The first 200 lines.
Original English Sub by: THEJESTER77
Aku bersedia.
Aku bersedia.
Kau membuatku bahagia, sayangku.
Aku juga bahagia.
Aku berharap anakmu bisa hadir ke pernikahan kita ini.
Anakku sedang ada masalah.
Bagaimana dia bisa punya masalah jika memiliki ayah sepertimu?
Dia bermasalah justru karena memiliki ayah sepertiku.
"Dear Walter, foto pernikahanku dan ibu barumu.
Kami tak akan datang ke New York karena 2,9 juta alasan...
yang pasti kau tahu betul. Love, Ayah.
Salam untuk Cheap Girls. Mereka favoritku."
- Cantik sekali, ibu barumu. - Kami dulu punya firma hukum yang terhormat.
- Sekarang lihat dia. - Kelihatannya ia bahagia.
Dia yang mencuri uang, aku yang ditagih. Yah, kenapa kau lakukan itu padaku?
- Well, aku bisa lihat alasannya. - Malam, Walter.
- "Ibu Baru." Berapa umur gadis ini? - Selamat pagi, Walter.
Apa di Brazil tidak ada hukum? Apa mereka tidak punya polisi?
Jangan konvensional begitu.
Aku memang tipe yang konvensional.
Itu yang kuinginkan, konvensional.
Rumah kecil di pinggiran kota, dengan pagar putih...
mungkin seekor anjing, 2,4 anak-anak...
dan untuk melengkapinya... seorang istri. Maukah kau menikah denganku?
Walter...
Sayangku...
Aku sangat mencintaimu.
Tapi kenapa kita butuh selembar kertas dari New York itu?
Satu pengalaman buruk, cuma itu. Kau hanya mendapat satu kali pengalaman buruk.
Beri aku waktu lagi.
Okay.
Tapi aku tak bisa hidup begini terus.
Kau harus bercinta denganku.
Aku suka bagian ciumannya.
- Kau dengar itu? - Apa?
Seseorang baru saja masuk dari pintu depan.
Hati-hati, Walter.
Oh, Tuhan! Kau masih disini?
Kapalnya sudah merapat. Dia disini, kau keluar.
Siapa kau?
Maestro sudah kembali.
Kukira dia tak akan kembali sampai minggu depan.
Kau kenal Maestro. Dia biasa mengejutkan.
Apa yang kau bicarakan? Siapa pria ini?
- Kupikir aku dapat setahun. - Memang, tapi setahun sudah lewat.
Apa yang kau lakukan? Tidur terus? Tidak mencari apartemen?
Aku... sudah. Tidak dapat.
Yeah, benar!
Siapa yang sedang kita bicarakan? Siapa pria ini? Siapa kau?
- Aku bicara dengannya, dia tak menjawab. - Kapan dia datang?
Oh, mungkin semenit lagi, mungkin sejam lagi. Tapi dia pasti datang.
Dia yang sedang kau bicarakan, bukan? Si sinting itu kembali.
Ya!
Kukira ia sedang di Eropa.
Tadinya, dan sekarang dia kembali, dan kau keluar!
Oh. Baiklah. Maafkan aku. Dengar, guys...
biar aku bicara dengannya.
Mungkin kita semua bisa tinggal disini bersama-sama.
Tunggu. Tunggu. Tunggu sebentar.
Kau tidak sedang berhadapan dengan kasus amal disini.
Jika ini apartemennya, kami akan keluar.
Itu tidak masalah. Bisakah tinggalkan kami sebentar?
Tentu, aku mengerti. Selamat siang.
Apa yang akan kita lakukan?
Ini New York. Butuh waktu berbulan-bulan untuk mencari tempat tinggal...
bahkan walaupun kau kaya sekalipun. Dan kita bokek!
Kita habis, tak punya rumah, tak punya uang. Habis.
- Maafkan aku, Walter. - Tidak, tidak, tidak. Ini bukan kesalahnmu.
Kita berdua tahu dia pasti kembali.
Hanya saja kita terlalu bahagia belakangan ini.
Jack bisa membantu kita.
Bukankah Jack sedang di penjara?
Tidak. Tidak, dia keluar dengan jaminan.
Jack adalah agen real estate yang sempurna.
