The first 200 lines.
A GudangNet Release
Para pendamping silahkan kemari.
Siap!
Nasi kotaknya sudah sampai.
Aku ambil uangnya.
Nasi kotaknya di luar.
Berapa harganya?
$65... Harga khusus untuk tunarungu.
Aku harus pergi kerja.
Hati-hati ya.
Terima kasih.
Kenapa dia pergi? Dia belum makan makanannya.
Dia tidak termasuk tim renang.
Dia adikku, Yang Yang.
Yang Yang.
Kamu tidak apa-apa?
Aku anterin ke rumah sakit, ya?
Kamu bisa ambil motormu nanti.
Terima kasih.
Maaf aku tidak bisa menemani.
Aku harus anterin nasi kotak yang lain.
Nama akun MSN-mu...
...boleh aku tau?
Saya kasih diskon 15% lain kali.
Maaf, maaf.
Tian Kuo, ada apa denganmu?
Kenapa lama sekali? Kamu anterin sampai ke Amerika?
Hah. Lihat ini.
Sekarang kamu harus makan semua pesanan yang dibatalin.
Jangan sampai ada sisa.
Keranjangnya mana?
Aduh!
Kamu hilangin lagi?
Itu keranjang baru! Baru beli kemarin!
Hey. Ada yang pesan 7 nasi kotak.
Ini ada tujuh pa.
Kamu diam di sini dan makan.
Nasi kotak yang sudah dingin tidak laku.
Lihat? Aku makan nasi kotak ini sendiri.
Lihat dirimu.
Siapa yang mau nikah sama kamu.
Cepatlah.
Iya. Aku sedang menyiapkan sayurannya.
Kenapa kamu tidak minta Tian Kuo untuk ikut membantu kita?
Ini sudah jam satu siang, dia harus makan.
Anak itu masih dalam masa pertumbuhan.
Aku baru tahu kalau umur 20 tahun masih dalam masa pertumbuhan?
Mereka masih anak-anak selama belum menikah.
Aku masak.
Masih anak-anak ya.
Apakah namanya memiliki makna khusus?
Apakah suaranya seperti JoLin atau Chi Ling, ya?
Seperti mamamu.
Ma! Lagi ngapain? Jangan ngintip layar hapeku!
Ngintip apanya?
Habiskan makanannya dan berhenti berbicara sendiri.
Pastikan tidak ada sisa...
...atau kamu nikah sama yang wajahnya jerawatan.
Ma, lihat. Sudah habis.
Kamu benar-benar habiskan semua ya.
Sekarang kamu harus olahraga dan bakar kalori.
Atau nanti seperti papamu, perutnya buncit.
Aku ingat ketika aku baru menikah dengan papamu...
...aku masih langsing dan seksi.
Setelah aku makan nasi kotak buatan dia...
...aku jadi seperti ini ( perut buncit ).
Ini semua karena kalori.
Kamu ngapain?
Mau ngapain sih?
Aku ini sudah tua, tahu.
Itu, itu.
Nanti istri kamu jelek.
Habiskan makananmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Maaf. Sudah habis.
Maaf. Hari ini sudah habis.
Besok ada lagi kok.
Terima kasih.
Sudah habis. Maaf.
Bukannya masih ada satu?
Yang ini sudah dipesan.
Maaf.
Hey, kamu lagi.
Aku lupa bilang terima kasih kemarin...
...dan juga lupa tanya namamu.
Namaku Tian Kuo.
Tian Kuo.
Hai.
Akun MSN-ku online semalam...
...tapi aku kok tidak lihat kamu ya?
Aku kerja semalam, jadi tidak online.
Aku lihat orang-orang antri beli nasi kotakmu.
Nasi kotakmu pasti terkenal.
Tentu saja.
Papaku belajar dari chef terkenal di Hong Kong.
Tidak ada yang bisa menyaingi dia soal masak-memasak.
Senyum lagi.
Senyum lagi, ya?
Nasi kotaknya enak.
Terima kasih.
Bagaimana lukamu? Apakah masih sakit?
Ini aku yang traktiran.
Tidak boleh.
Aku bayar kamu kalau aku sudah punya uang.
Aku ada solusi.
