The House of the Laughing Windows

The House of the Laughing Windows

La casa dalle finestre che ridono

Download Indonesian Subtitle

Release info

La Casa Dalle Finestre Che Ridono 1976 480p BluRay x264 450MB-Pahe in
A Commentary by ndaseruag
BLURAY!!!!

Tags

bluray
Published on: 2025-07-11
Downloads: 39
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahna neng: NDASERUAG

-- Selamat Mendeleng ---

RUMAH DENGAN JENDELA TERTAWA

Warna-warnaku...

Keluar dari pembuluh darahku,

Manis, warnaku...

manis sekali...

Manis seperti musim gugur...

Panas seperti darah segar...

Lembut seperti sifilis,

Mengalir ke pikiran orang-orang...

Menginfeksi semua orang...

Warna-warnaku... .

Ada di dalam lenganku..

Astaga, jauh...

Begitu jauh warna-warnaku pergi...

Dan seseorang harus mati deminya, warnaku...

mengeluarkannya dari dalam... membukanya...

Keluarlah... keluarlah...

Kemurnian...

Kemurnian... semua warnaku...

Semua warnaku...

Sialan...

Dia sekarat... Dia sekarat...

Aku merasa dia akan mati....

Dia akan mati. Akhirnya. Kemurnian...

Kemurnian...

Dia mati... Kemurnian...

Dia mati... Dia mati....

Selamat pagi, aku Solmi.

Senang bertemu denganmu.

Jangan, bawa punyanya saja.

Ikuti saranku, bukan begitu cara mencoba peruntungan dengan wanita saat ini.

Bagaimana pun, selamat datang di desa kami.

Coppola!

Akulah orang yang menulis surat kepadamu di akademi.

Agar tepat guna, kami harus menemukan...

seseorang yang terkenal dari desa ini yang bisa dijual ke khalayak.

Pariwisata dan pemandian air panas di sini sepi...

karena kurangnya daya tarik dan publisitas.

Akibatnya ekonomi desa ikut kena dampaknya.

Sopir, ke gereja!

Aku yakin kamu akan melakukan pekerjaan dengan baik.

Kuharap begitu.

Pelukis dinding itu, Legnani, meninggal sekitar 20 tahun yang lalu.

Kami bahkan tak bisa menamai jalan dengan namanya!

Itu sebabnya kami menghubungimu. / Ya, aku mengerti.

Segera setelah kamu kelarkan pekerjaannya, kami akan...

jadikan lukisan dindingnya satu dari empat daya tarik utama daerah kami.

Selain para wanitanya, pemandiannya...

dan kesunyiannya!

Kenapa kamu? Jam segini sudah mabuk?

Aku, mabuk?

Lukisan dinding itu ada di sebuah gereja tua di pinggiran kota.

Aku membiarkan pendeta yang mengurusnya di sana.

Legnani yang gila membuatnya di sana, dan aku tak dapat memindahkannya.

Gereja ini telah dihancurkan dan dibangun kembali berkali-kali.

Jika bukan karenaku, mungkin sudah tak ada lagi di sini.

Solmi bilang kamu datang ke sini saat perang.

Itu betul. Gereja ini dulunya adalah barak pasukan Nazi.

lalu, garasi mobil pemakaman.

Pendetanya sudah lama pergi, hanya menyisakan temboknya saja.

Jadi, aku memulainya dari awal.

Membangunnya kembali selama beberapa lama, dan inilah hasilnya.

Dan kini mereka telah menemukan omong kosong di sana itu

dilukis oleh Buono Legnani. Katanya perlu direstorasi... dll.

Jadi kedamaianku hilang.

Lukisan yang hebat!

Hanya seniman hebat yang bisa mengirimkan perasaan kematian yang serealistis ini.

Seniman mengagumkan!

Mungkin, tapi apa kamu sungguh berpikir dari semua tembok

yang bagus dan bersih di sekelilingnya ini,

dia harus memilih yang ini untuk omong kosong seperti itu?

Kasian sekali! Dia mungkin tak tahu kalau dia ada di gereja!

Mungkin dia memang gila.

Kamu ngapain? Mau kerjakan sekarang?

Hanya memeriksa.

Aku akan meninggalkanmu kerja. Aku mungkin kasar, tapi...

aku belum makan apa-apa sedari pagi.

Jangan terlalu serius mengerjakan pekerjaanmu.

Karena di sini jika kamu mengharapkan imbalan...

kamu mungkin harus menunggu lama!

Dia mustinya melakukan hal begituan itu di tempatnya sendiri, dasar jalang...

Ambillah ini.

Ya?

Ada telepon untukmu.

Di situ. / Terima kasih.

Halo.

Pergi. / Maaf?

Kamu datang untuk lukisan itu... / Halo?

Siapa ini yang menelepon?

Jangan sentuh lukisan itu!

Hei, kamu tampak cantik!

Apa kabarmu? / Aku baik, terima kasih.

Hari ini kami punya makanan istimewa lezat.

Ini kejunya, kopinya segera datang.

Ya, terima kasih.

Kamu membuatku terkejut di hotel tadi!

