The first 200 lines.
Ya Tuhan, Engkau bersamaku
Aku tahu kau di sana
Aku tahu kau di sana
Kalian bertemu setelah sekian lama
Apa yang kau katakan
Bagaimana kehidupan yang penuh rasa hormat?
Hidup dengan bermartabat.
Hidup dengan bermartabat.
"Taksi... hei, taksi."
Begitulah cara Si gadis melambaikan tangan padamu, bukan?
Aku mendapat pesan dan menjemputnya.
Semuanya ada di aplikasi.
Semuanya ada di aplikasi.
Dan bagaimana dengan tips?
Terkadang.
Terkadang...
Para Nyonya itu menawarkan lebih?
Benar.
Benar.
Tapi, aku menolaknya.
Itu bisnis yang terhormat.
Kau menyebut ini bisnis, Shoaib.
Kau menyebut ini bisnis, Shoaib.
Bisnis itu yang aku lakukan.
Apa yang kau hasilkan dalam dua bulan,
Aku bisa membayarmu untuk dua kali penurunan - Tugas
Aku bisa membayarmu untuk dua kali penurunan - Tugas
Pikirkanlah itu.
Penawarannya masih terbuka.
Sudah berapa kali aku katakan padamu?
Aku tak melakukan pekerjaan itu lagi.
Benahi sikapmu.
Benahi sikapmu.
Berhentilah selagi kau bisa.
Keluar dari masalah ini.
Seperti yang kau lakukan.
Ayolah, Bung.
Kita baik-baik saja bersama.
Aku tidak pernah tertarik untuk belajar,
tetapi tidak tahu apa yang merasukimu.
Tiba-tiba kau mulai belajar.
Pindah ke Australia.
Pindah ke Australia.
Status lho naik.
Selain naik tinggi..
Kau membeli rumah yang diperluas untuk ibumu.
Namun sekarang kau tidak mampu membelinya.
Namun sekarang kau tidak mampu membelinya.
Pokoknya...bagus untukmu.
Ibumu pasti sangat senang, bukan?
Kebahagiaan ibu adalah segalanya bagiku.
Lihat, nak.
Ini Dongri.
Kau bisa membawa orang keluar dari Dongri,
tetapi tak bisa mengeluarkan Dongri dari diri orang-orang.
Lihat, itu membawamu kembali ke sini.
Penyakit ibu membuatku kembali lagi.
Bukan Dongri.
Bukan Dongri.
Ibu sakit?
Bagaimana dengan Lucky?
Bagaimana dengan dia?
Kau tahu dia adalah cinta masa kecilku.
Beruntungnya aku masih ada saat aku kembali.
Tidak menikahi siapa pun.
Tidak menikahi siapa pun.
Izinkan aku memberimu beberapa saran penting.
Ingat...
Bagi seorang lelaki, lebih mudah mendapat pensil daripada mendapat gadis.
Bagi seorang lelaki, lebih mudah mendapat pensil daripada mendapat gadis.
Dan bagi seorang gadis, lebih mudah membeli kebutuhan sehari-hari daripada seorang pria.
Simpan saja filosofimu untuk dirimu sendiri.
Simpan saja filosofimu untuk dirimu sendiri.
Dan kau katakan padaku,
kau kehabisan narkoba?
Aku berhenti. Sudah lama.
Benarkah? Lenganmu sepertinya tak akan berhenti.
Lengan yang mana? Sudah kubilang aku berhenti.
Jangan lihat lenganku.
Aku bisa lihat kau berhenti.
Ini bukan apa-apa. Serius.
Oh sial.
Shoaib. Simpan dulu jaket ini. Aku akan mengambilnya nanti.
Shoaib. Simpan dulu jaket ini. Aku akan mengambilnya nanti.
Simpan ini.
Apa isi jaketnya?
Tak apa. Pegang saja.
Sudah kubilang... aku tak ingin jadi bagian dari ini.
Ambil jaketmu.
Ambil jaketmu.
Polisi datang. Pegang saja.
Polisi datang. Pegang saja jaketnya, Shoaib.
Dan pulanglah. Aku akan mengambilnya nanti.
Sampai jumpa lagi.
Azan
Kau kembali?
Ya, Ibu.
Kau terlambat hari ini.
Kau terlambat hari ini.
Aku bertugas malam.
Begitu.
Kau anak yang baik.
Dengar. Kemarilah.
Dengar. Kemarilah.
Dengar, ya.
Lucky adalah gadis yang baik.
Meskipun bukan seorang Muslim,
tapi dia baik.
Tolong, Ibu.
Kalian berdua sedang jatuh cinta,
Tapi lebih baik lekaslah.
Gadis baik akan mudah menemukan pria baik.
Dengarkan ibumu.
Sampai jumpa.
Makan sesuatu.
Azan
Azan
'Apa yang kau hasilkan dalam dua bulan,'
'Aku dapat membayarmu untuk dua kali penurunan.'
'Aku dapat membayarmu untuk dua kali penurunan.'
'Ini Dongri.'
'Kau bisa membawa orang keluar dari Dongri,'
'tetapi tak bisa mengeluarkan Dongri dari diri orang-orang.'
'Lihat, ini membawamu kembali ke sini.'
'Lihat, ini membawamu kembali ke sini.'
Apa yang kau lakukan di sini se pagi ini?
Tak Bisa Tidur
Mau kunyanyikan lagu pengantar tidur?
Ayo bernyanyi...
bersama.
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah..."
"Apa langkah..."
"Aku merasa aman"
"Aku merasa aman"
"Dalam pelukanmu."
"Sekarang aku tinggal."
"Di dalam hatimu."
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah..."
Obrolan Radio
Obrolan Radio
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah selanjutnya?"
"Apa langkah..."
"Apa langkah..."
"Apa langkah..."
"Aku merasa aman"
"Dalam pelukanmu."
Halo. Shoaib, ini Mehmood.
Halo. Shoaib, ini Mehmood.
- Ya. Apa? - Ada kebakaran di rumahmu. Cepat ke sini.
Ibu baik-baik saja?
Shoaib. Shoaib.
Untungnya aku melihatnya tepat waktu.
Atau seluruh rumah akan terbakar.
Atau seluruh rumah akan terbakar.
Ibu. Ibu.
Iya, adik ada di dalam.
Ibu.
Sial.
Bagaimana kejadiannya?
Kabelnya mengalami hubungan pendek.
Kabelnya mengalami hubungan pendek.
Shoaib, hati-hati.
Panas. Jangan sentuh apa pun.
Periksa suratnya.
Selamat pagi, Pak.
Maaf Pak, aku terlambat.
Mengapa kau tak menjadi pemilik kafe itu?
Lalu, kau bisa datang kapan pun kau mau.
Paman belum datang.
Paman belum datang.
Ayah tak datang hari ini.
Dia ada di bank.
Ngomong-ngomong, Lucky,
hari ini adalah hari keberuntunganmu.
Hanya aku hari ini.
Bajingan.
Hei, pelan-pelan saja.
Mau dibawa kemana?
Bukan aku, tapi si pemabuk ini.
Oke, baiklah. Sekarang pergilah.
Oke, baiklah. Sekarang pergilah.
Lupakan saja, Shoaib. Aku akan membawa mereka ke bawah. Ayo pergi.
Mehmood. - Bawa dia pergi.
- Ya saudaraku . - Simpan saja di dalam hati.
- Pergilah, biar aku yang urus ini... - Terima kasih.
Selamat tinggal. Selamat tinggal.
Terima kasih.
Dia ada di sini.
Selamat tinggal, dik.
Selamat tinggal.
No comments yet. Be the first to leave one.