Apa itu?
Ikut aku nonton bioskop...
...sebagai bayaran nasi kotak.
Aku yang beli tiketnya.
Berapa lama filmnya?
Sekitar dua jam.
Aku tidak bisa.
Terlalu lama. Aku tidak punya waktu.
Aku harus kerja.
Hati-hati.
Lagi pula dia tidak bisa dengar.
Offline lagi?
Apa gunanya punya akun MSN?
Kamu pasti sibuk.
Tidak pernah online.
Aku tidak pernah lihat kamu lagi di kolam renang.
Sekarang satu nasi kotakku tidak terjual.
Apa dia marah...
...soal uang nasi kotak?
~ Chicken Leg Meal Box ~ Pengirim: Meal Box Kuo
Ketika aku pertama kali lihat kamu, kamu seperti burung bangau.
Terbang jauh dan tinggi, dengan berpijak di atas air.
Kenapa burung bangau bisa berendam dalam air...
...tanpa terkena flu?
Karena bulunya memiliki lapisan yang berminyak.
Jadi mereka tidak terkena flu.
Dia pasti anggap teori burung bangau ini membosankan.
~ Melancholic Rice Bowl ~ Pengirim: Meal Box Kuo
Yang Yang, kamu kerja apa sih?
Kenapa tidak cari kerja yang biasa saja?
Kerja serabutan itu sangat melelahkan.
Bayarannya tidak tetap, dan kalau ketemu orang jahat...
...itu bisa berbahaya.
Kamu harus hati-hati.
Dia pasti mengira aku ini terlalu menyebalkan.
Pasti mamaku...
...yang selalu bikin aku sebal.
Aku pasti mendapatkannya dari dia.
Mendapatkan apa dari siapa?
Aduh sakit!
Jadi kamu masih bisa merasakan sakit?
Teori burung bangaumu menarik.
Kamu kira aku akan memukulmu?
Ah, sudahlah. Aku lelah sekali.
Berhenti!
Masih tetap imut.
Tapi aku tidak suka berada di dalam air.
Aku mau ke kolam renang bersama kakakku.
Kamu mau ikut?
Ini lebih baik dari pada pergi ke bioskop, kan?
Ketika kamu berenang, perhatikan tanganmu.
Kamu tidak mengangkat punggungmu dan badanmu.
Aku tidak mengerti.
Kamu tidak mengerti?
Perhatikan tanganmu, dan buat punggungmu lurus.
Biar aku saja.
Ketika kamu berenang, kamu harus membentuk tubuhmu.
Xiao Peng bisa baca bibir?
Tidak.
Dia tahu membaca ekspresi wajah seseorang.
Sejak kecil, dia bisa memahami orang lain...
...dan tahu apa yang diinginkan orang lain sebelum mereka bertanya.
Jadi, orang lain menyukai dirinya.
Itu karena dia benar-benar tidak bisa mendengar.
Itulah mengapa dia begitu sensitif.
Kenapa hanya kamu yang bekerja...
...dan Xiao Peng bisa fokus latihan berenang?
Xiao Peng pernah bekerja.
Tetapi...
...dia berhenti untuk fokus pada jadwal latihan berenangnya.
Orang tua kalian di mana?
Ayahku seorang missionaris.
Setelah ibuku meninggal...
...aku berjanji untuk menjaga Xiao Peng.
Jadi, ayahku bisa fokus dengan pekerjaannya di Afrika.
Jadi, kamu seperti kakaknya...
...dan Xiao Peng seperti adikmu.
Kamu tidak punya saudara, ya?
Aku anak tunggal.
Orang tuamu pasti manjain kamu.
Manjain?
Aku kira begitu.
Wah.
Ini sup tulang babi dengan biji teratai.
Bisa memutihkan kulit.
Meningkatkan metabolisme.
Kurang bagus.
Mempercepat metabolisme.
Merendahkan tekanan darah.
Bahkan membakar lemak.
Tidak mungkin.
Dia sudah terlalu langsing.
Siapa yang terlalu langsing?
Kenapa mama kalau bicara suaranya keras tapi kalau jalan suaranya pelan sekali?
No comments yet. Be the first to leave one.