The first 200 lines.
Sembilan... Lima puluh...
Helene bisa tiba di London kapan saja.
Jangan cemas, aku tak dapat apa pun darinya.
Hebat, Eve.
- Jadi, kau ingin membunuh Helene? - Ya.
Tapi dia mungkin bisa membantumu.
- Carolyn. - Berapa jumlah kita?
- Johan masih hidup. - Tapi dia tenggelam.
Polisi menemukan jasadnya di danau.
Maaf karena aku memukul kepalamu dengan dayung.
Kau pikir aku tak akan membalasmu?
- Kau sudah gila? - Dia pandai soal anatomi.
Anatomi mayat. Ini bisa menusuk organ...
- Dramatis sekali. - Memutus arterinya.
- Boleh kulihat? - Tolong jangan bergerak.
Tidak, jangan, dia tak boleh melihatnya!
Baiklah. Lihat.
Menjijikkan.
- Cabut! - Kita harus ke rumah sakit.
- Kita harus ke rumah sakit. - Enak saja.
Kenapa ada dia? Singkirkan dia.
Aku butuh ketenangan. Biarkan aku fokus.
Gigit ini.
Tarik napas dalam-dalam perlahan-lahan.
Makin cepat detak jantungmu, makin cepat aliran darahmu...
dan jangan sampai begitu, paham?
Ini. Remas saja tanganku.
- Tidak, remas tanganku. - Kuhitung sampai tiga.
Satu, dua...
Lebih baik mengejutkannya.
- Kau hebat. - Oke. Tinggal dibersihkan.
Kau sudah berubah.
Kau belum.
Itu baik atau buruk?
Menyedihkan.
- Bagaimana kau menemukanku? - Karolina.
Dia lebih payah berbohong daripada mengarang novel.
- Apa maumu? - Ada yang mencarimu.
Kaukah orangnya? Ingin menyelesaikan yang kau mulai?
Adil. Tapi salah.
Akan kuberi tahu identitasnya.
Kau mencoba membunuhku...
dan membiarkanku mati.
Lalu kau memulai gugus tugas MI6...
...untuk mengungkap The Twelve.
Lalu kau mengkhianati negaramu sendiri...
dan bergabung dengan Rusia.
Kenapa aku harus memercayaimu?
Sebab Lars, seniman yang sebelumnya bernama Johan...
kau tak punya pilihan.
Seseorang menyiksa rekan-rekanmu...
secara brutal...
dan kau berikutnya.
Apa maumu?
Aku ingin menawarkan kesepakatan.
Akan kuberi tahu siapa yang mengincarmu...
jika kau memberitahuku...
...siapa yang memerintahkan kematian putraku.
Ingat ayahmu?
Selalu ada korban tambahan, kau tahu itu.
Bukan putraku.
Teh ada di dapur, dua gula.
Jadi, aku yang membuatnya?
Tampaknya Gunn menemukanmu lebih dahulu, ya?
Ini ulah Gunn?
Ini karena aku.
- Kenapa? - Helene. Dia Menghukumku.
Jangan terlalu percaya diri.
Karena aku tak menyelesaikan pekerjaanku darinya.
Atau keduanya.
Helene suka membunuh dua burung dengan satu batu.
Satu anak panah.
Hei, Pam. Aku terkesan.
Hanya luka luar, yang sangat beruntung.
Bukan beruntung. Gunn pasti sengaja meleset.
Apa kau dapat antibiotik untuk infeksi telingamu?
Ya.
Dia akan membutuhkannya.
- Bagaimana dengan telingaku? - Siapa peduli, berikan kepadanya.
Apa kau akan minta maaf karena menembakku?
- Dia menembakmu? - Ya!
Nyaris, hanya di tangan.
Itu bagian yang sangat menyakitkan!
Akupunktur.
Semua tentang sistem meridian yang tak terlihat di tubuh kita.
Ya, aku tahu akupunktur.
- Kaukah orangnya? - Yang membuat putramu terbunuh?
Mungkin.
Benarkah?
Tidak.
- Jadi, bisa katakan namanya? - Siapa yang mengincarku?
Katakan namanya dan aku akan memberitahumu.
Ayolah.
Satu-satunya alasan kau berada di hutan bersamaku...
adalah karena kau tak punya pilihan lain.
Tapi apa aku bisa dipercaya?
Sulit.
