Release info

Yokohama BJ Blues (1981) [WEBRip] INDONESIA by madeinheaven6666
A Commentary by madeinheaven6666
Akses Film Lainnya Dari Saya Di Telegram: t.me/bymadeinheaven6666

Tags

webdl
Published on: 2026-03-17
Downloads: 26
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

PERSEMBAHAN TOEI COMPANY FILMS

Tolong berhenti... Tolong.

Selamat pagi.

Kau telat, sialan.

Maaf.

Makanya band Jepang susah maju. Nyanyi!

Yang nonton juga sepi begini.

Y O K O H A M A B J B L U E S

Berdiri di bawah hujan tanpa payung.

Sendirian dan agak mabuk... sayang, aku tak peduli.

Saat kuingat kembali, kulihat lipstik merahmu.

Aku bisa melihat... kau sedang menangis.

Tak ada harapan untuk esok, bukan untuk kita...

di kota kelabu yang kotor ini.

Kucoba dengar blues duduk di bar.

Rasanya ada yang hilang, bahkan tak bisa mabuk.

Foto lama yang pudar mengingatkanku pada semuanya.

Jantungku berdebar lagi yang kutahu cuma semu.

Tak ada harapan untuk esok, bukan untuk kita...

di kota kelabu yang kotor ini.

Bangku bar yang sama seperti biasa.

Bersandar di dinding menenggak gin.

Wajah-wajah teman lama melintas di pelupuk mataku.

Apa lagi yang bisa kukata... aku tak berhenti menangis.

Tak ada harapan untuk esok, bukan untuk kita...

di kota kelabu yang kotor ini.

Tak punya mobil?

Tak mampu beli.

Jalan kaki terus?

Iya.

Sepatu cepat habis.

Memang begitu.

Disiplin sekali! Anak buahku harusnya begitu.

Mereka pasti kelimpungan kalau mobilnya kusita.

Punya usaha?

Tidak.

Tanpa biaya pegawai. Aku iri.

Masuk akal juga cara pikirmu.

Pegawai itu mahal.

Uangku harus kupercayakan pada pegawai tak becus.

Itu bagian tersulitnya.

Aku paham.

Sebagai pemilik, aku juga harus pasang wajah dingin...

Aku sempat buat potret diri.

Sama sekali tak kusukai.

Aku suka memberi kesan.

Katanya aku terlihat bagus di bawah sinar matahari pagi.

Ah, bercanda kau...

Aku memang punya garis rahang yang bagus!

Kudengar kau bisa menyanyi.

Ya.

Profesional?

Belum juga.

Lumayan menghasilkan?

Makan dan minum gratis di bar...

Kadang dapat tip. Ya segitu saja.

Agak menyedihkan... ya.

Ya, memang menyedihkan.

Umurmu berapa?

Tiga puluh satu.

Maaf sudah terlambat.

Kondo Akira.

Sudah sembuh dari flu?

Jaga kesehatan. Menular, lho.

Menurutmu bagaimana?

Jangan ragu. Pendapatnya berharga.

Dia karyaku, ‘kecantikan kristal’.

Ada satu pertanyaan. Siapa nama ibumu?

KONDO Kozue.

Dia mencarimu. Kau pergi dari rumah enam bulan lalu.

Dia menginap di hotel dekat sini.

Mau menemuinya?

Kalau begitu... ada pesan?

"Biarin aku sendiri." Sebagai laki-laki...

‘Sebagai laki-laki’...?

Maksudmu ‘sebagai anak laki-laki’?

Sebagai anak... aku menikmati yang kulakukan.

Begitu ya. Akan kusampaikan.

Jangan konyol, sampai segitunya gugup.

Lihat, kau sampai berkeringat.

Simpan keringatmu untuk nanti malam.

Pulanglah dan istirahat.

Maaf merepotkan.

Akan kusuruh dia menulis surat atau semacamnya.

Padahal tak ada perang, tapi banyak pembelot di Jepang.

Dan hidup mereka terlalu dilindungi.

Aneh juga, ya?

Permisi.

Ya.

Permisi...

Boleh pakai toilet?

Silakan.

Maaf mengganggu.

Adios.

Ini bikin kesal.

Kalau mau bicara soal keluarga, langsung saja ke kantor.

Jangan dibikin rumit.

Paham maksudku?

Hei!

Tisu toilet! Tisu!

Dasar bego!

Kenapa?

Mana tisu toiletnya?

Mana aku tahu.

Habis berak tanpa tisu itu paling sial!!

