The first 129 lines.
Senjata itu memiliki kekuatan 'tuk hancurkan keseimbangan dunia ...
dan menggiringnya menuju kehancuran.
Selayaknya Bahamut!
Dekap aku.
Aku ingin pergi ke Negeri Para Dewa.
Ya, nenek di desaku sering menceritakannya.
Mari kita ke desamu.
Saya mau melapor, Baginda.
Kami masih belum menemukan keberadaan ...
pelarian Jeanne D'Arc, Favaro Leone, dan Nina Drango.
Ada banyak saksi mata. Sama seperti anak misterius.
Kami juga menginterogasi Kaisar Lidfard dengan keras,
tapi dia tetap diam.
Kapten Kesatria Orleans memang keukeuh.
Pas 'udah lebih mahir ke sini lagi.
Kupercayakan pelarian padamu. - Baik.
Aku akan menuju Eibos.
Angkara Bahamut
Mereka sama dan kehilangan jati dirinya
Karena banyak jalan yang ditempuh, tapi kusadari jalannya kian sulit
Kuingin melangkah lurus ke depan, aku kehilangan impian lagi
Seluruhnya hancur sebelum sempat jadi kenyataan
Tapi jalanlah ke sini
Keluarlah dari jalanku
Tergantung caramu memikirkannya, apa yang hati menyerahmu pantulkan ...
Masa depan, harapan, keputusasaan, kegelisahan, semuanya sama
Sekeras aku menendang kenyataan yang membohongi ...
diriku dahulu yang sudah mempersiapkan semuanya. Susurilah jalanmu, ya?
Tapi jalanlah ke sini
Keluarlah dari jalanku
Tapi jalanlah ke sini
Kau kedatangan tamu. Bangun!
Dias!
Sepertinya, sekarang aku tawanan asli.
Anda lebih cocok bersama pedang besi ketimbang jeruji besi.
Bagaimana kondisi Kesatria Orleans?
Tak banyak yang bisa diharapkan, jika kaptennya sendiri tertangkap, ya.
Dias, kupercayakan Kesatria Orleans padamu.
Andalah kaptennya!
Aku bertemu dengan Jeanne.
Jeanne?
Dia belum jua berubah.
Kesatria Orleans pasti akan bangkit lagi.
Bersama Jeanne, kita bangkit bersama.
Baiklah. Kita bertiga akan menjayakan kembali kesatria.
Sono, noh! Rumahku yang di sana itu.
Oi!
Aku pulang!
Nina! - Nina!
Bukan Nina, tapi kakak!
Nina! Gimana kabarmu? - Bulek, Nina kembali!
Oh, Piyo-piyo! Mora ini bernama Piyo-piyo!
Kenapa Piyo-piyo (Ngintip-intip)?
Entahlah, tapi imut, 'kan?
Selamat datang, Nina.
Aku pulang. - Aku senang kamu pulang.
Aku ....
Ini temanku, Jeanne.
Jadi, itu pakaian yang lagi tren di Ibu Kota, ya.
Selamat datang, Nina!
Aku pulang!
Selamat datang, Nina!
Aku pulang!
Selamat datang, Nina! - Aku pulang!
Nina, selamat datang!
Aku pulang!
Jeanne, buruan!
Nanti kutinggal, lo!
Aku pulang, Nenek!
Ini sesepuh desa kami.
Ada apa?
Aku Jeanne D'Arc.
Dia bukan patung, lo.
Nina, kamu makin kurus.
Apa yang terjadi?
Yah, ini dan itu.
BTW, Nenek,
temanku, Jeanne, ngebet mau ke Negeri Para Dewa.
Dan Nenek pernah ke sana, 'kan?
Bisa kasih tahu caranya?
Tolonglah, Nenek!
Mau minum?
Takperlu, silakan. - Takperlu, silakan.
Dua ribu tahun silam, para dewa dan iblis bekerja sama ...
untuk menaklukkan Bahamut.
Dan aku membawa Dewa yang lelah ...
menuju negerinya di punggungku.
Nah, ini! Aku suka cerita ini!
Lihat itu.
Seperti itulah penampilanku dulu.
Keren, 'kan? Bikin klepek-klepek, toh.
Nenek, kau baik-baik saja?
Takmungkin semuanya muat di punggung mungilmu ini.
EGP! - Njir, marah!
Hei, Nina!
Aku harus menuju Negeri Para Dewa!
Aku memohon sangat bantuanmu!
Maaf, Nenek!
Tolonglah!
Nenek! - Aku mohon!
Nenek?
Dia tidur.
Kalau sudah tidur, dia mustahil dibangunkan.
Kita balik besok 'aja.
Ini menakjubkan.
Airnya hebat, lo.
Berkhasiat penyembuhan dan menghilangkan letih, noh.
Hei, Jeanne, apa ayahnya Mugaro ganteng?
Pasti, dong! Hebat kamunya, Jeanne.
Aku tidak melihat beliau seperti itu.
Beliau, katamu? Dasar porno.
Rasanya berbeda dari cinta atau sejenisnya.
Eh? Tapi katanya anak itu buah dari cinta.
Aku tahu dia masih memerhatikan El dan aku.
Itulah segalanya.
Bagaimana denganmu?
Eh? Aku?
Adakah pria yang mendapatkan hatimu?
Ada.
Berhubung aku berubah menjadi naga saat dekat pria ganteng,
aku tak begitu bisa dekat dengan orang seperti itu.
Tapi, hanya dengan dia, aku bisa dansa bersama.
Aku merasa nyaman saat bersamanya.
Aku benar-benar bahagia dibuatnya.
Aku sampai merasa terlahir untuk berdansa dengannya.
Apa ini cinta pertamamu?
Ya, mungkin.
Menakjubkan itu.
Seperti apa cinta pertamamu?
No comments yet. Be the first to leave one.