The first 200 lines.
Begini, aku hanya ingin keluargaku kembali seperti dahulu
dan menjalani kehidupan yang tenang serta bahagia.
Aku cemas putraku akan patah hati
dan digosipkan dalam waktu lama.
Batinku
tersiksa karena itu.
Aku sungguh minta maaf soal ini.
Tapi kumohon
akhiri hubunganmu dengan putraku.
"Episode 14"
Ini yang kamu minta.
Aku ingin tahu bunga ini tahan berapa lama sebelum layu.
Kudengar bunga ini akan bertahan selama setidaknya lima tahun.
Siapa yang memberikannya untukmu?
Apa ada seorang teman yang tidak kukenal sudah menikah?
Hanya kamu temanku.
Terima kasih.
Tidak masalah.
- Hasil kerjamu bagus. - Terima kasih.
"Pak Nam"
Jin Hyuk, kamu punya waktu malam ini?
- Apa aku mengejutkanmu? - Ya.
Sedikit.
Jangan terlalu gugup. Aku hanya ingin makan bersamamu.
Ini.
Bagaimana keadaan dengan Bu Cha…
Maksudku, bagaimana keadaanmu dengan Soo Hyun?
Apa maksud Bapak?
Kalian melalui masa sulit
dan aku ingin tahu apa hubungan kalian masih kuat.
Soo Hyun tidak pernah mengatakan apa pun, jadi, kutanyakan kepadamu.
Aku sangat menyayangi Bu Cha.
Dia orang yang mengajariku rasanya mencintai seseorang.
Jadi, aku mau mempertanggungjawabkan cintaku untuknya.
Ada sesuatu
yang selalu ragu untuk kulakukan sejak lama.
Sejujurnya, aku bukan ragu. Aku hanya tidak bisa melakukannya
karena aku seorang pengecut.
Tapi kekhawatiran terbesarku
adalah Soo Hyun pada akhirnya akan sendirian.
Aku tidak bisa melakukannya karena hal itu.
Tapi kini, aku akan melakukan proyek yang lama tertunda itu.
Dan aku merasa sangat senang kamu ada di sisinya sekarang.
Jagalah Soo Hyun dengan baik.
Aku memintamu menjadi pagar yang kuat untuknya.
Bapak bisa percaya padaku.
Aku akan selalu ada di sisi Bu Cha
agar dia tidak akan merasa kesepian.
"Lokakarya kulit"
"Lokakarya Kulit Ian"
Kurasa aku tidak perlu berusaha sekeras ini.
Apa kamu tidak melihat keriputmu?
Aku berbagi hanya karena aku baik hati.
Kamu datang dari jauh kemari di akhir pekan, saat kamu libur.
Tidak masalah jika jantungku berdebar?
Astaga, kamu selalu berlebihan.
Aku datang karena ingin menanyakan sesuatu juga kepadamu.
Apa itu?
Kamu tidak tahu apa yang tertulis
dalam pesan yang diberikan ibu Jin Hyuk?
Tidak, membaca hal seperti itu
tidak terasa tepat.
Kenapa?
Kurasa itulah masalahnya, tapi dia tidak mengatakan apa pun.
Masalahnya?
Bu Cha tidak terlihat senang belakangan ini.
Rasanya bahkan tidak seburuk ini saat Taegyeong menyiksanya.
Aku memikirkan apa masalahnya.
Benarkah?
- Sekretaris Jang. Maksudku, Mi Jin. - Hei.
Apa itu?
- Jin Myung. - Ya?
Apa sesuatu terjadi di rumahmu belakangan ini?
Apa ayah dan ibumu baik-baik saja?
Ya, mereka berdua…
Sebenarnya, ibuku bersikap sedikit aneh.
Dia bertanya apa sulit untuk memesan bahan memasak lewat di internet.
Kurasa ibuku terlalu malas untuk ke pasar.
Tunggu. Aku tidak bisa bekerja satu malam
untuk menghadiri sebuah reuni.
Akan menyenangkan jika Mi Jin bisa menggantikan, bukan?
- Ya. - Kenapa harus aku?
Kamu tidak boleh menyia-nyiakan bakat seperti aku.
Apa ini? Kamu bilang dia dewi pramusaji.
Ya. Itu benar.
Dia sangat tangkas.
Astaga.
Kapan?
Bagus sekali. Terima kasih.
"Mendiang Kim Jung Pyo"
Lama tidak bertemu,
Jung Pyo.
Aku tidak bisa datang kemari
sejak memulai kampanye untuk menjadi wali kota.
Awalnya,
kupikir itu bukan masalah besar jika memang untuk tujuan yang baik.
Tapi perbedaan kecil dalam sudut pandang
membuatku keluar jalur di kemudian hari.
Aku bahkan merasa lebih malu untuk menemuimu sekarang.
Kurasa aku akan lama tidak bisa mengunjungimu.
