The first 200 lines.
Waktu aku kecil,
perjalanan menyusuri sungai di Inggris adalah pengalaman yang amat menyenangkan.
"Kebahagiaan dalam penyusuran itu harus terus ada," seperti yang Wordsworth ucapkan.
Brooklime, flag iris,
plantain, dan marsh marigold tumbuh di pinggiran sungai.
Burung cekakak menukik lalu segera terbang pergi,
bayangan mereka melintas di atas ikan brown trout.
Jadi, hadirin sekalian,
Aku senang bisa beritahukan ke kalian
bahwa pemandangan yang mempesona itu
akan kami kembalikan lagi dalam waktu dekat,
terima kasih atas usaha keras pemerintah dan otoritas setempat kalian.
Seluruh air di sungai ini akan segera bersih.
Bersih dari limbah industri.
Bersih dari deterjen.
Bersih dari sampah produk masyarakat kita,
di mana sudah sekian lama kita mencemari sungai dan kanal kita.
Mari kita bersuka cita bahwa polusi ini akan segera dihilangkan
dari air di sungai ini,
dan segera takkan ada tempat...
Lihat!
Itu apa?
Itu perempuan!
Apa itu di sekitar lehernya?
Dia habis dicekik!
Seperti sebuah dasi.
Ya, itu dasi, tentu saja.
Pembunuhan dengan dasi lagi.
Ayo. Menjauhlah dari sini.
Tolong pergi dari sini, Sir George.
Pembunuhan dengan dasi lagi.
Apa yang polisi perbuat akan hal ini? Itu yang ingin aku tahu.
Kenapa mereka tak bisa menemukannya?
Dia Jack the Ripper yang terlatih.
Tidak mungkin. Dia biasa memutilasinya.
Mengirim ginjal wanita muda ke Mabes Kepolisian waktu itu,
membungkusnya dengan kertas tulis ungu.
Sudah cukup, Herb. Aku yakin sekali nyonya ini
tak mau dengar lagi hal itu.
Atau apa itu organ hati?
Hey, itu bukan dasi klubku, kan?
Bersulang, Kepala Skuadron.
Salam.
Selamat pagi.
Dengar, ini mungkin sesuatu yang mengejutkanmu, Blaney,
tapi di bar ini kami jual minuman, kami tidak menggratiskannya.
Selain itu kami tidak mengharapkan pegawai kami mencurinya.
Aku mau membayarnya.
Oh, ya, aku yakin kau akan bayar.
Itu minuman terakhir yang kau dapat di bar ini. Ayo. Pergi.
Aku sudah bilang aku mau membayarnya.
Aku selalu bayar buat minumanku.
Meski terhadap gin mahalmu.
Jangan berlagak tak bersalah padaku, bajingan!
Stok minumanku berkurang sebulan terakhir ini.
Kau perhatikan apa yang kau ucapkan!
Pada seorang maling?
Apa yang terjadi?
Teman kita ini bilang aku habis mencuri minumannya.
Tidak mungkin! Dia selalu bayar.
- Kau tahu dari mana? - Aku bekerja dengannya, kan?
Apa lagi?
Apa itu kira-kira maksudnya?
Dengar, jangan ikut campur hal ini, Babs. Ayo, Blaney, keluar.
- Kau dipecat. - Kau tak bisa lakukan itu.
Dia tak pernah mencuri dalam hidupnya.
Dia taruh uangnya di laci kasir. Aku melihatnya.
Maling atau pemabuk, itu semua sama bagiku.
Aku tak butuh salah satunya sebagai pelayan bar,
tanpa mempertimbangkan fakta sesekali waktu
dia colek dadamu daripada colek minuman.
- Sekarang, dengar... - Dia tak bisa jauhkan tangannya darimu.
Para pelanggan selalu membicarakannya.
Lalu bagaimana denganmu? Selalu menggerayangiku.
Kau tutup mulut bohongmu itu, Babs, atau kau boleh keluar juga.
Aku berhenti.
Ambil kembaliannya!
Aku ambil barang-barangku nanti.
Sebentar!
Ada hal kecil tentang £10 yang aku berikan padamu sebagai bayaranmu.
Kau berencana mencurinya juga?
Ini. Kau tahu yang harus diperbuat dengan itu.
Tak seharusnya kau biarkan dia bicara padamu seperti itu.
Aku tahu.
Apa yang hendak kau lakukan, cinta?
Entahlah.
Ke bar lainnya mungkin.
Kau tak apa?
Maksudku, kau baru saja kembalikan padanya £10 yang kau pinjam.
Aku harus. Dia tak berpikir aku memilikinya.
Jangan khawatir, aku ada sisa sedikit uang.
Ini Covent Garden, bukan taman cinta.
Bagaimana kalau mulai bekerja?
Menyingkirlah.
Jaga dirimu.
Aku akan hubungimu.
Terima kasih, tuan.
- Halo, Dick. - Halo, Bob.
Aku baru tiba di sini untuk mampir sebentar.
