The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh L.P.Bagariang Once Reds Always Reds
Jika anda masuk kerja di pagi hari...
...di Senin yang padat di luar sana , lalu lintas begitu lambat.
Batas kecepatan antara 20-50 km/jam. Rambu-rambu sudah dipasang di jalan.
Dan jika anda lewat jalan tol 405, mungkin anda sudah terlambat kerja.
Jika bos anda meceramahi anda, suruh dia kemari dan bicara dengan...
-...Rachel. - Oh tidak.
Terima kasih, Skip.
Tapi bicara soal bos, setelah iklan ini...
...kita akan bicara pada 3 orang yang bercita-cita menjadi bos.
Tetaplah bersama kami.
Dan selesai. Bagus sekali. Kita kembali 90 detik lagi.
Astaga. Dale, berhentilah berkeringat, kawan.
Wow, kau basah./"Berhenti berkeringat." Bagaimana caranya?
Ini kesempatan besar. Kita bergantung pada ini.
Kita berhenti bekerja, aku harus memikirkan ke-3 anakku. Bagaimana?
Coba pikir. Kau punya pekerjaan bagus sekarang, Putramu akan sangat bangga padamu.
- Putri. Aku punya 3 putri, kawan. - Tepat. Kau bahkan tidak bisa membedakan usianya.
- Mereka terlihat seperti kentang kecil. - Jangan mengejek anakku.
- Hormati anak-anak. - Jangan membuatnya kesal.
- Mereka suka warna pink! - Tenangkan dia.
Banyak pria yang suka pink.
- Kemeja polo favoritku berwarna pink. - Ayolah.
- Boleh kami minta tisu? - Boleh aku minta tisu?
Kenapa kau membentak orang-orang? Dia bilang "tolong", kau membentak.
- Tidak sopan. - Kawan, keringkan wajahmu.
- Dia panik. - Luar biasa.
- Bisakah kalau kalian saja yang pergi? - Mengapa tidak kau tunggu saja di mobil?
Hentikan, ini gampang. Kau harus tenang.
Dengar, Nick akan jelaskan semuanya, karena semua ini idenya, benarkan?
Kau bicara soal cara kau dan istrimu bercinta dan membuat 3 anak kembar.
Kau jantungnya. Aku akan lakukan tugasku, berbaurlah pada waktunya.
- Kau jiwanya? - Tidak, aku kemaluannya.
Mengerti./Mengapa aku harus jadi jiwanya?
- Jangan pingsan. Teruslah bernapas. - Mengerti? Tidak akan sulit.
- Kita harus jadi diri sendiri. - Tidak usah. Kita ini seperti sampah.
- Mari jadi yang lebih baik dan meninggikan diri. - Kutipan bagus. Tidak ada yang jadi diri sendiri.
Baiklah, kita kembali 20 detik lagi.
Hei kawan, terima kasih sudah datang.
- Senang bertemu anda. - Selamat pagi. Bagaimana kabarmu?
Hei kawan. Ada masalah.
- Terlalu banyak. - Sudah dia atasi.
Dale Arbus./Senang bertemu denganmu, kawan.
Terima kasih sudah datang. Ini akan menyenangkan./Ya.
Bukankah digeser ke bawah?
Dan kita kembali dalam 5, 4...
Bangun dan keluar...
Dan kami kembali. Kau tahu, tiap minggu kami menyoroti...
...penemu dan pengusaha di Big Idea Spotlight.
Benar, Mike.
Dan hari ini, ada 3 "Edison...
...Modern" yang membuat shower baru yang diharapkan bisa berguna.
Sambutlah Nick, Kurt, dan Dale.
Senang berada di sini./Sebelum bicara soal produk, bisa anda ceritakan...
...apa yang mengilhami kalian masuk ke bisnis ini?
Kami semua pernah bekerja dengan bos-bos yang mengerikan.
Dan berpikir jika kami mau jadi bos, maka harus lakukan sesuatu yang berbeda.
Mungkin inilah kesempatan kami.
Kami pikir kami tidak akan bisa, tapi Dale punya ide yang luar biasa.
Jangan libatkan Dale.
Dan kami mulai berdiskusi soal penemuan barang...
...daripada mengeluh soal pekerjaan.
Hei, kurasa itu menarik.
