The first 193 lines.
=I'M QUITTING HEROING=
Ini aku, Steina.
Silakan masuk.
Perjamuan hari ini akan dilangsungkan seperti biasa.
Begitu ya?
Sepertinya Echidna-sama ingin merayakan diangkatnya Onyx menjadi salah satu Cadre.
Akhirnya hari ini tiba juga.
Tapi, sebelum itu aku ingin menanyakan sesuatu.
Aku telah dengar kisahmu dari Melnes,
alasanmu bergabung dengan Pasukan Iblis hanya bohong?
Aku juga akan jelaskan hal ini nanti,
termasuk alasanku yang sebenarnya.
Harap percaya padaku.
Aku tidak akan mengkhianati kalian.
Baiklah.
Jangan ungkapkan jati dirimu sebelum aku instruksikan.
Jika Echidna-sama sampai emosi,
bisa-bisa semua usahamu selama ini akan sia-sia.
Akan merepotkan kalau itu sampai terjadi.
Setelah timingnya tepat, aku akan beri tahu kamu.
Mengerti?
Iya.
Itu…
Aku tiba-tiba ingin baca kembali.
Jembatan Berdarah ya?
Dulu Echidna-sama juga sering baca.
Leo,
apakah kita bisa mendapatkan Sage Stone?
Harusnya tidak mudah,
namun pasti akan ada cara.
Selama ada aku.
Setelah semuanya siap, aku akan utus orang untuk memanggilmu.
Oke.
Sampai jumpa nanti malam.
Ngomong-ngomong,
gambaran di buku ini berlebihan sekali.
Hei, hei, apa maksud perkataanmu?
Jangan sembarangan anggap aku sebagai orang jahat!
Kami juga tidak ingin menyerang manusia.
Tidak, kalau ras lain aku tidak tahu jelasnya,
tapi kami ras Imp selalu bersikap kesatria.
Apa kalian tahu,
kalau dunia iblis itu dunia yang dipenuhi dengan peperangan?
Aku sudah muak dengan perang.
Lalu apa yang kamu lakukan di sini?
Aku kebetulan saja masuk ke portal di ruang penelitian Raja Iblis,
portal yang menghubungkan dunia manusia dan dunia iblis.
Karena portal itu terus terbuka, jadi aku coba masuk saja.
Aku dengar hidup di sini lebih nyaman daripada hidup di dunia iblis.
Jadi kamu berniat migrasi kemari?
Hanya sekedar cari informasi.
Selain itu, sebagian besar karena penasaran.
Penasaran?
Untuk tiba ke dunia manusia dari dunia iblis itu bukan hal yang mudah.
Diperlukan katalis dan tenaga sihir dalam jumlah besar.
Karena adanya kedua unsur itu, makanya portal dapat terus dipertahankan.
Aku jarang sekali melihat manusia sebelumnya,
makanya aku kemari untuk melihat-lihat.
Bagus, sepertinya dia tidak akan membunuhku jika aku terus bicara.
Ngomong apa saja, yang penting terus ngomong.
Lalu setelah itu?
Aku sangat tertarik…
dengan dunia ini.
Lagi pula, aku menyukai tempat yang damai.
Itu karena kalian hampir musnah.
Aku hanya ingin hidup damai dengan kalian.
Tadi sudah aku katakan.
Aku tidak peduli lagi dengan dunia iblis.
Apa dunia iblis tidak ada pemimpin?
Belia sama sekali tidak berguna.
Dia hanya bisa menyelesaikan masalah dengan kekerasan.
Belia…
Dia penguasa dunia kami saat ini, Raja Iblis Belia.
Aku pernah dengar nama itu sebelumnya.
Seingatku penguasa atau keluarga bangsawan dunia iblis,
pernah membuka portal ke dunia manusia di jaman kuno.
Harusnya kamu tahu nama itu dari sana, bukan?
Ternyata begitu.
Gawat, ekspresinya semakin dingin.
Topik ini akan segera habis.
Lagi pula, suara pedang ini menakutkan sekali!
Apakah perkataan saya membosankan?
Tidak, cukup bernilai.
Terima kasih.
Aduh, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan!
Gawat, kalau begitu terus aku bisa mati!
Harap berdiri.
Tung…Tunggu dulu. Aku belum selesai…
Aku ingin jalan-jalan.
Mau…Mau ke mana?
Apa alasan Belia membuka portal itu?
Awalnya kami tidak berniat menjajah.
Perang di dunia iblis yang aku bilang tadi,
adalah perang untuk merebut sisa sumber daya yang ada.
Karena itu, Belia menggali sebuah gua,
katanya dapat tiba di sebuah pulau kosong di dunia manusia.
Mungkin kami dapat migrasi ke sana.
Lalu kalian malah muncul di tengah kota Tokyo.
Benar.
