The first 200 lines.
-- Diterjemahkan oleh Luhur Pambudi -- Resync/Edited ==> (Coffee_Prison)
Namaku Maca.
Usiaku 29 tahun.
Aku hidup 28 tahun sebagai pecundang, tetapi aku berubah.
Aku menjadi…
gadis keren.
- Aku tak sanggup! - Ayolah, Adri.
- Kau bercanda? Kita semua melakukannya. - Apa? Begini tampak bagus.
Seperti payudara besar.
Lebih seperti payudara kecil.
Sejujurnya, aku tak pernah suka rasa sakit.
Tak ada yang lebih menyakitkan daripada merasa lemah. Kau tak lemah.
Ayo lakukan.
Baiklah… Aku percaya cinta lebih dari apa pun.
Aku percaya pada Julián, surat nikah,
makan siang hari Minggu dengan ibu mertuaku,
hari jadi pernikahan, dan aku sangat percaya pada hipotek kami.
Ini bukan waktunya berdebat.
Adriana sudah tahu pendapatku tentang pernikahannya.
- Ya, kau suka itu? - Sangat suka.
Kemarilah, Sayang.
Abaikan aku. Keluarkan saja.
Dia coba meyakinkan kami bahwa dia bisa bersikap aseksual.
Hanya karena kau bersedia menikah, tak berarti harus puas dengan kekurangan.
Sudah kubilang kepadanya bahwa dia tak mungkin aseksual.
Benarkah di beberapa suku di Papua Nugini,
tato dipakai untuk memanggil orang mati?
Jimena dan Santi mulai berkencan saat Santi tertabrak mobil.
Kejadiannya 11 tahun lalu.
Aku harus memilih antara ponsel tiga kamera
dan ponsel dengan memori besar.
Apa pendapatmu?
Sejak itu, dia terobsesi dengan Nesquik dan cara membangkitkan Santi.
Upaya terakhirnya berasal dari Indonesia. Garam reinkarnasi.
Arwah Santi akan datang dengan ongkos kirim 200 dolar.
Jime yakin bahwa Santi akan hidup lagi cepat atau lambat,
jadi, dia mencari tubuh yang dirasuki arwahnya.
Namun, perilaku dan ucapan mereka tak seperti Santi.
Lalu, tentu saja, pencarian dimulai lagi.
Aku juga tak sempurna.
Andai aku lebih percaya diri, lebih kuat, tak peduli pemikiran orang.
Namun, sedang kuupayakan.
Ini ditolak.
- Sial. - Seperti biasa.
Anggap aku membantumu menjadi kuat.
Namun, dia manis. Hanya itu yang kubutuhkan.
Aku menemuinya sekali sepekan.
Kami tak menonton film, berbelanja, atau makan malam, tidak sama sekali.
Itu meluangkan waktuku untuk aktivitasku sendiri.
Berpasangan rasanya seperti terisap lubang hitam psikis.
Itu menyesatkanmu.
Aku lajang, dan aku bercinta dengannya.
Jangan salah paham. Dahulu, aku romantis, tetapi kemudian...
aku tercerahkan.
- Matikan itu. - Apa?
Matikan itu, sialan!
Cepat! Matikan itu sebelum…
Ada apa?
Kubilang sedang kuupayakan.
Namun, selalu membicarakan pria itu menyebalkan.
Ayo bicarakan diriku.
Hati-hati! Matcha ini tak boleh tercampur dengan susu kedelai. Sial.
Selamat pagi.
Aku mengunggah foto yang kusunting kemarin dengan tagar #AdopsiJanganBeli.
Kuminta Andrés Sardá membuat gaunmu untuk acara penghargaan
and ODYSSEY akan meriasmu.
Aku sedang menyelesaikan pidatomu.
- Begitu selesai… - Maca, apa ini?
- Matcha -mu. - Aku memberitahumu lewat pesan suara.
- Pesan suara? - Ya, Sayang, pesan suara.
Jam 04.00 pagi.
Aku mencoba diet baru. Tak makan selama 20 jam sehari.
Apa? Wanita di Kolkata sudah melakukannya berabad-abad. Mereka tampak luar biasa.
Bukan karena kesulitan pangan?
Apa?
- Lupakan. Akan kuminum ini. - Aku tak mau ada godaan di dekatku.
Paham? Saat bersamaku, kau harus berpura-pura puasa juga.
Untuk solidaritas.
Maca, aku mau kau memakai sepatu hak. Kau tahu itu.
Terkadang, aku muak denganmu.
Aku tak pakai sepatu hak karena tak sudi lecet
demi orang yang menggajiku tanpa laporan, menyuruhku bekerja di akhir pekan,
dan kini menyuruhku kelaparan sampai mati.
Hormatilah aku sedikit.
Ayo bahas soal tukak lambung yang kualami karena takut berterus terang pada Pipa,
bosku yang kejam dan menjengkelkan.
Namun, budak tak mengeluh. Pada dasarnya, begitulah aku baginya.
Aku mulai bekerja untuk Pipa satu setengah tahun yang lalu,
saat aku tak percaya diriku sendiri.
Meski begitu, dia selalu jujur padaku.
