintang ketiganya, Roland.
Hidangan buatannya itu--
Dia tak memasak apapun, Bib. Dia tak bisa masak.
Dia hanya mencampur bahan di lab konyolnya itu...
...seolah dia ilmuwan yang gila.
Ingat ini, suatu saat salah satu eksperimennya itu akan berakibat fatal, seperti film The Fly.
Dia akan berubah menjadi setengah manusia, setengah zaitun.
Ya, opini yang sangat bagus.
Aku akan memasak daging dan kentang lagi.
Pelayan!
Awas, Chef.
Aku ingin membahas tentang menu baru, Roland.
Oh, enggak ada di sini.
Baiklah, setidaknya aku punya kesempatan untuk mengganti kutang yang tak nyaman ini.
Ya, aku tau kau tak mungkin mengganti kutangmu.
Atau justru mau?
Jadi, ini menu yang baru kau tulis.
Ya, memang.
Dan ini menu dari bulan Juli...
Atau justru tertukar?
Sulit untuk membedakannya, karena keduanya memang sama.
Memang masalah?
Hanya jika kita ini restoran, dan bukannya kafetaria penjara,
...dan pelanggan kita penikmat hidangan lezat, dan bukan pemerkosa.
Maksudnya?
Maksudku, berikan aku menu yang baru, bukannya malah menggunakan menu lama.
Yang benar saja?
Ayo, kita bisa melakukannya.
Pulpennya bagus.
Terima kasih.
Beneran bagus.
Robin memberikannya untuk kado ultah.
Yang benar?
Ya, aku pernah dapat kado pulpen sekali, waktu umurku tujuh tahun.
Sudah dipakai nulis surat buat dia?
"Teruntuk Robin, berikan aku kado yang lebih bagus, dasar murahan."
Pulpennya pulpen Montblanc.
Oh, baru tau mereka buat pulpen.
Kau kira mereka buat apa?
Jaket seluncur es?
Ayo bahas menu-nya.
Oh, ayolah Caroline.
Kau tak bisa menyuruhku tiba-tiba membuat menu baru tiap kali kau memintanya.
Seperti aku meminta padamu,
"Berikan aku sepuluh font baru untuk buku menu."
"Ayo, berikan aku font yang lain, sekarang juga!"
Verdana.
Ya, yang lain.
Helvetica.
Yang lain.
Baskerville Semi-Bold.
Hmm...
Trebuchet, Helsinki, Metronome, Plantagenet Cherokee.
Oke, kerja bagus, kau tau font yang harus dipakai, Caroline.
Tapi, font, sangat berbeda dengan hidangan makanan.
Dan itu, poin yang ingin kutekankan.
Kau punya waktu dua jam.
Baiklah. Ah, Caroline?
Kalau kau perlu mengganti kutangmu, kau boleh menggunakan ruanganku.
Terima kasih.
Di sini kau.
Iya. Sedang mengambil beberapa daging.
Aku berubah pikiran, Bib.
Oh, ya? Tentang apa?
Hidangan Spiny Crab besutanmu, luar biasa.
Wah, betulan berubah pikiran.
Yah, kadang aku bisa jadi bodoh juga, Bib.
Ya, kadang-kadang.
Begitulah, ngendog, seperti dinosaurus.
Konyol memang.
"Lihatlah, ini dia Rolandasaurus!"
"Dia akan menangkapmu, Bib!"
"Dia akan memakanmu, Bib!"
"Selamatkan dirimu, semuanya!"
"Awas ada Roland dan makanannya yang membosankan."
Garing.
Iya.
Begini, intinya, kurasa kau benar.
Mungkin sudah waktunya untuk berubah.
Jadi, akan kubiarkan kau menentukan menu baru kita.
Serius? Semuanya?
Dari A sampai Z.
Menu apapun yang kumau?
Iya.
Ya tapi jangan berlebihan.
Prioritaskan pelanggan...
...jadi tidak semua hidangan bisa dibuat sesuka hati,
...fokuskan hidangan ke hal itu.
Wah, Roland, hal ini sangat mendebarkan.
Terima kasih.
Ya, sama-sama, Bib.
Sama-sama.
Waktumu dua jam.
Apa?
Chef, kau mungkin ingin melihatnya.
Boleh parkir di sini?
Ya tuhan.
Roly, sudah lama sekali.
Kau kenal Shay Marshall?
Dikit.
Lihat dirimu, Roly.
Kau sudah besar!
Seharusnya kau memasak hidangannya, bukan memakannya!
Sedang apa di sini, Shay?
Cuma syuting di markas militer untuk serial baru,
...Ransum Tentara, Gaya Shay.
Besok bakal tatap muka dengan orang balistika,
Mencari tau caranya membuat peluru dari permen karamel...
...lalu ditembak langsung ke dalam mulut bocil,
...sudah pasti tanpa membunuhnya.
Jangan, jangan lakukan itu.
Maaf, Tuan Marshall.
Aku tak ada niatan resek, tapi ini suatu kehormatan bisa bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu.
Bib Spiers, Sous Chef kami.
Aku penggemar babat--
Aku penggemar babat--
Aku penggemar berat--
Serius, kau adalah panutanku.
Kau dan Roland, tentunya.
Ini untukmu, Bib, masih hangat.
Belum dijual di toko.
Oh, jangan repot--
Ya tuhan...
Ah, ini...
Kau ada kerjaan lain mungkin?
Iya, maaf.
Aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu, Tuan.
Dan siapa gadis cantik ini?
Hai, namaku Caroline.
Di sini sebagai Caroline.
Dia manajer restoran.
Manajer restoran hotel, yang benar.
Hai, Caroline.
Berapa banyak mereka membayarmu? Kubayar dobel.
Gadis sepertimu pasti bosan sampai tepos kerja di tempat seperti ini.
Walaupun, sudah jelas montok.
Wah, lihat tempat ini.
Sesuai dengan dirimu, Roly, ketinggalan jaman.
Yah, memang 'tinggal' bangunannya.
Dan pernah jadi sekolah di 'jaman'-nya.
Nah, memang 'ketinggalan jaman', tapi aku tak menganggapnya sebagai--
Benar, kurasa aku harus mendaftar.
Caroline, antar aku ke meja resepsionis.
Iya, silahkan lewat sini.
Entah aku kenapa.
Kiki?
No comments yet. Be the first to leave one.