The first 200 lines.
Dihubungkan dengan kedua dunia yang terbalik.
Mereka menjelajahi satu sama lain
Duniaku dengan duniamu saling terhubung
Dipisahkan oleh langit dan bumi
Dipisahkan oleh langit dan bumi
Tumpang tindih di satu titik
Cahaya berawal dari sana
Aku ingin pergi ke sana
Aku yakin kita bisa pergi ke matahari
Dunia terbalik menghubungkan dua dunia
Mereka berbicara satu sama lain
Duniamu terhubung ke hatiku
Dipisahkan oleh langit dan bumi
Di tangan kita tergenggam dunia kita
Jejak awal di sisi lain
Masa depan dunia berada di tangan kita
Aku yakin kita pasti bisa
Dunia yang sesungguhnya
Ke mana kau pergi!
Pembicaraan kita belum selesai! Lagos!
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Silakan belajar dengan tekun.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Silakan belajar dengan tekun.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Patema...
Tunggu sebentar.
Polisi akan mengurusnya.
Pergi ke mana kau!
Pembicaraan kita belum selesai! Lagos!
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Silakan belajar dengan tekun.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Silakan belajar dengan tekun.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Silakan belajar dengan tekun.
Mata pelajaran kedua jam 08.30.
Patema!
Maaf, kami terlalu tunduk pada atasan.
Menjengkelkan sekali.
Kalau tidak hati-hati, salah langkah aku bisa jatuh.
Apa? Memangnya kau tahu perasaanku?!
Ah... maaf!
Apa kau mendengarku?!
Kehidupan kami berbeda dengan kalian.
Tapi kenapa kau membantunya melakukan hal itu?
Apa tujuanmu?
Sayangnya, kau ini orang yang hina.
Kau dan aku adalah manusia yang berbeda.
Siapa pun tahu itu.
Karena kalian keturunan orang-orang berdosa...
...akan tertelan oleh langit sampai habis.
Satu, dua...
Ya ampun...
Nona Patema, apa yang sedang Anda lakukan?
Apa ini?
Kami menemukannya tergeletak di gudang lantai bawah.
Semua dikemasi kaleng!
Kami juga menemukan beberapa benih baru.
Hebat! Sepertinya kita bisa meningkatkan penanaman tumbuhan jenis baru nanti.
Aku akan melaporkannya kepada pemimpin.
Jangan lupa ikuti petunjuk keselamatan, ya?
Ah, baik!
Dadah!
Dadah!
Seenaknya saja masuk ke kamar seorang gadis.
Pria tidak begitu, tahu!
Kami ini walimu.
Bukan seorang pria.
Lebih baik kau diam saja.
Tidak, aku seorang pria!
Kadang-kadang mengasyikkan kalau pulang lewat jalan yang berbeda.
Kau pergi ke zona berbahaya lagi, 'kan?
Hei, "zona berbahaya" itu apa?
Itu adalah hukum yang dibuat nenek moyang kita!
Soalnya, di sana sangat indah.
Hari ini aku menemukan tempat baru yang sangat luas!
Berbeda sekali dengan yang ada di sini.
Menjaga cara hidup kita sekarang sangatlah penting.
Aku tahu itu.
Tapi, aku ingin melihat tempat yang berbeda.
Apakah itu perkataan yang pantas diucapkan oleh seorang putri pemimpin?
Sudah, sudah, Kakek.
Kalau Lagos, dia pasti tak pernah berkata seperti itu.
Di zona bahaya ada banyak monster, lho!
Seperti... Manusia Kelelawar!
Konon, banyak sekali orang-orang yang diculik.
Dan mereka tidak pernah kembali lagi.
Apa itu?
Aku bukan anak kecil lagi, tahu!
Apa itu benar?
Oh, bukannya kelelawar, sih...
Pokoknya, kau harus mematuhi kata-kata terakhir pemimpin generasi pertama.
Dan menjadi panutan bagi semua orang.
Porta.
Baik, baik.
Ya ampun. Mengatakan hal yang tak berguna.
Lagian, mereka memang berkeliaran di tempat itu, 'kan?
Suaramu terlalu keras!
Bukankah lebih baik jika kita menceritakannya?
Kupikir akan berbahaya jika kita tidak memberitahunya.
Patema masih kecil!
Ah, aku bercanda, kok!
Kan udah ada hukumnya.
Untuk tujuan itulah kita hidup.
"Kalau Lagos, dia tidak pernah berkata seperti itu," ya...
Benar juga, ya!
Orang itu bukan penduduk dunia bawah lagi!
Sudah bertahun-tahun dia tidak menghubungi kita.
Tidak ada yang tahu nasib orang itu sekarang.
Masuk.
Apa kamu sehat-sehat saja, Patema?
Kamu bertengkar lagi dengan kakek, 'kan?
Kamu dengar, ya?
Kamu akan pergi lagi?
Ya, kali ini mungkin akan sedikit lebih lama.
Kenapa kamu selalu pergi jauh?
Tetaplah bersamaku.
Aku ingin mengetahui dunia yang berbeda dari tempat ini
dan lebih memahami tentang dunia itu.
Mungkin masih agak sulit untukmu.
Kalau begitu, ajak aku.
Tunggu sampai kamu lebih besar, ya.
Aku 'kan bukan anak kecil lagi.
Bisakah kamu tunggu sebentar lagi?
Kalau kamu berjanji,
hari ini aku akan memberimu hadiah. Ini.
Indah, bukan?
Kamu bukan anak kecil lagi, ya!
Patema, tutup matamu.
Ini sudah sangat tua.
Tapi ini benda yang sangat penting.
Inilah dunia.
Sekarang, buka matamu.
Sudah cukup lama aku menunggumu... Lagos.
Dasar bodoh.
Kembali nggak, ya?
Bercanda...
Manusia kelelawar!
Bahaya...
Kalau aku memegang ini, aku tidak akan jatuh...
Ah, anu...
Bagaimana kau bisa begitu?
Tolong aku!
Jangan biarkan aku jatuh!
Jatuh? Ke mana?
Kenapa kamu malah bilang itu?
Hah?
Sama seperti foto yang diberikan Lagos.
Lagos... kamu bercanda, 'kan?
Ah, kau bangsa terbalik, ya?
Terbalik?
Apa? Apa maksudmu?!
Tempat apa ini?!
Itu dan itu juga...
Semuanya bergantungan!
Yah... kupikir yang menggantung itu kau.
Apanya?! Yang menggantung itu kau!
Apa maksudmu?
Manusia kelelawar...
Ya! Kau salah satu temannya, 'kan?
Hah?
Soalnya, dia juga terbalik.
Eh, tenanglah.
Kenapa kau sangat kejam.
Tunggu.
Tunggu dulu.
Kembalikan aku!
Kubilang, tunggu dulu!
Mana mungkin aku tega berbuat jahat padamu!
Tapi... soalnya...
Mana mungkin aku melakukannya!
Tak akan pernah.
Hanya karena kau bangsa terbalik...
Maaf... padahal kau sudah menyelamatkanku...
Jadi siapa yang menyerangmu?
Bagaimana ini?
Aku...
Ada apa!?
Gawat, aku harus kembali.
Hah?
Waktunya sekolah.
Sekolah?
Tidak, tunggu sebentar.
Tunggu, kumohon!
Kau akan meninggalkanku di sini?
Yah, soalnya aku harus pergi ke sekolah.
Karena peraturan dan pengawasan...
Aku dan sekolah, mana yang lebih penting?
Jangan khawatir, aku akan segera kembali.
Janji, lho!
Ya.
Jangan tinggalkan aku sendiri, ya.
Aku tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.