Kenapa kau tak kembali ke sana untuk menyiapkan sosis atau menuangkan gin,
atau apa saja yang kau kerjakan di sana sebelum jam buka?
Aku baru saja dipecat.
Karena apa?
Kau tidak mencuri bir lagi?
Forsythe dan aku habis ribut.
Oh, dia.
Kau telah menghajarnya, aku harap.
Dia bajingan.
Dia terus saja memarahiku dari sejak awal.
Dari kepala skuadron ke pelayan bar karena persoalan sepele!
Dia tak bisa berhenti merecoki.
Dia bos ipar, kan?
- Forsythe? - Ya, aku rasa begitu.
Saudara ipar terburuk.
Atau haruskah kubilang, "Saudara-saudara ipar"?
Apa yang kau lakukan sekarang?
Aku belum tentukan sekarang.
Jika kau ada masalah, kau tahu tempat yang harus kau datangi.
Terima kasih.
George!
Ini yang terakhir.
Terima kasih, Mr. Rusk.
Kenapa kau tidak ke sana untuk mengobrol dengan mantanmu?
Dia baik-baik saja, kan?
Aku tidak melihatnya sudah lama, seperti yang kau tahu.
Tak ada gunanya menceritakannya kembali.
Tidak, aku rasa tidak.
Seperti yang kubilang, kau selalu bisa mengandalkanku.
Kau tak apa dengan beberapa pounds?
Ya. Terima kasih banyak.
Karena jika kau tidak...
Tidak, tidak. Sungguh. Aku baru dapat pesangon.
Bawalah sejumlah anggur.
Ini. Aku ambilkan kau dos.
Anggur muscat terbaik. Baru didatangkan pagi ini.
Ini. Bawa ini buat kekasihmu, Babs.
Suruh dia mengupasnya untukmu. "Sayang, kupaskan ibu anggur."
Itu yang selalu ibuku katakan waktu aku kecil.
Setidaknya kau tak bakal mati kelaparan.
Kau yakin kau tak butuh beberapa shilling?
Tidak, aku baik.
Kau tidak terlihat baik. Ada masalah lain?
Tidak. Kenapa harus begitu?
Aku tak tahu.
Ingatlah, apa saja yang bisa kubantu, kapan saja, dengan senang hati.
Terima kasih.
Itu takkan sama di Globe sekarang.
Babs masih di sana.
Ya, itu benar.
Dan dia lebih menarik darimu.
Persoalan opini. Sampai jumpa.
Hey, sebentar. Berikan padaku surat kabarmu.
Ini. Ini bisa menghasilkanmu banyak uang.
Sore ini pukul 3:00, sebentar lagi.
Tak pernah kalah sebelumnya, selain sangat bagus di kandang.
Ini perlombaan empat kuda,
dan tiga kuda lainnya sudah menang sebelumnya.
Makanya dia mulai dipertaruhkan sekitar 20-1, mungkin lebih.
20-1?
Direkomendasikan untukmu. Dia tak mungkin kalah.
Ada yang beritahukan padaku, dan sumber informasiku dapat dipercaya.
Terima kasih sekali lagi, Bob.
Sama-sama.
Jangan lupa, Bob ini pamanmu.
Selamat pagi, Mr. Rusk.
Halo, Sersan. Ada kabar apa?
Tak banyak.
Pemuda berdasi ini membuat mereka sedikit kewalahan.
Sepertinya tak bisa dapat informasi penting tentangnya.
Kau sudah coba mengiklankannya?
Oh, lucu sekali.
Dengar, kau yang tepat buat wanita-wanita itu.
Tanyalah apa mereka pernah terhindar dari
pemuda seperti itu, bisa, kan?
Atau apa ada teman wanita mereka yang mengalaminya.
Tentu.
Asal kau tahu, sebagian dari mereka tak punya pertimbangan yang masuk akal,
biarkan dengan sendirinya tahu mereka telah buang-buang waktu.
Apa kau sudah kenal temanku Dick B...
Teman yang aneh.
Jangan khawatir, Sersan. Aku akan tanyakan hal itu.
Terima kasih, Mr. Rusk.
Brandy besar.
Kau mau pesan apa, Dokter?
Oh, segelas bir dan keju boleh.
Biar aku pesankan makan siang yang nikmat. Kita punya banyak waktu.
Halo, Mr. Usher.
Apa yang enak hari ini, Maisie?
Tetap pai shepherd, menurutku.
Baiklah. Dua pai shepherd, kalau begitu.
Dan dua bir.
Kuperhatikan pembunuh dengan dasi kita beraksi kembali.
Aku baca berita utama surat kabar setelah kita keluar dari pengadilan.
Aku takkan terkejut dengan banyaknya dokter menyampaikan fakta-fakta di persidangan itu.
Kenapa begitu?
Tentunya lebih mudah saat ini
untuk mengurangi tanggung jawab secara hukum.
Dalam banyak kasus mungkin kau benar.
Tapi tidak di sini.
Orang yang membunuh wanita-wanita itu
No comments yet. Be the first to leave one.