The first 200 lines.
Aku tak mau berpura-pura tentang keberadaan ibuku.
Aku bahkan tak mengenalnya.
Aku tak dengar tentangnya selama...
tiga tahun.
Jadi... Ya...
Ibu menelantarkanku.
Aku bahkan tak tahu akta kelahiranku.
Aku dikirim ke pembinaan keluarga.
Wanita itu memperlakukanku buruk.
Aku dianggap kecoa.
Bahkan bom atom akan membenciku.
Aku tak suka membahas ayah. Jadi...
Aku ada dimana-mana. Aku terbang di awan.
Aku dan Liam akan bekerja di tempat konstruksi ayahnya.
Jika di tempat konstruksi selesai, dia akan sampai ke barat.
Lalu kami akan berjuang keras. Dan kami akan mengembangkannya.
Kami akan membangun rentetan konstruksi.
Selesai sudah.
Uang!
Ya, Shawn itu seperti...
Shawn itu seperti adikku.
Kau tahu, dia seperti...
Dia seperti adik yang tak pernah kupunyai.
Dia akan melakukan apa pun untukku dan kulakukan apapun untuknya. Begitulah.
Kakakku...
Dia penuh kasih sayang dan sangat peduli.
Dan dia...
Dialah panutanku selama ini.
Aku sangat ingin punya anak.
Jadi, aku ingin bekerja dulu.
Akan kupastikan aku bisa mapan. Itu yang kumau.
Aku bisa menghidupi anakku dan...
memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
Hentikan, Liam.
Kubilang jangan.
Apa yang kau tahu kata mereka saat bilang jangan bercinta?
Aku tak tahu.
Mau tahu?
Aku tahu fisikku masih 18 tahun tapi cobo kau buktikan.
Memalukan.
Jangan.
Brengsek!
Kau brengsek, May!
Aku sakit hati. Aku pergi.
Diam kalian!
Apa? Kau mau juga?
Bukankah kau masih kecil? Kau seperti anak 6 tahun.
Sudah, Liam!
Ajari pria itu.
Paling tidak aku punya pacar.
Tapi hampir mambuatmu celaka.
Tidak.
Kau berusia 18 tahun hari ini!
Kau akan hidup dan tak berdaya lagi.
Geser!
Ayo!
Hentikan!
Aku suka kuping mungilmu.
Hentikan!
Hentikan. Jangan sentuh aku.
Apa kau akan menidurinya?
Kenapa tidak?
Aku cukup umur. Jangan lupa itu.
Ya.
Kau beruntung.
Aku belum mau melakukannya.
Aku masih jadi anak bandel.
Tapi aku akan cari pekerjaan, lalu bekerja dan tak akan tinggal di supermarket ini.
Kau bekerja di luar.
Semuanya cocok untukmu.
Keperingatkan kau.
Aku tak punya hadiah.
Terserah.
Jangan menghindar mencarikan pekerjaan dan temukan berkasku, bisakan?
Hei, selamat ulang tahun!
Ayo! Siapa yang mau mengintip pertunjukan Shawn?
Aku datang!
Kapan terakhir keramas?
Kemarin.
Kau yakin?/ Jangan menghina!
Apa yang kau lakukan?
Berhenti bergerak!/ Kau buat aku stres.
Kita mau apa?
Apa peduli Anton dengan itu?
Kau rusak mobilnya, kan?
Aku yakin kalian ingat perkataannya.
Kalian harus berhenti mengganggu kami.
Lihat! Itu orang bermasalah keluarga hari ini.
Dan tak ada siapa-siapa.
Ini akhir pekan!
Tunggu saja, Shawn. Kita akan menghanjarnya. Kali ini tak kan meleset.
Ajaklah dia./ Tergantung.
Tak ada kompensasi?
Lucu sekali!
Kau tampak seperti udang. Kau tahu itu?
Ayahku punya usaha kelautan.