- Helene. - Helene?
Terkejut dia seorang wanita?
Seseorang akan berpikir vagina adalah jubah tak terlihat.
- Apa yang dia inginkan darimu? - Tanya dia!
- Kau saja. - Temui dia.
- Tidak mau. - Temui.
Aku akan memintanya menemuiku, lalu kau datang.
Itu pasti mengejutkan dia.
Jika kau ingin tahu siapa yang ingin putramu mati.
Baiklah. Telepon dia.
Pergilah.
Bagaimana rasanya?
Dia menjahitku dengan alat jahit dari biskuit Natal...
Aku serius, Eve.
Pergilah.
- Hei... - Tidak!
- Pakai ini. - Berikan kepadaku.
- Masukkan lenganmu. - Aku bisa sendiri.
Baiklah.
Kau memenjarakanku?
Kukira memenjarakanmu akan bagus untukku.
Nyatanya?
Sudah.
Cocok denganmu.
Helene akan mencoba membunuhmu lagi.
Apa yang kau lakukan?
- Aku siap pergi. - Tidak, jangan konyol.
Helene pikir kau siap...
tapi pembunuhan pertama tak pernah mudah.
- Menurutmu kau siap? - Ya.
Bagaimana kau akan melakukannya?
- Kau harus punya rencana. - Aku sedang memikirkannya.
Dengar, hal yang menimpa Villanelle...
berikutnya akan menimpaku.
Lalu suatu hari akan menimpamu.
Tidak, dia tak mengikuti aturan. Aku patuh.
Begitu kau membunuh untuk The Twelve, itulah dia.
Tak ada jalan kembali.
Mau tumpangan?
Tidak.
Kau tahu ini bisa dibeli di swalayan?
Ada yang dilengkapi troli.
Ayo. Ini asyik.
- Kukira aku akan kehilanganmu. - Lantas?
Aku tak menyukainya.
Apa kau kenal Lars Meier?
Dia petinggi The Twelve. Dia terhubung dengan Carol...
Maksudku, mungkin dia berada di jajaran atas.
Aku punya alamat rumah di Berlin dan...
Dengar! Aku tahu ini akan berakhir buruk.
- Tapi kita tak bisa pergi. - Aku tak peduli.
Aku punya urusan sendiri.
- Ini tak akan berakhir... - Pergilah!
Baiklah.
Remnya agak...
Ingatkan lagi kenapa aku melakukan ini?
Yang mana? Menculik anak kecil atau meninggalkanku di London?
- Semuanya. - Karena The Twelve.
Tagihan? Kenny?
Mereka pernah menggorok leher suamimu.
Sulit percaya aku memercayainya.
- Villanelle? - Bukan, Carolyn.
Dia Twelve yang asli.
Dia mempermainkanku sejak dia datang kepadaku.
Ya, dia harus pergi ke Vegas. Dia bisa menang banyak.
- Baiklah, biar kucari dia. - Terima kasih.
Apa kau baik-baik saja?
Hanya sakit kepala.
Pereda nyeri.
Terima kasih.
"H ingin kau mati, aku tidak. Gunn"
Ya?
- Permukiman liar ada di Berlin? - Ya.
Begitu juga Carolyn.
- Carolyn? - Dia mencari Lars.
Tunggu, apa? Bagaimana kau tahu...
Roti lapis!
Bakso yang lezat. Saus bakso empuk dan lezat!
Roti lapis keju daging!
Roti lapis!
Pesta dansa terbaik di kota!
Hei, Sayang.
- Anak baru? - Ya.
Selamat datang!
Manis sekali!
Roti lapis!
Roti lapis.
Pesta dansa terbaik di kota. Roti lapis!
Roti lapis.
Mau coba? Pesta dansa terbaik di kota.
Tuna lezat!
Daging sapi pedas!
Kau gadis pemalu, ya?
- Sedikit. - Jangan khawatir.
Kau pasti bisa. Aku juga malu saat memulai.
Keju! Roti lapis ham keju!
Aku sendirian di negara payah ini tanpa uang sepeser pun.
- Pasti sulit. - Sulit, ya, Nona. Sulit sekali.
Tapi sekarang, lihat aku.
Bahagia. Dapat kopi gratis pagi ini...
dan ibuku akan terbang mengunjungiku.
Aku sangat menyayangi ibuku.
Bagus sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.