Kau akan mengerjakan semuanya, tapi tak diakui.
Foto, menulis, mengikat tali sepatuku.
Aku akan menggajimu sedikit. Aku akan banyak menuntut.
Aku akan membuatmu menangis.
Namun, itu bukan salahku. Aku didiagnosis sebagai psikopat.
Jadi, kurasa aku tak peduli dengan perasaanmu.
Kapan aku mulai bekerja?
Pipa di posisi kesembilan di peringkat pemengaruh nasional.
Dia naik 12 posisi sejak tahun lalu.
- Pipa! - Pipa!
Dia pikir karena filter vintage baru.
Namun, kurasa ada alasan lain.
Pipa! Sebelah sini.
Komunikasi Terbaik di Media Sosial jatuh kepada…
Pipa!
Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Aku agak gugup.
Hanya satu unggahan bisa menggapai ribuan orang.
Kita punya tanggung jawab dan tugas untuk mengubah keadaan.
Itulah seni komunikasi.
Terima kasih kepada pengikutku dan kalian yang hadir hari ini.
Terima kasih dari lubuk hatiku.
Aku tak mungkin memenangkan penghargaan ini tanpa bantuan…
Boost-Up Serum Magic Fresh Light, produkku dari Ophalo.
Tersedia di toserba seharga 25 euro. Terima kasih!
Sial.
Halo? Ada orang di sana? Ada yang punya tampon?
Ya. Aku punya sesuatu yang lebih baik.
Aku menyimpan ini untuk kuberikan.
Coba saja. Kau akan suka. Lihat saja.
Sudah berbulan-bulan aku coba memakai cawan menstruasi, tapi belum terbiasa.
Ini merekku, dan mudah digunakan.
- Raquel? - Ya.
Raquel, ini aku, Maca.
Maca, Sayang.
Tentu. Aku memikirkanmu saat melihat Pipa.
Soal cawan itu, dengarlah.
Pegang bagian yang lebar dengan jarimu.
Dan itu akan masuk lebih mudah. Coba saja.
Baiklah.
- Bisa? - Sebentar. Biar kucoba.
Baiklah.
Ya. Masuk dengan sempurna.
- Itu bagus, 'kan? - Ini luar biasa.
- Raquel. - Maca.
- Kau cantik. - Selamat atas penghargaanmu.
Terima kasih. Senang rasanya diakui.
- Apa kabar? - Kelelahan, seperti biasa.
Pipa itu seorang diva.
Selalu kukatakan, dengan potensimu, para agensi seharusnya memperebutkanmu.
Ya. Aku hanya tak tahu apakah itu keinginanku.
Kau tentu tak mau dieksploitasi.
Tentu tidak.
Ini saatnya kau mencari koneksi baru.
- Bangkitlah, Maca. - Untukku? Sungguh?
Kau layak mendapatkannya.
Terima kasih.
Aku pergi. Ini acara menjemukan, dan aku ada kencan.
- Bergembiralah. - Terima kasih.
- Dah. - Dah.
Pipa!
Aku bekerja lembur kemarin dan sehari sebelumnya, jadi…
Jadi?
Aku akan pulang. Kau harus pulang sendiri.
Besok, aku datang jam 11.00. Bukan, 12.00.
Sayang.
- Apa? - Lihatlah kakimu.
Kau pikir itu normal?
Aku menyuruhmu berdandan,
dan kau mempermalukanku di hari istimewa ini.
Converse sedang tren lagi.
Ya, jika kau cukup keren untuk memakainya.
Kasihan. Dia tak tahu apa-apa.
Baiklah. Ini mahal. Dan aku butuh pekerjaan.
Di tambah lagi, aku tak bisa membuat masalah.
Kawan, kalian tak akan percaya perbuatan Pipa barusan.
Dia brengsek.
Aku bertemu Raquel di toilet,
pemengaruh yang pernah kuceritakan, sangat baik.
Raquel.
Sial.
Leo kembali.
Dan dia bersama Raquel.
- Siapa namamu? - Macarena.
Dipanggil Maca atau Macarena?
Maca.
Maca. Aku suka nama itu, "Maca". Ini untukmu, Maca.
- Siapa namamu? - Aku Leo.
Tak bersulang untukku?
Itu pengalaman paling dalam dan menggairahkan dalam hidupku.
Sejak tatapan pertama itu.
Semua cinta yang digambarkan dalam film tampak nyata dan tak terbatas bagiku.
Baiklah, sebutkan…
Pasal 66,2?
"Jika ada dua atau lebih keadaan yang meringankan,
pengadilan bisa menurunkan hukuman sebanyak satu atau dua tingkat
dari yang ditetapkan oleh UU."
Maca, kau tahu aku tak tahan saat kau melakukan itu.
- Aku tak tahan denganmu. - Tidak, aku tak tahan denganmu.
- Kau bodoh. - Diam.
Hubungan kami kuat.
Sangat kuat.
Aku merasa hubungan kami unik
dan tak bisa diulangi dengan orang lain.
Tak akan pernah.
Namun, suatu hari, dia menghilang.
Dia tiba-tiba meninggalkan kehidupan yang kami rencanakan.
Dia tak pernah minta maaf.
Dia pergi begitu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.