The first 200 lines.
Ai! Ai! Ai!
Ai! Ai! Ai!
Ai! Ai! Ai!
moeru you ni hitori demo
ikiteyukeru to usobuite hashiritsudzukete
unobore no morosa wo kimi wa shitteta na no ni
kokoro made uchinomaresareta kono yoru ni
kimi no koe sagasu
kono yowasa ga nikui yo
ima sugu torimodoshi ni ikanakya
baka darou?
ai
kizudarake no ai wo shinjite
nagareochita namida sae mo tsuyosa e to kaete
ai
kizudarake no ai da to shite mo
bokura no sekai wo tomoshiteru
kono ai mo ichido taritomo
hanasanai
Sa-yang-ku
Sa-yang-ku
Sa-yang-ku
Aku terus berlari, membohongi diri sendiri
itulah yang membuatku hidup dengan terbakar kesepian
Kau tahu kesombongan membuatku rapuh
Di malam ini hatiku seperti diremuk
Aku benci dengan kelemahanku
ketika mendengar suaramu
Aku harus membawamu kembali
Bodohnya aku
Sayangku
Percayalah pada kau sayangi
Akan kuubah air mata ini menjadi kekuatan
Sayangku
Meski hal yang kusukai terluka
Kita akan menerangi dunia
Tidak akan kulepaskan hal yang kusukai
setiap waktu
Hei! Ada apa, Tsubasa?
Apa kau masih belum mengerti?
Oh, kalau seperti ini kau tidak bisa pergi ke Brasil.
Bisa gawat itu.
Carlos, istirahat sebentar, ya?
Tidak! Tidak ada waktu untuk sepak bola!
Dari Wakabayashi!
Apa kamu sehat-sehat saja, Tsubasa?
Sejak aku bergabung dengan klub ini di Hamburg, aku telah berlatih setiap hari.
Turnamen Nasional akan segera dimulai di Jepang?
aku sudah mendengar tentang kemenanganmu.
Mulai sekarang, beri tahu aku ketika kamu kalah.
aku pasti tertarik pada siapa pun yang bisa mengalahkanmu.
Sebenarnya, alasanku mengirimi e-mail ini
karena aku bertemu seseorang yang sangat terampil, hampir seusia kita.
Wakabayashi!
Mi...
Misaki!
Benar.
Namanya Taro Misaki.
TIRAI PERTANDINGAN SENGIT DIBUKA! TURNAMEN DIMULAI
Oper ke sini!
Lari!
Aku mengerti, jadi kau tinggal di Prancis sekarang.
Perancis adalah negeri seni rupa.
Jika aku ingat dengan benar, ayahmu adalah seorang pelukis.
Jadi, kamu ingat.
Aku bersyukur waktu di Nankatsu dengan kalian semua.
Bola itu dipajang di rumahku, sebagai salah satu barang berhargaku.
Ya, aku juga punya.
Waktu pasti berlalu.
Sudah hampir 3 tahun sejak kita berpisah dengan Tsubasa.
Tapi, kau tahu, aku cukup kaget.
Kau bisa bertemu aku di sini.
Yah, sekarang sedang liburan musim panas, aku sedikit belajar bahasa Prancis.
Begitu.
Karena kau tidak menghubungi kami sama sekali, aku dan orang-orang lain dari Nankatsu khawatir.
Maaf.
Aku sibuk beradaptasi dengan kehidupan baruku di Prancis.
kau tahu, aku melihat artikel tentangmu di majalah sepakbola Prancis.
Apa itu yang membuatmu untuk datang mengunjungiku?
Sepertinya kamu melakukannya dengan baik di sini!
Tidak, masih belum.
Usaha terbaikku masih main di tim b.
Tapi, sebelum aku berumur 18, aku pasti akan membuat debut di liga profesional.
Ya, aku menunggunya.
Ngomong-ngomong, Misaki, kamu masih bermain sepakbola, bukan?
Tentu saja!
Sama seperti bagaimana aku terus bermain ke mana pun saat di Jepang.
Sepak bola lebih populer di Eropa daripada di Jepang, khususnya di Prancis.
Ke mana pun aku pergi, aku bisa bermain sepakbola.
Begitu.
Mendengarnya membuatku tenang.
Sepak bola Prancis lebih dekat ke gaya Latin, keterampilan individu yang jarang dilihat di Eropa.
Sesuai dengan gaya artistikmu.
Kebetulan kamu di sini, Misaki.
Bagaimana kalau kita melakukannya?
Ya! Ayo lakukan, Wakabayashi!
Hei!
Kami boleh bergabung?
Tidak terkejar...
Misaki...