- Well, selama kita bersama... - tak ada hal buruk yang akan terjadi.
- Selamat pagi, kantor Realty. - Oh, ini dia tempat yang indah.
Hanya 8 jam perjalanan ke New York. Kau tak akan kesana seminggu sekali kan?
Aku bahkan akan ke SoHo. Aku pernah melihat sebuah loteng beberapa tahun lalu.
Sewanya $350 sebulan. Mungkin sudah tersewa, tapi...
SoHo, 350 sebulan. Tunggu, Eisenhower presidennya bukan?
Aku khawatir, Jack. Aku sangat khawatir.
Dengar, Walter, aku harus menerima telepon.
Temui aku di jogging track pukul 1:00. Kau tak akan mengenaliku. Aku sudah kurus!
Dari mana saja kau? Hampir telat.
Martha, di negara ini kita punya istilah untuk hampir telat.
Yaitu "tepat waktu."
- Kau tidak terlihat gugup. - Memang tidak.
Dia tidak gugup. Aku gugup!
- Kau histeris. - Bagaimana Walter menghadapi hal ini?
Menghadapi apa? Tak ada yang perlu dihadapi.
Ini dia datang!
Terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih.
Sungguh senang bisa bersama kalian lagi.
Aku yakin kalian juga.
Waktu aku pergi, kalian adalah orkestra terbaik di dunia.
Tuhan tahu betapa beratnya...
kolega-kolega terhormatku ditempa.
Mari kita lihat kekurangannya...
dengan Haydn, dari awal.
Jimmy!
Hati-hati! Hati-hati!
Jimmy!
Walter, big guy! Big "W." Gimana kabarnya?
Aku punya beberapa dokumen! Band harus menandatangani ini!
- Apa ini? - Well, ini restoran Roy Roger...
yang kami beli, dan aku menjualnya ke Tucson property.
Ini saham mereka, dan ini sahamku.
Sekarang, aku yakin ini bisa membayar setengah dari hutang ayahku...
tapi cek ke catatanmu, pastikan bahwa kita sepakat.
Walter, untuk apa kau membayarnya?
Mereka memanfaatkan orang utk mencuri untuk mereka. Ini hanya akan membingungkan mereka.
Mereka sudah punya terlalu banyak uang.
Jimmy, kau manager mereka. Kenapa kau katakan ini padaku?
- Karena aku lebih menyukaimu dari pada mereka. - Tapi mereka saudara-saudaramu!
Perserikatan memaksaku untuk mengijinkan kalian makan siang...
terlepas dari pada bagaimana cara kalian bermain.
Bagi kalian yg punya hati nurani tak akan bisa makan.
Dan bagi kalian yang hati nuraninya klop dengan bakat kalian...
pergilah makan.
Kuharap kalian tersedak.
Jogging denganku, Wally. Aku tak mau menghentikan ritme lariku.
- Sudah berapa lama kau melakukan ini, Jack? - Oh, enam bulan. Ini hebat.
Bulan depan aku akan ikut lomba lari 1 Km.
Percayakah kau? Sebelumnya, aku bahkan tak muat memakai baju ini.
Aku merasa lebih baik. Terlihat lebih baik. Berkeringat lebih baik.
Jadi kau menelepon kantorku. Ada kabar baik untukku?
Kabar baik? Saat kau dengar apa yang kubawa untukmu, ingat ini:
Ini adalah klub yang konservatif.
Jangan sobek sepatuku dan mencium kakiku!
Jangan khawatir soal itu.
Kau mencari apartemen kan? Yang nyaman, tapi murah?
Uh, Jack, bisakah kau berkeringat ke arah lain?
- Wally, apa kau mendengarku? - Tidak jika kau terus memanggilku Wally.
- Apa itu? - Oh, bukan apa2. Cuma alarm denyut jantung.
- Well, mungkin kita harus berhenti. - Tidak, tidak. Benda ini tak dapat diandalkan.
Walter, bisa kau dapatkan $200.000 pada Jumat sore?
Well, coba kulihat. Jika kujual semua yang kupunya, mungkin aku bisa mentraktirmu makan siang.
Jack?
Jack, kau baik-baik saja?