Dia mengijinkanku berlayar beberapa kali.
Ayahmu punya perahu?
Ya, tapi saat bilang berlayar itu maksudnya kapal.
Lalu kenapa kau kemari?
Kenapa kau? Kau tak mau main lagi?
Tidak, aku berhenti. Jam berapa sekarang?
Kau aneh.
Kau hanya melihat satu arah.
Sebenarnya itu pandangan kosong.
Harusnya kau lihat kesana kemari.
Tadi juga begitu.
Dewan menemukanku sebelum mereka menendangku. Jadi...
Aku akan pergi lain kali.
Kau benar-benar sinting.
Yang ini?
Ya.
Ya, ayo!
Shawn, lampunya!
Shawn, lihat.
Ada disitu?/ Apa?
Buku telepon./ Lupakan telepon! Kau di kantor.
Tapi aku tak tahu nomornya.
Minuman menjijikkan orang kaya.
Aku tahu itu saat dibuang.
Ya./ Shawn. Ayo!
Astaga. Dasar wanita jalang.
Dia akan membuat pipa terbakar.
Lihat.
Ini berkas kita!
Kuperkenalkan Tn. Penasehat dimana Bastian mendapat pengobatan psikologi terbaiknya.
Spesial?
Apa itu!
Harus dibacakan.
Kau mau lihat punyamu?
Tak ada yang diperbaiki. Aku tak punya siapa-siapa.
Apa ada yang berisi pekerjaan?
Tak ada.
Aku tak peduli, aku akan bersamanya.
Kikira sudah tak ada hubungan.
Jangan takut, Tuan putri. Masih ada aku.
Baiklah, pria kasmaran.
Terserah. Kalian masih anak-anak.
Aku tak butuh kalian.
Akan kutemukan pria sejati.
Memangnya siapa yang mau denganmu?
Persetan denganmu!
Berikan minumannya.
Ayo, May. Minimal 5 detik!
Berikan pada Thomas.
Kalahkan!
Ayo, Tomas!
Kalahkan!
Come on!
Kalahkan!
Ayo, putar!
Pergi!
Katakan kenapa tak ke sekolah!
Tidak.
Berapa kali harus kuhukum?
Tidak.
Jangan merengek!
Pergi!
Mereka mengirimku ke pembinaan keluarga.
Aku tak terlalu memikirkan masa depan.
Aku tak kan bisa kabur dari pulau ini.
Aku tadinya puas dengan pria yang memukulku.
Anak yang jantan.
Bagaimanapun aku hanya mainan.
Aku tak ingin terlalu bermimpi.
Uang,
model baju dan semua hal...
Itu tak nyata bagiku.
Master Chef, berapa lama lagi ini? Aku sudah selesai mengaduknya.
Calmos, kubuat ini untuk bergembira.
Silahkan.
Aku tak mau memakannya.
Makan malam sudah siap.
Ya ampun!
Mereka akan membunuh kita.
Lihat saja nanti.
Kurasa itu tak perlu.
Kau tak sepertimu.
May, aku bercanda.
Yang benar saja.
Akan kutunjukkan. Tinggalkan kami. Dia seperti ibu-ibu.
Apa?
Kau bilang apa?
Kau bilang apa?/ Tak ada.
Iya, kau bilang sesuatu.
Ya, kau bilang.
Dari mana kau dapat itu?
Anton meninggalkan ponselnya./ Dasar sialan!
Sudah hancur.
Aku yakin bisa memperbaikinya./ Sudah rusak.
Dengar, lupakan ponselnya. Kita mau apa?
Kau punya kunci tokonya?/ Jangan macam-macam.
Ayolah!
Sekarang ulang tahunmu. Tidak akan ada yang tahu.
Dia akan berjaga di luar sambil telepon. Ayo.
Ayo!/ Ayo jalan.
Ayo!
Aku tak mau begini.
Ayo.
Jangan.
No comments yet. Be the first to leave one.