The first 200 lines.
Ayo, Max.
Pagi, Ny. Mercer./ Chris.
Tumben sudah datang.
Anak-anak kembarku membangunkanku saat subuh.
Astaga, aku lupa.
Selamat./ Terima kasih.
Bagaimana kalian menghadapinya?/ Merepotkan.
Pasti.
Tapi kau pasti bisa. Kau pria muda yang cakap.
Kau nampak senang.
Hari Sabtu, bukan?/ Jangan mengingatkanku. Banyak pekerjaan.
Semua akan baik-baik saja.
Semoga berhasil./ Terima kasih.
Dan aku turut senang dengan kalian.
Terima kasih, Ny. Mercer./ Panggil aku Kate.
Kita sudah tidak di sekolah lagi./ Baik.
Bagaimana menurutmu dengan lagu The Platters?
Apa?/ Lagu The Platters.
Untuk apa?
Dansa pertama.
Apa tidak aneh memainkan lagu yang sama seperti di pernikahan?
Tidak. Lagunya bagus.
Aku selalu menyukainya./ Aku tahu.
Apa itu?/ Surat.
Aku tahu, tapi dari siapa?
Bahasa Jerman./ Ya.
Apa isinya?
Aku tidak hapal kata kerja dan kata bendanya tapi...
...sepertinya mereka menemukannya.
Siapa?
Mayatnya.
Astaga! Siapa? Geoff.
Mereka menemukan Katya.
Oh.
Kau tahu siapa maksudku, 'kan?
Tentu.
Aku sudah pernah memberitahumu.
Tentu. Sudah lama sekali.
Aku sudah pernah memberitahumu tentang Katya-ku.
Dia berada di sana selama 50 tahun, seperti dalam peti es.
Kini mereka menemukannya.
Seperti Mumi Tollund di rawa Swedia.
Denmark tepatnya.
Apa?/ Ada di pelajaran.
Aku mengajarnya untuk kelas tiga.
Aku akan buat teh lagi.
Aku butuh kamus.
Entah di mana kamusnya.
Periksalah di kotak plastik.
Tidak ada. Hanya ada buku "Lakukan Sendiri".
Ah!
Itu dia.
Ya.
Terima kasih.
Faktanya adalah saljunya meleleh.
Yang tersisa hanyalah es.
Itu sebabnya mereka bisa menemukannya.
Apa maksudmu?/ Dia masih di sana.
Dalam es?/ Ya.
Sangat dalam, tapi airnya sangat jernih.
Itu sebabnya mereka bisa melihatnya.
Mereka sudah mengeluarkannya?/ Belum.
Kenapa?
Dia ada di dalam gletser di pegunungan Swiss, Kate.
Tidak semudah itu.
Tidak ada jalan ke sana.
Ya.
Bagaimana mereka tahu kalau itu mayatnya?
Bisa saja bukan.
Masih sebatas asumsi, dilihat dari tempatnya.
Mungkin mereka tahu dari pakaiannya.
Pakaiannya?
Seperti pilot di Islandia.
Mereka diawetkan.
Aku tidak mengingatnya.
Aku melihatnya di film dokumenter.
Tubuh mereka tetap utuh karena cepatnya pembekuan.
Kau pikir itu yang terjadi padanya?
Entahlah, tapi bisa jadi begitu.
Aku tidak yakin. Tidak setelah sekian lama.
Terdengar aneh, bukan?
Dia pasti masih terlihat sama seperti tahun 1962.
Tapi aku sudah begini.
Ada apa?
Jangan marah, Kate.
Aku mau merokok.
Kau baik-baik saja?/ Ya.
Makan ini. Dan minum obatmu.
Mereka bertanya apa aku mau ke Swiss.
Kenapa?
Untuk melihat mayatnya.
Kapan?/ Segera.
Kau tidak mau pergi, bukan?/ Entahlah.
Kau mau ke Swiss?/ Tidak terlalu jauh.
Ada penerbangan dari Stansted./ Tetap saja jauh.
Jadi aku tidak perlu pergi?/ Sejujurnya?
Tidak.
Aku tidak melihat ada gunanya.
Lagipula kita ada pesta Sabtu nanti./ Aku tidak mau pergi.
Aku tak mau pergi./ Tetap saja.