Dale, aku ingin tahu, dapat darimana ide...
- ...soal shower baru ini? - Aku punya 3 orang anak.
Jadi merekalah buah hatinya.
- Itu anugerah. - Ya, anaknya kembar tiga.
Jujur saja, itu terlalu banyak. Cukup merepotkan.
Ya, dia sering memikirkannya.
Biar kujawab pertanyaannya.
Dale, setelah kembali dari tempat pencucian mobil...
-...dengan gagang yang bersabun. - Itu memunculkan satu hal.
Dia berpikir, "Mengapa mereka tidak membuatnya untuk tubuh manusia?"
Setelah kami minum bir, muncullah ide Shower Buddy.
- Shower Buddy? - Maaf, namanya belum resmi.
- Tidak, dia salah. Sudah resmi. - Aku maunya "Shower Daddy."
- "Shower Daddy" lebih buruk. - Aku harus setuju dengan Nick.
Lebih baik daripada mandi bersama teman yang aneh.
Ini bukan soal itu, sudah sering kukatakan. Ini soal namanya.
- Mengapa "teman"mu di kamar mandi? - Mengapa "ayah"mu yang di kamar mandi?
Jangan berteriak di tv.
Kalian tahu? Bagaimana jika kalian tunjukkan pada kami cara kerjanya?
- Benarkan? Mari kita lihat. - Ya. Basahkan. Ya. Tunjukkan.
Oh, ini keren.
Kurt akan nyalakan showernya. Anda akan lihat airnya keluar.
Setelah itu, samponya akan otomatis keluar dari pancuran...
- Airnya tidak keluar. - Gagang birunya.
- Airnya tidak keluar. - Ada pompa di belakang.
Bisa kupompa manual./Dale akan membantu. Terima kasih, kawan.
- Pompa. - Kau mengerti?
- Mengerti. - Ya?
Airnya keluar, sampo bercampur dengan air...
...maka tak lama setelah itu, pengering akan aktif.
Anda lebih cepat mandi dengan Shower Buddy.
Rata-rata orang Amerika... Entahlah... menghabiskan 50 jam dalam seminggu kerja.
- Tanganku kram. - Biar kubantu.
...pulang pergi. Jika kami bisa menghemat hanya 5 menit...
- Gagangnya terlalu kering, ya? - Ya, ludah saja.
Enakan?/Ya. Makin kental, makin bagus.
Oh, tidak, tentu saja.
Maaf. Ada lubang di belakang. Akan kututup dengan jariku.
Kami tidak peduli itu. Bereskan saja. Selesaikan.
- Apapun caranya. - Siaran langsung, kan?
TV Online. Apa yang akan kau lakukan?
- Ya? Ayo kita mulai. - Oh, ini dia.
- Sudah kubilang. - Berfungsi seperti yang dijanjikan, oke.
- Sekarang, pergi dan matikan. - Ini keren. Aku mau.
Tidak boleh. Ini sampelnya. Tapi kami sedang mencari mitra.
Kuberitahu kau. Aku mau jual. Aku mau berinvestasi.
Sudah dapat. Baiklah, Mike.
Sekarang bagaimana aku menghubungi dengan kalian?
- Langsung kunjungi Nickkurtdale. - Maaf, apa?
Aku yakin aku tidak mendengarnya.
Itu dari nama kami. Nick, Kurt, Dale.
Nickkurtdale.
Kalian harus ganti namanya.
Memang sungguh sulit diucapkan.
Tampak sangat jelas jika ditulis.
Mimpi yang indah saat berakhir, tapi kurasa kita harus mengemis pekerjaan kita kembali.
Mungkin kita harus terima kenyataan bahwa kita akan selalu jadi "roda" dalam mesin.
Tunggu. "Kemaluan" dalam mesin. Apa itu? (Cocks)
"Cogs." Dengan huruf G.
Kau tahu? Kau benar. Kita tidak cocok jadi bos.
Kita hanya lebah pekerja. Kita kuli.
Ya ampun. Lagu itu. Tidak enak didengar. Ubah ke mode getar.
- Bisa kau hentikan? - Tolong?
- Kupilih lagu ini untuk menginspirasi kita. - Tidak untukku.
Lihat ini. Nomor tak dikenal.
- Angkat saja. - Halo?
