The first 200 lines.
Episode 2
Jika terjadi sesuatu pada Dal Bong, kau dipecat. Tidak...
Meskipun kita menemukan Dal Bong, kau dipecat.
- Tolong bawakan satu botol Soju.. - Baik.
Hey!
- Kemarin seorang pria mencarimu. - Apa?
Tak usah khawatir. Aku sudah menghapus jejakmu.
Aku bilang padanya aku sudah kehilangan kontak denganmu.
Mungkin dia akan datang mencariku lagi.
Apa aku harus lari lagi?
Tapi dia tampan juga.
Hey. Meskipun kita bangkrut, jangan minum soju rendahan.
Oke. Pesan apapun yang kau mau. Semuanya aku yang bayar.
- Kau gajian hari ini? - Ya. Aku dipecat.
Whoa. Kenapa?
Karena seorang bajingan pemilik anjing itu.
Jika aku tak pernah bertemu si brengsek itu, aku masih bekerja di sana.
Dimanapun kau berada, selalu saja ada pelanggan yang rewel.
Sama seperti yang terjadi di salon kami.
Ku pikir dia orang baik.
Aku tak tahu jika jadinya akan begini. Aku bodoh.
Hey minumlah. Minum dulu, lalu lupakan semuanya.
Bajingan seperti itu memang harus dilupakan.
Ini.
Oh iya, bagaimana Infinite Power? Apa kata mereka?
Orang sepertiku bermusik? Konyol sekali.
Kenapa? Aku menyukai musikmu.
Seperti biasa, aku selalu bisa mengandalkan temanku.
Dal Bong.
Dari awal kau tahu dia adiknya So Eun?
Omo! Omo. Omo, omo, omo.
Hey, lain kali ketuk pintu dulu sebelum kau meninggalkan ruanganmu.
Akan lebih baik jika kau memakai bajumu.
Hey tidakkah Hong memberitahumu?
Aku mencoba menjadi model.
Aku harus fokus dengan tubuhku.
Tampaknya kau mencoba menjadi model telanjang.
Jangan dimakan. Ini milikku.
Jangan pernah menyentuh makanan orang lain. Oke?
Lagian makanan murah.
Ya.
Sekarang?
Ini dapurnya. Kau langsung masuk saja.
Jangan kau pikir akan mudah hanya karena ini kotak makanan.
Harga awalnya 30,000 Won. Namun bisa menjadi lebih dari 300,000 Won.
Pelanggan kami adalah selebriti, ahli makanan, dan orang kaya.
Para pelanggan memiliki cita rasa sehingga mereka cenderung sering mengeluh.
Pekerjaan yang sulit, tapi gajinya tinggi.
Aku akan bekerja keras.
Kau bisa naik scooter?
Tentu saja. Aku ahli membawa scooter.
Dal Bong, kau suka rumah ini?
Hyun Wook. Bukankah ini terlalu alami dan berorientasi organik?
Kenapa harus lingkungan ini? Kenapa harus rumah ini?
Masih bagus rumah terakhir yang aku temukan.
Tentu. Rumahnya bagus.
Sepertinya banyak hama berkeliaran. Sangat bagus.
Tapi kenapa kau tiba-tiba membeli rumah setelah 3 tahun berpindah-pindah?
Apa karena adik So Eun?
Ku pikir kau akan membantunya.
Kau menemukannya, kan?
Kau menemukannya.
Apa yang akan kau lakukan?
Bisakah kau mulai membersihkan tempat ini?
Dan jangan bilang pada ayahku atau Hae Yoon aku di sini.
Aku ingin hidup tenang.
Jangan khawatir.
Bagian tubuhku yang paling bisa dipercaya adalah mulutku.
Aku akan melakukan tugasku.
Tolong tahan sebentar!
Apa kau penguntit?
Kenapa kau terus ada dimanapun aku berada?
Kau orang yang terus berada disekitarku.
Panas sekali, dan juga berat. Kaulah hal terakhir yang aku butuhkan.
Ah benar-benar.
Jika kau ingin kotak makan siang, kesinilah.
Ku pikir kau sudah menyerah menulis lagu. Kenapa menjadi pengantar kotak makan?
Ah. Kau berencana memberikan CD bersama kotak makan siangmu?
Jika kau terus bertingkah seperti ini...
Aku akan mengupload tentang apa terjadi malam itu ke internet.
Meskipun kau melakukannya, tak ada yang akan mempercayaimu.
Karena aku akan membereskannya.
Ah, jadi kau akan membereskannya.
Jadi setelah konser di L Hotel...
Kotak makan siangmu sangat lezat.
Jika kau ingin kotak makan siang, kau harus ke sini.
Terima kasih. Shi Woo, kau terlihat jauh lebih baik secara pribadi.
Tidak juga. Seharusnya aku terlihat lebih baik di layar kaca.
Semoga harimu menyenangkan.
Hey kotak makan siang.
Jangan lagi mengantarkan kotak makan siang kemari.
Kenapa tidak?
Aku hanya ditolak sekali dalam hidupku.
Saat itu pertama kalinya aku ditolak.
Jika kau menjadi diriku, kau akan marah atau tidak?
Kalau begitu seharusnya kau juga jangan datang ke gedung ini.
Oh tidak!
- Perhatikan jalanmu! - Aku minta maaf.
Kotak makan siangnya...
Bajingan itu.
