The Bridge

The Bridge

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Bridge E01 Webrip
The Bridge E02 Webrip
The Bridge E03 Webrip
The Bridge E04 Webrip
The Bridge E05 Webrip
A Commentary by indri danti22
Credit to Viu

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2019-02-02
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Jembatan Tuas Kedua, Malaysia - Singapura"

Saat ini Anda sedang mendengarkan Talk FM dan kita menuju 4.15am.

Jika saat ini Anda sedang berkendara, waspadalah.

Ingatlah, kafein adalah sahabat Anda!

Selanjutnya ada penelepon yang bertanya...

"apa yang harus dilakukan saat bos mereka..."

"tak bisa melakukan semua sendiri."

Sepertinya mereka ingin mencurahkan isi hatinya.

Kalian menghubungi saluran yang tepat.

Di Talk FM, kami tak hanya bicara.

Kami juga mendengarkan.

"Serial Original Viu, Diproduksi oleh Double Vision"

"The Bridge"

Maaf, ini area terlarang.

Aku Opsir Megat, dari ICD.

Apa?

ICD, Divisi Kejahatan Internasional.

Saat terjadi tindak kejahatan yang melibatkan beberapa negara,

mereka akan memanggil kami.

Oh, itu sebabnya dia datang.

Dia langsung masuk ke TKP.

ICD Singapura. Terima kasih.

Halo, aku Megat... -Wanita ini warga Singapura.

Namanya Monica Lee, seorang jaksa penuntut umum.

Kasus ini milik ICD Singapura, jadi...

kau dan anak buahmu bisa pergi.

Sebenarnya aku mau.

Bahkan, istriku pasti akan...

sangat menghargai kepulanganku.

Seperti kau lihat, jasad ini tergeletak...

di perbatasan antar dua negara kita.

Mungkin dia memang orang Singapura, tapi...

jasadnya...

Sebagian jasadnya terbaring di Malaysia.

Jadi kau ingin menyelidiki tubuh bagian bawahnya?

Sepertinya itu tidak praktis.

Begini saja.

Akan kutelepon Kaptenku, dan...

kita akan cari jalan keluarnya, ya?

Pak.

Apa kau sungguh membangunkan atasanmu?

Apa kau gila? Ini hampir pukul lima pagi.

Kau memang aneh.

Kapan lagi bisa mengerjai orang Singapura, kan?

Baik, Pak. Terima kasih, Pak.

Baiklah.

Jasad ini milikmu.

Atau kau mau pernyataan yang lebih resmi?

Kami ICD Malaysia, dengan ini menyerahkan kasus ini...

ke tangan kalian.

Baiklah, dengar.

Begitu selesai ambil foto di TKP,

serahkan semua ke bagian pengumpulan bukti.

Mari bawa jasad ini untuk diproses.

Sudah dapat penyebab kematian?

Aku harus menjalani tes lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Tapi, untuk waktu kematiannya...

diperkirakan korban telah mati selama 8-10 jam.

Bukan hanya itu alasanmu memanggilku, kan?

Hanya kau petugas yang selalu melihat mata para korban.

Tak masalah menghadapi orang yang telah mati.

Lain lagi ceritanya jika menghadapi orang yang masih hidup.

Kepucatan di telinga.

Konsisten dengan tubuh yang kehabisan darah.

Wajah membengkak.

Bintik-bintik merah di kulit wajahnya.

Jaringan ikat kendor, subpleural.

Menurutku dia dicekik dan dipotong menjadi dua setelah mati.

Luka ini.

Kau melihatnya?

Warna kulit bagian tubuh bawahnya berbeda dengan tubuh bagian atas.

Sentuhlah kakinya.

Mereka telah dibekukan.

Perkiraanku selama enam bulan.

Hasil DNA-nya sudah keluar.

Bagian sebelah sini adalah Monica Lee.

Tapi yang sebelah sini...

Dia tak ada dalam basis data kita.

Siapa pun dia, dia bukan orang Singapura.

Jadi,

ini bukanlah seorang korban pembunuhan.

Tapi dua korban.

"Kantor Asia Now, Malaysia"

Daniel.

Daniel!

Daniel, kau lupa mengunggah artikel Clarence Richmond...

semalam! -Pelankan suaramu!

Aku merasa hampir mati, Seet Yan.

Ini bukan salahku, laptopku tak ada.

Di mana? -Di mobilku.

Artikelnya, Daniel, bukan laptopmu.

Artikelnya ada di dalam laptopku, jadi keduanya ada di mobilku, yang ada...

di sini?

Ya, benar, semalam kutinggalkan mobilku di sini.

Kau pikir aku harus menyetir dalam keadaan mabuk?

Itu ceroboh, Seet Yan.

