The first 200 lines.
Sebuah utusan suku Indian dari daerah Morelos telah datang ke ibu kota untuk sebuah pertemuan dengan Presiden mereka Porfirio Diaz...
Kapankah kau pergi membawa belati yang sesusungguhnya?
Kau bisa membawa ini..
- Dimana kertasmu? - Disini
Selamat Pagi, Anakku.
Baiklah, Mendekatlah.
Mendekatlah.
Di sini adalah nama-nama mereka, Tuan Presiden.
Lalu, anaku-Anakku, masalah apa yang membuatmu datang kesini?
Baiklah, seorang harus berbicara, kalian datang kesini untuk suatu hal.
Ya, Tuan Presiden, Kami punya sesuatu untukmu.
Baiklah, Kau katakanlah padaku
Kau mengetahui tentang tanah itu?
Tanah dengan batu putih besar di tengahnya, sebelah selatan Anenecuilco?
Tuan Prseiden, Utusan kita...
- Tanah mereka telah dirampas, - Siapa yang merampas tanah kalian?
Anak-anakku, Ketika kamu melakukan pengakuan..
Pastikan lah kenyaataan yang kalian alami...
- Siapa yang merampas tanah kalian? - Negeri paling besar yang ada disana..
- Itu lebih besar dari sebuah kerajaan.. - Mereka telah merampas bukit hijau kita..
- Sebelah kiri kita hanya ada bukit berbatu.. - Kita tidak bisa menanam jagung disana..
Itu benar, disana ada pagar baru dengan kawat berduri
Kita tidak bisa merawat jagung kita
Kau tahu tiga rumah dengan batuh putih itu?
Mereka membakarnya, mereka menanam tebu di ladang kita.
Kalian bisa buktikan jika tanah itu adalah milikmu..
Leluhur desa kita telah memiliki tanah itu sejak dahulu kala...
Kami punya catatan dari Kerajaan Spanyol.
Kami punya catatan dari Republik Mexico.
Baiklah, jika itu benar, maka kalian tidak punya masalah lagi...
Anak-anakku, Pengadilan akan menentukan hal ini.
Aku akan mengutusmu ke pengacara pribadiku...
Tapi sebelum kalian bertemu dengannya...
Saya meminta kalian untuk menemukan batu pembatas tanah kalian...
Periksalah sekali lagi, tkaunya dan letaknya...
Periksalah batas tanahmu, carilah fakta, fakta...
Sekarang, Anakku, Saya punya banyak masalah lain yang harus kutemui
Saya telah menjadi Presiden kalian selama 34 tahun.
Ini bukan pekerjaan mudah menjadi seorang Presiden...
Terima Kasih, Tuan Presiden..
Terima Kasih...
Selanjutnya apa lagi?
Kami tidak bisa memeriksa batasnya, Tuan Presiden...
Tanahnya telah dipagari dan dijaga...
Mereka telah menanam tebu di ladang jagung kita...
- Pengadilan... - Dengan izinmu..
Pengadilan?
Apakah kau tahu berapa banyak gugatan tanah yang telah dimenangkan rakyatmu sendiri?
Apakah tanahmu dirampas?
Tanah ayahku telah dirampas sejak dulu, Tuan Presiden...
Anak-anakku, Saya adalah ayah kalian, Pelindung kalian, darah kalian..
Tapi bersabarlah, masalah ini butuh waktu, bersabarlah..
Dengan surat izinmu, Tuan Presiden..
Kami membuat Tortilla dari jagung.. bukan kesabaran..
Dan kesabaran tidak akan mampu menembus senjata dan pagar berkawat...
Haruskah kami melakukan nasehat tuan, untuk memeriksa batasnya itu...
Kita butuh surat izin dari tuan untuk melintasi pagar itu...
Saya tidak bisa membuat izin seperti itu..
- Tetapi kau menganjurkan ini.. - Saya hanya bisa menganjurkan..
Lalu secara langsung, Tuan Presiden, Kami akan melakukan apa yang dianjurkan, tuan..
Terima kasih atas nasehat, tuan..
Kau!!
Kau..!!
- Ya, Tuan Presiden? - Siapa Namamu?
- Zapata. - Siapa?
Emiliano Zapata.
Disanalah kau..
Terima kasih, Anakku..
Dengan senang hati, Bapak..
Kesini.. kesini lah..
