The first 200 lines.
"Perpustakaan Namsan"
Adakah alasan khusus kenapa kamu suka Perpustakaan Namsan?
Aku suka jalan menanjak yang membawaku ke sana.
Pemandangannya berbeda tiap tahun.
Teknologi VR sudah banyak berkembang,
jadi, bermain gim pasti sangat menyenangkan.
Tapi kamu menulis bahwa kamu lebih suka membaca puisi dan novel,
juga merasa bersyukur terhadap buku.
Bisa kamu jelaskan alasannya?
Saat bermain gim, kita harus terus bergerak.
Tapi buku membuat kita bisa sempat beristirahat.
Karena itulah aku berterima kasih terhadap buku.
Di sini tertulis kamu melakukan banyak pekerjaan paruh waktu.
Pekerjaan apa saja yang pernah kamu lakukan?
Aku pernah bekerja sebagai kurir pengantar, pramusaji,
dan pekerja konstruksi.
Bukankah lebih tidak melelahkan bekerja sebagai tutor pribadi?
Ayahku bilang uang yang diraih lewat kerja keras
tetap ada bersamamu untuk waktu yang lama.
Dan aku ingin tahu apa maksud perkataan ayahku.
Kamu mengambil jurusan Manajemen Perhotelan.
Tapi sepertinya kamu lebih tertarik pada kemanusiaan.
Kurasa manajemen bisnis dan ekonomi
bisa jauh lebih menyejahterakan, jika berdasarkan kemanusiaan.
Pada akhirnya, semua dikerjakan oleh manusia.
Kenapa kamu ingin bekerja di Hotel Donghwa?
Kata "hotel" membuat jantungku berdebar.
Dan jika dapat kesempatan bekerja di Hotel Donghwa,
aku yakin kegembiraan ini tidak akan dapat digantikan.
"Episode 2"
Jadi, dia presdir Hotel Donghwa.
"Toko Buah Jangsoo"
Kamu mau yang mana? Semua buahnya segar hari ini.
Berapa harga sekotak apel?
Harganya 12 dolar per kotak.
Apa? Kenapa harganya lebih mahal daripada toko di sana?
- Apel kami lebih baik. - Astaga.
Sama saja seperti semua daging tidak sama.
Kamu datang.
Menurutmu, kenapa harga semua daging Korea berbeda?
Itu karena seluruh kualitas dan jenisnya berbeda.
Boleh dibilang, semua apel ini sama seperti daging sapi Korea premium.
Kamu berhasil membuatku terkesan. Aku mau beli satu keranjang.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Rasanya sangat enak.
Jika tidak enak, kamu bisa mengembalikannya.
Selain itu,
ini satu apel tambahan karena berhasil kubuat terkesan.
Astaga, dia sangat pandai menjual.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Terima kasih. - Nikmatilah apelnya.
- Terima kasih. Datanglah lagi. - Terima kasih.
Sepertinya aku lebih mahir menjual daripada Ayah. Bukan begitu?
Apa kamu langsung datang dari bandara?
Jin Hyuk.
Ibu.
Astaga, apa itu makanan?
Aku sangat lapar.
Astaga, kamu lebih senang melihat makanan daripada ibumu?
Astaga, tentu saja tidak begitu.
Wajar dia menginginkan makanan rumah saat berada di luar negeri.
Itu benar. Aku langsung datang ke toko karena merindukan kalian.
Astaga, berat badanmu turun banyak.
- Beratmu turun banyak sekali. - Astaga.
- Mari kita masuk. - Ya, masuklah.
- Sayang, masuklah. - Baiklah.
Kemarilah.
Aku tidak sabar. Sudah lama aku tidak makan masakan Ibu.
Kamu pasti sangat lapar. Mari cepat kita makan.
Aku punya kabar baik.
Ada apa? Apa kamu berhasil merayu wanita Kuba?
Kabar itu akan lebih baik, tapi sayangnya bukan itu.
Aku dapat pekerjaan.
Astaga, sungguh?
Di mana? Di perusahaan mana?
Hotel Donghwa.
Kamu sempat khawatir akan gagal
karena tingkat persaingannya yang tinggi.
Itu bagus.
Kalian harus bersiap berwisata ke Kuba dengan uang yang kudapat.
Kuba sangat indah.
Baiklah, tentu saja. Bahkan tidak harus Kuba.
Ibu akan pergi ke mana pun yang kamu suruh.
Makanlah.
Astaga, kamu bekerja begitu keras. Ibu sangat bangga padamu.
Tunggu sebentar. Kotak bekal ini tidak akan cukup.
Sayang, mari panggang daging hari ini.
- Itu ide bagus. - Selamat makan.
Tidak masalah. Cepatlah makan.
Kamu mau ke mana?
Jin Hyuk dapat pekerjaan!
- Itu bagus. - Jin Hyuk dapat pekerjaan!
Aku akan mentraktirmu tteok nanti.
"Siput Bulan Chan"
Ini. Inilah siput bulan Chan.
Mari angkat gelas kita.
- Bersulang. - Bersulang.
