The first 200 lines.
Jadi...
- Bagaimana menurutmu? - Oh, aku menyukainya.
Terima kasih, ayah.
- Logan? - Uh, lewat.
Ayolah. Tidak terlalu buruk.
Bukan yang delapan kali pertama, tidak,
tapi jika aku tahu ini adalah tradisi liburan Green,
Aku akan bunuh diri di malam pernikahan kita.
Oh, romantis tanpa harapan.
Ugh. Itu tumpanganku.
Kita lakukan lagi minggu depan?
Aku lebih suka menjilat papan tulis.
Yeah. Aku yakin itu.
Selamat datang, Kapten.
Terima kasih.
Apakah akan dimasukkan ke dalam biaya? Atau air untuk perjalanan?
Uh, air saja, terima kasih.
Ini dia.
Aku tidak pernah menonton The Nutcracker selama bertahun-tahun.
Apakah masih bertahan?
Aku tidak tahu.
Aku tak pernah menonton pertunjukkannya,
hanya wajah gadis kecilku.
Masih bersinar
setiap saat...
setiap saat...
== sync, corrected by elderman == Translated by Mois
Apa?!
Apa yang kau lakukan?
Aku?
Apa yang kau lakukan, Ayah?
- Aku sedang tidur. - Aku perhatikan.
Masih di sofa Paman Gibbs untuk beberapa alasan.
Kau hampir mengagetkan sampai mati.
Dan Paman Gibbs mungkin ada di lantai atas
sedang mengisi bazooka-nya saat kita berbicara.
Tidak. Aku baik-baik saja.
Terima kasih atas peringatannya.
Kupikir kau takkan kembali dari sekolah sampai besok.
Pacarku pulang kerja sehari lebih cepat,
tapi tak mungkin aku memperkenalkannya padamu
sementara kau tinggal di sebuah sofa.
Aku tidak tinggal.
Aku... memulihkan diri.
Okay, baiklah,
kau bisa memulihkan diri di rumah dimana aku bisa memastikan
kau melakukan latihan yang tak pernah kau lakukan seperti kata Gibbs.
Sungguh?
Itu yang dia katakan?
Baiklah. Akan kulakukan latihanku.
Hey, Gibbs.
Kau harus datang dan mendorong pinggulku.
Akan kulewatkan itu.
Lihat? Lihat apa yang aku hadapi?
Bagaimana aku bisa melakukan latihanku jika...?
Apakah kau bilang pacar?
Aku mendengar pacar, apakah kau mendengar pacar?
Tidak.
Ya, kau mendengar pacar.
Namanya Jack, dan dia sedang belajar untuk menjadi entomologist (ahli ilmu serangga).
- Ento... - Serangga.
Aku tahu apa itu entomologist.
Ini adalah salahmu.
- Kau yang membolehkan dia. - Aku?
Kau belum cukup umur untuk punya pacar.
Yeah, ini Gibbs.
Dan usia berapa yang diperlukan?
Setahun lebih tua dari kau sekarang, dan setiap tahun naik satu.
Yeah. Kita ketemu disana.
- Kau mau pergi kemana? - Ditemukan mayat.
Kau akan punya satu orang lagi di ruang keluargamu sebentar lagi.
Tampaknya Kapten Green adalah penggemar The Nutcracker.
Ada saksi?
Metro bilang ada seorang saksi yang melihatnya
masuk ke dalam mobil Rideshare setelah pertunjukkan.
Lalu lima blok kemudian, disini dia terbaring tewas di tanah.
Pasti salah satu tumpangan maut.
Tak ada tanda-tanda kejahatan.
Yang pasti adalah bau busuk.
Apakah ini tanah kosong atau toilet umum?
Ada apa sampai berganti baju?
Kau tahu bagaimana sulitnya menghilangkan bau urin dari bahan suede?
Dan apakah itu sesuatu yang sudah biasa?
Apa yang terjadi dengan orang ini?
Itu pertanyaan yang bagus.
Dia punya banyak uang di dalam dompetnya,
jadi bukan perampokkan.
Kita harus mengetahui kemana tujuannya
dan sekarang dia disini.
Mungkin Reston.
Reston?
Aku dulu tinggal di Reston
di sebuah jalan dengan jajaran pohon indah di...
McCadden Place.
Ya. 1-0...
7-3-5?
Apa yang dilakukan orang mati ini dengan alamatmu
di kantongnya, Dr. Mallard?
Aku tidak yakin ingin tahu jawabannya.
Kapten Mason Green.
Pernah bertugas dalam tiga kali perjalanan
sebagai penasehat di Iraq.
Istri sudah meninggal, punya satu orang putri yang telah dewasa.
Apakah kita masih belum tahu siapa yang menjemputnya dari teater?
Masih belum menemukan telepon selularnya,
yang akan ditunjukkan lewat aplikasi rideshare
yang dia gunakan; Abby sedang melakukannya.