Disini.. Disini.. Disini.!!
Disini!
Kembali.. kembali!
Dapatkan dia, seorang diatas kuda putih!
Itulah orang yang membawa mereka masuk kedalam sini..
Orang itu, Orang dengan kuda putih, orang itu, Cepatlah!
Zapata! Emiliano Zapata!
Emiliano Zapata!
Zapata!
Emiliano Zapata!
Zapata? Emiliano Zapata?
Si bodoh itu, dia tetap mendekat..
- Siapa dia menurutmu? - Orang aneh, lihatlah pakaiannya..
- Haruskah kita membunuhnya? - Jangan..
- Tembaklah di depannya - jangan sampai mengenainya..
Ketika aku ingin menembak.. maka aku akan menembak..
Orang itu akan mati jika meleset sedikit saja..
Zapata! Emiliano Zapata!
Dia lebih bodoh dari perkiraanku, dia tetap mendekat..
Dia orang gila.. kau tahu, tidak baik membunuh orang gila..
- Bisakah aku menguji dia lagi, sedikit lebih dekat? - Bagaimana bisa dia semakin mendekat?
- Mungkin dia membawa sebuah pesan... - Mungkin dia adalah jebakan..
Mengapa kita tidak membunuhnya saja? Ini semakin mudah untuk dilakukan..
- Apa berartinya dia? Satu peluru saja.. - Tidak..
- Apa yang kau inginkan? - Saya mencari Emiliano Zapata..
Dia tidak disini..
- Temannya mengirimku kesini.. - Siapa temannya?
- Orang di desa - Dia tidak disini..
Aku tidak punya senjata..
- Apa ini? - Mesin Penulis..
- Senjata dari pemikiran.. - aku katakan padamu, aku tidak membawa senjata..
Jangan kau hancurkan itu, letakkan, letakkan...
Mano.
Letakkan..
kau kah Emiliano Zapata?
Saya datang atas saran Madero, Pemimpin dari gerakan perlawanan Diaz..
Berikan saya minum...
- Mengapa kau datang padaku? - Berikan aku air, maka aku akan berbicara padamu...
Fernando Aguirre.
Pablo Gomez.
- Aku ingin berbicara denganmu.. - Berbicara
- Aku ingin kau mendengarkan.. - Baiklah, Bicaralah..
"Kelaliman dari Porfirio Diaz sudah tak tertahankan lagi"
"Sudah 34 Tahun dia memerintah dengan tangan tirannya"
- Ya, Balnco, terlihat bagus sekarang.. - Dengarkan..
"Arti Demokrasi telah lama dilupakan"
"Pemilihan hanya lelucon saja, Rakyat tidak punya suara lagi"
"Kekuasaan hanya ada di dalam seorang, dan dia telah banyak mengecewakan"
- Siapa Yang menulis itu? - Francisco Madero.
"Jika kita ingin membawa Mexico kepada kebebasan yang membawa Mexico berdemokrasi"
"kita Harus bersatu untuk melawan tiran kita"
- Siapa itu Madero? - Pemimpin gerakan perlawanan terhadap Diaz.
- Dimana dia? - Di daerah bagian Amerika Serikat, Texas..
- Tempat yang bagus untuk melawan Diaz.. - Dia telah membuat persiapan..
Sekarang dia telah siap untuk bergerak..
Dia menyuruh orang-orang untuk menyebarkan pesan, Mencari Pemimpin baru di Mexico..
Aku telah dikirim ke daerah Morelos ini..
Hati-hati, Baunya telah bersama angin dan dia telah merisaukan...
jadi apa hubungannya denganku...
- Orang-orang berkata padaku... - Jangan percaya apa yang orang-orang katakan padamu...
Hey. Hey, Kau!
- Ayolah, Makan. - Ayolah, Makan.
- Madero? - Ya, ingat?
Aku menuliskannya padamu tentang dia..
- Kau berjanji padaku untuk mengajarkanku membaca.. - Ya, Aku akan. Aku akan..
Mari berbicara dengan orang ini tentang Madero, mungkin dia punya sebuah surat..
- Tidak, semua orang bisa menulis surat, bahkan kau. - Saya senang dengan pkaungan mata dari Madero.
- Ayo pergi dan berbicara dengannya - Aku tak bisa..
- Mengapa tidak? - Jangan sekarang..
Aku tahu mengapa..
