The first 200 lines.
Hei, Mac.
- Apa? - Kau mau cari tempat lain?
Apa sepertinya aku butuh tempat lain?
- Pergilah. - Pesta ini payah.
Siapa dia?
Dia adikku, Skinny.
Benar sekali.
- Apa kabar? - Hei, apa yang kau lakukan?
- Nanti saja aku kembali. - Apa? Jangan...
Aku bersumpah, kau pasti memiliki semua gen resesif keluarga.
Resesif apa?
Para wanita ke sini hanya untuk bersenang-senang. Itu saja.
- Seperti itukah, Skinny? - Ayo pergi. Di mana Tyler?
Menurutmu di mana?
- Kau mau apa dengan pacarku? - PJ, kami cuma menari.
- Diam, Yvette! - Hei, Jalang.
Aku tak lihat ada namamu di dirinya.
PJ!
Lepaskan!
Lebih baik pikirkan ulang strategimu.
Baiklah.
Ayo pergi, Tyler. Skinny, ayo!
Tyler, ayo! Skinny, cepat!
Lepaskan aku!
Kenapa kau terus mendorongku?
Tyler, cepat.
Kau sudah buat ulah, ya?
- Bukan aku yang mulai. - Selalu berkelahi tanpa selesai.
Ya, sebaiknya bawa pistol, kutunjukkan padamu.
Diam, kau. Aku mau tanya.
Apa karena kau kulit putih lalu bisa bertindak seenaknya?
Kau menyadarkanku, Montel.
Mungkin aku Montel, tapi kau yang selalu seperti Jerry Springer.
Coba dengar. Kau Montel, kau Jerry Springer, dan aku...
- Jenny Jones. - Bukan. Dia seperti Ellen.
Kecuali Ellen lebih sering dapat pacar dibanding dia.
Diamlah.
Aku tak percaya kau berkelahi dengan PJ.
Tunggu sebentar. Itu PJ.
- Apa yang dia lakukan? - Skinny, apa yang...
Apa yang kau lakukan?
Apa hanya aku yang ingin kita tidak terbunuh?
Aku tidak takut padanya.
Lalu kau tunggu mobilnya menjauh untuk kau lempari?
- Itu berani sekali. - Aku tak takut pada siapa pun.
Aku tak takut padamu juga sama sekali tak takut padamu!
- Lalu kenapa kau kabur? - Kulempar kau.
Kau meleset.
- Ayolah. - Jangan bergerak.
Ayo, aku kenal tempat ini.
Ini sekolah.
- Tidak seperti sekolah. - Ini sekolah. Kutunjukkan padamu.
Skinny!
- Kau biarkan dia masuk? - Dia adikmu. Kejar dia.
- Ayo. - Aku tak akan masuk ke sana.
Ayolah!
Kenapa kau lakukan itu?
- Seperti museum. - Ini bukan museum.
Lihat, Skinny benar. Ini memang sekolah.
- Sekolah seni. - Sudah kubilang.
Lalu siapa muridnya?
Sepertinya anak-anak orang kaya.
Lihat pria ini.
Mereka kelihatan manis tanpa kaus.
Celana ketatnya seperti hanya dicat semprot.
Mereka juga pamerkan ototnya yang sangat bagus.
- Bukan, aku hanya... - Jangan sentuh aku.
- Mac, maksudku... - Jangan sentuh aku.
Maksudku, tubuh mereka bagus. Itu saja.
- Kau harus segera punya pacar. - Aku punya pacar.
- Hanya saja tak kutunjukkan padamu. - Kenapa?
Karena aku tak ingin kau merebutnya.
- Apa maksudmu? - Hei, lihat ini!
- Lihat tempat ini. - Di sekolah kita tidak ada.
Itu karena sekolah kita miskin!
Hei, tunggu!
Anak-anak kaya ini punya segalanya.
Tempat apa ini? Seperti taman bermain.
Figaro, figaro, figaro.
Lihat barang-barang ini.
Ayo kita pulang.
Ayolah, itu tak sengaja.
Jangan khawatir. Anak-anak kaya sanggup menggantinya.
Lihat.
Lihat, lihat!
Aku menantangmu.
Aku menang!
Itu tidak lucu!
Sudah bersenang-senang?
- Lepaskan aku! - Kau ikut denganku.
Lepaskan aku.
Aku tak melakukan apa pun. Lepaskan!
Cepat pergi!
- Ty! - Pergilah! Pergi!
- Mulia sekali. - Diam, Polisi Sewaan!
Menerobos masuk. Perusakan di Sekolah Seni Maryland.
- Kau murid di sana? - Bukan.
Kau pernah disidang beberapa kali. Di mana orang tua angkatmu?
Bisa kau jawab?
Entahlah. Kurasa ibu angkatku sedang kerja.
Tn. Gains, begini aturannya.
Kau merusak, kau bayar.
200 jam pelayanan sosial...
