The first 200 lines.
HOWL'S ΜOVING CΑSTLΕ
diterjemahkan oleh: Bagyo Wiryo
Nona Sophie.
Aku sudah menutup tokonya.
Nona Sophie, harusnya kau ikut.
Aku hanya mau menyelesaikan ini Pergilah bersenang-senang.
Baiklah, aku pergi.
Ayo, semua.
Lihat, itu kastil Howl.
Apa? Howl? Mana, mana?
Dia begitu dekat.
Oh, tidak.
Aku penasaran apa Howl sedang di kota.
Dia melarikan diri.
Tidak, hanya sembunyi dari para tentara.
Apa kau dengar? Martha dari Haven Selatan?
Mereka bilang Howl mengambil jantungnya.
Menakutkan...
Jangan khawatir, dia hanya mau gadis yang cantik.
Cepatlah.
Sungguh?
Oh, hentikan...
Hai tikus kecil, kau tersesat?
Tidak... aku baik2 saja.
Bagaimana kalau kita minum teh?
Mau bergabung denganku?
Terima kasih, aku sibuk.
Dia tikus kecil yang cantik.
Berapa umurmu? Kau tinggal dekat sini?
Biarkan aku lewat!
Lihat, itu karena berewokmu.
Dia bahkan tambah manis saat marah.
Maafkan aku.
Dari mana saja kau?
Siapa kau?
Aku bersamanya.
Kenapa kalian berdua tidak jalan2 saja?
Ap... Hei, apa ini...
Jangan salahkan mereka.
Mereka tidak berbahaya.
Mau ke mana? Aku akan jadi pengawalmu.
Tidak, aku hanya ingin ke Cesari's...
Bertingkahlah biasa. Aku sedang diikuti.
Jalan biasa.
Maaf, aku membuatmu terlibat.
Lewat sini.
Pegangan.
Turunkan kakimu, melangkahlah.
Benar sekali, tak perlu takut.
Bagus sekali.
Aku akan menyingkirkan mereka.
Tunggu di sini sampai pesisir aman.
Baik.
Gadis pintar.
Lettie, punya cokelat?
Lihatlah kemari, Lettie.
- Jangan rebutan. - Ayo jalan2, Lettie.
Kakak?
Lettie, cepatlah kembali.
Kakak?
Bagaimana kau bisa mendarat di beranda seperti itu?
Apa kau jadi malaikat?
Sepertinya aku sedang bermimpi...
Lettie, kenapa tak gunakan kantornya?
Aku harus segera kembali kerja. Makasih.
Apa? Kau yakin dia bukan penyihir?
Dia begitu baik...
Dia menyelamatkanku...
Jangan bilang dia mencuri jantungmu.
Jika itu tadi Howl si penyihir, dia pasti sudah memakannya sekarang.
Jangan khawatir, Howl hanya mencari gadis cantik.
Kau begitu lagi.
Dengar, kita sedang dalam masa berbahaya.
Bahkan katanya Penyihir Pembuangan juga kembali bergentayangan.
Kakak?
Lettie, Medeleines-nya habis.
Baik, tunggu sebentar ya.
Baiklah.
Aku akan pulang.
Lega sekali melihatmu baik-baik saja.
Halo, Lettie.
Senang bertemu denganmu.
Hei Kakak, benarkah kau mau habiskan hidupmu di toko topi itu?
Tokonya sangat berarti buat Papa. Lagipula, akulah yang tertua.
Bukan itu maksudku. Apa kau yakin mau jadi pembuat topi?
Aku...
Lettie, pamit dulu.
Mampir lagi kapan-kapan ya.
Tentu.
Aku harus pergi.
Kakak, kau harus bahagiakan dirimu sendiri.
Anu, tokonya sudah tutup.
Maaf kupikir aku sudah mengunci pintunya.
Toko murahan, penuh dengan topi kecil murahan.
Dan kau cukup murahan juga untuk dirimu.
Ini hanya toko topi sederhana.
Sebaiknya anda segera pergi.
Berani sekali kau, menantang Penyihir Pembuangan.
Penyihir Pembuangan?
Kau tak bisa memberitahu siapapun soal mantra itu.
Salamku untuk Howl.