Tsubasa, Misaki masih hebat mengendalikan bola.
aku telah melihatnya sendiri.
Baiklah, aku mulai!
Taro Misaki, dia pasti akan menjadi pemain profesional dalam waktu dekat.
Hebat!
Bagaimana aku bisa sehebat kamu?
Yah... kamu bisa mulai dengan berlatih.
Dalam 365 hari atau setahun, bawa bola ini terus bersamamu!
Bola adalah teman.
Rekan setimku sering bermain di Jepang sering mengatakan itu.
Ini foto dari hari itu.
Aku juga melampirkan alamatnya di Perancis.
Tsubasa, bekerja keraslah untuk memenangkan kejuaraan nasional ketiga berturut-turut.
Cukup di sini.
Hormat, dari Jerman,
Genzo Wakabayashi.
Begitu ya... Jadi Misaki ada di Perancis.
Itu sebabnya belum ada di turnamen Jepang.
Tapi... aku sangat senang.
Misaki melakukannya dengan baik, dan dia masih bermain sepakbola.
Wakabayashi ada di Jerman,
dan Misaki ada di Perancis.
Sekarang giliranku pergi ke Brasil dan menjadi seorang profesional!
Kemudian bersama, kami akan membuat sepakbola Jepang menjadi yang terhebat di dunia.
Itu adalah mimpiku yang sebenarnya.
Oke Carlos, waktunya habis!
Mari belajar!
Pertandingan dilanjutkan, kan?
Jadi apa jawaban dari pertanyaan terakhir itu?
Begini mudah kok.
Apa? kamu berada di kereta peluru?
Ya!
Aku berencana tinggal di rumahmu sementara waktu, jangan memataiku karena kamu dari Nankatsu,
Aku berubah pikiran.
Saat aku menonton pertandingan terakhir Nankatsu dan Toho,
Kami tidak ingin jumawa pada kemenangan kami.
Kami akan kembali ke Nagasaki secepatnya,
dan lakukan dengan sungguh-sungguh sampai turnamen dimulai!
Yah, aku menyatat semuanya.
Yukari, sampaikan pesan ini kepada orang-orang di Nankatsu,
Pada saat itu, SMP Hirado akan menghentikan mereka menjadi juara ke 3 mereka.
Pelatih, ini aku, Sawada.
Silakan masuk.
Pelatih, kapten kita.
Aku tidak menemukan Hyuga dimanapun!
Apa katamu?
Kehilangan keinginan untuk bertarung...
Seekor harimau terkurung, ya?
Apa?
Misaki ada di Prancis?
Lihat.
Coba lihat.
Oh, Misaki di Perancis!
Wah, cakep juga.
Siapa ini?
Dia mantan pemain Nankatsu SC, Misaki.
Dia dan Tsubasa disebut Pasangan Emas.
Luar biasa!
Tidak kusangka.
Dia terlihat kalem.
Tapi, Kak Tsubasa masih yang terbaik!
Oh, "tapi" apa, Kumi?
Tidak apa-apa!
SMP Nankatsu, yang dipimpin oleh Tsubasa, ingin menjuarai ke tiga kalinya dalam sejarah sekolah mereka.
Sementara itu, saingan dari berbagai kota mencoba menghentikan juara 3 berturut-turut Nankatsu dengan berbagai usaha.
HOKKAIDO - SMP FURANO
Kami akan mengalahkan Nankatsu kali ini!
Ya!
Kita berhasil!
AKITA - SMP HANAWA
Kita akhirnya berhasil!
Kombinasi permainan baru kita!
Ya, akhirnya kita berhasil, Masao!
OSAKA - SMP AZUMAICHI
Dan penantang baru muncul!
Sebagai permulaan kami memenangkannya!
Ada apa?
Kita tidak bisa mengalahkan Nankatsu dan Toho seperti ini!
NAGASAKI - SMP HADADO
Ya!
Saat mendekati turnamen, masing-masing tim terus berlatih, semuanya bersemangat.
Adapun Okinawa...
Ada apa?
Itu karena kalian mudah menyerah banyak yang bilang, sepak bola Jepang tertinggal!
Gunakan pantai berpasir ini untuk memperkuat tubuhmu.
Dalam sepakbola, kakimu sangat diperlukan.
Ya!
Pelatih Kira...
Jadi kau datang, Kojiro.
Ya.
Apa artinya ini?
Sudah seminggu.
Apa yang dia pikirkan?
Pelatih!
Mungkin Kapten pergi ke Okinawa menemui pelatih Kira.
Apa katamu?
Pelatih Kira?
Siapa dia?
Dan kau bilang Okinawa?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.