Specials

Release info

Heart Surgeons 2018 E26 720p WEBRip-ALF
A Commentary by alfky
VIU WEBRip only

Tags

webrip
web
720p
720
BRip
Published on: 2018-11-08
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tolong antarkan Pasien Hwang In Tae untuk pindai CT.

Baik, Pak.

Tae Soo, kamu melihat ke mana Seung Jae dan pemagang itu?

Mereka di ruang santai staf beberapa menit lalu.

Aku tidak melihat mereka. Kenapa kamu bertanya?

Aku ingin memberi mereka ini.

- Untukku mana? - Kamu punya aku.

Omong-omong, kita ada operasi yang dijadwalkan untuk VIP hari ini?

Untuk VIP?

Aku baru mendengarnya. Ada apa?

Tidak ada. Pasti bukan apa-apa.

Aku mau mencari mereka dahulu, ya.

- Semoga berhasil. - Sampai nanti.

Profesor Choi, berikan salam kepada Kandidat Han.

Anda sudah datang rupanya.

- Kita berjumpa lagi, Profesor Choi. - Ya.

Tolong operasi aku dengan baik.

- Ini pasti akan berjalan lancar - Tentu.

Aku memintamu merahasiakan ini.

Tenang saja, Pak.

Profesor Choi, kamu sudah mengimbau semua dokter yang akan berada

- di RO mengenai masalah ini? - Sudah.

Siapa yang akan membantu di RO?

Silakan beristirahat dahulu.

Kami akan membawa Anda ke RO di sore hari.

- Tolong persiapkan dengan matang. - Tentu.

Baiklah.

Profesor Choi.

Aku yakin itu operasi yang sulit.

Kerja bagus.

Ajudan Anda telah mengawal Anda selama 30 tahun.

Perlukah itu dilakukan?

Sebelum acara besar itu berlangsung,

aku harus menyingkirkan semua gangguan.

Beginikah cara Anda bertindak

jika ada yang menjadi gangguan?

Apa maksudmu?

Kamulah yang mengoperasi dia.

Aku bisa memasukkan VAD.

Kosongkan lantai ini sampai dia dipulangkan

agar tidak ada yang berjumpa dengan Kandidat Han.

Baik, Pak. Aku sudah mengurusnya.

"Sayap VIP"

- Profesor Choi. - Ya?

Ayo kita minum teh.

- Baik, Pak. - Aku juga mau minum teh.

Aku juga.

Kalian berdua bisa melakukannya di lain waktu.

- Mari. - Baiklah.

Baiklah.

Apa yang Choi Seok Han lakukan sehingga direktur melindungi dia?

Padahal awalnya direktur sangat ingin menyingkirkan dia.

Kini dia makin akrab dengan direktur daripada dengan mendiang direktur.

Kamu bilang hari-hari Profesor Choi tinggal hitungan jari.

Mana kutahu Kandidat Han akan memasang VAD di sini?

Lihat yang terjadi kepada ajudannya yang telah 30 tahun mengawalnya itu.

Kenapa dia memilih dioperasi oleh Choi Seok Han?

Ini sama sekali tidak masuk akal. Astaga.

Hei, kamu menginginkan jabatan kepala di departemenku?

Tidak ada gunanya memiliki jabatan ini!

Aku bahkan tidak bisa memasukkan VAD.

Apa yang bisa kulakukan sebagai direktur Perencanaan dan Koordinasi?

Kamu sebaiknya mencari tahu. Kamu menginginkan jabatanku?

Ya.

Begitu dia dipakaikan VAD hari ini,

waktu kita dua bulan.

Dalam dua bulan itu,

kita harus mencari jantung untuk operasi cangkok Kandidat Han.

Jika kita tidak mendapatkannya, kamu harus memberi dia jantungmu.

Ingat itu.

Tanpa Kandidat Han,

kamu hanya ahli bedah rendahan yang tangkas.

Anda sudah tahu?

Tahu apa?

Alasan Han Min Sik memintaku mengoperasi ajudannya.

Begitu bola salju menggelinding, itu tidak mungkin berhenti.

Pilihannya hanya dua, perlahan makin besar

atau hancur karena menabrak.

Kamu menyesalinya?

Bukankah kamu cukup menyesal saat menyelamatkan Yoon Soo Yeon?

Kamu hanya perlu fokus pada operasi hari ini.

Aku yang akan mengurus sisanya.

Anda ingin menjadi dokter macam apa?

Kurasa Anda tidak mengambil jalan pintas, tapi jalan yang salah.

"Unit Gawat Darurat"

Begitukah? Pasien pendarahan otak?

Tunggu. Biar kucari tahu dahulu.

Mereka bertanya apa kita bisa mengoperasi pasien pendarahan otak.

Halo?

Ruang operasi kami sedang tidak tersedia hari ini.

Kami tidak bisa mengoperasi pasien darurat malam ini.

Cobalah cari rumah sakit lain.

Maafkan aku.

Tidak bisa membuka ruang operasi sebelum tengah malam.

Saat mereka menelepon, jelaskan itu kepada mereka.

- Kirim mereka ke rumah sakit lain. - Baik.

