Specials

Release info

Second to Last Love E06 160827
A Commentary by mois
Enjoy.. Please rate if you like! Thank You!

Tags

other
Published on: 2016-08-29
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku tentu saja...

bisa merawat kebun.

Aku pindah kesini karena ingin mencoba hal-hal seperti ini.

Seperti ini.

Kenapa aku begitu sibuk...

saat masih muda...

untuk mencoba sesuatu?

Sekarang, aku menjadi orang dewasa yang tak dapat menantang dirinya sendiri...

karena takut pada apa yang dipikirkan oleh orang lain.

Orang-orang terus memperhatikanku.

Jangan khawatir terhadap orang lain.

Siapa peduli jika mereka melihat?

Mulai sekarang, kau adalah pusat dunia.

Dan kemudian kau lakukan ini.

Angkat.

Seperti ini?

Ya.

Astaga.

Ya Tuhan.

Aku tak bisa melakukannya.

Tidak apa-apa. Coba sekali lagi.

Kau lakukan dengan baik.

Hati-hati.

Ini begitu menyenangkan.

Coba lagi.

Mari kita pergi.

Ini bagus sekali.

- Kau baik-baik saja? - Aku akan merasakan sakit nanti.

Kau bisa melakukannya lebih baik jika tidak begitu takut.

Apa kau ingin datang lagi besok?

Tidak, Aku sungguh tak bisa melakukannya.

Baiklah.

Aku ada kelas memasak hari ini.

Kelas memasak?

- Kau mengajar? - Ya.

Setelah itu kami pesta makanan penutup.

Mohon maaf telah menyita banyak waktumu.

Tidak, kaulah yang menyediakan waktumu.

Seharusnya kau datang. Aku tahu kau ingin belajar memasak.

Tidak apa-apa. Aku tak punya waktu dan sibuk.

Apakah itu sebabnya kau tak pernah mencoba apa yang kau inginkan?

Kau mengungkapkannya...

karena kau tak ingin hidup seperti itu lagi.

Kau benar, tapi sulit sekali dilakukan.

Ambil langkah kecil saja dan bawa santai.

Kau akan menyesalinya jika memaksakannya lagi nanti.

Ayahku membelinya tiga tahun yang lalu saat dia tertarik pada kamera.

tapi dia bahkan tidak memotret kelulusanku. Ini hampir baru.

Tiga tahun? Sudah lama. Aku akan membayarnya 350 dolar.

Apa dia gila?

Apakah dia tahu berapa harganya kamera ini?

Silakan beli dari orang lain saja.

420 dolar.

500 dolar. Itu yang terendah yang bisa kutawarkan.

Terima kasih sudah mampir kemari.

Sungguh beruntung punya tetangga yang baik. Sekarang, Hoon mempunyai seorang guru.

Oh, tidak apa-apa. Apakah dia di dalam?

Tentu. Dia sedang menunggumu.

Hoon, gurumu sudah datang.

- Halo. - Halo, kau pasti Hoon.

Apakah kau mengikuti ayahmu? Kau sangat tampan.

Aku mengikuti ibuku.

Begitu.

Kita sangat beruntung memilikinya, jadi lebih baik sopan.

Baiklah.

Aku akan mengambil buah-buahan.

- Anggaplah rumah sendiri. - Okay.

- Silakan duduk disini. - Tidak, aku akan duduk disini saja.

Apa ini?

Lensanya...

Kau memecahkannya.

Kenapa kau menaruhnya disini?

Bayar 53 dolar untuk mereparasinya.

Tanpa diskon.

Hey!

- Halo. - Selamat datang.

Panas sekali.

- Halo. - Halo.

- Halo. - Apa kabar?

Apa kau sedang menunggu seseorang?

- Bagaimana kau tahu? - Tidakkah kau mengenalku?

Aku bisa tahu bagaimana perasaanmu hanya dengan melihat bayanganmu.

Min Joo berjanji untuk datang.

Tetangga kita?

Apa kalian berdua sungguh berkencan?

Jika dia muncul hari ini,

Kuharap hari ini menjadi hari pertama kami.

- Hari pertama? - Hari pertama berkencan.

Jika dia datang hari ini.

Itu berarti hari ini adalah hari pertama dari hubungan kami.

Kenapa orang peduli terhadap hal-hal seperti itu?

Dan kenapa mereka menghitung jumlah hari seperti itu?

Bagaimana kau mendefinisikan awal dari suatu hubungan?

Apakah pasangan bisa melakukan kesepakatan jika mereka berpikir secara berbeda?

Bisakah kau hanya memilih hari apa yang kau inginkan?

Ya, itulah yang kulakukan. Apa kita sepakat sekarang?

Bodoh sekali aku memberitahumu hal-hal seperti itu.

Astaga, kau...

Kulihat kau punya tanaman baru. Apakah kau baru membelinya?

