The first 200 lines.
Sampai bertemu lagi, Semoga Tuhan melindungimu
di telapak tangan-Nya.
Iblis, hentikan, Iblis!
Tuhan memaksamu, keluar!
Kuasa Tuhan memaksamu!
Kuasa Tuhan memaksamu!
Sains, sains ingin menjelaskan hal ini
seolah-olah ini penyakit mental.
Tapi, boleh aku bertanya, apa penyakit mental itu?
Apa hanya diagnosa medis
gangguan kejiwaan?
Atau tidak lebih dari pola perilaku
yang dapat menyebabkan kesedihan atau penderitaan yang luar biasa?
Atau, mungkin penyakit mental adalah sesuatu
yang jauh lebih jahat,
seperti rongrongan Iblis
ke dalam pengalaman manusia.
Yang kita tahu, penyakit mental itu
bisa saja kelainan DNA.
Yyang diwariskan dari generasi ke generasi
dalam keluarga yang tertular.
Staf rumah sakit tidak dapat mendiagnosa pasien ini.
Ironisnya, seorang pekerja pemeliharaan
mengenali tanda-tanda kerasukan Iblis
dan menyarankan dokter mencari pengusir Iblis.
Dapat dibayangkan, nasihat ini tidak diterima baik.
Bayangan gelap ini bukanlah tipuan fotografi.
Bayangan gelap ini bukanlah Photoshop.
Foto ini sama sekali tidak diubah.
Pria ini sudah mati.
Dia mati karena perbuatan jahat
Iblis itu sendiri.
Izinkan aku mengajukan pertanyaan ini padamu.
Mungkinkah pewarisan kerasukan Iblis
juga menjadi masalah generasi
yang diwariskan melalui keluarga?
Aku telah melakukan ratusan pengusiran setan
dalam 30 tahun terakhir, dan menurut pengalamanku,
kebanyakan dari kerasukan Iblis ini
adalah insiden terisolasi.
Aku terisolasi dari individu tertentu yang kurang beriman,
yang menjalani hidup tanpa kehormatan atau integritas,
meninggalkan pintu gerbang kejahatan dan masuki jiwa mereka.
Saat berhadapan dengan kuasa jahat,
tidak ada...
Astaga
Ya Tuhan, aku bangun dan melihat cahaya-Mu
karena kau menjagaku sepanjang malam ini.
Dan padamu kutengadahkan tanganku berdoa.
Jagalah aku dari dosa hari ini.
Dan jika aku mati sebelum itu selesai,
selamatkan aku melalui Yesus Kristus, Putramu.
Maddie?
Maddie, kau di rumah?
Maddie, Maddie, Maddie, Maddie.
Bangunlah.
Aku baru mengalami mimpi yang sangat buruk.
Sesuatu yang buruk terjadi pada Pastor Peter.
Tolong.
Ya Tuhan.
Tragedi melanda hari ini selama
pengambilan gambar film dokumenter di Kota Vatikan.
Gereja Katolik mengatakan
bahwa ini adalah wawancara inovatif
dengan salah satu dari sedikit pengusir Iblis yang tersisa
di dunia, Pastor Peter Campbell,
dari Tulsa, Oklahoma.
Sayangnya, tidak ada yang selamat.
Pihak berwenang berspekulasi bahwa ini
mungkin serangan teroris.
Namun, anggota gereja
menyangkal pemikiran itu. / Tidak, tidak!
Kejadian ini memang menimbulkan pertanyaan,
Apa Gereja Katolik sekarat?
Maddie, kumohon!
Ya Tuhan, mereka yang mati masih hidup di hadapanMu.
Hidup kami berubah, tapi tidak berakhir.
Josephine.
Kau harusnya tidak berada di sini.
Maaf, aku cuma...
Pastor Peter mencintaimu lebih dari
yang kau bayangkan, Josephine.
Dia dia akan selalu bersamamu.
Serius?
Ya.
Aku sedang memasak steak favorit Pastor Peter
untuk mengenangnya.
Baunya enak, bukan?