- Dokter Nam. - Ya, aku ke sana.

Punggungnya terasa sakit.

Punggungnya mengalami cedera?

Ya, pinggulnya sudah lama sakit.

Tapi tiga hari lalu, dia bilang punggungnya juga sakit.

Punggungnya?

Dia bilang tidak bisa menahan rasa sakitnya hari ini.

Bu, biar kuperiksa.

Astaga, kenapa Anda menempelkan banyak koyok di punggung Anda?

Punggungku masih sakit meski sudah menjalani akupunktur

dan ditempelkan dengan koyok pereda nyeri ini.

Jelaskan rasa sakitnya kepadaku.

Rasanya sakit setengah mati.

Analgesik pun akan sia-sia.

Dada Anda tidak sakit?

Anda tidak merasa ada yang meremas tubuh Anda?

Entahlah.

Ini rasa sakit terburuk yang pernah kurasakan dalam hidupku.

Tekanan darahnya naik karena dia terus bicara.

Punggung Anda terasa sakit seakan-akan mau terkoyak?

Ya.

Ya, rasa sakitnya naik ke punggungku.

Rasanya seakan-akan ada yang memukul punggung Anda?

Bagaimana kamu tahu?

Astaga, Dokter.

Kumohon selamatkan aku.

- Berapa tekanan darahnya? - 160 per 100.

Beri dia obat yang bisa menurunkan tekanan darahnya.

- Dia harus menjalani pindai CT. - Baik.

"Nam Woo Jin"

Hei, Woo Jin.

- Benar? - Ya.

Ini diseksi Tipe A.

Aortanya robek, kita harus segera mengoperasinya.

- Aku akan naik ke ruang operasi. - Tidak bisa ke sana sekarang.

Apa maksudmu?

Kita dilarang menggunakan RO sebelum tengah malam.

Aku baru mendengarnya darimu.

Ini perintah atasan. Entah apa alasannya,

tapi mereka sedang menginspeksi semua ruang operasi atau semacamnya.

Pasien ini tidak bisa menunggu selama itu.

Tekanan darahnya pun tinggi.

Jika aortanya makin robek, otaknya juga akan dalam bahaya.

Berarti kita harus mengirim dia ke rumah sakit lain.

Kita bisa mengirim dia ke mana?

Entahlah.

Sudah bertahun-tahun, tapi tetap saja,

tidak ada rumah sakit yang bisa menerima pasien aorta.

Benar. Maka itu, kita harus mengobati mereka.

Tapi kamu akan mengoperasi di mana?

Aku akan mencari caranya. Tolong beri walinya penjelasan.

Ini pembuluh darah dari jantung yang disebut aorta.

Bagian dalam

aorta ibu Anda robek dari sini sampai sini.

Kondisinya sudah parah.

Jika pembuluh darah ini pecah,

peluang kematian akan naik satu persen per jamnya.

Apa?

Kita harus segera mengoperasinya sebelum itu terjadi.

Dokter. Tolong segera operasi ibuku.

Satu dokter sedang mencari cara untuk mendapatkan ruang operasi.

"Mencari cara"?

Rumah sakit sebesar ini tidak mempunyai ruang operasi?

Bukan seperti itu.

Aku yakin ibu Anda akan segera naik.

Ibuku bisa hidup asalkan dia dioperasi, bukan?

Ya. Tugasku

adalah merawatnya di sini sampai dia menjalani operasi.

Jangan khawatir.

Ruang operasi sedang diinspeksi. Anda tidak boleh masuk.

- Apa? - Kami diminta melarang orang masuk.

Ahli bedah tidak diizinkan masuk ke ruang operasi tanpa diberi tahu?

Siapa…

- Dokter Park! - Ya?

- Pak Kepala. - Ada apa?

Ada pasien diseksi darurat. Aku harus segera mengoperasinya,

- tapi ruang operasinya… - Diseksi?

Sudah kubilang jangan terima pasien sebelum tengah malam.

Kenapa kamu tidak mendengarkanku?

Dia datang ke UGD.

Kenapa orang itu harus sakit hari ini?

Memangnya ada inspeksi apa sampai menutup semua ruang operasi?

Itu…

Aku pun tidak tahu.

Mana mungkin kepala departemen tidak tahu? Itu kurang masuk akal.

Kenapa kurang masuk akal? Ini bisa saja masuk akal.

Kepala departemen tidak tahu semua hal.

Selain itu, siapa pula yang akan membantumu mengoperasi?

Aku yakin semua dokter yang bertugas pun sudah pulang.

- Apa? - Meski kamu memanggil mereka,

itu akan memakan waktu lama.

Tunggulah beberapa jam lagi.

- Pak. Ini diseksi. - Hei!

Kamu keras kepala…

Halo? Apa?

Baiklah. Aku segera ke sana.

Pergilah.

- Pak. - Ayolah…

Hai, Woo Jin.

Apa?

Setinggi apa tekanan darahnya?

Puncaknya di 180, lalu turun lagi.

Napasnya pun tidak stabil.

Jika terkena tamponade jantung, berarti aortanya makin robek.

More Indonesian subtitles for Heart Surgeons

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left