The first 200 lines.
Aku mencium bau ikan.
Kau bisa lepaskan sepatumu, sayang.
- Kafemu buka? - Ya.
Bagus. Kami ingin minum.
Baiklah.
Mau pesan apa?
Gin untukku...
...dan segelas anggur putih untuk istriku.
Terima kasih.
Pemandangannya indah.
Ya, menurut kami juga begitu.
Kenapa kalian kemari?
Mencari suasana baru.
Ini tempat yang tepat.
Namaku Roland. lni istriku Vanessa.
Aku Michel, dan manajer hotel Patrice.
Senang berkenalan denganmu.
Suara apa itu?
Itu laut.
Tak ada radio.
Aku akan beli besok.
Selamat pagi.
Aku berusaha tak membangunkanmu.
Kau tidur nyenyak.
Aku tak pernah tidur nyenyak.
Kau tahu itu.
Kau akan pergi mencari ilham?
Aku sudah punya ilham.
Lalu kenapa kita kemari?
Jangan ketus, sayang.
Jika kau mau, aku bisa pulang lebih awal untuk makan malam.
Aku perlu lebih banyak waktu.
Menulislah, aku akan baik-baik saja.
Baiklah.
Semoga harimu menyenangkan.
Tidak akan.
Aku tahu. Aku mencintaimu.
Aku tahu.
Sialan.
Bagaimana liburannya?
Maaf?
Kau baik-baik saja?
Baik, ya.
Terima kasih.
Halo, Bu.
Jika kau perlu tas, ada di sana.
Itu saja, Bu?
Itu saja.
Semuanya delapan franc.
Dan satu espresso.
- Mesin kopi itu? - Yang besar.
Semuanya
delapan belas franc.
Tiga puluh lima tahun?
Sejak SMA.
Ayahku, 10 tahun sebelum itu.
Pernah bepergian?
Tidak, sangat jarang.
Putriku menikah di Chicago, sekitar lima tahun lalu.
Aku pergi di akhir pekan, aku suka tempat ini.
Di akhir pekan?
Ya, di akhir pekan.
Dan rumahmu tak jauh?
Ya, di sekitar sini.
Bersama istrimu?
Istriku meninggal tahun lalu.
Maaf.
Dia sangat menderita.
Bersamanya, aku menemukan hal indah.
Jika kita mencintai seseorang.
Kita inginkan lebih untuknya daripada untuk kita sendiri.
Kau paham?
Aku ingin dia hidup. Untuk melawan.
Tapi itu untukku.
Tapi lebih dari itu, aku ingin dia pergi, untuknya.
Maka aku lega saat dia pergi.
Dia temukan kedamaiannya.
Dan kau?
Aku menderita setiap hari.
Aku merindukannya.
Itulah hidup.
Ya, benar.
Di mana istrimu?
Di hotel.
Lelah karena perjalanan.
Berapa lama kalian menikah?
Empat belas tahun.
Kalian belum lama menikah.
Tampaknya dia wanita yang menyenangkan.
Kau sangat baik.
Dia tidak selalu menyenangkan.
Kadang dia kasar.
Tapi dia memang cantik.
Dia sangat cantik.
Mau bir lagi?
Ya.
Boleh kutraktir kau bir?
- Ya tapi aku lebih suka wiski. - Baiklah.
Wiski untukku juga.
Hei.
- Harimu menyenangkan? - Tidak.
Nah... Aku tak tahu.
Aku tak tahu.
Michel pria yang baik.
Dia baik.
Ada makanan?
Aku menuruni bukit curam dan berbelanja makanan.
Lalu membaca buku. Buruk sekali.
Aku tak tahu kenapa kau sangat khawatir.
Orang terbitkan tulisan buruk dan tak ada yang peduli.
Aku bisa menulis.
Aku penulis yang baik, ingat?
Ya.
Aku suka pilihan katamu, kau tahu itu.
Kau perlu jalan-jalan atau lakukan sesuatu hari ini.
Mungkin baik untukmu.
Jangan minum-minum hari ini.
Mungkin baik untukmu.
Kau buat alasan untuk tak bahagia.
Kau melawan kebahagiaan.
Jangan kutip buku dan menganalisis hidupku.
Kau tak melawan kebahagiaan?
Kau ingin buktikan dengan membuatku tak bahagia?
Kau wanita yang baik.
Astaga.
Apa aku begitu membosankan?
Cobalah tulis sesuatu hari ini.
Rencana yang bagus, Batman.
Sulit tidur?
Aku tak tahu.
Ness?
Ya.
Apa kita akan membicarakan hal itu?
Kurasa sebaiknya kita tak bicara.
Sialan.
Maaf.
Aku bisa tangani.
Tak apa.
Kau tak ingin pulang?
Apa?
Apa-apaan ini?
Kau menyuruhku pulang?
Aku mencoba menolongmu.
Aku lelaki.
Ya, aku tahu.
Ayolah.
Aku bisa pulang berjalan kaki.
Aku bisa pulang berjalan kaki sendiri.
Aku bisa meniduri istriku.
Aku tak butuh bantuanmu.
Sialan.
Hei, aku pergi. Aku pergi.
Tenanglah.
Paham? Lagi pula tempat ini buruk.
Aku tak inginkan kehidupanmu.
Halo.
Halo.
Namaku Francois.
Vanessa.
Hari ini indah.
Dari mana asalmu?
- New York. - Orang Amerika?
Kami merencanakan untuk berbulan madu di New York.
Ya, aku dan istriku, kami...
Kami baru menikah.
Bagus.
Semoga harimu menyenangkan.
Sama-sama.
Bagaimana kepalamu?
Baik.
Jika istrimu datang, beri tahu aku dan aku akan pakai dasi.
Dia akan tahu kau berpura-pura.
Mereka selalu tahu.
Aku sangat menyesal.
Dulu menyenangkan.
Aku mengerti.
Tidak. Kau tak bisa mengerti.
Kami punya kehidupan...
yang bahkan tak bisa kau bayangkan.
Pasangan terkenal dari New York.
Dulu aku penulis.
Penulis yang hebat.
Dan dia...
Saat dia tampil di panggung...
Tubuh yang indah.
Dulu dia bahagia.
Dulu dia bahagia.
Pada tahap kedua kehidupan ini...
Orang punya keturunan.
Orang
hidup saling mencintai.
Dan beberapa dari kita,
entah jadi siapa kita,
telah menjadi apa.
Mau kuberi nasihat?
Apa aku bisa menolak?
Cintai dia.
Dia tak mudah untuk dicintai.
Menurutmu kau mudah dicintai?
Tentu tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.