- Sudah bicara ke C.G.? - Yeah, dan, uh,
yang membuatnya jadi menarik.
Green berada di bawah penyelidikan internal.
Diduga menjual informasi rahasia.
Kepada siapa?
I.G. pikir kepada seseorang di luar negeri.
Jika pembeli Green tahu kalau dia dalam penyelidikan,
kemungkinan itu akan membuatnya gugup dan kemudian membunuh Green.
Apakah I.G. mempunyai petunjuk mengenai pembelinya?
Mereka sedang mengirimkan berkasnya sekarang.
Sementara itu, yang kita punya hanyalah ini:
Alamat lama Ducky, yang berada
di dalam saku orang mati itu.
Ducky pernah tinggal disana dengan ibunya bertahun-tahun yang lalu.
Dijual saat ibunya meninggal.
Enam tahun yang lalu.
Maksudku, mungkin saja itu hanya kebetulan.
Oh. Oh, tidak.
Tidak. Aturan nomor 69: Tidak ada kebetulan.
Tidak, sebenarnya nomor 69 adalah
jangan pernah mempercayai seorang wanita yang tidak mempercayai prianya.
Huh? Tunggu, apa?
Sungguh? Itu...
terdengar sedikit misoginis, bukan begitu? Huh?
Maksudku, apakah kau punya aturan yang mengatakan “Jangan pernah mempercayai pria
yang tidak mempercayai wanitanya”?
Pikirkan itu.
Huh? Tidak?
Pikirkan itu. Aturan nomor 51.
Terkadang kau salah.
Agen Torres ada, uh, dibawah bersama Ducky.
Mereka mencoba untuk melihat apakah mereka bisa menemukan
suatu hubungan dengan Kapten Green.
Bawa Bishop bersamamu; bicara pada pemiliknya yang sekarang.
Mungkin Green sedang mencari mereka, bukan Ducky.
Ducky itu hanya sebuah kebetulan.
- Apakah dia mengejekku? - Kau tahu, aku tak yakin.
Aku tak pernah melihat Gibbs mengejek seseorang sebelumnya.
Mohon maaf. Aku hanya tidak mengenali orang ini.
Juga tidak dengan namanya yang tidak akrab sama sekali.
Apakah kau punya berkas yang bisa kau periksa atau sesuatu?
Bisa kupastikan, memoriku tidak salah.
Periksa saja.
- Tapi akan kuperiksa dulu. - Apa yang kau dapat?
Abby menemukan jejak conotoxin dalam darahnya.
Itu sebuah racun reaksi cepat; Mungkin sebagai penyebab kematian.
Yang tentunya akan kita periksa melalui otopsi.
Hey, bisakah kau tunggu sampai aku pergi
sebelum kau membuka orang ini?
Apa? Aku takkan menilaimu sebagai orang yang mudah mual.
Tidak. Sebenarnya aku sangat suka melihat darah.
Hanya baunya.
Kau tahu, pertama di gang,
sekarang ditempat ini... ugh.
Ini pertanyaan bodoh
Apakah kalian, uh, mengeluarkan biaya untuk dry-cleaning, bukan?
Oh, yeah. Tentu.
Apakah itu tidak baik?
Seperti yang kuduga, yeah, tidak ada catatan
dari Kapten Green dalam berkasku.
Kudengar kau banyak melakukan perjalanan.
Mungkin kau bertemu dengannya di salah satu perjalananmu?
Dimanakah Kapten Green pernah berada selain di Iraq?
Menurut ICE, satu-satunya tempat lain yang pernah dia kunjungi adalah Majorca.
Majorca...
Doc?
Kutebak dokter punya sebuah cerita.
Cukup aneh.
Majorca adalah suatu tempat yang belum pernah kukunjungi.
Meskipun aku memang masih punya sebuah cerita.
Cepat! Segera!
Astaga, seperti monyet diluar sana.
Sudah kubilang kita seharusnya naik taksi setelah nonton film.
Apa? Dan kehilangan bagian terbaik dari kedinginan?
Apa itu?
Menghangatkan diri.
Kenapa tidak kita mulai dengan Toddy panas, Dr. Mallard?
Ambil dari sana.
Aku bisa setuju dengan itu.
Tempatmu benar-benar sangat indah.
Tidak buruk dengan gaji tentara.
Kau bekerja sampingan juga untuk mendapatkan uang?
Sebenarnya, aku tidak sepenuhnya jujur.
Ini bukannya rumahku, ini mililk...
Oh, Tuhanku!
Ibu!
Apa yang kau lakukan disini?
Aku menanyakanmu hal yang sama.
Merampok lemari minuman.
Kau seharusnya berada di Majorca.
Aku kembali lebih cepat. Siapa gelandangan ini?
- Ibu. - Halo. Namaku adalah...
Gelandangan akan bertingkah baik sampai terbukti sebaliknya.
No comments yet. Be the first to leave one.