The first 196 lines.
Nenek tak ada di sini, ya.
Benar.
Padahal dia sendiri yang minta tolong,
dianya malah terlambat.
Aku sudah lelah menunggu.
Tak ada pilihan lain.
Ayo kita datangi saja.
Ya!
Tak ada.
Kakak, itu Kankitsu!
Ya.
Bagaimana?
Aku akan ikuti Kankitsu.
Kau carilah Nenek Asaki.
Baiklah.
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
kekejaman dengan udara bertekanan rendah
seijaku to haritsumeta kuuki ha
kuembus napasku dan mendengarnya
iki wo nonda oto kikoeru kurai
meminta sesuatu lebih dari yang lain
dare yori mo nani yori motomete
dengan tatapan yang tetap sabar
manazashi ni yadoru hirihiri to
semuanya, depan dan belakang, cinta yang berputar
zentai souden hyouri ittai meguri ai
semuanya sudah terhapus dalam kegelapan
kittahatta de issun saki ha yami no naka
timbal balik, benar-benar tercampur, tanpa arti
isshin ittai konzen kanzen wake mo naku
menunggu meriahnya tepukan tangan
hakushu kassai matteimashita
masa keemasan
ougon no jikan
mengatasi, harmoni mengatasi keputusasaan
koero koero koero koero gyakuten hisshi no Harmony
alunan, di bawah alunan harmoni
hoero hoero hoero hoero kyuutenchokka no Harmony
tenang saja, ku takkan kehilangan hidupku
agero ikiba wo nakushita kobushi wo
berjalanlah melalui waktu sampai kita terlelap
toki wo kakenukete moetsukiru made
Sesuatu yang Mencuri Ingatan
Sesuatu yang Mencuri Ingatan
Sesuatu yang Mencuri Ingatan
Gawat, jebakan, ya?
Apa yang kau inginkan di sini?
Ini adalah tempat sakral di desa,
orang luar dilarang masuk.
Aku sudah memintamu pergi.
Kenapa kau masih ada di sini?
Aku akan lakukan komplain resmi pada Desa Konoha.
Bawa dia keluar dari desa!
Baik.
Baiklah, selanjutnya...
Dia tak ada di sini.
Kukira dia ada di gedung itu.
Kankitsu?
Kenapa dia ada di sini?
Nenek Asaki!
Aku sedang mencari Anda.
Kenapa Anda tak datang di tempat yang sudah kita sepakati?
Anu...
Nak, kau tak boleh masuki rumah orang lain tanpa izin, lo.
Aku takkan laporkan hal ini, jadi, segeralah pergi dari sini.
Bicara apa Anda ini?
Itu...
Tn. Kankitsu memang sembunyikan sesuatu, ya.
Kalau tak kuhentikan...
Eh, Nenek mau bicara sesuatu dengan kami...
Cepat pulanglah.
Kalau sampai ketahuan, bisa berbahaya, lo.
Tu...
Dia tak mengingatnya?
Apa yang sebenarnya terjadi, sih?
Aku punya firasat buruk.
Ritual pernikahannya semakin dekat.
Sepertinya sudah saatnya hancurkan ini.
Tolong hentikan!
Apa?
Kau...
Itu adalah jepit rambut berharga milik Nn. Remon.
Tolong kembalikan!
Lepaskan!
Kubilang lepaskan!
Ini...
Jepit rambutnya Mbak Remon.
Teganya kau berniat menghancurkannya!
Tn. Kankitsu takkan lakukan hal seperti itu!
Siapa kau sebenarnya?
Apa yang lucu?
Sepertinya menghapus ingatan saja tak cukup, ya.
Kau harus dilenyapkan sepenuhnya!
Tn. Kankitsu?
Kau anak yang tadi!
Nenek baik-baik saja?
Kurang ajar!
Siapa kau sebenarnya?
Jadi, masih ada serangga, ya.
Padahal tinggal dua hari lagi.
Takkan kubiarkan siapa pun halangiku selesaikan ritual pernikahan dengan Remon!
Apa yang kaurencanakan?
Tak ada yang perlu kujelaskan padamu.
Meski kau tahu, kau juga akan melupakannya!
Nenek Asaki, bersembunyilah!
Awas!
Nenek Asaki!
Larilah!
Nenek Asaki?
Apa yang ingin dikatakannya itu?
Habisnya, mereka berdua tak saling mencintai juga, 'kan?
Kalau seperti itu, tak ada seru-serunya, deh.
Tentu saja mereka saling mencintai!
Mereka saling mencintai, tapi harus berpisah!
Makanya disebut kisah yang tragis, 'kan?
Apa-apaan itu?
Mereka tak bilang saling mencintai, 'kan?
Berarti, mereka takkan bisa jadi sepasang kekasih, 'kan?
Soalnya pacarku itu jalan ninjaku!
Orang yang ingin jadi Hokage,
tak punya waktu berurusan dengan hubungan asmara.
Sekarang sudah baik-baik saja.
Mohon maaf.
Namaku Remon Yoimura.
Boruto, terima kasih.
Aku takkan pernah lupakan kebaikan kalian!
Siapa kau?
Sedang apa kau di dalam sana?
Tangkap dia.
Tn. Kankitsu!
Dimengerti!
Menyerahlah!
Tunggu, kalian...
Larilah!
Harusnya berada di sekitar sini!
Cari!
Baik!
Siapa sih mereka itu?
Dan juga, ini di mana?
Ketemu!
Jangan bergerak!
Sial!
Perlukah kami kejar?
Tidak, tak ada waktu untuk mengurusi seekor serangga.
Ritual pernikahannya harus segera dipersiapkan.
Selama jepitan rambut itu tak berada di tangan Remon,
tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.
Aku sudah paham cerita mengenai Batu Soma.
Tapi kenapa kau asal bertindak begini?
Tak seperti dirimu saja.
Kita terima surat keluhan dari Desa Daidai.
Katanya, kau memasuki tempat suci desa itu tanpa izin.
Apa itu benar?
Benar.
Padahal tak diminta, tapi kenapa kau ke tempat itu?
Monster yang memakan ingatan manusia, ya?
Memang benar, itu cerita yang merepotkan.
Tapi selama ratusan tahun, desa itu terus lakukan ritual untuk atasi masalah itu.
Jadi, wajar saja mereka anggap tindakanmu itu melanggar.
Aku mengerti.
Kankitsu Akitsuki juga mengirim surat keluhan untuk orang berbeda.
Aku tahu kalau kau bukanlah orang yang berbuat seperti itu.
Adakah sesuatu yang tak bisa kaukatakan?
Tak ada.
Itu artinya kau mengakui sepenuhnya keluhan mereka, lo.
Benar.
Aku tak berniat membuat-buat alasan.
Baiklah.
Kalau begitu, untuk sementara waktu, kau jadi tahanan rumah.
Aku mengerti.
Aduh!
Lo?
Sedang apa aku di tempat seperti ini?
Aku tak bisa mengingatnya.
Untuk sekarang, aku pulang saja.
Ritual pernikahannya dipercepat?
Benar, Soma semakin menguat.
Benar juga.
Aku juga pikirkan hal yang sama.
No comments yet. Be the first to leave one.