Aku ingin kau pergi ke Madero, dan katakan padaku apa yang kau lihat..
- Aku? dia di Texas - Lalu, pergilah ke Texas..
- seberapa jauh itu? - Siapa yang tahu? pergi dan lihatlah..
- Aku tidak pernah peri keluar negeri ini.. - Sekarang, Kau akan melakukannya...
Aku ingin kau yang pergi melihatnya, jika kami bisa mempercayainya..
Aku suka wajahnya..
Tapi sebuah gambar hanyalah gambar semata...
- Kapan kau akan meginginkan aku pergi? - Sekarang..
- Sekarang..? - Sekarang lah, Bersiaplah.
Jika kau seperti yang kau inginkan.. Katakan padanya apa masalah kita disini..
Katakan padanya bahwa kita mengenal dia sebagai pemimpin Perlawanan Diaz..
- Kemana dia pergi? - apa?
- Kemana dia pergi? - Aku tidak tahu, Dia tidak mengatakannya...
- Sekarang, Kemana dia pergi? - Aku tidak tahu, Dia tidak mengatakannya...
- Ada apa dengannya? - Wanita, Apa lagi?
- Kemana kamu pergi? - kemana saja?
- Bagaimana dengan dia? - Dia bisa menjaga dirinnya sendiri..
Semua ini begitu berantakan..
Petugas..
Josefa, Aku harus berbicara denganmu.
- Orang pedesaan melihatmu.. - Aku taruhkan hidupku untuk datang kesini..
- Mungkinkah aku bisa berbicara dengan ayahmu? - Untuk apa?
- Untuk memohon atas cintamu.. - Tidak, jangan lakukan itu..
- Mengapa tidak - Janganlah lakukan itu..
- Ada apa denganku? - Ini bukanlah hal itu
- Apa ada yang salah denganku? - Apa maksudmu?
Aku tak punya perhatian untuk mencuci pakaian di selokan..
Dan menepuk Tortilla seperti para Indian..
Siapa yang mengatakan itu?
- Ayahku - Ibuku adalah seorang Salazar..
Dahulu Zapata adalah Kepala suku dan leluhurmu masih hidup di dalam gua.
Selalu ingatlah itu..
Baiklah, Kau bukan lagi Kepala Suku, sekarang.. Kau tidak punya tanah, tidak punya uang..
- Kau akan berada di penjara, esok hari pun.. - Tetap di penjara..
Aku telah ditawari kedudukan oleh Don Nacio Delator..
Don Nacio Delator tidak menggunakan para buronan yang lari dari hukum..
Jika saya menerima penawarannya, maka aku akan diampuni..
Mengapa di dunia ini Don Nacio butuh seseorang seperti kau? Mengapa?
Kelihatannya, Kau tidak tahu tentangku, Aku adalah penunggang kuda terbaik di negeri ini..
Kau tahu itu, siapa yang tidak tahu hal itu..
Aku telah bersama dia selama bertahun-tahun... aku membawa semua jenis kuda ke kkaungnya..
Ketika dia butuh pertolongan, Don Nacio membeli kuda-kudanya..
Dan kemudian, mereka telah punya lima kaki..
Monyet angkuh..
Kau tahu bahwa saya bisa membawa kau dengan paksaan, sekarang?
Dengan paksaan?
Aku tidak akan mencegah kamu.
Aku akan pergi denganmu, karena itu aku tidak bisa mencegahmu..
- Tapi sesegera kau akan pergi untuk tidur - dan lalu?
Sesegera atau kemudian kau akan pergi untuk tidur...
Kau tidak akan melekukan itu, seorang wanita yang penuh hormat seperti kamu..
Ya, aku akan melakukannya, aku adalah seorang wanita yang terhormat..
Seorang wanita yang penuh hormat ingin hidup, sebuah kehidupan yang aman, terlindungi..
Tanpa dikejutkan oleh apapun dan lebih baik bersama pria yang kaya
Kau tak bermaksud seperti itu..
Ya, seperti itu...
Kembalilah ketika kau dapat menawariku itu. dia akan melepaskanmu pergi, jangan berteriak..
Petugas telah melewatinya, biarkan dia pergi..
- Aku suka dengannya? - Kau bersungguh-sungguh?
Maksudku, Dia seorang yang buruk, seorang Buronan dan seorang penjahat
No comments yet. Be the first to leave one.