Di tempat kejadian, Sekolah Seni Maryland.
Aku ke sini secepatnya.
- Kami pulang! - Dia dapat hukuman apa?
200 jam pelayanan sosial.
Dia tak akan berhasil. Dia tak pernah betah di mana pun.
Apa pedulimu? Kau dapat cek setiap bulan.
- Anak-anak, cuci tangan. - Apa katamu?
Pelan-pelan. Kau membuat dia pusing.
Padahal dia tidak mabuk.
Ayolah. Kita makan malam yang tenang sebelum aku berangkat kerja.
Aku tidak lapar.
Apa kau akan dipenjara?
Berapa kali aku bilang untuk ketuk pintu?
Sebab ayahku di sana. Di Supermax.
Tapi dia lebih suka di Jessup.
Camille, aku tak akan dipenjara.
Tapi mereka bisa penjarakan aku jika kau tak mulai ketuk pintu.
Keluarlah.
Permisi.
Kami berharap penggalangan dana bersamaan dengan acara musim gugur.
Sehingga kami tak bisa melakukannya di hari Jumat.
- Aku Tyler Gage. Aku di sini... - Masuk, Tn. Gage. Duduklah.
Pindahkan saja acaranya ke bulan Maret dan berharap pers datang.
Terima kasih, Denise.
Kulihat kau penuh dengan penyesalan.
Kau tak tahu akibat perbuatanmu, ya?
Ya. 200 jam.
Sebenarnya ada lebih dari itu.
Kebanyakan murid kami dapat beasiswa.
Biaya perbaikan atas kerusakan yang kau buat...
Setara dengan biaya sekolah satu murid.
Kau paham apa artinya?
Kau telah membuang masa depan seseorang.
Maaf.
Aku di sini hanya untuk melakukan hukumanku.
Di sini tertulis jam sekolahmu selesai pukul 14.00.
Atas perintah pengadilan, kau wajib lapor...
Dan tetap di sini sampai pukul 17.30.
Sekarang ikuti aku, Tn. Gage...
Ada seseorang yang ingin sekali bertemu denganmu.
- Pak McCaffery. - Direktur Gordon.
Ini Tyler Gage. Pegawai magang barumu.
Aku ingin laporan harian aktivitas dia.
Baiklah. Silakan.
Empat, lima, enam, lalu satu...
Dua, tiga, empat, lima, enam.
Siapa itu?
Ayolah, dia tampan.
Bukankah kau sudah punya pacar?
Ya. Dan pacarku akan menghargai selera bagusku.
Terima kasih.
Hai.
Hai.
Lima, enam, tujuh, delapan.
Bagus, Anak-anak.
- Sampai jumpa di geladi, Andrew? - Ya, sampai jumpa.
- Hei, Sayang. - Hei.
- Mau kutemani ke kelas? - Ya, aku ke loker dahulu.
Baiklah.
- Apa kabar? - Baik.
- Bagaimana pelajarannya? - Baik.
Teman-teman, itu tukang sapu yang baru?
Bukan. Dia yang merusak ruangan teater.
Benarkah?
Aku suka pria berseragam.
Hei, Tukang Sampah!
- Setelah itu, bisa cuci mobil? - Hati-hati dengan mobil itu.
- Aku tahu itu mobil orang. - Tentu saja.
Makanya kami bawa ke sini untuk kau antar ke rumah Omar.
Pastikan dia bayar mobil terakhir yang kami bawa.
- Apa kabar, Bung? - Lihat benda ini, Bung.
Bumpernya dari plastik.
Bagaimana gadis-gadis di sini?
Astaga, mereka mirip gadis-gadis di video Candy Shop.
Penampilannya mirip, tapi cara menarinya tidak.
Benarkah? Jadi, kau sudah mendekati mereka?
Ayolah, tentu saja. Aku seperti...
Benarkah? Itu yang kau tunjukkan?
- Jadi begitu? - Bagaimana balasan mereka?
Setelah itu kau bagaimana?
Astaga, bisakah kau berhenti sejenak memikirkan malam pertunjukan itu?
Itu bukan acara biasa. Itu segalanya.
Nora!
Aku punya lagu untuk pertunjukan nanti.
Tempo dan ritmenya sama seperti musikmu sekarang.
Tapi aku yakin, ini akan membuat tarianmu lebih bagus.
- Lebih bagus? - Ya.
Terima kasih, Miles.
Nora, dengar. Tunggu.
Bukan berarti kau belum bagus.
Berhentilah selagi bisa, Miles. Berhenti saja.
Dan kau, berhentilah dan tarik napas.
Karena kau mulai membuatku gelisah.
- Aku tahu, aku cuma tertekan. - Baiklah.
Kau butuh istirahat. Colin tampil hari Sabtu malam.
Kau harus tenang, karena sudah lama kau tak menghadirinya.
Tunggu. Siapa Colin?
No comments yet. Be the first to leave one.