Ya, tentu saja. Kau pikir mereka hanya muncul begitu saja di tanah?

Ya Tuhan!

- Tolong minggirlah. - Astaga, yang benar saja.

Hey. Itu kau, Mi Rae.

Hai!

Apa... Apa yang membawamu kemari?

Menurutmu kenapa aku kemari?

Aku datang untuk bertemu Jun Woo.

Apakah kau sudah makan malam?

Ya.

Oh, bukankah ayah akan ke pesta makanan penutup Paman Jun Woo hari ini?

Fokus saja pada satu hal dalam satu waktu

apakah itu belajar atau berolahraga.

Apa sekarang?

Aku sudah selesai!

Semenjak naik ke kelas delapan, dia berubah menjadi anak nakal.

Kita punya seorang anggota yang berulangtahun hari ini.

jadi kita akan membuat makanan penutup yang cocok untuk pesta ulang tahun.

Siapa yang akan membantuku hari ini?

Sebelah sana. Anggota baru.

Ayolah. Aku takkan memberikan tugas sulit karena kau baru.

Ayolah.

Aku sudah lama tidak melihat makanan penutup Jun Woo.

Ji Sun. Kelas Jun Woo sudah dimulai, jadi sebaiknya pergi sekarang.

Tentu. Sampai ketemu lagi.

Lezat sekali.

Kita harus menyimpan makanan penutup ini untuk pesta nanti.

Begitu banyak makanan penutup ini. Aku akan makan satu.

Aku tidak ingin sayang pada makanan juga.

Tapi jika Jun Woo tahu...

Katakan saja bahwa aku disini.

Aku takkan mengganggu kelasnya.

Ini adalah wortel cincang dan kacang pecan.

Ini adalah kelapa.

Jika anda menggunakan bahan ini bersamaan,

rasa kacang dan teksturnya...

akan sangat meningkat.

Sehubungan dengan tekstur wortel,

bahkan untuk orang yang tidak menyukai rasa manis wortel akan menyukainya.

Tolong tambahkan susu kedelai kedalamnya bukan susu sapi.

Astaga! Oh, tidak!

Okay, aku atasi! Ya Tuhan.

Berapa banyak susu kedelai yang seharusnya kutambahkan?

Tiga cangkir, tolong.

Tentu!

Apa yang kau lakukan disini sekarang?

Kau benar-benar merubah nomor teleponmu.

Itu sebabnya aku disini.

Tidakkah kau punya harga diri?

Sudah kubilang kau sangat mengganggu bagiku.

Wanita itu, bukan?

- Apa? - Kau bilang bertemu seseorang.

Seseorang yang tadi membantumu.

Aku bisa tahu dari caramu memandangnya.

Maksudku, bagaimana aku tak tahu?

Bertahanlah denganku untuk satu bulan saja.

Satu bulan?

Agensi lamaku telah menghubungiku.

Aku akan kembali untuk menjadi model...

dan berjalan di catwalk lagi.

Jadi biarkan aku tinggal disini untuk satu bulan saja.

Aku akan tetap disampingmu.

Anggap saja aku sebagai pembantu paruh waktu.

Kau akan bekerja disini selama satu bulan?

Segera pergi dan jangan pernah datang lagi.

Sebenarnya aku bisa memanggil polisi jika kau muncul seperti ini lagi.

Jika kau begitu membenciku, bersikap baik saja padaku jadi aku bisa pergi lebih cepat.

Kau brengsek.

Kau begitu mengerikan.

Jun Woo.

Orang-orang sedang menunggu. Ayo.

Baiklah.

Aku segera kesana.

Maaf.

Aku minta maaf.

Jangan khawatir. Tidak apa-apa.

Dia cantik, tapi terlihat sedikit tua.

Permisi.

Apakah kau baru saja membicarakanku?

Apa kau sudah selesai membacanya?

Ya.

Kalau begitu aku akan mengambilnya.

Tunggu, Aku tak yakin kau bisa membawanya.

Aku adalah penggemarnya.

Kau menyukai orang ini?

Maaf?

Apakah kau sudah mencoba saus kedelai bibimbap?

Itu adalah spesialisasinya.

Tidak.

Bagaimana dengan bulgogi japchae?

Aku belum mencobanya juga.

Okay.

Dengar.

Kenapa kau bertanya hal itu padaku?

Mengenai apa ini?

Dia terlihat begitu muda, juga.

Dan kenapa dia begitu tinggi? Ya Tuhan.

Kuyakin bukan waktu yang tepat untuk memberitahu hal ini, tapi...

Pacarnya Jun Woo?

Apa yang kau bicarakan? Kau tidak masuk akal saat ini.

Aku melihatnya saat mengikut kencan buta beberapa hari yang lalu.

More Indonesian subtitles for Second To Last Love

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left