Aku tidak ingin kau mendaki gunung.
Tidak seperti itu.
Kau bahkan tak mau berjalan denganku di jalan Broads...
...padahal jalanannya rata./ Aku tahu.
Seperti yang kubilang, Kate, tidak seperti itu.
Tetap saja.
Bukannya kau harus ke kota?/ Bisa ditunda.
Tidak, kau harus pergi.
Ini agak mengejutkan.
Tapi aku baik-baik saja.
Kau yakin?/ Ya.
Nampak beda. Begitu kosong.
Biasanya meja-meja ditempatkan di sini.
Meja besar di sana, supaya tamu-tamu bisa melihat kalian.
Kami takkan memakai meja besar, tapi terima kasih.
Sungguh?
Meja besar sangat bagus untuk acara seperti ini.
Kalian berdua akan menjadi pusat perhatian.
Ini bukan pernikahan.
Ini hanyalah pesta.
Itu pilihan Anda.
Bagaimana pun juga ini tempat yang bagus untuk sebuah perayaan.
Ini 40 tahun pernikahan kalian, bukan?
45 tahun.
Perayaan yang tidak biasa.
Suamiku sakit sehingga dibatalkan. Kami terpaksa mengaturnya lagi.
Berarti saya harus membuatnya terasa istimewa, bukan?
Ini tempat yang sangat bagus.
Penuh dengan sejarah.
Layaknya pernikahan yang bahagia.
Apa Anda tahu Perayaan Trafalgar diadakan di sini?
Ya, asistenmu memberitahuku.
Tahun 1805.
Bayangkan kemeriahannya saat itu.
Semua orang merayakan sebuah kemenangan besar.
Bukankah Nelson dibunuh?
Tapi mereka menang perang.
Hal itu layak dirayakan, bukan?
Waktu menikah kami pakai meja besar tapi kami tidak menyukainya.
Suamiku merasa itu tradisi rakyat kecil.
Boleh lihat daftar menunya?
Tentu.
Saya segera kembali.
Tidak perlu buru-buru.
Anda menghubungi Geoff dan Kate. Silakan tinggalkan pesan.
Sudah lama kau tidak mendengarkan lagu ini.
Bagaimana keadaanmu?/ Baik.
Kenapa jarimu?
Waktu aku memperbaiki kloset jempolku tergores.
Uh.
Kau sudah memperbaikinya?
Katupnya mesti diganti.
Aku meneleponmu tadi./ Apa kau meninggalkan pesan?
Tidak, hanya memeriksa apa kau baik-baik saja.
Baik.
Kau baca apa?/ Kierkegaard.
Astaga, sudah berapa kali kau membacanya?
Kau sudah punya tiga edisi buku itu,...
...tapi kau tak pernah membaca bagian kedua bukunya.
Ini hari yang aneh.
Memang.
Tadinya aku hanya ingin di rumah,...
...bergumul dengan katup kloset.
Tapi kau benar.
Sudah lama aku tidak jalan-jalan.
Dan ini hari yang indah, jadi aku pun pergi.
Ke mana?/ Hanya ke dusun.
Beli rokok?
Aku masih bisa mencium aromanya.
Aku hanya tidak mau kita merokok lagi.
Tidak.
Aku janji.
Baiklah. Lanjutkan.
Waktu aku di dusun, entah apa yang terjadi,...
...tapi orang rasis dari komunitas sosial...
Sandra Wilkins.
Ya, dia.
Dia menghampiriku, tepat di depan wajahku,...
...dan terus menanyakanku apa aku baik-baik saja.
Aku bilang baik, tapi dia tidak mempercayaiku.
Padahal aku tidak melakukan apa-apa.
Tidak ada. Hanya duduk di bangku kolam,...
...sambil melamun dan menghirup udara segar.
Selesai.
Hanya itu, sungguh./ Aku percaya padamu.
Dia wanita yang mengerikan.
Abaikan saja./ Ya.
Makanannya enak?
Enak.
Ya.
Tambah?
Terima kasih.
Apa?/ Tidak.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Rasanya aku sudah pernah memberitahumu,...
...tapi sudah lama sekali, jadi bisa saja aku salah.
Baiklah. Teruskan./ Ya.
Aku adalah ahli warisnya.
Apa maksudmu?
Resminya begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.