Lupakan saja! -Tak bertanggung jawab!

Dua kata, "Clarence Richmond." Mengerti? -Kau saja yang tulis.

Bagus sekali datang bekerja dalam keadaan mabuk...

lagi. -Kau saja yang tulis.

"Rumah Richmond, Singapure"

Semua akan baik-baik saja.

Kasusnya akan segera berakhir.

Kuyakin kau benar.

Aku sudah siap.

Kau tak perlu melakukan ini.

Tapi kau ingin aku melakukannya.

Permisi, Nyonya.

Sopirnya sudah datang.

Terima kasih, Sumi.

Kami akan segera turun.

Baik, Nyonya.

Hei, apa kabar?

Baik. -Ayo.

Baiklah.

Hei, tunggu! -Apa?

Apakah itu jaksanya?

Bukankah Monica Lee yang menangani kasus ini?

Dia diganti di saat-saat terakhir.

Mereka cukup tertutup. -Alan, itu bukan alasan yang bagus!

Jangan sentuh aku.

Tenanglah.

Mereka akan melibatkan lahan yasan Lee pada kesepakatan ini.

Yang kau atas namakan dengan nama Michelle.

Itu tidak bisa diganggu gugat!

Jaksa baru, maka peraturannya juga baru.

Baiklah.

Michelle akan bersaksi.

Tunggu, Clarence.

Mari pikirkan dahulu. -Michelle!

Kita bisa kehilangan semuanya.

Apakah itu yang kau mau?

Katakan, membeli lahan itu adalah ide Michelle.

Aku tak terlibat soal itu.

Aku tak boleh ambil bagian dalam kesaksian palsu.

Kami membayarmu mahal.

Atau, mungkin kami harus cari orang lain?

Ya, kurasa begitu. Ayo.

Baiklah kalau begitu.

Akan kulakukan.

Aku harus informasikan yang lain.

Kalian pulanglah.

Kalian akan dipanggil untuk deposisi, mungkin besok...

atau lusa. Mengerti?

"Rumah Megat Jamil, Malaysia"

Lezatnya.

Hentikan.

Aku harus mengantar anak-anak sekolah.

Lalu aku harus ke kantor.

Izin sakit saja, lagi pula kau bosnya.

Untuk apa? Agar bisa mendengarmu mendengkur seharian?

Aku tak mendengkur. Aku hanya bernapas berat dalam tidurku.

Benarkah? Bunyi napasmu bisa menghidupkan orang yang mati.

Bagaimana anak-anak?

Imran,

terus membicarakan pesta ulang tahunnya.

Sekarang Farid ingin tahu kapan gilirannya.

Lalu Mia…

Bersyukur bisa tinggal bersama kita...

dan membantu pekerjaan di rumah?

Sedang apa kau?

Keluar dari kamarku!

Aku tak melakukan apa-apa di kamarmu!

Keluar!

Baiklah, aku akan bicara padanya.

Bu, Mia membentakku.

Dia ada di dalam kamarku, memeriksa barang-barangku!

Tidak!

Pembohong! -Aku tidak bohong!

Ada apa ini?

Jangan berisik, ayah kalian butuh tidur.

Pembohong. -Aku tak bohong!

Pembohong! -Cukup! Pergilah ke kamarmu.

"Markas Besar ICD, Singapura"

Korban pertama, Monica Lee.

Jaksa penuntut yang terakhir terlihat meninggalkan ruang Jaksa Agung...

di 8.17pm, hari Minggu.

Hari ini aku akan mewawancarai teman-teman dan keluarganya,

kantornya juga akan mengirim daftar kasus miliknya baru-baru ini.

Bagaimana dengan korban kedua?

Korban kedua, saat ini belum bisa diidentifikasi.

Aku sudah memeriksanya, dan dia tak ada dalam basis data DNA kita.

Dia memotong seorang wanita menjadi dua.

Menjadi dua!

Kenapa kita tak bicarakan masalah itu?

Secara teknis, dia memotong dua wanita.

Kau tak membantu.

Bagaimana dengan kamera pengawas di jembatan?

Kameranya mati karena listrik padam.

Tapi pihak imigrasi sedang memeriksa setiap mobil...

dan paspor yang saat itu melewati jembatan itu.

Pelakunya adalah binatang.

Tidak, Pak.

Seekor binatang bertindak dengan naluri, bukan akal sehat.

Siapa pun yang melakukan ini cukup pintar karena bisa meretas sistem kita.

Dokter forensik bilang bahwa tubuh bagian bawah jasad ini...

telah dibekukan selama sekitar enam bulan.

Setidaknya selama itulah sang pelaku merencanakan ini.

Maksudmu ini belum berakhir?

Apa dia memiliki lemari pendingin yang penuh potongan tubuh manusia?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left