Kami juga sangat terkejut.
Orc dan Ogres dan yang lainnya,
karena ulah mereka yang tidak punya otak,
semuanya berubah jadi peperangan.
Makanya aku langsung melarikan diri.
Tunggu, kenapa tertutup sendiri?
Sungguh mengenaskan!
Yang dapat menutup portal itu,
hanya Belia dan para iblis kelas atas.
Dengan kata lain, sejak awal mereka berniat membuang kami ke dunia manusia.
Mereka...
Berapa besar kemungkinan Belia dan iblis kelas atas,
akan menjadikan dunia manusia sebagai koloni baru mereka?
Sangat besar. Maaf jika aku tidak sopan,
namun kalian manusia jauh lebih lemah dari iblis.
Di antara mereka yang ikut datang ke dunia manusia,
harusnya ada beberapa pengintai yang telah kembali melapor ke dunia iblis.
Aku rasa mereka akan menyampaikan hal yang sama.
Sekarang saatnya mengerahkan seluruh pasukan,
untuk menyerang dan menguasai dunia manusia.
Kamu harusnya tahu jelas perbedaan kemampuan,
antara manusia dan iblis, bukan?
Menurut informasi yang kami dapatkan,
perlu tiga orang untuk menghadapi satu klan iblis.
Agak aneh rasanya dengar kamu menganggapku bagian dari klan iblis.
Itu hanya panggilan untuk iblis kelas atas.
Sudahlah.
Perbedaan kemampuan itu juga berlaku di dunia iblis.
Banyak iblis kelas atas yang menganggap kami sebagai sampah.
Aku rasa kamu dapat mengerti kenapa aku melarikan diri ke dunia manusia, bukan?
Aku tidak bisa bayangkan, namun aku mengerti.
Terima kasih, bocah.
Aku boleh panggil kamu, bocah?
Walau aku tidak ada jenis kelamin,
namun aku didesain dengan paras lelaki.
Desain…?
Intinya itu alasan aku datang ke dunia manusia.
Di sini aku hanya bisa menunggu sampai mati.
Apa bagusnya dunia manusia?
Mana matahari yang hangat dan padang rumput yang hijau?
Ke mana pun aku pergi,
yang ada hanya bangunan-bangunan yang longsor.
Iblis kelas atas sialan! Keparat!
Mati saja kalian semua!
Sudahlah, cepat bunuh aku!
Terima kasih untuk informasi yang kamu berikan.
Kamu enggak bunuh aku?
Karena kamu telah berikan informasi yang berharga.
Lagi pula, saat ini aku sedang menuju markas tawanan.
Kenapa?
Tidak apa-apa. Aku hanya merasa kamu berbeda dengan manusia lainnya.
Dipikir-pikir, dia sejak awal selalu seperti itu.
Bukan manusia, dan bukan iblis.
Siapa dia sebenarnya?
Sepertinya kamu tipe iblis yang mudah diajak berkomunikasi.
Aku akan coba minta pada atasan agar kamu dapat tinggal di tempat penampungan.
Ka…Kalau bisa, aku ingin kembali ke dunia iblis.
Kita akan segera tiba Markas Tawanan.
Begitu ya...
Tidak dibunuh saja aku sudah berterima kasih.
Gawat, aku malah tidak tenang kalau diam begini.
Tidak masalah, tutup mulut saja.
Setidaknya masih ada nyawa.
Jangan bicara yang tidak perlu.
Mana bisa tenang... Dia seperti monster.
Bisa saja dia tiba-tiba berbalik dan memenggal kepalaku!
Ah, pikiranku jadi ke mana-mana.
Oh ya, nama... Siapa namamu?
Kamu pasti punya nama, bukan?
Kamu iblis pertama yang menanyakan namaku.
Dia barusan tersenyum?
Bagaimana ya,
semua yang lahir di dunia ini
pasti punya nama sendiri.
Nama adalah hal terpenting yang dimiliki tiap orang.
Ayahku mengatakan ini padaku.
Kamu punya Ayah yang baik.
Mengatakan namamu pada orang lain,
adalah bukti bahwa kamu pernah hidup di dunia ini.
Walau tubuhmu musnah,
selama orang lain mengingat namamu,
maka dia tidak akan mati.
Bukti bahwa dia pernah hidup akan terus diingat selamanya.
Makanya menyebutkan nama itu sangat penting.
Aku tidak mengerti.
Sudah kuduga kamu akan begini.
Aku juga enggak tahu kenapa mengatakan hal ini.
Tampaknya dia semakin mempercayaiku,
karena aku telah menanyakan namanya.
Pasti dia tersenyum karena ini, bukan?
Tampaknya hatinya tidak beda jauh dengan iblis.
Ada apa?
Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menekankan pentingnya sebuah nama.
Maaf,
No comments yet. Be the first to leave one.