"Siput Bulan Chan"
- Selamat sudah mendapat pekerjaan. - Terima kasih.
Sebaiknya kamu mentraktir kami makanan enak.
Akan kulakukan jika dapat gaji.
Hye In yang akan mentraktir hari ini.
Hadiahku.
Ya. Mana hadiahku dari Kuba?
Tidak ada hadiah. Maafkan aku.
Apa? Kamu tidak bawa apa pun untuk kami?
Aku menggunakan uang hadiahnya untuk hal lain.
Kamu menghabiskannya untuk wanita, ya?
Tidak akan pernah.
Apa kamu punya kekasih sekarang?
Apa maksudmu? Tidak seperti itu.
Bagaimanapun, aku tidak lagi menganggur,
jadi, berhenti meneleponku saat bisnis kalian ramai.
Baiklah.
Karena kini kamu dapat pekerjaan,
mari rencanakan pernikahan kita.
Dia mulai lagi. Untuk apa aku menikahi temanku?
Ya. Seharusnya kamu menikah denganku.
Ada apa dengan kalian?
Apa kalian ingin aku mati sebagai perawan tua?
- Ikutlah kencan buta. - Ya.
Aku masih sangat menarik sekarang. Aku sangat populer di kantor.
Jin Hyuk, kalau sudah mapan,
kamu harus mencari tahu dia sungguh populer atau tidak.
Untuk apa kulakukan itu? Sudah jelas dia hanya membual.
Kini kamu juniorku.
Bersikap baiklah padaku. Aku senior yang menakutkan.
- Maafkan aku. - Menakutkan sekali.
Aku sangat ketakutan. Maafkan aku.
Aku takut sekali.
- Perkenalkan aku ke seorang gadis. - Ini, aku punya sedikit.
Hye In, astaga.
- Bersulang. - Bersulang.
- Selamat. - Selamat.
Terima kasih!
Kamu mulai dapat pelatihan pekan depan?
Ya. Itulah yang mereka katakan.
Aku gugup.
Kenapa? Kamu akan bekerja dengan baik.
Apa kamu sudah tahu departemenmu?
Aku tidak keberatan selama tidak masuk Tim Humas.
Aku tahu kamu akan menyiksaku.
Aku akan sangat menyiksamu.
Aku akan berdoa malam ini agar kamu masuk tim kami.
Hei, soal presdir Hotel Donghwa…
Maksudmu Bu Cha Soo Hyun?
Apa dia tipe orang yang ingin tahu?
Ingin tahu?
Itu pertanyaan yang terlalu luas.
Kalau begitu, maksudku apa dia berkeliaran sendirian
tanpa sekretarisnya?
Bagaimana aku bisa tahu?
Benar juga.
Namun, aku tidak melihatnya melakukan itu.
- Kenapa tidak? - Putri Es itu
tidak akan pergi ke mana pun hanya karena ingin tahu.
Aku tidak melihat hal itu terjadi.
Putri Es?
Dia tidak pernah tersenyum.
Aku paham alasannya. Dia tidak punya kehidupan pribadi.
Kenapa begitu?
Kamu tidak pernah tertarik akan hidup orang lain,
jadi, kurasa sangat mungkin kamu tidak tahu tentang dirinya.
Apa kamu bahkan tahu ayahnya adalah Cha Jong Hyun?
Cha Jong Hyun? Mantan wali kota Seoul itu?
Ya.
Dia terus ikut bersama ayahnya saat ada acara politik.
Lalu, dia menjadi menantu keluarga Taegyeong.
Saat suaminya berselingkuh darinya,
dia mendapatkan Hotel Donghwa sebagai tunjangan perceraiannya.
Artikel lain mengenai dirinya baru dirilis beberapa hari lalu.
Dia menghadiri acara keluarga di rumah mantan mertuanya.
Jika melihat hal tersebut, aku yakin hidupnya sangat malang.
Itu memalukan, bukan?
Sebenarnya dia sudah bercerai atau belum?
Intinya, orang kaya sangat aneh.
Kamu tidak akan pernah menyukai putri raja seperti dia.
Mari bicarakan diriku saja.
Kamu?
Membicarakanmu?
Hye In, kapan kamu akan menjadi cantik?
- Kamu harus dipukul. - Tunggu.
- Kenapa kamu cepat sekali? - Tunggu.
Kemari.
Hentikan.
Aroma apa ini? Terlihat seperti lavendel.
Ya. Itu lavendel yang dicampur tanaman lainnya. Aromanya segar.
Aroma utama kita adalah aroma lembut mawar.
Itu benar.
Entah apa ini akan cocok dengan aroma mawar itu.
Kurasa keduanya tidak akan cocok.
Kami akan mengubahnya.
Halo.
Bisa kita buat handuk tangannya lebih tipis?
Ini tidak jauh berbeda dengan handuk mandi.
Itu benar, tapi kita butuh handuk yang menyerap dengan baik.
Jika lebih tipis, akan lebih seperti saputangan.
Tidak akan mudah menyerap air di tangan orang-orang.
Tidak masalah jika menyerap sebanyak ini, bukan?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.