- Baik, sungguh. - Tenanglah, Mr Schnittman.
- Apa ini pernah terjadi sebelumnya? - Yeah.
Tujuh kali dalam lima bulan terakhir.
Kukira jogging menyehatkanmu.
- Memang. - Yeah.
Terima kasih pada jogging, sekarang aku bisa mengangkatnya ke dalam ambulans.
- Walter, ini rumah jutaan dolar, sungguh. - Aku hanya ingin apartemen.
Mantan suami pacarku kembali dari Eropa hari ini.
Baik sekali.
Tidak, kami harus keluar dr tempatnya sekarang. Ini situasi yang tidak menyenangkan.
Kenapa ada seseorang yang mau menjual rumah jutaan dollar dengan hanya 200.000?
Siapa yang tahu? Perceraian, lintah darat...
obat-obatan, kematian yang mendadak.
Poinnya adalah: Kau harus mengambil kesempatan dalam kesempitan orang lain.
Itulah dasar real estate. Kita sepakat?
- Kau lebih cantik dari biasanya. - Terima kasih. Kau juga.
- Kenapa kita bercerai? - Salah satu alasannya, agar kita terlihat lebih baik.
- Boleh aku bicara jujur? - Apapun mungkin.
Anna, Aku telah menyadari bahwa hidupku tak ada arti tanpamu.
Aku tahu kita telah mengacaukan semuanya sebelum ini...
tapi aku ingin melupakan masa lalu dan memulai lagi yang baru...
dan pada saat yang sama lebih dewasa dan lebih bijaksana.
- Bisa kita lakukan itu? - Tidak.
- Apa maksudmu "tidak"? Kenapa tidak? - Aku mencintai Walter.
- "Walter"? Walter siapa? - Oh, Max, kau tahu betul Walter siapa.
Jangan konyol. Dia bahkan bukan musisi.
Banyak orang juga bukan.
Anna, kumohon, aku akhirnya menyadari bahwa hanya ada satu orang di dunia ini yg paling penting.
Dan itu adalah kau. Aku sudah tahu itu sejak lama.
Tidak. Kau mencintaiku, dan aku mencintaimu.
Kau mencintai dirimu. Aku mencintai Walter.
Bisakah kau berhenti mengatakan itu?
Max, kita sudah berakhir. Berakhir.
Baiklah. Kalau begitu bercintalah denganku.
Beberapa barang milik si Maestro. Dia pindah kesini hari ini, kau tahu.
Yeah, aku tahu.
Pesta kalian sudah berakhir guys. Saatnya pulang.
Ada gadis menelepon. Katanya dia akan menelan banyak pil...
dan bunuh diri jika kau tak meneleponnya.
Tidak, tidak. Aku menerima telepon semacam itu 2 atau 3 kali seminggu.
- Dia kedengarannya benar-benar sedih. - Kurasa dia kedengaran parah...
tapi dia menjual 6 juta kopi tahun lalu.
- Walter! - Hey, bagaimana kabarmu?
Aku harus mendapatkan makanan sekarang juga!
Okay, kami memang berjanji tidak datang ke tempatmu lagi, tapi ini krisis besar.
Ini bukan tempatku lagi.
Saat ayahmu mengambil semua uang kami kau sangat baik pada kami.
Kau mencuci rambutku. Aku tak lupa itu.
Kami mempercayaimu, Walter. Kami butuh nasehatmu.
Aku yakin aku tidak mencuci rambutmu!
Dengar, aku harus bangun pagi-pagi besok dan bertemu Benny.
- Kau bertemu Benny? - Apa masalahmu?
- Kami ingin mengganti nama band kami. - Kau tak bisa melakukan itu!
Kalian telah menghabiskan waktu dan uang untuk membuat namamu dikenal.
Nama kalian sempurna. "Cheap Girls." Aku menyukainya.
- Aku tak yakin itu kami. - Itu kalian.
Kami ingin menamakan diri "Meryl Streep."
Tidak, tidak. Kau tidak bisa menamakan diri kalian "Meryl Streep."
- Mungkin dia akan merasa tersanjung. - Tidak.
Malahan, mengingat akting kalian, aku jamin yang ada adalah tuntutan hukum yang berat.
No comments yet. Be the first to leave one.