Ini anjing yang sama seperti sebelumnya.
- Mungkinkah... - Oh, kotak makan siangku sudah sampai?
Kau...
Wow. Kebetulan apa ini?
Aku baru pindah dan aku pesan makan siang.
Dan kau tampaknya seseorang yang aku kenal.
Harganya 30,000 Won.
- Jadi kau mengantarkan makanan ke sini? - Ya.
Aku bekerja di sebuah hotel...
...tapi aku bertemu seorang bajingan, dan kehilangan pekerjaanku.
Sekarang, aku bekerja di perusahaan ini. Jadi kita bertemu lagi.
Kenapa? Kau akan menelepon dan memecatku lagi?
Tentu saja aku akan menelepon.
Panggilan untuk memesan makanan.
Dari sekarang, Aku akan memesan kotak makan siang setiap hari.
Apa pengirim makanan diperbolehkan berbuat kasar seperti ini?
Kalau begitu pesanlah dari tempat lain.
Sayang sekali. Kotak makan siang yang ini adalah yang terbaik.
Bukankah ini pertama kalinya kau memesan di sini?
Cepat bayar.
Oh, tentu. Uangnya...
Aku punya 50,000 Won.
Sampai ketemu besok!
Akan butuh waktu lama bagi kita untuk bisa lebih dekat.
Mari.
Hello.
Aku akan sering melihatmu karena aku tinggal di sini.
Panas sekali hari ini.
Mau? Beli satu dapat satu. Ada satu tersisa.
Aku tidak suka cokelat.
Bagaimana pekerjaanmu? Apa sulit? Kau suka?
Apa kau gelandangan?
Aku tak pernah melihatmu bekerja. Kau hanya berkeliaran.
Aku sibuk sekali hari ini.
Aku sangat sibuk. Aku tak punya banyak waktu.
Apa katamu?
Aku bilang aku sangat sibuk...
Sudahlah.
Hey Dal Bong.
Kenapa kau tidak menyapaku?
Kenapa harus ku antarkan ke sini?
Aku tak bisa membawa scooterku. Aku harus lari untuk tiba di sini.
Jika kau lelah, beristirahat di sini sebelum kembali.
Sangat menyenangkan di sini. Anginnya bagus, langitnya cerah.
Apa kau tak memeriksa cuaca? Hari ini seharusnya hujan.
Baiklah, meskipun hujan, terasa bagus juga.
- Hei, di sini. - Karena ucapanmu itu...
Kemari. Tutupi Dal Bong.
Dal Bong tak boleh basah.
Karena kau, aku jadi basah begini.
Kau seharusnya membawa payung.
Kau sudah tahu cuaca akan begini.
Aku harus pergi.
Apa?
Jika kau terserang demam, kau akan lebih membenciku.
Pergilah. Sebelum kau lebih dimarahi.
Aku dengar Hyun Wook tinggal di Seoul.
Bagaimana kau tahu?
Sung Jin meneleponku.
Nona Shin. Jangan bergaul dengan orang seperti dia.
Orang seperti dia tidak baik.
Hal terburuk dari orang-orang seperti mereka memutuskan kontak dan melarikan diri.
Dia mungkin berubah.
Fokus pada Jae Young saja.
Lihatlah lingkaran hitam di matanya karena khawatir tentang judul lagunya.
Jadi bagaimana jadwalnya? Apa sesuai denganmu?
Kita harus tetap sesuai jadwal.
Dengan begitu kita punya kesempatan tertinggi menjadikannya hit.
Dengar betapa hebatnya dia berbicara.
Mungkin kau harus mengambil konsepnya dan mengunjungi London.
Ya, aku berencana menemui Jamie Scott untuk mengetahui bagaimana menurut dia.
Dapatkan sebelum SM atau YG. Berantas mereka.
Oh, dan aku dengar Rae Hoon dan Ra Eum jalan bareng.
Bagaimana kau tahu hal-hal seperti itu?
Aku sudah bekerja di bisnis ini lebih dari 30 tahun.
Peringatkan mereka jika skandal ini bocor mereka akan mati.
Bilang pada mereka untuk mencari alasan yang kuat.
Jika Shi Woo tahu, akan ada masalah.
Pertemuan selesai.
Hae Yoon, satu hal lagi.
Jika kebetulan kau mengunjungi Hyun Wook...
Belikan dia kaktus.
Dia suka hal-hal seperti itu. Mungkin karena dia sangat berduri.
Tentu.
Apa kau membatalkan rencana makan malam kita karena Hyun Wook?
Ya. Sung Jin bilang akan ada pesta di rumah baru.
Kenapa? Apakah pertemuan hari ini penting?
Aku yakin itu tidak sama pentingnya Hyun Wook.
Aku juga ikut.
Kenapa? Selama ini dia juga adalah temanku.
Kenapa kau tidak menontonnya? Mereka bilang itu bisa membantu.
Dal Bong. Kau bosan?
Kau lebih peduli Se Na dibandingkan anjing di TV.
Dal Bong. Kenapa kau menyukai Se Na?
Karena dia adik So Eun?
Ah... oke, jadi mari kita lihat...
Pokoknya, untuk rumah baru Lee Hyun Wook. Semuanya, bersulang!
Bersulang!
Ngomong-ngomong, kau masih akan bermusik?
Aku tak yakin. Aku belum memikirkannya sampai sejauh itu.
No comments yet. Be the first to leave one.