Jujur baunya tidak enak sama sekali.
Ini bahkan tidak terlihat bisa dimakan, Maddie.
Kau butuh darah Kristus.
Maddie, kenapa kau bisa begini?
Aku merasa tidak bisa bernapas.
Pastor Peter tiada.
Kita tidak akan pernah melihatnya lagi.
Kita tidak punya siapa-siapa.
Kita bukan siapa-siapa, tidak punya keluarga.
Bagaimana kau bisa mengatakan itu?
Kita saling memiliki.
Kita selalu saling memiliki.
Kita beruntung, kita sangat diberkati
ada Pastor Peter dalam hidup kita
selama ini.
Bisakah kita bicarakan
sesuatu yang membahagiakan? Karena kau
perusak kesenangan.
Ingat saat kau masih sangat muda.
Kau sangat imut!
Dan kau sangat takut
masuk ke kamar Sister Catherine karena...
Ya ampun, kau ingat itu?
Kita pikir ada sesuatu
yang tinggal di bawah ranjangnya.
Lalu kau menamainya.
Vincent!
Vincent nyata, Maddie.
Lihat?
Kenangan indah.
Ya.
Ya.
Dan aku tahu
kau mengada-ada
agar kita tidak perlu
tidur di biara. / Aku tidak bohong.
Vincent sangat nyata.
Sangat nyata.
Tapi mungkin aku tidak terlalu ingin
tidur di biara juga, jadi...
Aku sangat bersyukur.
Kau dan aku?
Kita akan melalui ini bersama, bukan?
Tentu saja!
Maddie.
Maaf, ya.
Ya, tentu kita akan melalui ini bersama.
Aku sayang kau.
Aku sayang kau.
Dengan segalanya.
Ini terlihat enak.
Sudah siap.
Siapapun yang melakukan ini pada Pastor Peter,
mereka harus membayar mahal.
Aku turut berbela sungkawa.
Terima kasih.
Pastor Peter juga temanku.
Boleh aku duduk?
Kami dulu menyajikan makanan panas
di misi bersama Pastor Peter.
Aku tak pernah melihatmu.
Kau sangat baik hati melayani komunitas.
Kau dulu pendeta.
Itu sudah lama sekali.
Tunggu, sepertinya aku pernah dengar tentangmu.
Kau Pastor Marco?
Pastor Peter bercerita tentangmu
dan bagaimana kau tinggalkan gereja saat...
Itu sangat sulit bagimu.
Ya, memang begitu.
Tempat ini belum berubah.
Tamannya perlu sedikit perawatan.
Ada ponsel?
Ya.
Ambil nomorku.
Kurasa tidak.
Kau akan butuh.
Untuk apa?
Aku kenal ibumu.
Saat Pastor Peter mati, aku merasa terdorong
menghubungi kalian.
Berikan saja ponselmu. Percayalah.
Kenapa dia harus mempercayaimu?
Bagaimana kau kenal ibu kami?
Ini, tak apa-apa.
Apa yang kau pikirkan?
Tetap saling terhubung.
Itu hal terbodoh yang pernah kau lakukan.
Pelan-pelan.
Mau tambah?
Tidak, terima kasih.
Hei pasti kau muak mendengarnya.
Tapi aku turut berduka atas Pastor Peter.
Terima kasih.
Kau bahkan tidak bisa pergi ke gereja lagi
tanpa cemas diledakkan.
Maaf.
Itu tidak baik.
Jo!
Jo, tak apa-apa.
Tidak apa-apa, Kau baik saja.
Tarik napas dalam-dalam.
Hector, bantu aku. Tolong...
...bawa dia ke belakang.
Dia perlu berbaring sebentar.
Kau akan baik saja.
Baiklah, semuanya, Kembali ke semula.
Minuman berikutnya traktiranku.
Pastor Peter, aku butuh kau dan Pastor Marco.
Ini istriku.
Iblis ada di dalam dirinya.
Tricia, tolong jangan sakiti anak itu!
No comments yet. Be the first to leave one.