Ya, ini anggota Buddy Shower.
Benarkah? Ya. Tidak, tentu saja. Saya tahu sekali siapa anda.
Cari tahu siapa "Boulder Stream". Boulder Stream.
Terima kasih. Kami bangga dengan produk ini.
- Emailkan rinciannya, tidak apa-apa. - Apa ini serius?
- Ya, email saya? - Bukan emailmu.
P-H-A-T-B-A-L-L...
...L-L-Z...
Ya. Baiklah. Terima kasih. Ya.
- Sampai jumpa besok. - Wow.
Astaga. Boulder Streaming suka Shower Buddy.
Siapa Boulder Stream?
Perusahaan pengecer katalog terbesar di Amerika Utara.
You're gonna hear me roar.
Bagus.
Saat suasana hatimu sedang baik, pasti lagunya enak. Dan sebaliknya.
Itulah seni. Seni yang bagus.
- Astaga, tempat ini keren. - Ya, indah sekali.
- Kau tahu kue ini gratis? - Ya. Ada 4 potong.
- Ada cokelat di wajahmu. - Saat kita bertemu orang ini...
...saat bersalaman, tangan yang lain memegang sikunya.
Gaya berkelas./Aku tidak tahu gaya ini. Biar kucoba.
- Seperti itu. - Tolong, kalian duduklah.
- Bagus. - Bagaimana? Lumayan.
- Sangat bagus. - Ada cokelat di jarimu.
Sekarang malah di jasku.
- Basahkan dengan air. - Tidak perlu. Akan semakin kotor.
- Jauhkan cokelat itu. - Tidak, pasti bersih.
Tidak, akan makin kotor.
Itu mereka. Shower Buddy-ku.
Apa kabar? Bugar sekali.
Sama seperti saat di acara itu. Selalu bertengkar. Aku suka.
- Ya, itu... - Rex Hanson.
- Hei. Kurt Buckman. - Senang melihatmu.
- Senang bertemu denganmu. - Salaman berkelas.
- Nick Hendricks. - Nick, senang melihatmu.
Hei, Dale Arb...
- Salaman. Baru saja belajar. - Bisa kita bicarakan baik-baik.
- Benar? - Biar jelas, tidak boleh rasis.
Itu bagus. Bisa diatur.
Mengapa tidak minum dulu, kopi? Makan kue.
Mari ke lantai atas. Kita bicara soal produk ini. Apa itu korduroi?
Masuklah. Mimpi akan menjadi kenyataan.
Kalian mau minum?
- Akan kuambil. - Tentu.
- Tidak. Ini terlalu cepat. - Tidak untuk kami. Maaf.
Akan kupotong topiknya, Tuan-tuan. Shower Buddy. Terobosan bagus.
Tn. Hanson, kami sangat bahagia...
Tn. Hanson itu ayahku. Namaku Rex.
Silakan duduk. Nyamankan diri kalian. Duduklah.
Kami ingin anda tahu bahwa kami sangat bangga berbisnis dengan anda.
- Pekerja kami punya kesehatan... - Aku tidak peduli soal itu.
Kalian lihat ini? Ini gitar asli Jimi Hendrix.
Ya. Yang bermain gitar dengan api di jarinya. Kalian suka hal keren seperti itu?
- Kami suka yang keren-keren. - Aku sangat suka.
- Kalian suka samurai? - Samurai? Tentu.
Aku tahu. Berbisnislah dengan saya, kalian akan kaya raya.
- Jadi anda ingin membawa produk kami...? - Tunggu. Lihat ini.
Nn. Lang, bisa kesini sebentar?
Sekarang apa?
Astaga.
Sayang, kami sedang bingung. Kaleng bir yang terbuat dari apa?
Maksud anda aluminium?
- Itu dia, Nn. Lang. Terima kasih. - Oke.
Dan mau kemana dia?
Sekarang, yang kalian lihat itulah yang keren.
Bagian terbaik dari kesepakatan ini, Kalian tidak perlu menolak.
Perusahaan saya akan mengirim semua produk masa depan...
...untuk dikembangkan ke China...
...dan kalian menerima sekali pembayaran dalam jumlah besar.
- Aku mau bertanya soal itu karena... - Kalian lihat bola ini?
No comments yet. Be the first to leave one.