Benarkah ini aku!
Aku harus tetap tenang.
Aku harus tetap tenang.
Tak ada gunanya panik, Sophie.
Aku akan baik-baik saja.
Aku harus tenang.
Aku pulang!
Selamat datang, Nyonya!
- Selamat datang. - Kalian menyukainya?
Ini semua dari Kingsbury.
Cantiknya.
Cocok sekali.
Bukankah kau pikir mengagumkan?
Sophie!
Nyonya, Sophie belum turun hari ini.
Aku penasaran ada apa...
Sophie!
Jangan masuk.
Aku sedang pilek parah.
Aku tak mau kau tertular.
Suaramu mengerikan...
Seperti wanita 90 tahun.
Aku ingin di kamar saja hari ini.
Kau yakin? Baiklah kalau begitu.
Ayo kita pergi...
Kau akan baik-baik saja, nyonya tua.
Kau masih sehat, dan pakaian ini akhirnya pas denganmu.
Tapi aku tak bisa tetap di sini.
Aduh.
Jadi tua tak mudah rupanya.
Mereka bilang pangeran menghilang.
Sulit dipercaya.
Katanya mereka mau memulai perang.
Nenek, kau butuh bantuan?
Kau sopan sekali, tapi aku bisa sendiri.
Tentu, nek, tapi kau mau ke mana?
Hanya sedikit lebih jauh dari tujuanmu.
Aku tak menyarankannya, nenek.
Tak ada apapun selain penyihir di sana.
Akan kuingat.
Pergi ke Lembah Lipat jam segini?
Dia bilang adiknya ada di sana.
Aku belum berjalan jauh.
Syukurlah aku masih punya gigi.
Itu bisa jadi tongkat yang bagus.
Ini dia...
Mungkin terlalu tebal.
Aduh...
Ranting keras kepala.
Jangan meremehkan nenek ini.
Angkat!
Orang2an sawah? Kukira kau salah satu pasukan si penyihir itu.
Tapi bagaimana bisa kau berdiri sendiri?
Kepalamu seperti lobak.
Aku selalu benci lobak.
Paling tidak kau tak jungkir-balik lagi.
Sampai jumpa.
Dingin sekali.
Kotanya masih dekat.
Jangan mengikuti, kau tak berhutang apapun.
Kau pasti sesuatu yang terkena sihir.
Aku sudah muak dengan penyihir dan mantra!
Menancaplah di manapun sesukamu!
Ini tongkat yang sempurna, terima kasih.
Kalau begitu bisakah kau mencarikan aku tempat menginap sekalian?
Kelihatannya kau jadi cerdik saat tua.
Kapal perang yang besar.
Aku tak pernah tahu betapa lemah dirimu saat tua.
Aku mencium asap. Mungkin ada pondok.
Kepala-lobak, bukankah itu Kastil Howl?
Bukan ini yang kumaksud saat bilang ingin tempat untuk tinggal!
Apa ini?
Kau menyebut ini kastil?
Apa itu pintu masuknya?
Tunggu dulu.
Hei, sini!
Kau mau membiarkan aku naik atau tidak?
Syalku!
Lobak, aku mau masuk karena sepertinya di dalam hangat.
Terima kasih.
Howl tak akan mau jantung wanita tua dan keriput sepertiku.
Kali ini benar-benar perpisahan.
Kau mungkin lobak tapi kau lobak yang baik.
Temukan kebahagiaanmu.
Tempat apa ini? Seperti tumpukan barang bobrok.
Satu hal baik menjadi tua adalah tak ada lagi yang mengejutkanmu.
Kau terkena mantra.
Dan tak akan mudah dipatahkan.
Apinya bicara.
Dan kau tak bisa memberitahukannya pada siapapun.
Kau Howl?
Salah. Aku iblis api, Calcifer!
Baiklah, Calcifer, bisakah kau patahkan mantra yang menimpaku?
Mudah.
Jika kau patahkan mantra yang mengikatku ke tempat ini...
...akan kupatahkan mantramu dalam sekejap.
Dengan kata lain, persetujuan dengan iblis.
Yakin kau bisa tepati janji itu?
Iblis tidak membuat janji.
No comments yet. Be the first to leave one.