Aku akan kembali
setelah menyelesaikan semuanya.
Kalian datang kemari?
Aku tidak tahu Bapak akan kemari.
Senang kita bisa bertemu di sini.
- Terima kasih. - Silakan menikmati.
Kita harus minum hari ini.
Kamu bisa mengemudi? Aku akan minum satu gelas saja.
Panggil saja sopir.
Apa Bapak sering kemari sendirian tanpa memberi tahu kami?
Dahulu Bapak datang bersama kami tiap peringatan kematiannya,
lalu suatu hari, Bapak tidak lagi datang.
Kamu harus menentukan harus bagaimana memanggilnya.
Aku merasa ada empat orang di sini. Apa dia Anggota Kongres atau Bapak?
Biarkan saja. Dia tidak bisa segera memanggilku Anggota Kongres.
Apa?
Apa maksud Bapak?
Kami akan pakai nama panggilan baru jika Bapak masuk Gedung Biru.
Orang lain bisa mendengarmu.
Aku datang untuk melapor kepada Jung Pyo.
Melaporkan apa?
Apa kita sebaiknya minum makgeolli?
Dengan senang hati.
- Berikanlah kami satu makgeolli. - Baiklah.
Sup di sini sangat enak.
Aku ingin mencoba membuat tas kamera.
- Apa ini kali pertamamu? - Ya.
Kalau begitu, silakan ke arah sini
untuk memilih kulitnya.
Kamu ingin kulit yang seperti apa?
Jenis apa yang bagus?
Kupikir kita akan minum anggur saat kamu mengajak minum di luar.
Lihatlah itu, kamu bisa makan ampela ayam.
Kamu terlihat alami di sini. Kamu pernah ke bar camilan sebelumnya?
Bar camilan cukup menyenangkan.
Itu benar.
Siput Bulan Chan di siang hari, lalu bar camilan di malam hari.
Sungguh hari yang mengesankan.
Ada apa? Jujur saja kepadaku.
Tidak banyak yang terjadi. Belum ada.
"Belum ada"?
Maksudmu, itu belum terjadi,
tapi sesuatu akan segera terjadi?
Tidak, aku hanya…
Aku hanya mengkhawatirkan sesuatu.
Kamu bertemu dengan ibu Jin Hyuk, bukan?
- Tidak. - Jangan bohong. Aku mengenalmu.
Ada apa? Apa dia meminta kalian berpisah?
Sudah kubilang, bukan begitu.
Kalau begitu, ada apa? Apa masalahnya?
Aku tidak yakin apa aku boleh
terus menemui Jin Hyuk.
Sejujurnya,
aku sangat khawatir saat pertama melihatmu
dan Jin Hyuk makin akrab.
Tapi melihat dari sudut pandangmu, aku akhirnya menyetujui.
Ini masa terbaik bagi kalian. Kenapa kamu berpikir begitu?
Kurasa aku tidak cocok dengan mereka.
Siapa? Jin Hyuk?
Dengan keluarganya.
Hei.
Itu sebuah penyakit.
Terlalu memedulikan orang lain adalah penyakit serius.
Tidak masalah selama kalian berdua saling suka.
Siapa peduli soal keluarganya?
Semua begitu baru bagi Jin Hyuk.
Aku pernah menikah
dan seluruh dunia mengenalku.
Kurasa ada batasan
mengenai seberapa jauh kami bisa bermimpi bersama.
Jin Hyuk bukan tipe orang yang memikirkan hal seperti itu.
Akulah yang merasa terganggu.
Ini membuatku gila.
Hei.
Ini juga pengalaman pertamamu.
Ini juga
cinta pertamamu.
Aku sungguh tidak ingin berpisah dengannya, Mi Jin.
Aku tahu.
Jadi, jangan berpisah. Pikirkan saja diri kalian sendiri.
Tapi aku tidak bisa melakukannya.
Aku ingin mengabaikannya,
tapi hatiku terus menderita.
Soo Hyun.
Pikirkan penderitaanmu bertahun-tahun lalu hingga saat ini.
Kamu bahkan bisa mengalahkan masalah yang lebih besar.
Sering kali kupikir kamu akan mati atau pingsan,
tapi kamu berhasil bertahan melalui semua itu.
Kenapa kamu berpikir seperti itu? Jangan berpikir begitu.
Aku terlalu khawatir.
Jin Hyuk membuat keputusan.
Dia memutuskan untuk bersamaku
yang seluruh hidupnya berjalan di luar akal sehat.
Tapi
keluarganya tidak pernah menginginkan hal ini. Ini salahku.
Ya, aku bisa mengerti maksudmu.
Tapi belum terjadi apa pun.
Kenapa kamu takut jika tidak ada yang terjadi?
Dalam kehidupan seperti yang kujalani,
semua hal terjadi sekaligus seperti badai.
No comments yet. Be the first to leave one.