Pergi beli sana! - Ya, sekarang!

Tisu toilet!

Hai.

Bagaimana?

Ya... Silakan duduk.

Jadi... saya sudah menemuinya...

baru saja.

Nanti akan saya buat laporan.

Dia baik-baik saja?

Ya, dia terlihat sangat baik.

Terima kasih.

Boleh saya menemuinya?

Begini...

Untuk sementara dia ingin sendiri dulu.

Dia senang dengan pekerjaannya sekarang.

Saya sudah menduganya.

Dia bekerja apa?

Perusahaan dagang...

eh... kecil, modalnya 3 juta yen... sekitar 60 karyawan.

Dia sopir sekaligus serabutan.

Semacam posisi serba bisa. Apa pun dia kerjakan.

Dia serius menjalaninya?

Sepertinya begitu... maksud saya, ‘sepertinya’ karena saya tak yakin.

Kalau saya minta dia pulang, apa tidak apa-apa?

Saya tak bisa menjawab itu.

Ini... nomor telepon atasan anak Anda.

Ayahnya dulu... tiba-tiba menghilang dari kota... tanpa kabar.

Orang-orang bilang... kota pelabuhan bisa mengubah seseorang.

Berapa yang harus saya bayar?

Cuma dua hari. Uang muka Anda sudah cukup.

Baiklah... terima kasih bantuannya. - Sama-sama.

Tolong bilang padanya agar menjaga diri...

Tapi saya tak akan mencarinya lagi...

Saya tak akan pernah mencoba... menemuinya lagi.

Dulu waktu masih muda aku benar-benar bandel.

Kalau orang membicarakan masa itu, mata mereka menerawang jauh.

Jaket kulit lamaku... dari hari-hari gila itu...

memudar seperti barang loakan.

Saat kupakai, aku tahu angin... pasti bertiup.

Jangan menoleh ke belakang... apa gunanya?

Jangan menoleh ke belakang... waktu itu takkan terulang.

Saat kesedihan melunak... dan sisa getir itu...

tak lagi setajam dulu... yang tersisa hanya kelembutan.

Halo...

Selama kita masih hidup saat ini adalah satu-satunya yang kita punya.

Selama kita masih hidup saat ini adalah satu-satunya yang kita punya.

Halo....

Ya...

Ada apa?

Bisa kita buat nanti saja?

Oke.

Hei.

Beniya masih saja tidak menyukaimu.

Sebagai detektif swasta yang punya harga diri, itu justru membuatku bangga.

Keluargamu mengganggumu?

Mencoba memeras uang darimu.

Kau salah paham.

Ada yang bisa kubantu?

Aku sempat terjepit, jadi mereka memberiku sedikit peringatan.

Benarkah... semuanya baik-baik saja?

Terima kasih sudah peduli. Kau memang selalu terlalu khawatir.

Kau tidak berubah.

Dulu di South Bronx...

kami selalu minum ini...

dengan popcorn.

Waktu itu, sepuluh sen sehari sudah lebih dari cukup.

Sudah sepuluh tahun?

Tak banyak yang berubah.

BJ...

Aku... mengundurkan diri dari kepolisian.

Kau serius?

Kepala memanggilku.

Aku akan segera menghadapi sidang.

Aku terlalu jauh terlibat dengan keluarga itu.

Aku tahu ini akan terjadi.

Lebih baik aku mengaku saja dan keluar.

Aku akan dipecat... tapi setidaknya... aku tidak akan dibunuh.

Ini lebih baik untuk Tamiko. Dia sudah kelelahan.

Ini terlalu berisiko.

Ini soal keluarga itu. Mereka punya mata-mata di mana-mana.

Mereka ingin membunuhku.

Itu sebabnya aku menemuimu... di tempat terpencil seperti ini.

Dia... aman?

Beberapa hari terakhir... dia berada di tempat yang aman.

Lalu kenapa tidak langsung menghadapi sidangnya?

Aku ingin sekali, hanya saja... kepala bilang tidak.

Ada informasi dari Hong Kong...

bahwa keluarga itu akan melakukan pengambilan narkoba segera.

Kepala... bilang dia bisa memanfaatkannya...

di sidang nanti agar posisiku terlihat lebih baik.

Niatnya memang baik.

Tapi itu akan membuatku... langsung jadi sasaran... keluarga itu.

Masalahnya... aku tak punya cara untuk mencari tahu...

tanggal atau waktu transaksinya.

Awas!

Yokohama BJ Blues subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left