呪怨 白い老女
The first 200 lines.
Ju-On: Kutukan dari seseorang yang mati dengan rasa dendam yang kuat.
Kutukan itu berkumpul di tempat mereka yang telah mati saat masih hidup, menjadi "Karma".
Barangsiapa bersinggungan dengan kutukan tersebut akan kehilangan nyawanya, dan kutukan baru pun terlahir.
DENDAM
NENEK PUTIH
FUMIYA
TOKO KUE "Nicola"
ISOBE
Permisi!
Maaf mengganggu...
Iya!
Dari Toko Kue Nicola.
Kue natal pesanannya telah sampai.
Sekarang aku sedang sibuk, tunggu sebentar, ya?
Baik.
Anu, maaf?
Iya!
- Ukuran kuenya, yang ukuran sekeluarga-- - Sekarang aku sedang sibuk...
Tunggu sebentar, ya?
Iya!
Sekarang aku sedang sibuk, tunggu sebentar, ya?
Kau tak apa-apa?
Permisi...
Anu, kau baik-baik saja...
Hei!
Tunggu sebentar!
Iya!
Sekarang aku sedang sibuk, tunggu sebentar, ya?
KASHIWAGI
Penumpang, sudah sampai.
Penumpang!
Totalnya jadi 12 juta yen.
Tapi bohong!
Hei...
Yakin tak mau ayah antar sampai sekolah?
Tak apa. Aneh kalau ada anak SD pergi sekolah naik taksi.
Apa salahnya seorang ayah mengantar putrinya?
Hari ini ada les tambahan, makan duluan saja.
Pulang saja! Pakai les segala...
Ayah bicara apa, sih?
Ini malam natal, loh?
Tidak boleh membuat Santa menunggu!
- Mana ada yang namanya Santa? - Ada, kok.
Mana?
Di sini.
Aku berangkat...
Iya, hati-hati di jalan!
Apa ini...
Hah?
Ada yang lengket...
Ah, maaf! Maaf!
Mungkin penumpang tadi pagi.
Ini.
- Maaf, ya? - Jijik!
- Parah banget! - Maaf, maaf.
Aku berangkat!
Akane!
Selamat Natal!
Apa ini...
Sialan!
Dari pusat, mohon dijawab.
Dari pusat, mohon dijawab.
Iya, iya, iya...
Dari pusat, mohon dijawab!
Iya, iya...
Iya, dengan Taksi 12, silakan.
Pak Kashiwagi, sekarang ada di mana?
Sekarang, ya? Lagi...
Tunggu...
Kumohon, jangan ada pesanan lagi...
Aku baru selesai sif malam, baru mau pulang.
Sekarang ini, ada orang dari kepolisian yang datang.
Polisi?
Katanya ada yang mau ditanyakan dengan Pak Kashiwagi.
Apa itu?
Kurang tau juga, sih...
Sesuatu tentang penumpang yang naik tadi pagi.
Penumpang yang naik tadi pagi?
Pak Kashiwagi?
Pak Kashiwagi?
Iya, aku mengerti...
Aku akan kembali secepat mungkin.
Bilang seperti itu.
Dimengerti! Mohon bantuannya!
AKANE
SMA NEGERI SAKURADAI TOKYO
Akane.
Ada apa? Kau baik-baik saja?
Iya.
Kashiwagi...
Aku mau minta tolong...
Tak gerak, 'tuh!
Jarimu jangan dilepas!
Hei.
Kau benar-benar punya kekuatan seperti itu?
"Kekuatan seperti itu"?
Sejak kecil, kau sudah bisa melihat dan mendengar mereka, 'kan?
Kecewa...
Lagipula, menurutku dari awal cara kita memanggilnya salah.
Kau sendiri yang bilang buat panggil orang terkenal!
'Kan sudah kubilang, bukan MatsuJun (Matsumoto Jun)!
Iya, 'kan?
Kalau begitu, Okada?
Tidak, 'kan kubilang, bukan yang masih hidup, yang sudah mati. Yang sudah mati!
Ah!
Ayahnya Kashiwagi saja?
Apa?
- Ayumi! - Sudah meninggal, 'kan?
Dia hanya dikabarkan menghilang, 'kan?
Begitu, ya...
Maaf, ya?
Tak apa.
Sudah tujuh tahun yang lalu.
Hentikan saja?
Iya.
- Kokkuri-san, Kokkuri-san... - Tunggu!
Bukan aku, loh!
Mirai...
"Mirai"...
"Mirai" maksudnya, masa depan?
Nama orang, mungkin?
Hei? Akane?
- Akane! - Kashiwagi?
Tak diangkat.
Mungkin dia marah, ya?
Loh? Kenapa?
Karena kau membicarakan ayahnya!
Dia bilang, "Tak apa," 'kan?
Apa?
Ada yang kelupaan!
Aku ambil sebentar. Nih!
Hei! Yang cepat, ya!
ISOBE
Ayo, silakan masuk!
Silakan kemari!
Keren!
- Bagus, 'kan? - Yah, tak begitu buruk.
Mama! Tamannya luas, loh!
Ibu, lihatlah! Rumah baru kita!
Mau lihat tamannya?
- Paman! - Hm?
- Keren, loh! Ayo, cepat! - Iya, aku ke sana.
Kamar mandinya?
Sebelah sini.
Cukup luas, 'kan?
Iya. Sudah luas, bagus lagi!
Hei, apa menurutmu tak kemurahan?
Iya...
Mungkin pernah terjadi sesuatu.
"Sesuatu", apa?
Misalkan, ada yang pernah mati di sini.
Benar-benar tak bisa diajak bercanda, ya?
Aku mau kamar ini!
Iya. Boleh.
Mungkin kamarnya Atsushi di sini, ya?
Iya...
Suasananya tenang, cocok untuk belajar.
Tahun ini kau harus lulus Ujian Hukum.
Karena lantai dua dipakai sama Kakak.
- Iya, 'kan, Ayah? - Iya.
Barusan aku lihat, tenang sekali ruangannya.
Betul sekali!
Nenek!
Ini! Sudah jadi!
Jangan! Nanti rusak!
Paman!
Ada apa?
CHIHO
MABES POLISI METRO AMANUMA
Aku pergi...
Segera pergi...
Sebentar lagi pergi...
Kau tak apa?
Hah?
Fumiya!
Chiho...
Ini!
Selamat Natal!
Bukalah.
Iya.
Lucu, 'kan?
Maaf, ya?
Kenapa?
Padahal kau sangat menantikan malam ini...
Tak apa... Kalau makan, hari lain juga bisa.
Natalan di rumah tak begitu buruk, 'kan?
Baiklah. Ayo, tiup!
Selamat Natal!
Selamat Natal.
Nah, ayo makan!
Kau tak apa-apa?
Aku harusnya kumur-kumur...
Tak apa-apa...
Eh...
MIRAI
Akane!
Akane?
Terima kasih.
Hei, bukannya kau harus istirahat?
Tak apa-apa, kok!
No comments yet. Be the first to leave one.