The first 200 lines.
Aku tak pernah melihat yang seperti itu.
Itu membingungkanku secara positif.
Itu akan menjadi topik pembicaraan.
Sangat canggung.
Ada beberapa poin yang sangat tak nyaman bagiku.
Saat kulihat seluruh pertunjukannya,
orang-orang sungguh bingung dan terkadang marah.
Itulah seni, Sayang.
KOMEDI SPESIAL NETFLIX ORIGINAL
TEPUK TANGAN
PROTEIN WHEY
Siapa yang mau LaCroix?
Ya? Baiklah.
- Kau, Pak. - Terima kasih.
Apa kabar? Sama-sama.
Ada lagi? Ya?
Baiklah, siapa lagi? Ada yang mau di sana? Ya.
Hanya bercanda. Bisa kau oper ke belakang?
Ya.
Ambil satu dan oper. Kalian tahu harus bagaimana.
Kau, Nona?
Kawan? Kau membawa barang berat.
Baiklah.
Baiklah.
Pada hitungan ke-12...
kita akan minum ini.
Yang pertama selesai...
bisa berbuat sesukanya...
kepada siapa pun yang dia mau...
di ruangan ini.
Satu...
dua...
dua belas!
Halo?
Siapa yang menang?
Aku!
Kurasa itu artinya aku bisa melakukan...
apa pun yang aku mau...
kepada siapa pun yang aku mau...
di ruangan ini.
Bolehkah?
Tidak.
- Tidak? - Tidak.
Baiklah.
Bolehkah?
Ya, silakan.
Padat.
Kita hanya perlu bertanya.
Apa kau nyaman dengan itu?
Ya.
Dia nyaman dengan itu karena aku...
- Bertanya. - bertanya. Bagus sekali.
Karena kita hanya perlu...
- Bertanya. - bertanya. Baiklah.
Bolehkah?
Tentu.
Astaga.
Sepanjang apa itu, 22 cm?
Kurang lebih?
- Kurang lebih. - Kurang lebih.
Kurang atau lebih?
- Apa kau nyaman dengan itu? - Ya. Terima kasih sudah bertanya.
Sama-sama.
Dia nyaman dengan itu karena aku...
- Bertanya. - bertanya.
Karena kita hanya perlu bertanya.
- Bertanya. - Bertanya.
Bagus sekali. Kini kalian mulai paham.
Baiklah.
- Beri aku A! - A!
- Beri aku S! - S!
- Beri aku S! - S!
- Beri aku K! - K!
- Apa artinya? - Bertanyalah.
Bertanyalah.
Bertanyalah.
Bertanyalah.
Bertanyalah.
Bertanyalah.
Bertanyalah.
Bertanyalah.
Bertanyalah.
Dia tak...
- bertanya. - Bertanya!
Angkat tangan kalian!
Bertanyalah!
Bertanyalah!
Bertanyalah!
Kapak!
Kapak!
Kapak.
Kapak.
Kapak.
Kapak.
Kapak.
Kapak.
Kapak.
Kapak.
Mantan pacarku...
dia...
Dia baru saja putus denganku.
Kutanyakan semua hal kepadanya.
Aku bertanya sebelum menciumnya.
Aku bertanya sebelum memberinya oral seks.
Sial.
Aku merindukan kaserol tuna itu.
Aku...
Aku bahkan memintanya...
menerima cincin nenekku.
Namun, dia menolak.
Ayolah, Nate.
Ekspresikan dirimu.
Ayolah, Nate.
Ekspresikan dirimu.
Ternyata begitu rasanya menangis.
Entah apa aku akan menemukan cinta lagi.
Meskipun, aku mulai memperhatikan guru seniku, Bu Jackson.
Aku mengambil kelas Melukis Malam Dewasa di sekolah menengah setempat.
Kalian tahu tempatnya.
Jadi, kurasa aku butuh saran dalam membina hubungan.
Ada yang menjalin hubungan di sini?
Siapa yang hadir bersama pasangan?
Siapa yang hadir bersama pasangan?
Terus angkat tangan kalian.
Coba kulihat.
Kau menunjuk mereka?
Kalian berdua?
Apa kalian bersama?
- Ya. - Bagus.
- Apa kabar? - Bagus. Apa kabarmu?
Aku baik-baik saja.
Sedikit patah hati, tapi baik.
Pertama-tama, apa kabar, Bung?
- Aku Nate. - Aku Noah.
- Apa? - Noah.
Noah, senang berkenalan.
- LaCroix? - Tentu.
Silakan.
Jadi, sudah berapa lama kalian bersama?
Tujuh bulan.
Tujuh bulan?
Itu luar biasa.
Jadi, apa yang diperlukan untuk menjaga hasrat di antara kalian?
Tawa...
kejujuran.
Tawa dan kejujuran.
Baiklah. Akan kuingat itu.
Maaf. Aku belum tahu namamu.
Tadi kau tak bertanya, tapi aku Helen.
Ya, maaf aku tak bertanya kepadamu.
Namamu Kellen?
Yang benar Helen. H-E-L-E-N.
- Helen? - Ya, kau benar.
Mungkin tadi aku tak paham karena sebenarnya diucapkan "He-lain."
Itu bahasa Gaelik.
Namun, terserah. Itu namamu. Ucapkanlah sesukamu.
Meski kau salah mengucapkannya.
Aku...
Aku tahu karena nama mantan pacarku adalah Helen.
Jadi...
Itu gila.
Itu nama yang langka.
Dari mana asalmu?
Mount Vernon.
- Mount Vernon, New York? - Ya.
- Lahir dan besar di sana? - Ya.
Sulit kupercaya.
Itu gila. Mantan pacarku, Helen...
dia lahir dan besar di Mount Vernon, New York.
Itu sungguh gila.
Apa pekerjaanmu?
Saat ini, aku tak bekerja.
Tak apa-apa. Apa pekerjaan lamamu?
- Aku bekerja di galeri. - Kau bekerja di galeri?
- Ya. - Melakukan apa?
Menjadi asisten.
Asisten dari...
Galerinya.
Dari galerinya?
Apa nama galeri itu?
Namanya Ghebaly.
Ghebaly?
Sulit kupercaya.
Astaga!
Itu sungguh gila. Mantan pacarku, Helen...
dia sedang menganggur...
tapi dulu dia asisten di galeri...
bernama Ghebaly.
Itu sungguh gila.
Baiklah.
Ini agak gila, tapi entah kenapa aku menanyakan ini.
Namun, ikuti aku saja sebentar, ya?
Uber atau Lyft?
Aku menggunakan Lyft.
- Lyft? - Ya.
Sulit kupercaya.
Mantan pacarku, Helen...
dia terobsesi dengan Lyft.
Karena itu tato ini kubuat.
Bisakah kau...
No comments yet. Be the first to leave one.