Akhirnya ada wajah baru di sini! Apa kamu di sini untuk bekerja?

Bisa dibilang begitu. Silakan duduk.

Ini kursiku.

Antonio!

Mau berterima kasih padaku? / Aku akan duduk di situ.

Sedang apa kamu di sini? / Apa maksudmu!?

Pikirmu siapa yang merekomendasikan-mu?

Mereka mencari pemulih yang hebat, seorang ahli...

aku langsung teringat pada pelukis favoritku yang gagal!

Bagaimana kabarmu sekarang?

Sudah berakhir!

Aku baik-baik saja. Seperti kataku, hanya gangguan saraf.

Aku hanya perlu jalan-jalan.

Dan putus dengan Marcella? / Jalang itu?

Nyindir aku, ya?

Apa kamu kenal siapa dia?

Dia seorang guru. Tapi sudah digarap orang satu desa!

Kalau mau ngentotin dia, cepet-cepet, sebelum dia dipecat!

Apa kamu sudah ke gereja? / Ya, tadi pagi.

Jadi kamu sudah melihat lukisannya. / Ya, kenapa?

Aku berharap kamu melihatnya bersamaku.

Kamu sebaiknya jangan menceritakan ini ke siapa pun.

Aku menemukan cerita paling aneh yang pernah ada.

Itu sebabnya aku suruh mereka meneleponmu.

Kamu tidak apa-apa?

Aku baik saja.

Ya, aku baik-baik saja, sungguh.

Tapi sampai ketemu nanti.

Aku harus pergi sekarang, aku akan hubungi.

Dia cukup minum dua pil dan akan pulih seperti sediakala!

Tempat bagus, apa ini punyamu?

Bukan, menyewa. Aku cuma sebentar di sini.

Antonio bilang kamu seorang guru, benarkah?

Benar. / Siapa yang kamu ajar?

Anak-anak, menurutmu siapa yang kuajar?

Pasti membosankan.

Berapa sendok gulanya? / Sedikit saja.

Baiklah.

Aku selalu membuatkan teh untuk membuat kesan baik.

Kuharap aku begitu!

Biar kuberitahu sesuatu.

Kamu punya wajah sedih.

Maksudku kamu terlihat baik!

Beberapa tahun lalu, andai ada yang memanggilku "baik"...

apalagi dengan body-ku ini yang...

Jika kamu merasa kesepian, kembalilah.

Kamu tahu jalannya.

Aku tunggu kunjunganmu. Tapi jangan pagi hari, aku sedang di sekolah.

Akan kuingat.

Jika kamu ingin memahami sesuatu, akan kubawa kamu ke suatu tempat.

Aku akan mengantarmu ke sana besok.

Ada sebuah rumah dengan jendela tertawa!

Itu cerita yang kemarin?

Dulu kamu lebih imajinatif.

Tahukah kamu mereka sebut apa Legnani di sini?

Pelukis Penderitaan.

Betapa cerianya!

Ya, ceria,

terpikir suatu hal saat ada yang terluka dan mati.

Kemarilah, Foresti!

Ini dia, dokter.

Trims. Sampai jumpa besok di lembah. / Baik.

Kamu sedang berbicara tentang penderitaan...

Hai, kalian, selamat pagi.

Btw, Dokter, peralatan yang kamu pesan sudah tiba, kamu senang?

Kamu buang-buang duit, Solmi, tak ada lagi belut di sungai ini.

Ada banyak peninggalan perang di sini daripada di pabrik Krupp.

Hei, kamu tahu?

Aku harus mulai bekerja juga.

Sampai jumpa lagi!

Kamu keberatan kalau aku ikut? / Tidak.

Maaf, mengganggu tadi. Apa yang kalian berdua bicarakan?

Tak ada yang serius.

Rumor tentang orang mati dan pelukisnya.

Kasian temanmu, dia bisa jadi teman baik...

andai tak punya pikiran-pikiran aneh begitu.

Seseorang mengancamku, mencoba menakutiku di telepon.

Kerjaan siapa kira-kira?

Suatu kali ada pria ini, Zanotti. Menelpon wanita di malam hari.

Bilang kalau dia telah menghamilinya, sampai kemudian ketangkap.

Lebih baik biarkan saja. Toh, kamu tak bisa mencegahnya!

Siapa yang menaruh bunga itu di situ?

Entahlah.

Kenapa, kamu tidak suka?

Cukup! Dasar pemabuk! / Aku minum sebanyak yang kumau!

Jangan dorong aku!

Biarkan aku mabuk!

Jangan main-main denganku!

Jangan main-main denganku!

Kamu tahu aku bisa apa...!

Kalian tahu aku bisa apa!

Kamu tenanglah!

Ya? Jangan seperti bajingan tengik!

Kamu tahu betul maksudku! Sekarang pulang!

Pulang!

Kasih aku rokok dulu?

Sudah tak apa-apa.

Terima kasih, Petugas.

Tidak masalah, Tuan Poppi. / Terima kasih.

Selamat malam.

Maaf atas keributannya.

Ini satu-satunya restoran di desa ini.

The House of the Laughing Windows subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The House of the Laughing Windows

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left